19 Januari 2011

Mesin Pengering Gabah Diujicoba

CARIU - Petani di kawasan Kabupaten Bogor bagian timur, khususnya yang berada di Kecamatan Cariu, dalam waktu dekat ini tak perlu lagi pusing ketika mau menjemur gabah. Karena mereka akan mendapatkan bantuan alat pengering gabah modern dari Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian dan UKM.
Alat modern yang dibeli APBD tersebut, kemarin diuji-cobakan oleh petani di Desa Cariu. Uji coba disaksikan Udin Syamsudin, Kadiskopperindag & UKM dan seluruh poktan yang ada di kecamatan tersebut.
Ditemui seusai ujicoba, Syamsudin menyatakan cukup puas melihat hasilnya. Mesin pengering ini mampu mengeringkan padi sebanyak 16 ton setiap harinya. Sehingga sangat menolong para petani dalam mengeringkan hasil panennya. "Jadi habis panen, para petani tinggal bawa padinya ke sini untuk dikeringkan dalam waktu yang cepat. Tidak perlu lagi mengeringkannya di ladang atau di rumah," kata Syamsudin.
Menurutnya, selain mempercepat proses pengeringan, dengan tersedianya mesin pengering ini, para petani juga bisa bebas dari hambatan cuaca selama proses pengeringan. Pasalnya, dengan menggunakan mesin ini, pada saat musim hujan pun, proses pengeringan padi bisa dilakukan.
Sejumlah petani yang ditemui disela-sela ujicoba menyatakan, salut dengan inovasi yang dilakukan instansi terkait dalam menolong para petani. Karenanya, mereka menyambut baik hadirnya mesin pengering tersebut. "Langkah ini sangat tepat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini masih melakukan pengeringan dengan menggunakan cara-cara tradisionil," papar salah seorang petani.
Hanya saja ia mengharapkan, dalam praktiknya nanti tidak terlalu membebani masyarakat dalam hal biaya pemanfaatannya. Di samping itu, para petani juga berharap, mesin pengering itu tidak hanya disediakan di satu tempat saja. Melainkan ke tempat-tempat yang mudah dijangkau petani.
Sebagaimana diketahui, wilayah Kecamatan Cariu adalah salah satu lumbung padi di wilayah Bogor. Karenanya, penyebaran petani juga merata di semua desa. Sehingga jika ketersediaan mesin pengering itu hanya dilakukan di satu tempat, maka dikhawatirkan biaya transportasi yang harus ditanggung petani untuk proses pengeringan menjadi besar.
"Kalau mesin pengering ini kelak tersedia di semua desa, jelas sangat membantu petani. Tapi kalau hanya ditempatkan di satu tempat saja, berarti yang mendapatkan manfaat paling besar adalah petani sekitar," imbunya.
Syamsudin menambahkan, uji coba mesin pengering ini merupakan langkah awal untuk membantu petani dalam proses pengeringan padi. Menurutnya, pihak Dinas Koperasi Kabupaten Bogor akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk ikut membantu kebutuhan-kebutuhan petani. "Langkah ini juga sekaligus sebagai upaya mendukung wilayah ini sebagai daerah lumbung padi bagi wilayah Kabupaten Bogor," tambahnya.=ren/jan

Sumber: Pakuan Raya

1 komentar:

Poskan Komentar