Curug Country - Tanjungsari

Objek wisata yang masih alami, anda akan disuguhkan suasana alam yang asri dan sejuk. Curug Country adalah air terjun yang sangat indah, air bening dan menyejukan mata.

Penangkaran Rusa

Tempat penangkaran Rusa di Cariu ini tidak banyak diketahui orang. Sepi dan jauh dari keramaian. Padahal, lokasi ini sudah ada sejak tahun 1993 dengan nama Wahana Wisata Penangkaran Rusa (WWPR) milik Dinas Perhutani Bogor.

Tradisi Meriam Karbit

Tradisi Meriam karbit mungkin sudah jarang kita jumpai. Tapi di Jonggol masih ada, biasanya diadakan setahun sekali. Acara biasanya dilaksanakan beberapa hari setelah Idul Fitri.

Peta Jonggol

Jonggol adalah sebuah Kecamatan di Timur Kabupaten Bogor, wilayah Jonggol yang luas dengan kontur perbukitan menjadikan Jonggol daerah yang strategis.

Situs Batu Tapak Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi (Batu Tapak) atau Prasasti Ciampea adalah salah satu prasasti peninggalan kerajaan Tarumanagara. Prasasti Pasir Awi terletak di lereng selatan bukit Pasir Awi (± 559m dpl) di kawasan hutan perbukitan Cipamingkis Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur.

Tampilkan postingan dengan label Usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Usaha. Tampilkan semua postingan

17 April 2012

Jaty Arthamas targetkan 300 ha kebun jati baru


 JAKARTA. Permintaan kayu jati yang terus meningkat membuat PT Jaty Arthamas Rizky memperluas lahannya. Perusahaan itu saat ini telah menyiapkan lahan seluas 300 hektare (ha) di Jonggol, Sukabumi, dan Semarang untuk pengembangan hutan jati.
Santi Mia Sipan, Direktur Utama Jaty Arthamas, mengatakan, sejak berdiri pada 1998 silam, perusahaannya telah menjual lahan sekitar 250 ha termasuk 20.000 bibit jati per bulan. "Lima tahun mendatang, kami menargetkan menjual sekitar 1.000 ha lahan kebun jati," katanya kepada KONTAN, Minggu (8/4).
Jaty Arthamas adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan bibit jati Solomon dan sekaligus lahan perkebunan. Untuk mengembangkan hutan jatinya, perusahaan ini banyak menawarkan investasi kebun jati ke masyarakat melalui sistem bagi hasil.
Santi menambahkan, pihaknya telah mengeluarkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk uang muka pembebasan 300 ha lahan jati barunya. Dana itu tersebut hanya 5% dari total kebutuhan pembebasan lahan. Sedangkan sisa lahan akan dibayar bertahap.
Dari 300 ha kebun jati baru, Santi menargetkan bakal terjual kepada investor sebanyak 50 ha tahun ini. Jumlah itu sama dengan realisasi penjualan tahun lalu. Dengan investasi sebesar Rp 608 juta per ha lahan kebun jati, Jaty Arthamas juga menanggung pengadaan bibit, pupuk, hingga instalasi pengairan.
Santi yakin mampu meraup banyak investor kebun jati karena dari waktu ke waktu potensi perkebunan jati semakin cerah. Dia menceritakan, dari total kebutuhan kayu jati nasional yang sebesar 2,5 juta meter kubik (m3) per tahun, saat ini hanya terpenuhi sekitar 700.000 m3.
Dengan tingginya kebutuhan, Santi menambahkan, tentu harga kayu jati terus naik. Dia memprediksi, jika harga kayu jati sekarang Rp 2 juta per m3, dalam 10 tahun mendatang harganya bakal melonjak hingga Rp 5 juta per m3. "Bisnis kebun jati merupakan jangka panjang, karena itu kami optimistis akan mampu terus tumbuh," imbuhnya.
Soal pasar, Santi tidak terlalu khawatir, sebab semua hasil kayu yang dihasilkan perusahaannya berasal dari bibit bersertifikat. "Dalam rencana bisnis yang kami buat, dalam waktu dekat kami juga akan membuat membuat supermarket kayu jati di Jonggol, Bogor," katanya.

Sumber : Kontan Online