<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390</id><updated>2012-02-16T15:01:05.164-08:00</updated><category term='Gambar dan Photo'/><category term='Wacana Ibukota'/><category term='Pertanian'/><category term='Berita Jonggol'/><category term='Politik'/><category term='Info Bikers'/><category term='Wisata'/><category term='Fenomena'/><category term='Pendidikan'/><category term='Resensi Buku'/><category term='Proyek BJA'/><category term='Info Tanah'/><category term='Pariwisata'/><category term='Tokoh Bogor'/><title type='text'>Infromasi Seputar Jonggol</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>84</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-1629399730367286066</id><published>2012-02-03T19:12:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T19:47:57.441-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Musrenbang Prioritaskan Pembangunan Non Fisik</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;                                         &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jonggol &lt;/strong&gt;-  Masih dominannya usulan program pembangunan infrastruktur fisik dalam  Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa harus  bersinergi dengan usulan program di bidang non infrastruktur fisik. Hal  itu diungkapkan politikus Partai Demokrat Dapil 2, Junedi Sirait kepada  Jurnal Bogor, Rabu (1/2).&lt;br /&gt;“Pembangunan itu tak hanya fisik, tapi juga ada persoalan lain yang  perlu diperhatikan. Seperti masalah pelayanan kesehatan dan pendidikan  yang harus merata di seluruh lapisan masyarakat dan juga persoalan  kemiskinan,” katanya.&lt;br /&gt;Junedi menjelaskan, selama ini musrenbang selalu saja memrioritaskan  pembangunan fisik, seperti pembangunan jalan desa. Pemkab Bogor saat ini  masih terfokus pada pembangunan jalan kabupaten yang banyak mengalami  kerusakan. Sementara perbaikan atau pembangunan jalan desa dapat  dilakukan secara imbal swadaya maupun melalui program PNPM.  &lt;span id="more-204765"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mahalnya biaya pendidikan, masih adanya jual beli buku atau LKS di  sekolah, warga miskin yang belum mendapat Jamkesda, Jamkesmas dan  Jampersal adalah program yang dinilai perlu dijadikan prioritas utama  dalam musrenbang.&lt;br /&gt;“Jika masyarakat dapat mengusulkan hal itu maka seluruh masyarakat yang  akan menikmati hasilnya secara langsung karena kepentingan pembangunan  langsung menyentuh setiap individu dalam sebuah keluarga,” jelasnya.&lt;br /&gt;Sementara jika dibandingkan dengan memprioritaskan pembangunan  infrastruktur fisik, hanya segelintir orang yang menikmati hal itu.  Junedi mengakui bahwa wacana itu kerap kali muncul dan diingatkan dalam  setiap musrenbang, sayangnya prioritas pembangunan non fisik bukan  menjadi wacana mainstream di masyarakat.&lt;br /&gt;“Masyarakat masih terbatas dalam melihat persoalan yang terjadi di  sekitarnya. Pada dasarnya musrenbang itu adalah usulan yang langsung  berasal dari masyarakat paling bawah dengan melihat kondisi sosial  ekonomi rakyat. Jadi jangan hanya prioritaskan infrastruktur fisik, tapi  bangunlah jiwanya baru bangun badannya,” tegas Sekretaris Fraksi  Demokrat itu.&lt;br /&gt;Junedi menambahkan, usulan pembangunan fisik seperti jalan, jembatan,  irigasi sudah menjadi perhatian Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)  terkait. Pemerintah desa dan kecamatan tinggal melengkapi saja dan  justru mengusulkan program yang belum menjadi perhatian SKPD di Pemkab  Bogor. “Kalau itu bisa berjalan, maka pembangunan di segala bidang di  Kabupaten Bogor ini dapat berjalan sinergis dan berjalan signfikan,”  tandasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;= Herry Setiawan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  Sumber :&lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=204315"&gt; Jurnal Bogor&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=204315"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-1629399730367286066?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/1629399730367286066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2012/02/musrenbang-prioritaskan-pembangunan-non.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1629399730367286066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1629399730367286066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2012/02/musrenbang-prioritaskan-pembangunan-non.html' title='Musrenbang Prioritaskan Pembangunan Non Fisik'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-7154175406343647852</id><published>2011-04-24T18:36:00.000-07:00</published><updated>2011-04-24T18:38:36.437-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Renovasi Kantor Desa Cibodas Rampung</title><content type='html'>Jonggol - Camat Jonggol Asep Aer Sukmaji meresmikan Kantor Desa Cibodas, kemarin. Kondisi kantor desa ini sebelumnya cukup parah. Bangunannya sudah tua dan lapuk, sehingga&amp;nbsp; mengundang kekhawatiran sewaktu-waktu roboh. Kantor desa ini direnovasi dengan mengandalkan dana bantuan Pemerintah Kabupaten Bogor dan swadaya masyarakat serta dana pribadi kepala desa setempat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya bersyukur kantor desa ini tuntas direnovasi. Ini semua terealisasi berkat adanya bantuan Pemerintah Kabupaten Bogor dan swadaya masyarakat serta dana pribadi saya sendiri,” kata Kepala Desa Cibodas, Handa Suhanda kepada wartawan kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, upaya melakukan renovasi total kantor desa itu tidak lepas dari kondisi kantor desa yang sangat memprihatinkan. “Sebelum saya terpilih sebagai kepala desa, kondisi kantor desa ini sudah cukup parah. Bangunannya reot dan kami khawatir sewaktu-waktu akan roboh,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi itu menurutnya Handa menimbulkan kecemasan bagi seluruh perangkat desa. Termasuk warga yang sedang memiliki urusan ke kantor desa. Karenanya, Handa menyatakan pihaknya berinisiatif untuk melakukan renovasi secara besar-besaran. Tujuannya, selain agar bangunan lebih memadai, juga agar kenyamanan lebih terjaga, sehingga pelayanan kepada masyarakat juga meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah merenovasi kantor desa itu sendiri tidak semudah membalikkan telapak tangan. Keterbatasan dana merupakan salah satu hambatan. Namun berkat kegigihan Handa bersama warga desa, serta didukung bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, dana yang dibutuhkan untuk kepentingan renovasi berhasil digalang. Sehingga renovasi pun bisa tuntas dilakukan. “Keberhasilan ini tentunya berdasarkan kerjasama seluruh komponen, sehingga renovasi ini dapat selesai seperti yang diharapkan,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Camat Jonggol, Asep Aer Sukmaji menyatakan kebanggaannya terhadap kepada kepala yang telah menunjukkan dedikasi kepada warga. Mudah-mudahan warga terus mendukung program-program desa untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Asep berharap berharap, keberadaan kantor desa yang saat ini sudah cukup memadai, bisa meningkatkan kinerja perangkat desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Bangunan yang bagus harus diimbangin juga dengan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= Taofik Hidayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Jurnal Bogor&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-7154175406343647852?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/7154175406343647852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/04/renovasi-kantor-desa-cibodas-rampung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7154175406343647852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7154175406343647852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/04/renovasi-kantor-desa-cibodas-rampung.html' title='Renovasi Kantor Desa Cibodas Rampung'/><author><name>Sata Raharja</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-2149517257935098119</id><published>2011-03-13T23:15:00.000-07:00</published><updated>2011-03-13T23:17:18.287-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Bogor'/><title type='text'>Daftar Bupati Kabupaten Bogor</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Ipik Gandamana ( 1948 – 1949 )&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Pada  tahun 1946 Ipik Gandamana diangkat menjadi Patih Bogor. Saat itu  Wilayah Bogor dalam kondisi yang mencekam dan menegangkan, karena  tentara Belanda telah menyebar di Bogor termasuk mata-matanya dan  menyebarkan politik adu domba &lt;em&gt;(de vide impera)&lt;/em&gt;. Beberapa kali  Ipik Gandamana dibujuk untuk bergabung dengan Belanda, dengan berbagai  macam cara termasuk iming-iming jabatan menjadi patih Bogor di  lingkungan pemerintahan Belanda Recomba, namun beliau tetap menolak dan  membela Pemerintah Republik Indonesia. Saat dalam pengasingan, Ipik  Gandamana menerima tugas dari Pemerintah RI untuk menyusun pemerintahan  Kabupaten Bogor darurat,dan beliau ditetapkan menjadi Bupati Bogor,  kemudian diangkat lagi oleh wakil Gubernur Jawa Barat untuk merangkap  menjadi Bupati Lebak. Perjalanan panjang Ipik Gandamana dalam mengemban  amanah, selain berkaitan dengan penyusunan pemerintahan daruirat  Kabupaten Bogor tidak pernah berhenti, walaupun harus menghuni sel di  penjara Paledang, karena tidak mau bekerjasama dengan pemerintah  Belanda/Recomba.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Hal  yang sangat menarik dari sosok Bupati Pertama ini, beliau dangan  menyukai tutut (semacam keong yang hidup disawah) atau lebih dikenal  dengan “Daging Pangenyot”adalah merupakan pelengkap lauk pauk di lokasi  pengsingannya. Dan sosok inilah yang patut ditiru dan diteladani bagi  generasi selanjutnya dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Pamrihnya  hanya satu berjuang dan mengbdi bagi kepentingan Negara Kesatuan  Republik Indonesia serta selalu mengharapkan ridho Allah SWT.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;                                        &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;                                        &lt;/p&gt;      &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;R.E. Abdoellah ( 1950 – 1958 )&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Dalam  susunan pemerintahan Kabupaten Bogor Darurat Bapak R.E Abdoellah  diangkat sebagai Wedana istimewa dengan tugas pokok pengerahan tenaga  rakyat untuk perjuangan, pengerahan bahan makanan untuk keperluan  perjuangan,menghadapi/mengikuti perundingan-perundingan dengan Belanda  perantaraan KTN (Komisi Tiga Negara), yaitu Australia, Amerika dan  Tiongkok. Pada Tanggal 22 Desember 1948, seluruh staf Pemerintahan RI,  tentara dan unsur-unsur perjuangan lainnya mulai menjalankan perang  gerilya. Ketika itu bapak Ipik Gandamana ditetapkan sebagai Bupati dan  Bapak R.E Abdoellah sebagai patih.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong style="font-size: 12px;"&gt;R. Kahfi (1958 – 1961)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Mama  R.Kahfi putra kedua dari empat bersaudara, ayahanda “mbah Gaos” yang  asli berasal dari daerah Menes – Banten yang kental dengan suasana yang  agamais dan mengembara di wilayah Jasinga, dilahirkan di Menes pada  tanggal 16 Maret 1916,pengabdiannya dalam bidang pemerintahan  dilingkungan pemerintah Kabupaten Bogor yang diawali dalam jabatan  karirnya sebagai kepala Djawatan penerangan Kabupaten Bogor. Dalam dunia  politik, beliau aktif pada salah satu Organisasi Islam sebagai ketua  Partai Masyumi. Tahun 1961 – 1962 beliau sempat pula mengabdikan diri  pada Badan Pemerintahan Harian (BPH). Sempat aktif di kemiliteran dan  menyandang pangkat Kapten “Tituler”. Dalam dunia pendidikan, ‘’mama’’  R.Kahfi merupakan salah satu pendiri yayasan Universitas Ibnu Khaldun  Bogor. Pada saat pengabdiannya menjadi Bupati Kepala Daerah Tk II Bogor  periode tahun 1958 – 1961, kondisi wilayah kabupaten Bogor saat itu  memerlukan pembuatan jalan dan jembatan yang diperlukan sebagai  sarana/prasarana komunikasi, salah satu hasil pembangunan di Kabupaten  Bogor pada masa Bupati R.E Kahfi adalah pembangunan Jembatan Cipamingkis  yang menghubungkan antar wilayah Jonggol dan Cariu, sebagai sarana  transportasi guna memudahkan pengangkutan hasil pertanian terutama padi  dari kecamatan Cariu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Karta Dikaria (1960 – 1967)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Disiplin  dan Tegas, itulah cirri Bupati Bogor Karta Dikaria. Hal ini terlihat  dari keseharian beliau baik saat berada dalam lingkungan kedinasan  maupun dalam lingkungan keluarga. Dalam pelaksanaan tugas pemerintahan,  apabila melihat ada staf yang melanggar langsung diberikan teguran,  bahkan ada staf beliau yang diberhentikan. Lingkungan yang lainnya yang  serba agamis, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat menjadi  sosok R.Karta Dikaria sebagai sosok panutan, demikian juga dalam  kehidupan sehari-harinya,apabila saling berkomunikasi dengan keluarga  dan rekan-rekan lainnya melalui surat dan tulisan arab. Hal lainnya yang  menarik dari sosok pejabat Bupati Bogor ini adalah tidak pernah  menyusahkan orang lain, sebagai contohnya, beliau tidak pernah menyuruh  sopir dinasnya untuk mengantar pulang kedaerah Jalan Gunung Gede, karena  saat itu sebelumnya pendopo yang pernah digunakan sebagai rumah dinas  Bupati di Jalan Veteran dahulunya adalah rumah dinas Residen. Baru  beberapa tahun kemudian dijadikan rumah dinas Bupati Bogor. Salah satu  hasil Pembangunan pada masa pemerintahan Bupati Karta Dikaria  diantaranya adalah diresmikannya pembuatan Jembatan Cibebet yang  menghubungkan wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, yang  akhirnya mampu membuka keterisolasian warga masyarakat Desa Sirnarasa  Kampung Girijaya Kecamatan Cariu dengan warga masyarakat Desa Cikalong  Kulon Kabupaten Cianjur.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Wissatya Sasemita (1968 – 1973)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Setelah  menyelesaikan pendidikannya beliau mengabsi di lingkungan Departemen  Kehutanan Nasional yang ditugaskan di Kantor Kehutanan Propinsi Jawa  Barat di Bandung dan sebelum diangkat jadi Bupati Kepala Daerah Tk II  Bogor sekitar tahun 1965 – 1967 beliau menjabat sebagai wakil Kepala  Dinas Kehutanan Bogor.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Pada  saat beliau menjabat sebagai wakil kepala Dinas Kehutanan di Bogor  tidak ada sama sekali keinginan untuk menjadi Bupati Bogor. Selanjutnya  atas permohonan dari angkatan ’45 pada tahun 1967 yang menginginkan agar  Ir. Wissatya sasemita menjadi Bupati Bogor. Pada Tahun 1968 Ir.  Wissatya sasemita di angkat menjadi Bupati Kepala Daerah Tk II Bogor  periode 1968 – 1973. Selanjutnya dalam melaksanakan kegiatan dalam  bidang pemerintahan dan kemasyarakatan di Kabopaten Bogor Beliau masih  tetap bertempat tinggal di Jalan Riau bersama Ibu Utje Sukesih Gandamana  (Putri kedua Bapak Ipik Gandamana) tidak menempati pendopo Bupati di  jalan Veteran Bogor, karena pada saat itu kondisi pendopo yang tidak  layak huni. Dalam kesehariannya Ir.Wisatya sangat gemar berolahraga dan  menitik beratkan pada kegiatan kedinasannya dalam bidang kehutanan yang  memang merupakan keahliannya. Salah satu hasil Pembangunan pada masa  pemerintahan Bupati Ir.Wisatya adalah diresmikannya jembatan Ciampea.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;R. Moch Muchlis (1973 – 1976)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Dasar  pertimbangan perencanaan pembangunan dimaksud didasarkan keperluan  adanya pola perencanaan dan pelaksanaan integral antara masing-masing  daerah, sehingga adanya satu kesatuan pola kehidupan masyarakat yang  karena pertimbangan teknologi dan mederenisasi memerlukan lingkup yang  lebih luas. Keputusan bersama tersebut diatas secara garis besar  menetapkan perencanaan, pelaksanaan pembangunan Bogor baru sesuai dengan  batas-batas pada peta yang telah ditetapkan, direncanakan, disahkan,  dan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bogor bersama-sama dengan  Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Penetapan  lainnya adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor berkewajiban penuh  untuk menyediakan tanah bagi perkembangan pembangunan tersebut sesuai  dengan rencana dan tanah-tanah untuk pemukiman kembali serta tanah  kuburan di luar daerah tersebut yang dalam pelaksanaanya di lakukan oleh  pemerintah Kodya Bogor dan secara administratif daerah tersebut tetap  merupakan wilayah hukum Pemerintah Kabupaten Bogor.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;H. Ayip Rughby (1975 – 1982)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Cita-cita &lt;span&gt; &lt;/span&gt;H.  Ayip Rughby adalah untuk mengabdi kepada Bangsa,Negara, dan Agama tanpa  pamrih dan ambisi berdasarkan atas pengabdiannya yang tulus ikhlas dan  hanya mengharap ridho allah SWT. Keputusan untuk menjadi Bupati Bogor  bukan keinginan pribadinya sendiri. Tetapi atas desakan dari masyarakat,  para alim ulama, maupun ABRI dan pimpinan Negara sehingga beliau  berkenan untuk mengemban amanah tersebut. Pada awal pelantikannya  sebagai Bupati Bogor ada keinginan yang mendalam dan sangat besar untuk  mengangkat derajat kehidupan masyarakat Kabupaten Bogor Khususnya  melalui pembangunan sumberdaya manusia dan infrastruktur/perekonomian ke  seluruh daerah pelosok di Kabupaten Bogor untuk menuju masyarakat yang  beriman, beramal, dan sejahtera. Pada saat usia sekolah, segala  kebutuhan beliau untuk sekolah di biayai oleh eyang Hasan di Desa Pondok  Kahuru-Ciomas, sedangkan untuk menopang kehidupan sehari-hari Ibu Nyai  mengajar mengaji dan Ayip kecil membantu usaha ibunda tercintanya dengan  berjualan kue setiap pagi sebelum berangkat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ke sekolah dan juga berwirausaha berjualan sayur sayuran dan ikan ke Kota Serang pada setiap hari minggu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Sebagai  modal berwirausahanya beliau meminjam sepeda kumbang milik Eyang Hasan  yang menempuh jarak 10-20 Km dari Karangantu tempat pelelangan ikan ke  Kota Serang, semua jerih payah beliau tabungkan di dalam tiang bambu  penyangga rumah. Pengalaman H. Ayip yang paling berkesan selama aktif di  kemiliteran diantaranya adalah penumpasan DI/TII di wilayah Bandung  Selatan (Tahun 1952-1959). Selain itu, beliau juga mencetuskan dan  membangun Proyek Transmigrasi Lokal Angkatan Darat di Teluk Lada  Labuan-Banten pada Tahun 1957 – 1960. Hal ini adalah ide dan gagasan  beliau yang cemerlang yang selanjutnya menjadi cikal bakal proyek  transmigrasi yang dikembangkan di Indonesia. Beliau juga mencetuskan  Operasi Bhakti Siliwangi di wilayah Korem 064/Maulana Yusuf (1966-1969),  untuk pembuatan jaringan jalan sewilayah Banten, Bendungan Irigasi  Cisata, pembangunan Pelabuhan Karangantu. Yang terakhir bersama Presiden  Soeharto Mencetuskan berdirinya Yayasan Dharmais, yang saat itu  bertujuan untuk mensejahterakan golongan miskin dengan mengembangkan  pola transmigrasi dan membekalinya dengan pendidikan keterampilan di  bidang pertanian, usaha rumah tangga, dan pertukangan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Soedrajat Nataatmaja (1983 – 1988)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Mulai  pendidikan di Sekolah Rakyat No.8 Cirebon yang saat itu lebih dikenal  dengan Sekolah Rakyat – Sunda. Mengingat kedua orang tuanya selalu  berpindah-pindah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tempat tugas, maka Soedrajat Nataatmadja  selalu dititipkan mengikuti paman, dari satu paman ke paman yang lainnya  di Kota Bandung. Setelah Lulus SMA, ayah beliau menghendakinya untuk  bersekolah di Fakultas Kedokteran UNPAD Bandung, namun oleh kakeknya  dimasukan ke sekolah Pamong Praja di Serang Banten. Selanjutnya sekolah  dilanjutkan di Akademi Militer Nasional (AMN) dan dilanjutkan ke  Akademik Teknik Angkatan Darat di Bandung, penugasan pertama dalam  jajaran ABRI/TNI saat itu adalah di Kodam IX/Mulawarman daerah  Kalimantan Timur. Pada tahun 1983 selesai bertugas di Jajaran Kesatuan  ABRI/TNI. Soedrajat Nataatmaja memimpin Kabupaten Bogor pada periode  1983-1988, selama masa jabatannya yang menjadi kebijakan pemerintahannya  diantaranya adalah membuka isolasi seluruh desa-desa di Kabupaten Bogor  dengan membangun jalan dan jembatan yang bisa dilalui kendaraan roda  empat. Pembangunan infrastruktur selama masa jabatannya antara lain  jembatan Garendong yang menuju ke ibukota Kecamatan Rumpin. Kebijakan  lainnya adalah kesejahteraan dan sarana kerja yang perlu mendapat  dukungan penuh, terutama bagi kantor pembantu Bupati dari Sekretaris  Wilayah Kecamatan, semata-mata untuk meningkatkan moril pegawai yang  bertugas didaerah. Tekadnya untuk merealisasikan kepindahan ibukota  Kabupaten Bogor Ke Cibinong setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor  6 Tahun 1982 Tentang Pemindahan ibukota Kabupaten Daerah Tk II Bogor  dan Wilayah Kotamadya Daerah Tk II Bogor diwujudkan melalui peletakan  batu pertama dilokasi Ibu Kota Kabupaten Bogor di Desa Tengah Kecamatan  Cibinong.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;H. Eddie Yoso Martadipura (1988 – 1993 dan 1993 – 1998)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Masa  tumbuh kembangnya berada dalam lingkungan keluarga yang sangat  sederhana dansarat akan nilai-nilai religious. Pendidikan yang  dilaluinya antara lain : Lulus Sekolah Rakyat Kuningan tahun 1954; Lulus  SMP Kuningan tahun 1957; Lulus SMA 1 Cirebon Jurusan PASPAL tahun 1960;  Akademi Pendidikan Djasmani (APD) Bandung sampai tahun 1961; Lulus  AKMIL&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Magelang Jurusan Teknik Tahun 1964; Lulus Aplikasi  AKMIL Jurtek di Bandung tahun 1965; Lulus SUSLAPAZI Bogor tahun 1975 dan  Lulus SESKOAD Bandung tahun 1979.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Pada Akhir tahun 1965 mendapat tugas di Batalyon Zeni tempur 8 di KODAM&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;XIV/ Hasanuddin Makasar. Pada tahun 1975 mendapat tugas di Batalyon Zipur 3 KODAM IV/ Siliwangi Bandung. Pada Tahun 1979&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;beliau  menjabat sebagai DAYON di Batalyon ZIPUR 3 KODAM IV/Siliwangi Bandung.  Pada tahun 1982 ditugaskan sebagai anggota MPR dari Fraksi ABRI untuk  periode 1982-1987.pada tahun 1988 mendapat kepercayaan dari pemerintah  dan masyarakat Kabupaten Bogor untuk menjabat sebagai Bupati Bogor.  Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1993 beliau mendapat kepercayaan kembali  memegang jabatan yang sama untuk masa bakti 1993-1998.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Hasil-  hasil kerja yang telah dicapai antara lain: pembuatan beberapa jalan  baru dan jembatan serta rehabilitasi beberapa jalan yang telah ada guna  memperlancar lalulintas arah DKI Jakarta maupun dalam wilayah Kabupaten  Bogor, pengawasan dan pengendalian pengambilan tanah dan wilayah  tertentu Kabupaten Bogor untuk kepentingan penimbunan lahan-lahan di  Jakarta; pengawasan,pengendalian dan penertiban lahan bangunan serta  perumahan; mewaspadai dan menindaklanjuti tumbuhnya bangunan-bangunan  illegal di wilayah perbukitan yang berpotensi pariwisata dan wilayah  perkebunan terlantar; penertiban pembangunan diwilayah dataran rendah  seputar Jakarta sebagai konsekwensi perkembangan penduduk guna  mempertahankan lahan hijau dan pemeliharaan situ-situ.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;H. Agus Utara Effendi (1998 dan 2003-2008)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Lahir  di Bogor tahun 1943, putra dari H. Yuusuf Effendy dan Hj. Djuhriah ini  selepas mengenyam pendidikan di SD Negeri Polisi, SMP dan SMU di Ciamis,  H. Agus Utara Effendy melanjutkan pendidikan di Akademi Militer  Magelang. Bahkan seusai menyelesaikan pendidikan militernya, ia banyak  dipercaya memegang jabatan kemiliteran seperti Dan Kodan A/Yoa 133/Dam  II(1971), Kasie I/Yon 133/Dam III (1972), Kasi I/DIM 0305 DAM III  (1973), Kasie I/DIM 0315 DAM III (1975) dan lainnya. Terakhir ia  menjabat sebagai Kabag Pampres Ropam Dephankam dengan pangkat colonel  TNI AD. Setelah menghabiskan lebih dari separuh masa hidupnya, kemudian  ia kembali ke Dayeuh Pakuan Padjajaran untuk menjadi Bupati. Bahkan  ketika, menjabat sebagai Bupati pada masa Bhakti 1998-2003, ia kembali  dipercaya pada tahun 2003-2008 untuk periode yang kedua.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;H. Rachmat Yasin (2008-20013)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Drs.  H. Rachmat Yasin, MM adalah Bupati Bogor pertama periode 2008-2013  pilihan rakyat secara langsun. Berpasangan dengan H. Karyawan  Fathurachman sebagai wakilnya, pria yang akrab di sapa RY memenangi  Pemilihan Umum Bupati/Wakil Bupati Bogor tahun 2008 dengan suara mutlak.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Sebelum  terpilih sebagai Bupati Bogor RY adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Periode 2004-2009. Selain menjabat sebagai  ketua DPRD Kabupaten Bogor, beliau adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang  (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor periode  2006-2011 untuk masa bakti yang kedua. Diluar aktifitas politiknya,  beliau dipercaya masyarakat sepak bola Kabupaten Bogor sebagai Ketua  Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia Kabupaten Bogor (Persikabo) untuk  periode kedua. RY lahir di Bogor Jawa Barat pada tanggal 4 Nopember  1963. Seorang politikus dengan bekal akademis karena beliau adalah  Sarjana Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP)  Universitas Nasional Jakarta tahun 1983. Lanjutanstudinya berlangsung di  Universitas Satyagama Jakarta dan berhasil meraih gelar Magister  Management tahun 2001. RY adalah putra kedua dari Sembilan bersaudara  pasangan (alm) ,HM. Yasin – HJ. Nuryati. Bakat politik RY menurun dari  ayahandanya (alm), HM Yasin seorang perintis. Pendiri dan tokoh  Kharismatis PPP di Bogor dan pernah menjabat sebagai anggota DPRD  Kabupaten Bogor dan anggota DPRD Kota Bogor. RY tumbuh dan hidup dalam  tradisi Nahdlatul Ulama (NU). Tak heran jika Beliau banyak berkecimpung  di organisasi di bawah naungan NU. Kiprahnya di Kabupaten Bogor dimulai  ketika beliau diberi amanat sebagai Ketua Gerakan Pemuda (GP) Anshor  Kabupaten Bogor tahun 1984-1991. Jalannya di dunia organisasi kepemudaan  makin terangsang saat beliau di percaya sebagai pengurus DPD Komiite  Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor tahun 1982-1991.  Terakhir di KNPI beliau menjabat sebagai anggota Majelis Pertimbangan  Pemuda (MPP) DPD KNPI Kabupaten Bogor.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Diluar  organisasi kepemudaan, RY dikenal sebagai Aktifis di kampus di masa  orde baru. Pergaulannya yang luas membuat beliau benyak berhubungan  dengan para aktifis-aktifis yang bersebrangan dengan pemerintah yang  berkuasa waktu itu. Tahun 1997, akhirnya RY berhasil duduk sebagai  Anggota DPRD Kabupaten Bogor. Kali pertama menjadi anggota DPRD  Kabupaten Bogor, RY dipercaya sebagai Ketua komisi C DPRD Kabupaten  Bogor yang membidangi keuangan daerah. Kecerdasannya terasah dan teruji  oleh berbagai kalangan sebagai :Pakar Keugangan Daerah”.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;Pada  pemilu pertama di era reformasi, beliau kembali terpilih sebagai  anggota DPRD Kabupaten Bogor untuk periode 1999-2004. Di PPP, untuk kali&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kedua  di Musyawarah Cabang (Muscab) ke V di Cipayung, beliau kembali terpilih  secara aklamasi sebagai ketua DPC PPP Kabupaten Bogor periode  2006-2011. Dalam muscab tersebut, lahirlah salah satu rekomendasi Muscab  agar DPC PPP Kabupaten Bogor mencalonkan beliau sebagai calon Bupati  Bogor periode 2008-2013.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-2149517257935098119?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/2149517257935098119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/03/daftar-bupati-kabupaten-bogor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/2149517257935098119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/2149517257935098119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/03/daftar-bupati-kabupaten-bogor.html' title='Daftar Bupati Kabupaten Bogor'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-7855270711744665783</id><published>2011-02-03T19:50:00.000-08:00</published><updated>2011-02-03T19:51:18.655-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Pasar Cariu Dipastikan Direlokasi 2011</title><content type='html'>&lt;p&gt;BOGOR-KITA.com - Direktur Utama PD Pasar Tohaga Cahya Vidiadi  menjanjikan akan merelokasi Pasar Cariu. "Tahun depan, pokoknya Pasar  Cariu harus di relokasi," kata Cahya saat berdiaolog dengan warga di  Desa Sukajadi, Kecamatan Cariu, Senin (29/11/2010).&lt;/p&gt;    Pernyataan Cahya tersebut sekaligus memupus keraguan warga dan pedagang lainya. &lt;p&gt;Tidak kurang Kepala Desa Cariu Achmad Suryadi menyatakan lega dengan  pernyataan kepastian relokasi Pasar Cariu. Warga setempat juga  menurutnya, menyambut positif langkah yang dilakukan Pemerintah  Kabupaten Bogor yang memprioritaskan pembangunan Pasar Cariu. Betapa  tidak, setelah beberapa lama menanti-nanti, relokasi itu bakal  terlaksana dalam waktu dekat.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;Bakri Hasan, Kepala Seksi Pembangunan Kantor Kecamatan Cariu  menyatakan, dengan relokasi, maka permasalahan yang selama ini membelit  Pasar Cariu akan segera teratasi. Pasar Cariu dinilai sudah tidak  memadai lagi karena lahannya yang terbatas dan sering menimbulkan  kesemrawutan lalu lintas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Karena kondisi pasar yang sudah tidak memadai itulah sebenarnya semua pihak menilai Pasar Cariu perlu direlokasi," imbuhnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bakri Hasan tidak menampik pelaksanaan relokasi terkesan lama dan  sebelumnya tidak memiliki kepastian.  Kini, seiring dengan kepastian  pelaksanaan relokasi, Bakri meminta semua pihak memberikan dukungan yang  penuh. Bagaimanapun, relokasi adalah jalan terbaik untuk tersedianya  pasar yang nyaman bagi pedagang dan penjual. Lebih dari itu, relokasi  sangat penting bagi percepatan pembangunan wilayah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.bogor-kita.com/pemerintahan/kabupaten-bogor/1361-pasar-cariu-dipastikan-direlokasi-2011.html"&gt;Bogorkita&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-7855270711744665783?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/7855270711744665783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/02/pasar-cariu-dipastikan-direlokasi-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7855270711744665783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7855270711744665783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/02/pasar-cariu-dipastikan-direlokasi-2011.html' title='Pasar Cariu Dipastikan Direlokasi 2011'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-4752722966360566517</id><published>2011-02-03T19:39:00.000-08:00</published><updated>2011-02-03T19:41:52.945-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Bikers'/><title type='text'>Lokasi Rawan Pencurian Motor di Bogor</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BOGOR, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; -  Hampir setiap hari terjadi  percurian sepeda motor di  wilayah Kabupaten Bogor. Namun, kejahatan itu  paling sering terjadi di Cibinong, Gunung Putri, dan Cileungsi. Dari  rata-rata 80 kasus pencurian motor, dua pertiganya banyak terjadi di  tiga wilayah kecamatan itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Daerah rawan pencurian motor, yang  paling rawan Cileungsi. Kayaknya hampir setiap hari di situ selalu ada  laporan orang kehilangan motor. Lainnya, Cibinong dan Gunung Putri.  Kalau rawan balapan motor liar, di Jalan Raya Pemda dan   Kandang Roda,"   kata Kepala SPK Polres Bogor Ipda Edwin, di Cibinong, Rabu  (12/1/2011).&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Hal yang sama dinyatakan Kepala Bina Mitra Polres  Bogor Ajun Komisaris Muhtarom.  Padahal para babinsa sudah berulang kali  melakukan sosialisasi para pengelola usaha atau tempat ibadah, untuk  waspada kejahatan ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Spanduk untuk mengingatkan pemilik motor agar menggunakan kunci ganda, juga kami pasang di mana-mana," kata Muhtarom.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara  berkala, anggotanya pun mengirim pesan singkat melalu telepon seluler  ke semua pengurus masjid atau rumah ibadah lainnya, untuk tidak lupa  saat mengumumkan hasil dan penggunaan dana mesjid/rumah ibadah, juga  mengumumkan agar motor hati-hati saat memarkir motornya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Muhtarom  memperlihatkan berisi pesan baku kewaspadaan itu, yakni memohon para  pengurus untuk mengumumkan pemilik motor mengunakan kunci ganda, menaruh  motor di halaman parkir, tempat terang, dan terbuka, tetap mengunci  ganda motor walau di parkir di garasi atau teras rumah, serta meminta  tamu yang berkunjung juga mengunakan kunci ganda pada motornya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Motor  yang dilaporkan hilang, rata-rata tidak menggunakan kunci ganda  pengaman dan terjadi di permukiman. "Maling motor itu hanya perlu  beberapa detik saja untuk menghidupkan mesin motor dengan kunci palsu &lt;em&gt;letter&lt;/em&gt; T," kata Muhtarom.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari  data yang diberikan Subbagian Humas Polres Bogor, terungkap dari  rata-rata 100 kasus kejahatan yang dicatat Bagian Operasi Polres Bogor,  75 persen adalah kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Terbanyak  terjadi di wilayah Cibinong, Gunung Putri, dan Cileungsi. Kasus  pencurian motor yang terjadi di tiga wilayah itu per bulannya  masing-masing antara 20 dan 35 kasus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Pencuriannya banyak terjadi  saat motor diparkir di halaman rumah, pingir jalan, dan tempat parkir  swalayan atau minimarket,"  kata Kepala Subbagian Humas Polres Bogor  Ajun Komisaris Pispita Lena.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari data tersebut, juga terlihat  waktu pencurian terjadi paling banyak pada hari Jumat, Sabtu, dan  Minggu. Jam terjadi kejahatan itu paling sering terjadi antara pukul  11.00 - 12.00 dan antara pukul 18.00  - 21.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber :  &lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/2011/01/13/09492421/Lokasi.Rawan.Pencurian.Motor.di.Bogor"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-4752722966360566517?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/4752722966360566517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/02/lokasi-rawan-pencurian-motor-di-bogor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4752722966360566517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4752722966360566517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/02/lokasi-rawan-pencurian-motor-di-bogor.html' title='Lokasi Rawan Pencurian Motor di Bogor'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-4516522283564487633</id><published>2011-02-01T18:45:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T18:49:47.579-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Situsari Rawan Balapan Liar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TUjGQ4YDMzI/AAAAAAAAAMg/b_eHvmo94zs/s1600/365.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 252px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TUjGQ4YDMzI/AAAAAAAAAMg/b_eHvmo94zs/s320/365.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568918932557083442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Cileungsi &lt;/strong&gt;- Warga Situsari Kecamatan Cileungsi  mengeluhkan semakin maraknya balap motor liar di kawasan tersebut.  Setiap malam Minggu, pemuda dari berbagai daerah secara rutin berkumpul  di depan Perumahan Mutiara sebagai tempat memulai dan berakhir di  Perumahan Citra Indah.&lt;br /&gt;“Sebelumnya Jalan Raya Cileungsi-Jonggol tepatnya di Perumahan Citra  Indah menjadi lokasi balap motor liar. Sudah hampir sebulan ini  lokasinya pindah di depan Perumahanan Mutiara, karena kondisi jalannya  lurus dan jarang ada lobang,” ungkap Maryani, warga Desa Situsari kepada  Jurnal Bogor, Kamis (27/1). &lt;span id="more-150250"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Maryani, aksi kebut-kebutan antar pemuda itu sangat meresahkan  warga sekitar. Selain, suara motor yang mengganggu, seringkali aksi  balapan liar tersebut menimbulkan korban tabrakan. “Sudah banyak juga  yang menjadi korban karena motornya tabrakan saat balapan. Warga juga  sangat terganggu karena suara knalpot yang bising,” ujarnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maryani mengatakan, minimnya petugas polisi yang berpatroli di daerah  yang berbatasan dengan Kecamatan Jonggol, itu membuat Situsari menjadi  daerah pilihan pemuda untuk melakukan balapan liar.&lt;br /&gt;“Kalau ada petugas patroli biasanya bubar, tapi besoknya ada lagi. Sayangnya polisi jarang berpatroli di sini,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Ia berharap, aksi balapan liar tersebut dapat segera diberantas oleh  pihak yang berwajib. Selain mengganggu warga, aksi tersebut juga dapat  membahayakan pengguna jalan lainnya. “Kami berharap polisi dapat  menindak tegas para pelaku balap liar itu. Pokoknya biar nggak ada lagi  balapan liar di sini,” tandasnya.&lt;br /&gt;Salahsatu caranya, kata Maryani adalah dengan membuat pos polisi yang  lokasinya berada di antara Desa Situsari dan Desa Cipeucang. Menurut  dia, warga sudah setuju dan memberikan pernyataan tertulis agar pihak  kepolisian mendirikan pos polisi di antara dua desa tersebut.&lt;br /&gt;“Warga sudah setuju dibangun pos polisi. Dengan adanya pos polisi paling  tidak pemuda yang melakukan balapan liar tersebut akan takut dan  menghentikan balapan setiap malam Minggu itu,” tandasnya. &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=150250"&gt;Jurnal Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-4516522283564487633?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/4516522283564487633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/02/situsari-rawan-balapan-liar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4516522283564487633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4516522283564487633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/02/situsari-rawan-balapan-liar.html' title='Situsari Rawan Balapan Liar'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TUjGQ4YDMzI/AAAAAAAAAMg/b_eHvmo94zs/s72-c/365.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-971603394919820235</id><published>2011-01-19T23:07:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T23:08:50.784-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Tanah'/><title type='text'>Berburu Tanah di Jonggol</title><content type='html'>&lt;p&gt;Daya tarik kawasan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini mulai  dilirik sejumlah investor, pengusaha, maupun orang-perorangan dengan  beramai-ramai memburu tanah di kawasan tersebut. Dalam tempo singkat,  harga tanah pun melonjak drastis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KAWASAN Jonggol yang dulu sering diistilahkan orang sebagai tempat  jin buang anak, untuk melukiskan betapa ter-kebelakangnya wilayah  tersebut, kini berubah drastis. Jonggol mulai menjadi daya tarik dan  dilirik banyak orang untuk berinvestasi dengan membeli tanah, sejak isu  adanya pemindahan pusat pemerintahan RI ke wilayah tersebut bcrembus  kencang akhir-akhir ini. Yang perlu dicatat, potensi Jonggol akan  menjadi sangat luar biasa jika rencana pembangunan ruas jalan Poros  Jonggol selesai di bangun.&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Pencanangan pembangunan jalan Poros Jonggol, akan dilakukan langsung  oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bertepatan dengan peringatan  Hari Kesetiakawanan Nasional pada 20 Desember mendatang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Informasi yang diperoleh, sejumlah perusahaan, pengusaha, maupun  orang perorangan mulai mengutus kala tangannya untuk berburu tanah yang  lokasinya berdekatan dengan rencana pengembangan kawasan Jonggol.  Orang-orang itu mendatangi warga pemilik tanah maupun biong (calo  tanah). Hanya saja, informasi tentang pengembangan kawasan Jonggol  rupanya suda-didengar warga dan mereka pun menetapkan harga tanah cukup  tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini diakui, Aos (44), biong tanah, warga Singosari,  Kecamatanjonggol. Belakangan ini, kata dia, banyak orang yang datang  mencari tahu harga tanah dan melakukan survey.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pria ini mengatakan, saat ini harga tanah di Jonggol sudah naik.  Lokasi yang berada di pinggir jalan misalnya, sekitar Rp 350.000 hingga  Rp 400.000 meter. Kalau yang lokasinya gak masuk, lebih murah, dan bisa  dapat Rp 25.000 per meter. "Investor yang datang memang belum ada yang  transaksi, karena mereka baru survey," ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak investor yang datang, diakui Camat Jonggol, Asep Aer Sukmaji.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanya saja, kata dia, para investor itu memburu tanah langsung ke  pemilik atau lewat biong, bukan melalui kantor desa atau kecamatan.  "Kami sudah dengar dan mendapat laporan dari kades, investor itu  berdatangan baru sekedar menanyakan harga tanah dan survey," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, ujarnya, pemilik tanah yang ting-gal di luar Jonggol,  belakangan ini mulai sering datang meninjau tanahnya. "Padahal selama  ini, tanah mereka jarang ditengok," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Poros jonggol&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, rencana pembangunan jalan poros tengah timur atau  jalan poros Jonggol yang digagas Pemerintah Kabupaten Bogor, akan  menghubungkan kawasan Jonggol dan sekitarnya dengan kawasan Bumi Serpong  Damai, Kota Tangerang Selatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bupati Bogor, Rachmat Yasin di Cibinong, Jawa Barat, beberapa waktu  lalu mengatakan, pembangunan jalan poros Jonggol diharapkan dapat  menyatukan tata ruang pembangunan regional Bogor dengan wilayah-wilayah  di sekitarnya, termasuk dengan Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembangunan jalan poros Jonggol diharapkan akan menghubungkan kawasan  Jonggol, kawasan Sentul City dengan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai,  Tangerang Selatan. "Jalan poros Jonggol akan menjadikan kawasan sekitar  Jonggol tidak hanya terhubung secara langsung dengan Jakarta, Bekasi  maupun Cianjur, namun juga dengan Tangerang," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam peta rencana pembangunan jalan poros Jonggol yang dilansir  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor 2010  digambarkan, jalan poros Jonggol akan terhubung secara langsung dengan  kawasan BSD. dn&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: &lt;a href="http://bataviase.co.id/node/418573"&gt;Bataviase&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-971603394919820235?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/971603394919820235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/berburu-tanah-di-jonggol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/971603394919820235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/971603394919820235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/berburu-tanah-di-jonggol.html' title='Berburu Tanah di Jonggol'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-4204734056977571521</id><published>2011-01-19T23:05:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T23:07:09.839-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Tanah'/><title type='text'>BIONG MEMBURU TANAH MURAH</title><content type='html'>&lt;p&gt;BOGOR (Pos Kota) - Proyek pembangunan Jalur Puncak II atau Poros  Tengah-Timur akan digeber Pemkab Bogor. Meski masih ada lahan 4,8  hektare milik Perum Perhutani yang belum bisa ditebus, Pemkab akan  membelinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di lain pihak sejumlah biong(spekulan tanah - red) kini kasak-kasuk  mencari tanah murah di jalur yang menghubungkan Jonggol-Babakan  Madang-Bumi Serpong Damai dan Delta Mas, Bekasi-Jonggol- Pun-cak-Cianjur  ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jika lahan Perum Perhutani itu tetap sulit ditembus, Pemkab Bogor  akan membelinya. Kami ditarget 2012 dimulai pembangunannya yang dibagi  tiga tahap dengan anggaran sekitar Rp350 miliar," ujar Kepala Bappeda  Kabupaten Bogor, M Zairin, Jumat (7/1).&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;p&gt;Untuk tahap pertama dibangun jalan sepanjang 28 Km dan lebar 30 meter  mulai dari Babakan Ma-dang-Sukamakmur-Jonggol dengan anggaran Rp50  miliar hingga Rp70 miliar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan tahap kedua dari Sukamakmur ke Cariu (Jalan Transyogi)  dengan panjang 15 Km. Selanjutnya dari Sukamakmur ke Cipanas (Cianjur)  dengan panjang jalan 10 Km. "Ruasjalan ini telah ada, tapi masih k!cil  dan kondisinya rusak," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun daerah yang terkena jalur ini adalah wilayah Kecamatan Babakan  Mad.ang, Citeureup, Cariu, Jonggol, Sukamakmur hingga Tanjungsari  meliputi, 67 desa dan luas lahan 71 hek t are. Rencananya jalan ini  sepanjang 26 Km.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalah pembebasan lahan, sudah mend apat lampu hijau dari pemilik  lahan di antaranya, Group Sentul, Probosutejo, Delta Mega Kuningan,  Bukit Kharisma Sulsamakmur, dan Perhutani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Agenda 2011 ini kita lakukan deta.il engineering design, pendataan  tanah, tanaman, bangunan, pembebasannya, pembukaan badan jalan 14 km  dengan lebar 20 meter h ingga proses penyelesaian tanahkehutan-an yang  terkena jalan," papar Zairin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Poros TimurTengah merupakan jalur singkat yang rencananya akan digunakan untuk akses dari B-ogor atau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jakarta menuju Cianjur dan Bandung. Sebrab, Jalur Puncak dari pintu  masuk Ciawi sudah terlalu padat. Kini, sejumlah investor mulai melirik  kawasan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEMBURU TANAH&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejumlah biong pun ramai-ramai memburu tanah di kawasan ini. Tak  ayal, dalam tempo singkat, harga tanah melambung. Hal ini diakui Aim-,  biong tanah, warga Singosari, Kecamatan Jonggol. Belakangan ini, banyak  orang yang datang mencari tahu harga tanah dan survei. Lahan di pinggir  ialan misalnya, sekitar Rp350.000 hingga Rp400.-000 per meter.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kalau lokasinya agak masuk, lebih murah, bisa dapat Rp25.000 per  meter. Investor yang datang memang belum ada yang melakukan transaksi  karena mereka baru survei," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Camat Jonggol Asep Aer Sukmaji mengakui investor memburu tanah  langsung ke pemilik atau lewat biong, bukan melalui kantor desa atau  kecamatan. "Kami dapat laporan dari kades, investor itu It.ii 11 sekadar  menanyakan harga tanah dan survei," katanya.(iwan/si/r)&lt;/p&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-4204734056977571521?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/4204734056977571521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/biong-memburu-tanah-murah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4204734056977571521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4204734056977571521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/biong-memburu-tanah-murah.html' title='BIONG MEMBURU TANAH MURAH'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-300366396319479027</id><published>2011-01-19T22:40:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T22:46:59.406-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><title type='text'>Curug Kantri-Tanjung Sari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZpJCdlrI/AAAAAAAAAKY/NhwHJevXe-I/s1600/country_07.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZpJCdlrI/AAAAAAAAAKY/NhwHJevXe-I/s400/country_07.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564155165463647922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZjBV6wSI/AAAAAAAAAKQ/J1yXrKOx-D4/s1600/country_06.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZjBV6wSI/AAAAAAAAAKQ/J1yXrKOx-D4/s400/country_06.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564155060318552354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZal3jJrI/AAAAAAAAAKI/StwZXSD-lQU/s1600/country_05.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZal3jJrI/AAAAAAAAAKI/StwZXSD-lQU/s400/country_05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564154915504465586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZTgNSBqI/AAAAAAAAAKA/eGd5t3ACCpo/s1600/country_04.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZTgNSBqI/AAAAAAAAAKA/eGd5t3ACCpo/s400/country_04.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564154793725920930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZOZv9ZpI/AAAAAAAAAJ4/jDoiamS3OvY/s1600/country_03.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZOZv9ZpI/AAAAAAAAAJ4/jDoiamS3OvY/s400/country_03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564154706092975762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZI2NSP9I/AAAAAAAAAJw/Po-Y-Ym-xbw/s1600/country_02.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZI2NSP9I/AAAAAAAAAJw/Po-Y-Ym-xbw/s400/country_02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564154610652954578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZDNBX7RI/AAAAAAAAAJo/BYkT66nsUQQ/s1600/country_01.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZDNBX7RI/AAAAAAAAAJo/BYkT66nsUQQ/s400/country_01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564154513697795346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Curug Kantri terletak di Desa Tanjung Rasa, Kecamatan Tanjung Sari, Kab. Bogor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Petunjuk Arah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dari Jakarta atau Bogor keluar pintu tol Cibubur, masuk ke Jl. Trans-Yogie, ambil arah ke Cileungsi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ambil jalan lurus di perempatan, anda akan melewati Taman Buah  Mekarsari di sebelah kanan jalan dan berada di Jl. Cileungsi – Jonggol.&lt;/li&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;li&gt;Ambil terus jalan utama, sampai anda di pertigaan, Jl. Cibarusah –  Cikarang ke kiri dan Jl. Raya Jonggol ke kanan; ambil kanan ke Jl. Raya  Jonggol.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikuti terus Jl. Raya Jonggol sepanjang sekitar 13,6 km, sampai anda  di pertigaan: kiri ke Jl. Cariu – Babakan Raden, kanan ke Jl. Cariu –  Bantarkuning; ambil kanan ke  Jl. Cariu – Bantarkuning.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah sekitar 8,6 km dari pertigaan, anda akan menemukan jalan  kecil ke arah kanan di GPS: -6.56959, 107.14060. Belok ke kanan, masuk  ke jalan ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikuti terus jalan ini sampai anda menemukan percabangan jalan ke kiri,  dengan lapangan bola di sebelah kanan, GPS: -6.56359, 107.12111. Ambil  jalan ke kiri. Jalanan ini menurun dan kemudian belok ke kiri ketika  anda bertemu pertigaan. Ikuti jalan sampai anda menemukan bundaran dan  pos jaga di mulut percabangan jalan ke arah kanan.&lt;br /&gt;Dari Pos Jaga, anda masih beberapa ratus meter lagi untuk sampai ke  tempat parkir kendaraan, dengan melewati jalanan yang agak curam dan  berliku.&lt;/li&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/ul&gt;Sumber :http://thearoengbinangproject.com/2010/09/wisata-country/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-300366396319479027?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/300366396319479027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/curug-kantri-tanjung-sari.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/300366396319479027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/300366396319479027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/curug-kantri-tanjung-sari.html' title='Curug Kantri-Tanjung Sari'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfZpJCdlrI/AAAAAAAAAKY/NhwHJevXe-I/s72-c/country_07.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-211350826499995057</id><published>2011-01-19T22:24:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T22:31:44.770-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><title type='text'>Situs Batu Tapak Pasir Awi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfVhElH_kI/AAAAAAAAAJg/DlmUjVyTn_k/s1600/18-batutapak20090225-371.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfVhElH_kI/AAAAAAAAAJg/DlmUjVyTn_k/s400/18-batutapak20090225-371.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564150628781391426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfVXrT5e0I/AAAAAAAAAJY/NIfzUDE1XRY/s1600/0225-131316.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfVXrT5e0I/AAAAAAAAAJY/NIfzUDE1XRY/s400/0225-131316.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564150467379428162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prasasti Pasir Awi (Batu Tapak) atau Prasasti Ciampea adalah salah satu  prasasti peninggalan kerajaan Tarumanagara. Prasasti Pasir Awi terletak  di lereng selatan bukit Pasir Awi (± 559m dpl) di kawasan hutan  perbukitan Cipamingkis, desa Sukamakmur, kecamatan Jonggol, kabupaten  Bogor tepatnya pada koordinat 0°10’37,29” BB (dari Jakarta) dan 6°32’27,57”Prasasti Pasir Awi telah diketahui sejak tahun 1867 dan  dilaporkan sebagai prasasti Ciampea. Peninggalan sejarah ini dipahat  pada batu alam. Prasasti Pasir Awi berpahatkan gambar dahan dengan  ranting dan dedaunan serta buah-buahan (bukan aksara) juga berpahatkan  gambar sepasang telapak kaki. Prasasti ini pertamakali ditemukan oleh N.W. Hoepermans pada tahun 1864.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://ahars07.multiply.com/photos/album/59/101016_Sukanegara_-_Batutapak_Jonggol#photo=35"&gt;1&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://bilaku.multiply.com/photos/album/26/Batu_Tapak_Pasir_Awi_-_25_Feb_09#"&gt;2 &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-211350826499995057?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/211350826499995057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/situs-batu-tapak-pasir-awi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/211350826499995057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/211350826499995057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/situs-batu-tapak-pasir-awi.html' title='Situs Batu Tapak Pasir Awi'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTfVhElH_kI/AAAAAAAAAJg/DlmUjVyTn_k/s72-c/18-batutapak20090225-371.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-4069336806948311774</id><published>2011-01-19T00:35:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T00:37:33.673-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Mesin Pengering Gabah Diujicoba</title><content type='html'>&lt;strong&gt;CARIU&lt;/strong&gt; - Petani di kawasan Kabupaten Bogor bagian timur,  khususnya yang berada di Kecamatan Cariu, dalam waktu dekat ini tak  perlu lagi pusing ketika mau menjemur gabah. Karena mereka akan  mendapatkan bantuan alat pengering gabah modern dari Dinas Koperasi,  Perdagangan, Perindustrian dan UKM.&lt;br /&gt;                          Alat modern yang dibeli APBD tersebut, kemarin  diuji-cobakan oleh petani di Desa Cariu. Uji coba disaksikan Udin  Syamsudin, Kadiskopperindag &amp;amp; UKM dan seluruh poktan yang ada di  kecamatan tersebut.&lt;br /&gt;                          Ditemui seusai ujicoba, Syamsudin menyatakan  cukup puas melihat hasilnya. Mesin pengering ini mampu mengeringkan padi  sebanyak 16 ton setiap harinya. Sehingga sangat menolong para petani  dalam mengeringkan hasil panennya. "Jadi habis panen, para petani  tinggal bawa padinya ke sini untuk dikeringkan dalam waktu yang cepat.  Tidak perlu lagi mengeringkannya di ladang atau di rumah," kata  Syamsudin.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;                          Menurutnya, selain mempercepat proses  pengeringan, dengan tersedianya mesin pengering ini, para petani juga  bisa bebas dari hambatan cuaca selama proses pengeringan. Pasalnya,  dengan menggunakan mesin ini, pada saat musim hujan pun, proses  pengeringan padi bisa dilakukan.&lt;br /&gt;                          Sejumlah petani yang ditemui disela-sela  ujicoba menyatakan, salut dengan inovasi yang dilakukan instansi terkait  dalam menolong para petani. Karenanya, mereka menyambut baik hadirnya  mesin pengering tersebut. "Langkah ini sangat tepat menjawab kebutuhan  masyarakat, khususnya para petani yang selama ini masih melakukan  pengeringan dengan menggunakan cara-cara tradisionil," papar salah  seorang petani.&lt;br /&gt;                          Hanya saja ia mengharapkan, dalam praktiknya  nanti tidak terlalu membebani masyarakat dalam hal biaya pemanfaatannya.  Di samping itu, para petani juga berharap, mesin pengering itu tidak  hanya disediakan di satu tempat saja. Melainkan ke tempat-tempat yang  mudah dijangkau petani.&lt;br /&gt;                          Sebagaimana diketahui, wilayah Kecamatan Cariu  adalah salah satu lumbung padi di wilayah Bogor. Karenanya, penyebaran  petani juga merata di semua desa. Sehingga jika ketersediaan mesin  pengering itu hanya dilakukan di satu tempat, maka dikhawatirkan biaya  transportasi yang harus ditanggung petani untuk proses pengeringan  menjadi besar.&lt;br /&gt;                          "Kalau mesin pengering ini kelak tersedia di  semua desa, jelas sangat membantu petani. Tapi kalau hanya ditempatkan  di satu tempat saja, berarti yang mendapatkan manfaat paling besar  adalah petani sekitar," imbunya.&lt;br /&gt;                          Syamsudin menambahkan, uji coba mesin  pengering ini merupakan langkah awal untuk membantu petani dalam proses  pengeringan padi. Menurutnya, pihak Dinas Koperasi Kabupaten Bogor akan  terus berupaya semaksimal mungkin untuk ikut membantu  kebutuhan-kebutuhan petani. "Langkah ini juga sekaligus sebagai upaya  mendukung wilayah ini sebagai daerah lumbung padi bagi wilayah Kabupaten  Bogor," tambahnya.=ren/jan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://pakuanraya.com/"&gt;Pakuan Raya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-4069336806948311774?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/4069336806948311774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/transyogi-komisi-d-akan-panggil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4069336806948311774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4069336806948311774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/transyogi-komisi-d-akan-panggil.html' title='Mesin Pengering Gabah Diujicoba'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-1391637527896379354</id><published>2011-01-18T18:44:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T19:10:14.053-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Kontraktor RSUD Didenda Rp76 Juta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZT_1H-Q9I/AAAAAAAAAJQ/cNfN2fuZgAw/s1600/img19012011671851.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZT_1H-Q9I/AAAAAAAAAJQ/cNfN2fuZgAw/s320/img19012011671851.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563726745720210386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;CILEUNGSI-Kontraktor  pembangunan RSUD Cileungsi divonis denda Rp76 juta oleh PT Perusahaan  Listrik Negara (PLN) karena terbukti menyalahgunakan aliran listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi tersebut diperoleh dari Kepala Humas PLN Areal Pelayanan  Jaringan (APJ) Gunungputri, Sapto Haryanto. Dalam keterangannya, sekitar  pertengahan September 2010, pihaknya bersama dengan jajaran Unit  Pelayanan Jaringan (UPJ) Jonggol melakukan operasi aliran listrik (opal)  atau dikenal dengan operasi Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL)  di beb erapaareal, termasuk ke lokasi proyek RSUD Cileungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memeriksa pemakaian tegangan listrik di areal proyek, petugas P2TL  ternyata menemukan kejanggalan dan penyimpangan berupa penyalahgunaan  aliran listrik. Sesuai peraturan PLN Pusat, kontraktor pembangunan RSUD  itu akhirnya divonis denda Rp76 juta terhitung dari September 2010.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat kita sidak ke lokasi proyek, ternyata ada kabel suntikan.  Sementara listrik kami putus, hingga pihak kontraktor melunasi denda,”  bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala UPJ Jonggol,Surgina mengatakan, pihak kontraktor  menyanggupi akan membayar denda dengan cicilan 12 kali. “Sampai saat ini  baru dicicil sekali. Kita masih menunggu cicilan selanjutnya,” kata  dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikonfirmasi, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kabupaten Bogor, yang juga penanggung jawab pembangunan RSUD Cileungsi,  Hesti, membenarkan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, masalah itu sudah diselesaikan berdasarkan kesepakatan  damai dengan musyawarah antara pihak kontraktor dengan PLN. “Sudah  dibereskan. Dan atas saran PLN UPJ Jonggol, kontraktor diberikan  keringanan untuk mencicil denda,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Komisi C DPRD Kabupaten Bogor yang sempat melakukan sidak  ke lokasi proyek RSUD Cileungsi, mengaku kaget mendengar informasi  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Komisi C, Rasyim Kusba mengatakan, baru mengetahui berita itu  setelah sidak ke lokasi proyek beberapa hari lalu. “Sidak kami beberapa  hari lalu untuk memeriksa pekerjaan saja. Bukan bertanya-tanya masalah  tersebut,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati ada masalah dengan listrik, tambahnya, rencana tender kedua  pembangunan RSUD yang akan diperpanjang tahun ini, tetap dilanjutkan.  “Kalau denda sepenuhnya ulah kontraktor. Itu kewajiban kontraktor untuk  melunasi,” tekannya.( yus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;amp;id=67185"&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-1391637527896379354?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/1391637527896379354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/kontraktor-rsud-didenda-rp76-juta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1391637527896379354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1391637527896379354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/kontraktor-rsud-didenda-rp76-juta.html' title='Kontraktor RSUD Didenda Rp76 Juta'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZT_1H-Q9I/AAAAAAAAAJQ/cNfN2fuZgAw/s72-c/img19012011671851.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-1478642881065410751</id><published>2011-01-18T18:43:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T18:44:27.475-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Galian Bodong Membandel</title><content type='html'>SUKAMAKMUR-Pengusaha galian C ilegal jenis batu dan pasir kali di Desa  Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, membandel. Mereka tetap melakukan  aktivitas penggalian, meski telah dilarang beroperasi karena surat izin  penambangan daerah (SIPD) dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM) Kabupaten Bogor telah habis dua bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, kondisi jalan utama Sukamakmur dari arah Jonggol dan  Citeureup makin hancur. Badan jalan yang sempit dan berlubang nyaris  terendam air saat hujan. "Harusnya pemkab memantau dengan serius  aktivitas para penggali. Kalau sekadar sidak, datang dan menyita aki,  itu tidak cukup. Seharusnya yang ditindak tegas adalah pelaku usahanya,"  ketus Marwan (38), salah satu warga Sukamakmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikonfirmasi, Camat Sukamakmur Zaenal Ashari membenarkan kenakalan yang  dilakukan pengusaha galian C di wilayahnya itu. Ia mengaku selalu  menginap di kantor kecamatan hanya untuk mengawasi aktivitas truk-truk  yang melintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya juga heran. Mereka (pengusaha galian, red) sulit untuk dilarang. Harus ada pantauan setiap 24 jam," timpalnya.( yus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;amp;id=67103"&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-1478642881065410751?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/1478642881065410751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/galian-bodong-membandel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1478642881065410751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1478642881065410751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/galian-bodong-membandel.html' title='Galian Bodong Membandel'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-4059292203106768128</id><published>2011-01-18T18:41:00.001-08:00</published><updated>2011-01-18T18:43:07.819-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Alternatif ke Cianjur Terancam Putus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZPbvPHwBI/AAAAAAAAAJI/6mKpSW6GXzk/s1600/img12012011667411.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZPbvPHwBI/AAAAAAAAAJI/6mKpSW6GXzk/s320/img12012011667411.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563721727617777682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;SUKAMAKMUR-jalan alternatif Jonggol menuju Citeureup lewat Sukamakmur  harus segera dibenahi. Pasalnya, tidak hanya badan jalan yang hancur,  tapi juga ruas jembatan. Salah satunya Jembatan Cisurijan di Desa  Sukamakmur. Bibir jalan di sekitar jembatan tersebut nyaris habis  digerogoti longsor. Terkikisnya badan jalan hingga hanya tersisa tiga  meter ini membuat warga waswas ketika melintas pada malam hari. Karena  di sekitarnya tak terdapat lampu penerang jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah setahun ini belum ada perbaikan. Kalau didiamkan terus tentu  jembatan akan ambrol, Mas,” tutur Sumarlin (30), warga Desa Sukamakmur,  kepada Radar Bogor, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jembatan yang menghubungkan Desa Sukamakmur dan Sukamulya ini, bagi  warga, tak hanya sebagai akses memperlancar perekonomian. Namun juga  akses utama bagi warga Jonggol dan Cariu yang ingin bepergian ke  Citeureup serta Kabupaten Cianjur.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemkab harusnya bisa mempercepat perbaikan jembatantersebut karena  merupakan kebutuhan utama warga. Kalau ambrol jelas ada beberapa wilayah  yang dipastikan terisolir,” harap Sekcam Sukamakmur, Usep Daud,  kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usep mengakui, perbaikan jalan di sekitar Jembatan Cisurijan sudah  dianggarkan dalam anggaran 2011. Tetapi, karena kondisinya makin parah,  warga meminta pemkab mempercepat perbaikan. “Kita harapkan 2011  benarbenar bisa dimulai. Kalau tak jadi, ambrolnya jembatan tinggal  menunggu waktu,” ujar Usep.(yus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;amp;id=66741"&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-4059292203106768128?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/4059292203106768128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/alternatif-ke-cianjur-terancam-putus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4059292203106768128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4059292203106768128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/alternatif-ke-cianjur-terancam-putus.html' title='Alternatif ke Cianjur Terancam Putus'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZPbvPHwBI/AAAAAAAAAJI/6mKpSW6GXzk/s72-c/img12012011667411.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-8026733036764225075</id><published>2011-01-18T18:38:00.001-08:00</published><updated>2011-01-18T18:38:57.614-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Cariu Butuh Terminal</title><content type='html'>CARIU-Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuka poros  tengah-timur sebagai jalur alternatif Puncak II untuk mengatasi  kemacetan, butuh perencanaan lebih matang. Pasalnya, sebagian besar  kecamatan di wilayah timur, seperti Cariu, Jonggol dan Tanjungsari,  belum memiliki terminal. Akibatnya, arus lalulintas makin semrawut.  Angkutan kota (angkot) dan bus terpaksa mangkir dan mengetem di  sepanjang jalan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan alternatif menuju Pasar Cariu pun menjadi sasaran ngetem angkot.  Alhasil, kemacetan menjadi pemandangan setiap hari bagi warga di ibukota  Kecamatan Cariu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita juga sebenarnya tak mau mengganggu jalan. Tapi kan terminal di  sini memang belum ada. Mau mangkal di mana kita nanti,” ujar Marno (28),  sopir angkot yang mangkal di depan Pasar Cariu, kepada Radar Bogor,  kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camat Cariu, Didin Wahidin, mengakui jika wilayahnya belum memiliki  terminal ataupun subterminal. Tak heran bila banyak terminal bayangan di  Cariu. “Memang belum ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau untuk pengajuan, kita sebenarnya sudah dari dahulu mengajukan,”  tuturnya. Didin mengatakan, usulan pengadaan terminal di wilayahnya  masih terbentur ketersediaan lahan. Tak hanya kendala proses pembebasan,  tapi juga lokasi strategis untuk dijadikan terminal. “Sebenarnya untuk  lokasi sudah kita wacanakan. Tetapi butuh negosiasi, proses dan&lt;br /&gt;anggaran yang tidak sedikit,” jelasnya.(yus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;amp;id=66739"&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-8026733036764225075?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/8026733036764225075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/cariu-butuh-terminal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8026733036764225075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8026733036764225075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/cariu-butuh-terminal.html' title='Cariu Butuh Terminal'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-7853985080318742029</id><published>2011-01-18T18:36:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T18:37:35.295-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>TPS Ilegal Menjamur</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CILEUNGSI&lt;/span&gt;-Wilayah di timur Kabupaten Bogor mulai kelimpungan dalam  mengatasi masalah sampah. Daerah itu yakni Kecamatan Cariu, Jonggol,  Tanjungsari, Cileungsi, Citeureup, Klapanunggal, Sukamakmur dan  Gunungputri. Akibatnya, tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal pun banyak  bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cileungsi misalnya. Tak ada satu pun TPS legal yang beroperasi di  wilayah tersebut. Tak heran bila beberapa lahan tidur dijadikan TPS.  Bahkan ada yang menjadikan sekitar fly over sebagai lokasi pembuangan  sampah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan Radar Bogor, tercatat ada tujuh titik di sekitar fly over yang  dijadikan TPS ilegal. Tujuh titik ini tersebar di sekitar jembatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini belum ada upaya dari pihak Muspika Cileungsi ataupun  Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor untuk menertibkan  TPS tersebut. “Sudah bertahun-tahun tak diangkut, Mas. Makanya sampah  numpuk dan mengeras,” ketus Acep (27), pedagang di sekitar fly over,  kepada Radar Bogor, kemarin. Camat Cileungsi, Eman Sukirman, yang  dikonfirmasi terkait permasalahan itu, mengaku jika pihaknya belum  mempunyaisolusi untuk mengatasinya. Pasalnya, DKP hanya mau mengangkut  sampah di TPS legal dan mempunyai retribusi yang jelas. Sedangkan, TPS  yang ada di Cileungsi saat ini berstatus ilegal. Sehingga, otomatis DKP  pun tak mau mengangkutnya. “Mau tak mau kita juga yang kena akhirnya.  Harusnya DKP ikut bantu,” keluh Eman. Ia mengatakan, upaya swadaya  pengangkutan juga sudah direncanakan dalam waktu dekat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tingginya harga sewa armada pengangkut sampah serta biaya  pembuangan sampah ke Bantargebang, Bekasi, membuat pihaknya kebingungan.  “Untuk sewa truk satu unit saja Rp900 ribu. Belum biaya pembuangan yang  juga terhitung mahal sampai Rp600 ribu,” bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, pihaknya berusaha mendorong para kades yang ada di  wilayahnya untuk mau  membantu dari segi finansial. “Kita akan coba  rundingkan ini secepatnya,” janji Eman. Sementara itu, Kepala UPT  Kebersihan Wilayah Cibinong,  Ateng S Sasmita, berjanji segera  membereskan sampah di sekitar fly over Cileungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Awal Februari nanti kita agendakan untuk pembersihan besar- besaran,”  tegasnya. Tak hanya di Cileungsi, pemandangan kumuh pun terjadi di  Citeureup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap hari, tepatnya di sepanjang Jalan Raya Mayor Oking,  sampah-sampah anorganik terlihat beterbangan. Onggokan sampah di  drainase jalan juga terlihat menumpuk. Beberapa gunungan sampah yang  telah dikeruk dari drainase pun tak diangkut tepat waktu. Alhasil,  sampah berserakan di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika pemandangan ini didiamkan berlarut-larut, tak mungkin Kabupaten  Bogor bisa meraih Adipura,” keluh Haryadi (35), warga Citeureup yang  juga pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UniversitasIndonesia.(yus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;amp;id=66641"&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-7853985080318742029?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/7853985080318742029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/tps-ilegal-menjamur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7853985080318742029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7853985080318742029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/tps-ilegal-menjamur.html' title='TPS Ilegal Menjamur'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-3878844399667213716</id><published>2011-01-18T18:33:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T18:35:19.556-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Pengusaha Galian Ilegal di Jonggol Membandel</title><content type='html'>JONGGOL-Pemerintah Kecamatan Jonggol sepertinya tak berdaya dengan  pengerjaan proyek galian ilegal di wilayahnya. Meski sudah memberikan  teguran lisan hingga tertulis, kegiatan itu tetap berjalan. Galian  ilegal yang masih beroperasi di Jonggol berada di Desa Sukanagara. “Kami  sudah berikan teguran supaya menghentikan proyek sebelum izin dipenuhi.  Tapi mereka (pengusaha galian, red) tidak bersedia,” ungkap Camat  Jonggol, Asep Aer Sukmaji, kepada Radar Bogor, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Camat Ciampea ini menegaskan,pihaknya sama sekali tidak ada niat  melegalkan galian ilegal yang ada di wilayahnya.Sebaliknya,pemerintah  kecamatan berusaha mengajak mereka untuk mematuhi peraturan yang  berlaku.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita giring supaya mau mengurus izin.Tetapi sangat susah karena hingga  kini mereka belum memberikan kepastian mengenai kesediaan mengurus  izin,”jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beroperasinya proyek galian C selama kurun lima tahun terakhir inilah,  menurut Asep, yang menyebabkan jalan utama desa yang menghubungkan Desa  Sukanagara dengan Desa Sukajaya rusak berat. Untuk memperbaiki jalur itu  dalam waktu dekat pun sulit terwujud. Sebab, proyeksi anggaran  perbaikan jalan di jalur itu hanya cukup untuk tiga kilometer, sesuai  alokasi di APBD 2011. Sementara jalan yang rusak mencapai 11,4 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya tiga kilometer yang terbangun. Dua kilometer dihotmiks dan satu  kilonya dibeton,” beber Muhtar,Pengawas Jalan Wilayah Jonggol,Dinas Bina  Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor, kemarin. Muhtar mengatakan,  kepastian akan diteruskannya pembangunan di 2011 belum ada, karena  terbentur minimnya alokasi anggaran di APBD 2011. “Kita belum dapat  memastikan karena ketuk palu perbaikan jalan berdasarkan usulan  musrenbang dari masing-masing wilayah,” jelasnya.(yus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;amp;id=66540"&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-3878844399667213716?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/3878844399667213716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/pengusaha-galian-ilegal-di-jonggol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3878844399667213716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3878844399667213716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/pengusaha-galian-ilegal-di-jonggol.html' title='Pengusaha Galian Ilegal di Jonggol Membandel'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-7050324357598815811</id><published>2011-01-18T18:31:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T18:33:15.446-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Biong Tanah Kasak Kusuk, Warga Pasang Harga</title><content type='html'>&lt;div class="detailpage"&gt;                                                 Kawasan Jonggol yang  dulu sering diistilahkan orang sebagai tempat jin buang anak, tidak lama  lagi akan berubah drastis. Itu, seiring dengan rencana Pemkab Bogor,  membangun akses jalur poros Tengah-Timur, yang menghubungkan kawasan  Jonggol dan sekitarnya dengan kawasan Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang  Selatan. Kini, sejumlah investor mulai melirik kawasan tersebut. Mereka  pun ramai-ramai memburu tanah. Tak ayal, dalam tempo singkat,  harga(italic)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJAK isu pemindahan pusat pemerintahan berembus kencang. Ditambah,  adanya rencana pembuatan jalur poros Tengah-Timur. Jonggol dan  sekitarnya mulai menjadi daya tarik dan dilirik banyak investor tanah.  Pasalnya, Jonggol akan menjadi sangat luar biasa jika rencana  pembangunan jalan poros Tengah-Timur selesai dibangun.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diresmikannya rencana pembangunan jalur poros Tengah-Timur pada puncak  Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2010, di Sirkuit Sentul, 20  Desember lalu, membawa pengaruh besar terhadap kondisi warga dan wilayah  Timur Kabupaten Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya Jonggol. Sukamakmur, Cariu sampai Tanjungsari pun saat ini  menjadi buruan investor tanah untuk berlomba-lomba menanamkan usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang diperoleh, sejumlah perusahaan, pengusaha, maupun orang  perorangan mulai mengutus kaki tangannya untuk berburu tanah, yang  lokasinya berdekatan dengan rencana pembangunan jalur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mendatangi warga pemilik tanah maupun biong (calo tanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar rencana pembangunan jalur Poros Tengah-Timur, warga pun menetapkan harga tanah cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diakui Aos (44), biong tanah, warga Singosari, Kecamatan  Jonggol. Belakangan ini, kata dia, banyak orang yang datang mencari tahu  harga tanah dan melakukan survei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, saat ini harga tanah di Jonggol sudah naik. Lahan di  pinggir jalan misalnya, sekitar Rp350.000 hingga Rp 400.000 per meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau lokasinya agak masuk, lebih murah, dan bisa dapat Rp25.000 per  meter. Investor yang datang memang belum ada yang transaksi, karena  mereka baru survei,” ungkapnya. Banyak investor yang datang, juga diakui  Camat Jonggol, Asep Aer Sukmaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, kata dia, para investor itu memburu tanah langsung ke pemilik  atau lewat biong, bukan melalui kantor desa atau kecamatan. “Kami sudah  dengar dan mendapat laporan dari kades, investor itu berdatangan baru  sekadar menanyakan harga tanah dan survei,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pemilik tanah yang tinggal di luar Jonggol, belakangan ini  juga mulai sering datang meninjau tanahnya. “Padahal, selama ini tanah  mereka jarang ditengok,” tutur Asep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atih Sukarsih (38), misalnya. Semenjak ada rencana pembangunan jalur  poros Tengah-Timur, hampir setiap hari tanah miliknya di Desa Selawangi,  Kecamatan Tanjungsari didatangi biong tanah. Kondisi inilah yang  akhirnya membuat ia mengadu ke kantor kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya mengadu bukan untuk meminta perlindungan. Tetapi hanya bertanya,  apakah benar wacana itu ada atau hanya memang isu,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat jawaban yang pasti dari Muspika Tanjungsari bahwa wacana  tersebut benar adanya, Atih pun memutuskan untuk mematok harga tanahnya.  “Itu rahasia Mas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang ada yang mau beli, kita nego sama-sama,” ungkapnya antusias.(yus)&lt;/div&gt;                                           &lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;amp;id=66328"&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-7050324357598815811?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/7050324357598815811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/biong-tanah-kasak-kusuk-warga-pasang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7050324357598815811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7050324357598815811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/biong-tanah-kasak-kusuk-warga-pasang.html' title='Biong Tanah Kasak Kusuk, Warga Pasang Harga'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-845753841058032588</id><published>2011-01-18T18:28:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T18:30:42.782-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Jalan Desa Hancur, Lahan Pertanian Telantar</title><content type='html'>SUKAMAKMUR-Kondisi jalan utama Desa Sukanegara-Sukajaya, hingga kini  kian memprihatinkan. Hampir seluruh badan jalan terendam kubangan air.  Kondisi diperparah dengan sempitnya badan jalan dan tebing curam di  sekeliling jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, pengguna jalan pun mau tak mau harus menggunakan jalan yang  hampir sepenuhnya terendam air hujan itu. Matinya drainase di sepanjang  jalan, merupakan sebab utama air hujan bertahan di badan jalan. Beberapa  pengguna jalan mengaku riskan saat melewati jalur sepanjang tujuh  kilometer ini. “Harusnya tak seperti ini. Ini kan akses jalan utama  desa. Kenapa tidak diperbaiki,” ketus Asep Maryadi (43)  salah satu  pengguna jalan dari Jonggol.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan galian C menjadi sebab utama hancurnya jalan selebar lima  meter tersebut. Bahkan, di saat jam-jam sibuk kemacetan tidak  terhindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengguna jalan pun terkadang saling berebut untuk menghindari  kubangan air, meskipun rela melewati impitan jalur yang tipis dengan  jurang. “Harusnya pemkab lebih memperhatikan kondisi wilayah seperti  ini. Jangan hanya duduk di ruang ber-AC,” kata Maryanti (38), salah satu  pengguna jalan. Hal senada dilontarkan Kades Sukanegara RE Ainudin.  Terus memburuknya jalan utama desa, membuatnya geram dan kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada akhirnya, ia berencana melimpahkan kucuran dana PNPM  2011-2014 untuk perbaikan jalan utama desa. “Kita sudah sepakat bersama  dengan seluruh ornamen dan kelembagaan desa, untuk melimpahkan dana PNPM  2011-2014 ke perbaikan jalan utama desa,” tuturnya. Ia mengatakan,  beberapa kali usulan perbaikan yang diajukannya dalam setiap musrenbang,  hingga kini tidak ada kabarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya lagi, lanjutnya, usulan pengadaan irigasi yang dirindukan oleh  ratusan petani di wilayahnya, sama sekali tidak terjamah. Alhasil,  selama tiga tahun terakhir produksi petani di wilayahnya anjlok dan  banyak petani yang menelantarkan lahan pertaniannya. “Kalau ditelusuri,  sebenarnya Bogor kan wilayah pertanian. Kenapa sampai saat ini para  petani masih diabaikan,” timpalnya.(yus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;amp;id=65927"&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-845753841058032588?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/845753841058032588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/jalan-desa-hancur-lahan-pertanian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/845753841058032588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/845753841058032588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/jalan-desa-hancur-lahan-pertanian.html' title='Jalan Desa Hancur, Lahan Pertanian Telantar'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-3456764380024786511</id><published>2011-01-18T18:25:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T18:28:08.075-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Dua Jambret Dikromas</title><content type='html'>JONGGOL-Aksi main hakim sendiri kembali terjadi. Kemarin, dua  penjambret, yakni YD (20) dan IG (19), babak belur dikeroyok belasan  orang di Tugu Tegar Beriman Jonggol. Keduanya dikeroyok usai menjambret  HP milik Noni (30), warga Kampung Kaum RT 03/ 11, Desa Singajaya,  Kecamatan Jonggol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut keterangan Kapolsek Jonggol Kompol Purnomo, kedua pelaku dihajar  oleh warga sekitar yang menangkap basah pelaku. “Dia memang sempat  dikeroyok massa. Untung saja tim ranger kami cepat datang. Makanya tidak  terlalu babak belur,” ujar Purnomo kepada Radar Bogor.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi penjambretan sendiri terjadi sekitar pukul 15:00. Saat itu, Noni  hendak pulang ke rumahnya di Kampung Kaum dengan dibonceng sepeda motor  oleh rekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melintas di Tugu Tegar Beriman Jonggol, Kampung Menan, Desa Sukamanah, motor yang ditumpangi Noni didekati pelaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga, pelaku langsung merampas HP dari tangan Noni, yang saat  itu sedang untuk mengirim pesan singkat (SMS). Melihat HP-nya dijambret,  Noni berteriak sekeras-kerasnya sehingga memancing warga sekitar. Tanpa  komando, puluhan warga mengejar pelaku. Mungkin panik, motor honda  Supra Fit yang dikendarai pelaku terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga yang sudah emosi langsung mengepung keduanya dan menyeroyoknya  hingga babak belur. Beruntung, petugas Mapolsek Jonggol cepat datang ke  lokasi dan mengamankan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi menduga, keduanya sudah sering menjambret di wilayah Jonggol.  Namun, hingga kemarin, YD dan IG belum mau mengaku. “Nanti, pelaku bakal  dijerat Pasal 365 jo 362 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun  penjara,” kata Purnomo.(ote)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;amp;id=65906"&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-3456764380024786511?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/3456764380024786511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/dua-jambret-dikromas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3456764380024786511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3456764380024786511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/dua-jambret-dikromas.html' title='Dua Jambret Dikromas'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-6414509708886601820</id><published>2011-01-18T18:18:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T18:19:53.867-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Pencurian Listrik masih Marak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZKIZVNp3I/AAAAAAAAAJA/n1Q8jvx5-jQ/s1600/img15012011669691.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZKIZVNp3I/AAAAAAAAAJA/n1Q8jvx5-jQ/s320/img15012011669691.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563715897762097010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JONGGOL&lt;/span&gt;-Tingkat pencurian listrik di daerah Jonggol masih tergolong  tinggi. Dari data Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) PLN Jonggol, hingga 2010  tingkat pencurian masih tercatat di angka 13 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencurian tersebut masih didominasi oleh losing atau pemakaian daya  listrik yang tidak sesuai dengan data masuk PLN, dengan persentase  mencapai tujuh hingga delapan persen. Sedangkan sisanya pencurian yakni  dengan motif manual berupa suntik kabel.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Manajer PLN UPJ Jonggol  Suwargina mengklaim jika tingkat  pencurian listrik berhasil ditekan. Sebab, kata dia, sebelumnya tingkat  pencurian mencapai 29 persen. Tetapi, dengan adanya program Penertiban  Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), tingkat pencurian mampu ditekan hingga  13 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita memang tidak bisa memungkiri, angka 13 persen ini merupakan  pekerjaan rumah bagi kita tahun ini. Untuk itu, kita sudah agendakan  rutin untuk melakukan sosialisasi dan operasilistrik,” ujarnya kepada  Radar Bogor, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam giat operasi rutin meteran pelanggan yang dilakukan setiap minggu  itu, ia menekankan kepada pelanggan untuk bermigrasi ke sistem meteran  prabayar. Hal tersebut, kata dia, dilakukan tidak hanya untuk kebaikan  PLN saja. Tetapi, untuk keuntungan pelanggannya. Di antaranya kemudahan  akses pembayaran listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari 55.000 pelanggan listrik yang bernaung di UPJ Jonggol, baru 6.120  pelanggan yang telahmemakai meteran prabayar. Tahun ini kita targetkan  sampai naik dua kali lipat,” ungkapnya optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, Nana -sapaannya- mengklaim jika UPJ yang dipimpinnya  menduduki peringkat pertama untuk penekanan angka gangguan hingga nol  persen. “Prestasi ini harus kita pertahankan, mengingat beberapa wilayah  di Jonggol dan sekitarnya terbilang rawan bencana alam,” katanya.(yus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;amp;id=66969"&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-6414509708886601820?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/6414509708886601820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/pencurian-listrik-masih-marak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6414509708886601820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6414509708886601820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/pencurian-listrik-masih-marak.html' title='Pencurian Listrik masih Marak'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZKIZVNp3I/AAAAAAAAAJA/n1Q8jvx5-jQ/s72-c/img15012011669691.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-8470649142350335437</id><published>2011-01-18T18:14:00.001-08:00</published><updated>2011-01-18T18:16:44.334-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>DKP Enggan Angkut Sampah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZJLwQvQgI/AAAAAAAAAI4/8dkczC5K9bo/s1600/img15012011669701.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZJLwQvQgI/AAAAAAAAAI4/8dkczC5K9bo/s320/img15012011669701.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563714855945323010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CILEUNGSI&lt;/span&gt;-Tumpukan sampah di sepanjang fly over Cileungsi makin menjadi.  Tak hanya itu, sampah-sampah yang sudah membusuk tersebut pun  menimbulkan polemik baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor enggan mengangkut sampah yang sudah meresahkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Kepala UPT Kebersihan Wilayah Cileungsi Aep Rahmat, pihaknya  hanya akan mengangkut sampah beretribusi atau berduit. “Itu sampah liar.  DKP hanya ditugaskan mengangkut sampah yang mempunyai retribusi. Karena  kita punya tanggungan menyetor retribusi tiap tahun,” ujarnya tanpa mau  menyebutkan jumlah setoran tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sejumlah warga dan pengguna jalan mulai merasakan dampak  dari tumpukan sampah tersebut. Selain menimbulkan bau busuk, warga  khawatir akan datangnya wabah penyakit. “Kalau ini (sampah) dibiarkan  terus, kematian akan bermunculan Mas. Kita takut demam berdarah,” keluh  Paidi (26), pedagang yang biasa memangkal di fly over.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sebelumnya Camat Cileungsi Eman Sukirman berjanji akan  membenahi sampah yang sudah menggunung tersebut. “Kita akan  koordinasikan dengan jajaran pemdes untuk segera mengangkut,” kata Eman  saat dikonfirmasibelum lama ini.(yus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;amp;id=66970"&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-8470649142350335437?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/8470649142350335437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/dkp-enggan-angkut-sampah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8470649142350335437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8470649142350335437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/dkp-enggan-angkut-sampah.html' title='DKP Enggan Angkut Sampah'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZJLwQvQgI/AAAAAAAAAI4/8dkczC5K9bo/s72-c/img15012011669701.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-2700383559409876040</id><published>2011-01-18T17:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T18:03:19.553-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Infrastruktur Cileungsi Hancur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZGYOR5NFI/AAAAAAAAAIw/HYqcdhGeIb8/s1600/49.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 230px; height: 153px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZGYOR5NFI/AAAAAAAAAIw/HYqcdhGeIb8/s320/49.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563711771626779730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Cileungsi&lt;/strong&gt; – Hujan yang mengguyur kawasan Cileungsi,  Selasa (11/1), mengakibatkan sejumlah titik jalan yang mengarah ke arah  Jonggol tergenang air. Kondisi jalan yang rusak dan berlobang membuat  genangan air hujan di sepanjang jalan tersebut bermunculan. Apalagi,  drainase di pinggir jalan tidak berfungsi dengan baik, sehingga genangan  air tidak kunjung surut.&lt;br /&gt;Rahmat (28) warga Cileungsi mengatakan, selain kemacetan salah satu  permasalahan krusial di Kecamatan Cileungsi adalah infrastruktur yang  kurang baik. Seperti kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Hal itu,  kata dia, merupakan permasalahan lama yang tidak kunjung diselesaikan  oleh pemerintah daerah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Cileungsi selain macet, jalannya banyak yang rusak dan berlubang.  Apabila hujan, genangan air ada di mana-mana sepanjang Jalan Raya  Cileungsi,” ungkap Rahmat kepada Jurnal Bogor, Senin (11/1). &lt;p&gt;&lt;span id="more-147882"&gt;&lt;/span&gt;Kondisi itu, lanjut Rahmat, sangat  mengganggu warga yang ingin melakukan aktivitasnya. Selain mengakibatkan  kemacetan, kondisi jalan yang berlubang juga sangat membahayakan  pengguna jalan. “Kalau hujan pasti macet, karena pengguna kendaraan  jalannya pelan-pelan, takut masuk lubang yang tergenang air,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Menurut Rahmat, warga sudah banyak yang mengeluhkan rusaknya  infrastruktur jalan tersebut kepada pemerintah setempat. Namun, hingga  kini, belum ada upaya nyata dari pemerintah untuk meningkatkan dan  memperbaiki infrastruktur jalan. “Daerah sini kan banyak truk besar  dengan muatan berat yang terkadang melebihi kapasitas. Wajar kalau jalan  banyak yang rusak. Seharusnya pemerintah juga memberikan perhatian  lebih untuk perbaikan dan peningkatan kualitas jalan,” tandasnya.&lt;br /&gt;Akibat kemacetan karena rusaknya jalan di Cileungsi, Rahmat mengaku  harus menyediakan dana tambahan untuk perbaikan motor. Pasalnya, kondisi  jalan yang rusak membuat sepeda motor yang dikendarainya setiap hari  menjadi sering rusak. “Kalau ada genangan air paling harus siap-siap  ganti busi. Tapi kalau jalan rusak biasanya ganti velg sama  shockbreaker,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Rahmat berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor segera memperbaiki  jalan rusak yang ada di Kecamatan Cileungsi. Karena, jalan tersebut  merupakan jalan penghubung antar daerah sekaligus jalan utama masyarakat  yang ingin beraktivitas. “Warga Cileungsi yang mau ke Jakarta, Bekasi  atau Depok pasti lewat sini. Jadi termasuk jalur penting juga buat warga  beraktivitas,” ujar Rahmat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;=Taofik Hidayat&lt;br /&gt;taofikhidayat@jurnas.com&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=147882"&gt;Jurnal Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-2700383559409876040?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/2700383559409876040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/infrastruktur-cileungsi-hancur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/2700383559409876040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/2700383559409876040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/infrastruktur-cileungsi-hancur.html' title='Infrastruktur Cileungsi Hancur'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZGYOR5NFI/AAAAAAAAAIw/HYqcdhGeIb8/s72-c/49.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-5132248578199219172</id><published>2011-01-18T17:52:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T17:57:40.216-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Lebarkan Jalan Cileungsi-Jonggol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZFCb9Er1I/AAAAAAAAAIo/Y5WMOeUlhyc/s1600/196.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 230px; height: 153px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZFCb9Er1I/AAAAAAAAAIo/Y5WMOeUlhyc/s320/196.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563710297828798290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Cileungsi &lt;/strong&gt;- Akses jalan Cileungsi menuju Jonggol  tepatnya di ujung Fly over Cileungsi harus segera dilebarkan. Pasalnya,  titik jalan yang menjadi pertemuan kendaraan dari arah Cibubur dan  Limusnunggal tersebut merupakan salahsatu sumber kemacetan yang terjadi  di kawasan Cileungsi.&lt;br /&gt;Ridwan (28) warga Cileungsi mengatakan, setiap hari selalu terjadi  kemacetan di ruas jalan Cileungsi yang mengarah ke Jonggol. Kemacetan  terjadi akibat bertemunya kendaraan dari atas fly over dari arah Cibubur  dan kendaraan dari bawah Fly over dari arah Limusnunggal.&lt;br /&gt;“Bertemunya kendaraan dari dua arah itu mengakibatkan kemacetan cukup  panjang. Apalagi kalau akhir pekan, kemacetan sampai ke atas fly over,”  ungkap Ridwan kepada Jurnal Bogor, Minggu (16/1).&lt;span id="more-148102"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ridwan, selain titik bertemunya kendaraan dari dua arah,  kemacetan juga disebabkan menyempitnya ruas jalan. Setelah fly over,  kata dia, ruas jalan menuju Jonggol hanya cukup dilewati satu kendaraan  dalam satu jalur. “Kalau dari fly over satu jalur bisa dua kendaraan,  setelah sampai di bawah jalurnya cuma untuk satu kendaraan jadi  kendaraan rebutan jalur. Ditambah yang dari arah Limusnunggal yang ingin  ke arah Jonggol. Jadi kendaraan rebutan masuk jalur. Wajarlah kalau  macet,” tandasnya.&lt;br /&gt;Ridwan mengatakan, kemacetan juga diperparah dengan adanya kendaraan  yang ingin berbalik arah. Kondisi itu, menurut dia, membuat situasi  lalulintas semakin tidak teratur. “Kendaraan yang muter arah itu juga  bikin macet. Apalagi kalau yang balik arah kontainer atau truk bermuatan  berat,” ungkap Ridwan sambil menunjukan lokasi arah berputarnya  kendaraan.&lt;br /&gt;Padahal, ungkap Ridwan, di lokasi tersebut sudah dipasang rambu dilarang  berbalik arah. Namun, keberadaan rambu tersebut tidak dihiraukan oleh  pengguna jalan. “Rambunya ada tetapi ya gitu ga diperhatikan. Apalagi di  putaran ada tukang parkir yang nyari duit dari parkiran,” tukasnya.&lt;br /&gt;Dia menambahkan, selama ini ia tidak pernah melihat petugas dari Dinas  Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) turun ke lokasi untuk menertibkan  dan mengatur kendaraan. Padahal, kata dia, kehadiran petugas tentunya  dapat mengurangi tingkat kemacetan. Paling tidak, kendaraan yang  berbalik arah tidak akan berani memutar kendaraan di jalur tersebut. “  Selama ini saya sih ga pernah liat ada petugas yang mengatur arus  lalulintas di sini. Kalau di Pasar Cileungsi memang ada, tapi kalau  disini saya ga pernah lihat,” pungkasnya. &lt;p&gt;&lt;strong&gt;=Taofik Hidayat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=148102"&gt;Jurnal Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-5132248578199219172?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/5132248578199219172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/lebarkan-jalan-cileungsi-jonggol.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5132248578199219172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5132248578199219172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/lebarkan-jalan-cileungsi-jonggol.html' title='Lebarkan Jalan Cileungsi-Jonggol'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZFCb9Er1I/AAAAAAAAAIo/Y5WMOeUlhyc/s72-c/196.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-6340441631782375367</id><published>2011-01-18T17:47:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T17:49:53.668-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>PLN Jonggol Perangi Pencurian Listrik</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jonggol &lt;/strong&gt;- Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) PLN Jonggol  pada 2010 berhasil menekan angka pencurian listrik menjadi 13 persen.  Angka tersebut merupakan peningkatan bila dibandingkan 2009 dimana  tingkat pencurian listrik mencapi 29 persen. Penakanan tersebut  dilakukan di wilayah kerja UPJ PLN Jonggol yang meliputi Kecamatan  Jonggol, Sukamakmur, Cariu, Tanjungsari dan sebagian wilayah Kecamatan  Klapanunggal serta Kecamatan Cileungsi 13 persen.&lt;br /&gt;“Karena buka termasuk kawasan industri, kebocoran tersebut terjadi pada  konsumen listrik perumahan, maka untuk menekan angka pencurian arus  listrik, kami gencar melakukan sosialisasi kepada warga, bahkan  mengambil tindakan tegas dengan melakukan operasi pemutusan aliran  listrik,” ujar Manager PLN UPJ Jonggol, Suwargina kepada wartawan,  kemarin.&lt;span id="more-148107"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Suwargina, pada 2011 ini, pihaknya menargetkan akan menekan  angka pencurian tersebut hingga di bawah satu digit. Untuk  merealisasikan target tersebut, pihaknya tidak akan mengambil resiko  dengan memberikan kelonggaran kepada pelanggan yang kedapatan melakukan  pencurian listrik. “Kami akan menindak dan memberikan denda denda sesuai  dengan ketentuan bagi siapa pun yang kedapatan melakukan pencurian  listrik,” ujarnya.&lt;br /&gt;Sedangkan dari sisi pelayanan, lanjut Suwargina, pihaknya berkomitmen  untuk melakukan perbaikan dan pengawasan terhadap sistem pelayanan  jaringan. Hal itu, kata dia, sebagai upaya agar konsumen PLN tidak  kecewa terhdap kinerja dan pelayanan PLN. Sejauh ini, lanjutnya, UPJ PLN  Jonggol telah mendapat penghargaan untuk katagori terbaik pada gangguan  jaringan menengah hingga mencapai nol persen. Penghargaan tersebut  sudah diraih UPJ Jonggol selama  tiga bulan terakhir ini.&lt;br /&gt;“Penghargaan itu merupakan prestasi yang harus dijaga. Itu juga  merupakan amanah yang harus dijaga melalui peningkatan kinerja dan  pelayanan terhadap konsumen,”pungkasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;=Taofik Hidayat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=148107"&gt;Jurnal Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-6340441631782375367?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/6340441631782375367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/pln-jonggol-perangi-pencurian-listrik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6340441631782375367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6340441631782375367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/pln-jonggol-perangi-pencurian-listrik.html' title='PLN Jonggol Perangi Pencurian Listrik'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-4754749153288520767</id><published>2011-01-18T17:42:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T17:46:30.299-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>RSUD Cileungsi Nyolong Listrik PLN Didenda PLN Rp 76 Juta, Baru Dibayar Rp 6,3 Juta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZCKIH-L1I/AAAAAAAAAIg/iey3kRXxuxY/s1600/138.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 230px; height: 153px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZCKIH-L1I/AAAAAAAAAIg/iey3kRXxuxY/s320/138.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563707131409870674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Cileungsi &lt;/strong&gt;- PT Himindo Citra Mandiri, kontraktor  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi terbukti telah melakukan  pencurian listrik dari jaringan UPJ PLN Jonggol. Hal itu diketahui oleh  PLN Area Pelayanan Jaringan Gunung Putri dalam razia pencurian listrik  yang sering dilakukan PLN di wilayah Bogor Timur ini.&lt;br /&gt;“Dari hasil Operasi Pemutusan Aliran Listrik (OPAL) di APJ Gunung Putri,  RSUD Cileungsi terbukti telah melakukan pencurian listrik dari PLN.  Karena tindakan itu, kami telah memberikan denda sebesar Rp 76 juta,”  ungkap Humas PLN APJ Gunung Putri, Sapto Haryanto kepada Jurnal Bogor,  Senin (17/1).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sapto, pihak RSUD Cileungsi memang telah mengajukan pemasangan  baru untuk instalasi listrik di rumah sakit. Namun, permohonan tersebut  masih diproses oleh PLN APJ Gunung Putri terkait ditemukannya tindak  pencurian tersebut. “Untuk pengajuan pasokan listrik dari RSUD, terpaksa  kami proses ulang. Kami menginginkan agar RSUD atau kontraktor  menyelesaikan denda yang kami kenakan terlebih dahulu,” ujarnya.&lt;br /&gt;Sapto menambahkan, berdasarkan kesepakatan dengan Penanggungjawab  pembangunan RSUD dan kontraktor, pembayaran denda tersebut dapat dicicil  dalam kurun waktu 12 bulan. “Jadi denda Rp76 juta tersebut kami bagi  dalam 12 bulan, dan baru dibayarkan satu bulan,” tandasnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan  Kabupaten Bogor, Hesti Iswandari yang juga penanggungjawab pembangunan  RSUD Cileungsi mengatakan, instalasi pemasangan listrik RSUD memang  masuk dalam tahap pertama rencana pembangunan RSUD Cileungsi.&lt;br /&gt;“Tahapan pertama pembangunan RSUD Cileungsi adalah pembangunan lantai  satu serta penyediaan alat kesehatan, termasuk pasokan instalasi listrik  dari PLN,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Hesti juga membenarkan adanya kasus pencurian yang melibatkan kontraktor  dengan PLN APJ Cileungsi tersebut. Menurutnya, saat ini kasus tersebut  sudah diselesaikan melalui jalan musyawarah. “Denda tersebut sudah  dibayarkan. Atas masukan dari Manajer PLN UPJ Jonggol kami diberi  keringanan untuk mencicil denda tersebut. Dan saat ini sudah selesai  permasalahannya,” ujar Hesti. &lt;p&gt;&lt;strong&gt;= Taofik Hidayat&lt;br /&gt;taofikhidayat@jurnas.com&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=148386"&gt;Jurnal Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-4754749153288520767?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/4754749153288520767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/rsud-cileungsi-nyolong-listrik-pln.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4754749153288520767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4754749153288520767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/rsud-cileungsi-nyolong-listrik-pln.html' title='RSUD Cileungsi Nyolong Listrik PLN Didenda PLN Rp 76 Juta, Baru Dibayar Rp 6,3 Juta'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TTZCKIH-L1I/AAAAAAAAAIg/iey3kRXxuxY/s72-c/138.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-5475751061684828283</id><published>2011-01-13T01:13:00.001-08:00</published><updated>2011-01-13T01:16:03.062-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Bedil Lodong, Terbuat dari Pinang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS7CSjqCO1I/AAAAAAAAAII/Io2pRH6RUi4/s1600/img28082010600871.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS7CSjqCO1I/AAAAAAAAAII/Io2pRH6RUi4/s320/img28082010600871.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561596213914123090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;MERIAM TRADISIONAL: Warga tengah membersihkan lubang bedil lodong di Kampung Jagaita, Desa Jonggol, kemarin.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bedil lodong adalah permainan legendaris yang masih membudaya di daerah Jonggol. Tradisi yang sudah hampir punah ini, ternyata cukup diminati warga, baik anak-anak maupun dewasa. Seperti apa?&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan: Rico Afrido Simanjuntak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERAGAM cara dilakukan untuk menunggu saat berbuka puasa atau sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah Jonggol, tepatnya di RT 02/06, Kampung Jagaita, Desa Jonggol dan RT 03/07 Kampung Ciledug, Desa Bendungan, warga memiliki tradisi menunggu berbuka, dengan perang bedil atau biasa disebut bedil lodong. Permainan ini ternyata tak hanya diminati anak-anak, juga orang dewasa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedil lodong adalah meriam tradisional yang biasanya terbuat dari bambu dengan panjang kira-kira satu atau 1,5 meter. Bagian dalamnya dibobok hingga berlubang. Yang tersisa cuma penghalang di salah satu ujung. Pada bagian atasnya, dibuat lubang kecil yang berfungsi untuk menyulut bedil dengan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memainkannya tidak susah.Bagian moncong bedil ditaruh agak ke atas. Masukkan sedikit air ke dalam bambu, diikuti sepotong karbit. Lubang sulut ditutup. Beberapa saat kemudian, setelah karbit hancur lubang sulut dibuka dan api didekatkan. Maka, akan terdengar bunyi “Duaaarrr!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, sore hari di bulan puasa, budaya tradisional ini dimainkan. Makin mengasyikkan memang jika suara bedil lodong saling bersahutan. Meski menimbulkan suara menggelegar, sangat jarang terjadi kecelakaan. Berbeda dengan mercon atau petasan yang dulu hingga saat ini, sering menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda. Bedil lodong tergolong mainan yang aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan biasanya, bedil lodong yang ada di daerah Jonggol ukurannya cukup besar. Terbuat dari pohon pinang (jambe) yang bagian dalamnya sudah dibobok. Panjangnya mencapai 3 meter dengan diameter 30 cm. Bisa dibilang bedil lodong yang satu ini cukup legendaris pada masanya. “Biasanya kalau bulan puasa di sini (Jonggol, red), dibunyikan untuk membangunkan orang sahur, dan menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit,” ujar Deden Murdeni (35) Ketua RW 06, Kampung Jagaita, Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol.(*)&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;amp;id=60087"&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-5475751061684828283?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/5475751061684828283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/bedil-lodong-terbuat-dari-pinang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5475751061684828283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5475751061684828283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/bedil-lodong-terbuat-dari-pinang.html' title='Bedil Lodong, Terbuat dari Pinang'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS7CSjqCO1I/AAAAAAAAAII/Io2pRH6RUi4/s72-c/img28082010600871.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-3675805215457147705</id><published>2011-01-13T00:43:00.000-08:00</published><updated>2011-01-13T00:44:32.539-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><title type='text'>Deja Vu dan Asal-Usulnya</title><content type='html'>Hampir semua dari kita  pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang  mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya  pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah  tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan,  atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. Lebih anehnya lagi, kita juga  seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan  bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu  hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing  dengan peristiwa baru itu.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Keanehan fenomena deja  vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba  menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan  bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah  dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya  di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-54"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada awalnya, beberapa  ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang  diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu  daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain,  sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru  pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “&lt;em&gt;optical pathway delay&lt;/em&gt;”  ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa  orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman,  pendengaran, dan perabaannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, sebelumnya  Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula  penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan  secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka  merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV  tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak  perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa  sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama  kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti  mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Baru-baru ini, sebuah  eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai  asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang &lt;em&gt;neuroscientist &lt;/em&gt;MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dentate_gyrus" target="_blank"&gt;dentate gyrus&lt;/a&gt;, sebuah bagian kecil dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hippocampus" target="_blank"&gt;hippocampus&lt;/a&gt;,  yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan  ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika  menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda  visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra  untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang  cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan  dicatat untuk pembandingan di masa depan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menurut Tonegawa,  tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam  mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun,  seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak  berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua  situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan  mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia  atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alzheimer%27s_disease" target="_blank"&gt;Alzheimer&lt;/a&gt;:  kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal  tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau  ‘lama’.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Menciptakan ‘Deja Vu’ dalam Laboratorium&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Salah satu hal yang  menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah  kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang  peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan  ‘menyuruh’ mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja  vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak  mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan  dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya  deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat  bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa  peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seperti yang  dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari Northwestern University  menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ‘ingatan  palsu’. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka  diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain sama sekali dalam  benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipan ini  kemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar  mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya  dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat.  Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah  peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang  pernah dibayangkan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;LiveScience juga  melaporkan percobaan Akira O’Connor dan Chris Moulin dari University of  Leeds dalam menciptakan sensasi deja vu melalui hipnosis. Para  partisipan pertama-tama diminta untuk mengingat sederetan daftar  kata-kata. Kemudian mereka dihipnotis agar mereka ‘melupakan’ kata-kata  tersebut. Ketika para partisipan ini ditunjukkan daftar kata-kata yang  sama, setengah dari mereka melaporkan adanya sensasi yang serupa seperti  dejavu, sementara separuhnya lagi sangat yakin bahwa yang mereka alami  adalah benar-benar deja vu. Menurut mereka hal ini terjadi karena area  otak yang terkait dengan familiaritas diganggu kerjanya oleh hipnosis.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sumber : http://popsy.wordpress.com/2007/08/01/mengapa-kita-mengalami-deja-vu/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-3675805215457147705?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/3675805215457147705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/deja-vu-dan-asal-usulnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3675805215457147705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3675805215457147705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/deja-vu-dan-asal-usulnya.html' title='Deja Vu dan Asal-Usulnya'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-8280264808049252563</id><published>2011-01-13T00:34:00.000-08:00</published><updated>2011-01-13T00:41:56.688-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><title type='text'>Fenomena Deja Vu yang misterius</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS66uz6VzAI/AAAAAAAAAIA/mquzP08Amjg/s1600/iceberg.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 225px; height: 277px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS66uz6VzAI/AAAAAAAAAIA/mquzP08Amjg/s320/iceberg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561587903220796418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pernahkan anda mengunjungi sebuah rumah untuk pertama kalinya dan tiba-tiba anda merasa familiar dengan rumah tersebut ? Atau pernahkah anda berada dalam suatu peristiwa ketika tiba-tiba anda merasa bahwa anda sudah mengalaminya walaupun anda tidak dapat mengingat kapan terjadinya ? itulah deja vu, salah satu fenomena misterius dalam kehidupan manusia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Deja Vu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Deja vu berasal dari kata Perancis yang berarti "telah melihat". Kata ini mempunyai beberapa turunan dan variasi seperti deja vecu (telah mengalami), deja senti (telah memikirkan) dan deja visite (telah mengunjungi). Nama Deja Vu ini pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan Perancis bernama Emile Boirac yang mempelajari fenomena ini tahun pada 1876.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain deja vu, ada lagi kata Perancis yang merupakan lawan dari deja vu, yaitu Jamais Vu, yang artinya "tidak pernah melihat". Fenomena ini muncul ketika seseorang untuk sementara waktu tidak dapat mengingat atau mengenali peristiwa atau orang yang sudah pernah dikenal sebelumnya. Saya rasa sebagian dari kalian juga sering mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita melihat mengenai deja vu, pertama, kita perlu mengetahui apa yang disebut dengan "Recognition Memory", atau memori pengenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Recognition Memory&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Recognition Memory adalah sebuah jenis memori yang menyebabkan kita menyadari bahwa apa yang kita alami sekarang sebenarnya sudah pernah kita alami sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak kita berfluktuasi antara dua jenis Recognition Memory, yaitu Recollection dan Familiarity. Kita menyebut sebuah ingatan sebagai Recollection (pengumpulan kembali) jika kita bisa menyebutkan dengan tepat seketika itu juga kapan situasi yang kita alami pernah muncul sebelumnya. Contoh, jika kita bertemu dengan seseorang di toko, maka dengan segera kita menyadari bahwa kita sudah pernah melihatnya sebelumnya di bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ingatan yang disebut Familiarity muncul ketika kita tidak bisa menyebut dengan pasti kapan kita melihat pria tersebut. Deja Vu adalah contoh Familiarity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama terjadi Deja Vu, kita mengenali situasi yang sedang kita hadapi, namun kita tidak tahu dimana dan kapan kita pernah menghadapinya sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya atau tidak, 60 sampai 70 persen manusia di bumi ini paling tidak pernah mengalami deja vu minimal sekali, apakah itu berupa pandangan, suara, rasa atau bau. Jadi, jika anda sering mengalami deja vu, jelas anda tidak sendirian di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori-Teori Deja Vu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Emile Boirac sudah meneliti fenomena ini sejak tahun 1876, namun ia tidak pernah secara tuntas menyelesaikan penelitiannya. Karena itu, banyak peneliti telah mencoba untuk memahami fenomena ini sehingga akhirnya kita mendapatkan Paling tidak 40 teori yang berbeda mengenai deja vu, mulai dari peristiwa paranormal hingga gangguan syaraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tulisan ini, tidak mungkin saya membahas 40 teori tersebut satu persatu. Jadi saya akan memilih beberapa teori yang saya anggap perlu diketahui. Pertama, saya akan mulai dari teori psikolog legendaris, Sigmund Freud. Tapi sebelum itu, saya ingin menunjukkan kepada kalian sebuah gambar yang sangat terkenal. Ini dia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto di atas adalah foto ilustrasi "Puncak gunung es" yang terkenal. Para ahli "otak" sering menggunakan ilustrasi di atas untuk menunjukkan seperti apa pikiran kita yang sebenarnya. Permukaan air adalah batas kesadaran kita. Pikiran Sadar kita adalah bongkahan yang muncul di atas permukaan laut. Sedangkan pikiran bawah sadar adalah bongkahan raksasa yang ada di dalam laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mereka, sesungguhnya sebagian besar informasi yang kita terima tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan belum muncul ke permukaan. Hanya sebagian kecil dari informasi yang kita terima benar-benar kita ingat atau sadari. Prinsip ini adalah kunci penting untuk memahami Deja Vu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gangguan akses memori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sigmund Freud yang sering dijuluki sebagai bapak psikoanalisa pernah meneliti mengenai fenomena ini dan ia percaya bahwa seseorang akan mengalami Deja Vu ketika ia secara spontan teringat dengan sebuah ingatan bawah sadar. Karena ingatan itu berada pada area bawah sadar, isi ingatan tersebut tidak muncul karena dihalangi oleh pikiran sadar, namun perasaan familiar tersebut bocor keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Freud ini terbukti menjadi landasan bagi teori-teori yang muncul berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum saya membahas teori-teori yang lain, saya ingin mengajak kalian untuk mengenal satu kata ini terlebih dahulu, yaitu "Subliminal". Subliminal berasal dari kata latin, yaitu "sub" dan "Limin atau Limen". "Sub" berarti bawah, sedangkan "Limin" berarti ambang batas. Dalam artian psikologi, subliminal berarti beroperasi dibawah sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi berhubungan dengan bawah sadar. Maksud saya memperkenalkan kata ini adalah untuk memahami teori di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perhatian yang terpecah - teori ponsel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang peneliti bernama Dr. Alan Brown pernah mengadakan eksperimen yang diharapkan bisa menciptakan ulang proses deja vu. Dalam percobaannya, ia dan rekannya Elizabeth Marsh memberikan sugesti subliminal kepada subjek penelitiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menunjukkan sekumpulan foto yang menunjukkan lokasi-lokasi yang berbeda kepada sekelompok pelajar dengan maksud bertanya kepada mereka mana yang dianggap paling familiar bagi mereka. Dalam percobaan ini, semua pelajar yang diuji belum pernah mengunjungi lokasi-lokasi yang ada di foto tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum mereka menunjukkan foto-foto itu, terlebih dahulu mereka menayangkan sebagian foto itu di layar dengan kecepatan subliminal sekitar 10 sampai 20 milidetik. Kecepatan itu cukup bagi otak manusia untuk menyimpan informasi itu di bawah sadar, namun tidak cukup bagi para pelajar itu untuk menyadari dan menaruh perhatian padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam percobaan ini terbukti bahwa lokasi-lokasi pada foto-foto yang sudah ditayangkan dengan kecepatan subliminal dianggap paling familiar bagi para pelajar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksperimen serupa pernah diadakan oleh Larry Jacobi dan Kevin Whitehouse dari Washington University. Bedanya, mereka menggunakan sekumpulan kata-kata, bukan foto. Namun hasil yang didapat sama dengan eksperimen Dr. Alan Brown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pada hasil eksperimennya, Dr. Alan Brown kemudian mengajukan sebuah teori yang disebut sebagai teori ponsel (atau perhatian yang terpecah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori ini mengatakan bahwa ketika perhatian kita terpecah, maka, secara subliminal, otak kita akan menyimpan informasi mengenai kondisi di sekeliling kita namun tidak benar-benar menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai fokus kembali, maka segala informasi mengenai sekeliling kita yang tersimpan secara subliminal akan "terpanggil" keluar sehingga kita merasa lebih familiar. Ini sama seperti bongkahan es di bawah permukaan air yang naik ke atas permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, jika kita memasuki sebuah rumah sambil ngobrol dengan orang lain, maka perhatian kita tidak akan terpaku kepada kondisi rumah itu, namun otak kita telah menyimpan informasi itu secara subliminal di bawah sadar. Ketika kita selesai ngobrol, pikiran kita mulai fokus dan informasi yang tersimpan di bawah sadar mulai muncul. Seketika itu juga kita mulai merasa familiar dengan rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, berdasarkan teori ini, deja vu tidak berhubungan dengan kejadian di masa lalu yang telah berlangsung lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memori dari sumber lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi teori yang lain. Teori ini percaya bahwa otak kita menyimpan banyak memori yang datang dari berbagai aspek kehidupan kita, seperti film yang kita tonton, gambar ataupun buku yang kita baca. Informasi-informasi ini kita simpan tanpa kita sadari. Sejalan dengan lewatnya waktu, maka ketika kita mengalami peristiwa yang mirip dengan informasi yang pernah kita simpan, maka memori yang tersimpan di bawah sadar kita akan bangkit kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, sewaktu kecil, mungkin kita pernah menonton sebuah film yang memiliki adegan di sebuah tugu atau monumen. Ketika dewasa, kita mengunjungi tugu ini dan tiba-tiba kita merasa familiar walaupun kita tidak ingat dengan film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori ini mirip dengan teori ponsel, tapi teori ini setuju bahwa deja vu berhubungan dengan kejadian yang telah berlangsung lama di masa lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori Pemrosesan Ganda (visi yang tertunda)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak hal, teori-teori mengenai penyebab Deja Vu tidak berbeda jauh dari yang diajukan oleh Sigmund Freud. Namun seorang peneliti bernama Robert Efron berusaha melihat lebih jauh kedalam mekanisme otak, bukan sekedar pikiran sadar atau tidak sadar. Walaupun sangat teknikal, teori yang diajukannya dianggap sebagai salah satu teori Deja Vu terbaik yang pernah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Efron ini berhubungan dengan bagaimana cara otak kita menyimpan memori jangka panjang dan jangka pendek. Ia menguji teori ini pada tahun 1963 di rumah sakit Veteran Boston. Menurutnya, respon syaraf yang terlambat dapat menyebabkan deja vu. Hal ini disebabkan karena Informasi yang masuk ke pusat pemrosesan di otak melewati lebih dari satu jalur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efron menemukan bahwa Lobus Temporal dari otak bagian kiri bertanggung jawab untuk mensortir informasi yang masuk. ia juga menemukan bahwa Lobus Temporal ini menerima informasi yang masuk dua kali dengan sedikit delay antara dua transmisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang masuk pertama kali langsung menuju Lobus Temporal, sedangkan yang kedua kali mengambil jalan berputar melewati otak sebelah kanan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika delay yang terjadi sedikit lebih lama dari biasanya, maka otak akan memberikan catatan waktu yang salah atas informasi tersebut dengan menganggap informasi tersebut sebagai memori masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/01/fenomena-deja-vu-yang-misterius.html&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-8280264808049252563?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/8280264808049252563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/fenomena-deja-vu-yang-misterius.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8280264808049252563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8280264808049252563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/fenomena-deja-vu-yang-misterius.html' title='Fenomena Deja Vu yang misterius'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS66uz6VzAI/AAAAAAAAAIA/mquzP08Amjg/s72-c/iceberg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-1552785804051636744</id><published>2011-01-12T20:20:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:26:11.599-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Berbekal dari Masa Kanak-kanak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5-PNbxbWI/AAAAAAAAAHw/TRKpPO0no-g/s1600/0148435p.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 400px; height: 205px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5-PNbxbWI/AAAAAAAAAHw/TRKpPO0no-g/s400/0148435p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561521389618425186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul Buku       : Childhood and Society&lt;br /&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;p&gt;Penulis              : Erik H. Erikson&lt;br /&gt;Penerbit            : Pustaka Pelajar, Yogyakarta&lt;br /&gt;Cetakan           : Pertama, Maret 2010&lt;br /&gt;Tebal                : xxix + 536 halaman&lt;br /&gt;Harga               : Rp 62.000,-&lt;br /&gt;Peresensi          : Supriyadi*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Telah  banyak disiplin ilmu yang muncul dari kajian atau penelitian yang mana  manusia menjadi obyek materialnya. Namun demikian, berbagai kajian dan  penelitian itu berbeda dalam hal obyek formalnya. Manusia sebagai obyek  material dalam sebuah kajian atau penelitian, memunculkan disiplin ilmu  psikologi dengan obyek formalnya adalah kejiwaan atau psikisnya.  Artinya, manusia dikaji atau diteliti dari sisi kejiawaan atau  psikisnya, muncullah sebuah disiplin ilmu yang dinamakan psikologi.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Erik  H. Erikson dalam bukunya yang berjudul “Childhood and Society”  memaparkan sebuah pembahasan yang menarik tentang manusia dikaji dari  segi kejiwaannya. Tidak hanya itu, pembahasan tentang manusia dalam buku  tersebut juga dikaitkan dengan kehidupan sosialnya sebagaimana bahwa  manusia itu adalah makhluk sosial. Dengan demikian, jadilah psikososial  yang dalam buku tersebut berisikan tentang hubungan antara manusia yang  masih dalam tahap masa kanak-kanak dengan psikososialnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masa  kanak-kanak adalah masa yang sangat penting untuk pembentukan  kepribadian dan karakter. Dengan demikian, masa kanak-kanak adalah suatu  tahap di mana manusia itu belajar sebanyak-banyaknya tentang kehidupan  sebagai modal hidupnya kelak. Di masa tersebut, manusia bersifat  imitatif atau menirukan dari apa saja yang ada dan terjadi di  sekitarnya. Oleh karena itu, faktor lingkungan sangat berpengaruh pada  perkembangan manusia di masa kanak-kanak tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengutip  pendapat John Locke (1632-1704) tentang teori “tabularasa” yang mana  manusia itu terlahir seperti kertas kosong. Dengan demikian, kertas  tersebut perlu diisi atau ditulis dengan sesuatu. Oleh karenanya,  manusia yang masih “kosong” haruslah diisi. Tidaklah mungkin manusia  yang baru terlahir langsung bisa mengisi kepribadiannya sendiri.  Tentunya mambutuhkan bantuan orang lain (orang tua) atau lingkungan  sekitar. Dengan demikian, hingga masa kanak-kanak pun manusia  terpengaruh oleh lingkungan. Karena lingkungan sangat mempengaruhi, maka  lingkungan harus diatur sebaik mungkin agar manusia yang masih dalam  tahap kanak-kanak terbentuk kepribadian dan perilakunya yang baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Periode  kanak-kanak (childhood) terbagi menjadi dua masa yakni early childhood  dan late childhood. Early childhood adalah ketika anak sudah berusia 2  tahun hingga 6 tahun. Periode tersebut adalah ketika manusia semakin  membaik dalam menguasai anggota tubuhnya. Kemampuan dalam berbahasa pun  juga meningkat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara late childhood adalah ketika anak  berusia dari 6 hingga 12-14 tahun. Periode tersebut menunjukkan semakin  masaknya organ-organ seksual. Dalam periode tersebut, manusia sudah  lebih mandiri. Hal itu ditandai dengan mulainya manusia untuk  membanding-bandingkan segala sesuatu di rumahnya dengan sesuatu yang  berada di luar rumah, seperti di sekolah dan di rumah teman-temannya  yang lain. Norma-norma moral yang pada masa earli childhood terasa  absolut oleh anak, berubah menjadi relatif ketika telah mengenal  lingkungan luar (luar rumah). Oleh karenanya, perhatian terhadap anak  haruslah diutamakan oleh setiap orang tua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Manusia yang mana masih  dalam tahap childhood merupakan tahapan yang mana peran lingkungan  sangat mempengaruhinya. Pengaruh lingkungan tersebut yang menjadikan  kepribadian dan karakter anak hingga dewasa nantinya. Oleh karenanya,  dalam masa tersebut seorang anak hendaknya berada di lingkungan yang  baik dan penuh kasih sayang. Hal itu akan sangat membentuk perilaku baik  seseorang. Sebaliknya, lingkungan yang tidak baik akan membuat anak  menjadi tidak baik pula.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lingkungan masyarakat juga membentuk  manusia yang masih dalam tahap kanak-kanak memperoleh bahasa. Orang yang  terlahir dan mengalami masa kanak-kanak di Jawa, tentunya ia akan  menggunakan bahasa Jawa dalam berbicara. Begitu juga yang terlahir di  Sunda, Betawi, atau di Inggris, Prancis, dan lain sebagainya, tentuya  akan memperoleh bahasa ibunya di tempat di mana anak terpengaruh oleh  lingkungannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena masa kanak-kanak sangat menentukan  kepribadian seseorang, oleh karenanya seorang anak itu diberi pendidikan  yang baik dan kasih sayang yang terpenuhi. Hal itu sebagai modal  seorang anak ketika pada nantinya mengalami periode dewasa. Orang dewasa  juga harus menyadari bahwa ia berangkat dari anak atau bocah kecil,  yakni periode kanak-kanak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Modalitas manusia ketika masih  kanak-kanak itu sangatlah penting untuk perkembangan seseorang. Tidak  hanya itu, modalitas tersebut sangat membentuk kepribadian dan karakter  manusia. Dengan demikian, selain faktor lingkungan yang harus  diperhatikan, faktor proteksi anak juga harus diutamakan. Proteksi yang  dimaksudkan adalah perlindungan anak dari kelainan-kelainan yang  berkaitan dengan kesehatan anak. Kelainan pada anak bisa mengakibatkan  fatalitas pada perkembangan dan pertumbuhan sehingga anak berpotensi  mengalami kelainan, baik secara fisik ataupun mental. Gizi buruk akibat  kekurangan asupan makanan dan minuman yang bergizi telah menjadi banyak  contoh yang memilukan di negara-negara miskin. Oleh karena itu, faktor  lingkungan dan faktor kesehatan anak, seyogyanya menjadi hal yang  diutamakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya, dengan membaca buku yang berjudul “Childhood  and Society”, para pembaca diajak untuk menjelajahi dunia psikologi  yang mana hubungan antara masa kanak-kanak dengan psikososialnya menjadi  pembahasan yang menarik. Buku tersebut mengulas berbagai fakta  kanak-kanak dari suku Indian, daerah nelayan di sungai Salmon, hingga  Amerika dan bahkan masa kanak-kanak Adolf Hitler dan Maxim Gorky. Buku  tersebut menyajikan suatu pembahasan dengan cerita sehingga memudahkan  pembaca untuk memahami atau paling tidak mengenal pembahasan tentang  manusia secara kejiwaannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;*) Peresensi adalah Pengamat Sosial pada Fak. Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://oase.kompas.com/read/2010/08/11/0149049/Berbekal.dari.Masa.Kanak.kanak"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-1552785804051636744?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/1552785804051636744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/berbekal-dari-masa-kanak-kanak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1552785804051636744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1552785804051636744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/berbekal-dari-masa-kanak-kanak.html' title='Berbekal dari Masa Kanak-kanak'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5-PNbxbWI/AAAAAAAAAHw/TRKpPO0no-g/s72-c/0148435p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-8845281945915485880</id><published>2011-01-12T20:04:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:27:42.280-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Berfikir Menjadi Sang Juara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS59UIBUtzI/AAAAAAAAAHo/ss-UfJybXP0/s1600/1813187p.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 307px; height: 157px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS59UIBUtzI/AAAAAAAAAHo/ss-UfJybXP0/s400/1813187p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561520374553032498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul buku       : Think Like a Champian!&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Penulis             : Donald Trump&lt;br /&gt;Penerbit           : Daras Books, Jakarta&lt;br /&gt;Cetakan           : 1, Juni 2010&lt;br /&gt;Tebal               : 211 halaman&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Albert  Einstean, sang ilmuan dunia, pernah mengungkapkan bahwa imajinasi  merupakan cita-cita masa depan. Dengan olah imajinasi, lanjut Eisntean,  manusia akan menemukan kejutan hidup yang tak terpikirkan senbelumnya.  Imajinasi mendorong tumbuhnya gagasan inovatif yang membikin hidup  manusia mengalami lonjakan prestasi yang mengagumkan. Imajinasi  menentukan pilihan terbaik yang didamba seseorang. Dan pilihan terbaik  itu, menurut Aristoteles, adalah mencapai hal tertinggi yang mungkin  dicapainya. Pilihan terbaik akan menentukan gerak langkah terbaik yang  mengarahkan manusia menuju jalan sebagai sang juara.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Mentalitas  sang juara selalu berjalan dalam garis terbaik yang diimpikannya.  Mimpi-mimpi besar sang juara selalu mengilhami lahirkan kekuatan besar  yang mendobrak kebuntuan di tengah perjalanan. Mentalitas mendobrak  inilah yang disuntukkan Donald Trump dalam bukunya yang menggugah “Think  Like a Champian.” Mentalitas sang juara selalu dimulai pikirannya.  Pikiran yang juara akan menghadirkan capaian juara. Pikiran sang juara  selalu teracuni berbuat besar dengan prediksi yang matang. Gerak sang  juara tak kenal lelah untuk menerobos beragam kemungkinan yang  menghadang. Apapun di depannya akan “dikalahkan” dengan semangat membara  membela sebuah impian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Donald Trump membuktikan dirinya sendiri  dengan sukses sebagai manager perusahaan besar dengan kekayaan  triliunan. Kekuatan pikirannya sebagai sang juara terus menancap dalam  menggapai cita-citanya. Halangan yang menghadang terus ia kalahkan  dengan modal semangat membara yang tak pernah padam dalam kekuatan  dirinya. Tak salah kalau Donald Trump dikenal sebagai negoisator ulung,  karena mentalitas juaranya tak pernah canggung melakukan negosiasi  dengan berbagai kalangan lintas negara. Apapun di depannya ia terjang  untuk meraih kesuksesan yang dia idamkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagaimana yang  diungkapkan Einstean, Trump juga sangat percaya dengan dahsyatnya  imajinasi dalam jalan kesuksesannya. Bahkan Trump mampu menjadikan  imajinasi sebagai daya ledak kekuatan finansial yang dikelolanya,  melampaui catatan finansional konvensional dalam trandisi ilmu ekonomi.  Inovasi-inovasi yang diraihnya tak lain karena daya magis imajinasi yang  dipegangnya selalu dalam menggerakkan dunia bisnisnya. Imajinasi  membuatnya bertahan lama melakukan proses kehidupan yang ia jalani.  Bertahan lama untuk menggerakkan roda pikiran dan perusahaan, tanpa  mengenal lelah, dan terus dilakukan dengan gairah yang tinggi yang  membara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan yang sangat dipegang Trump adalah bekerja keras tanpa  mengenal lelah. Sang juara tak pernah merasa puas dengan capaian yang  telah diraihnya. Selalu dikerahkan semua tenaga untuk bekerja keras  sebaik mungkin. Kerja keras yang tidak terpaku dengan hasil, melainkan  berpaku dengan prinsip dan proses. Bekerja keras yang teguh dengan  prinsip dan setia dengan proses. Prinsip selalu dipegang untuk  dijalankan sebagai pegangan melangkah. Setia dengan proses berarti  menjadikan proses sebagai kenikmatan menempatkan prinsip dalam gerak  langkah yang diusahakan. Mental kerja keras, bagi Trump, adalah kekayaan  yang paling berharga yang dimiliki seseorang. Bukan harta, perusahaan,  dan emas yang ia pegangi, tetapi kerja keras disertai keteguhan prinsip  dan proses. Mentalitas juara selalu datang dengan kerja keras.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Trump  dalam buku ini sangat mengagumi sosok Barack Obama yang teguh menempa  dirinya untuk menjadi sang juara di Negeri Paman Sam. Walaupun Obama  berkulit hitam, tetapi mentalitas juara melekat dalam dirinya, sehingga  menang dalam Pemilu Presiden AS, 2008. Dan bagi Trump, Obama telah  menandai babak baru dunia global di tengah kompetisi yang makin ketat  ini. Sang juara yang lahir di Afrika itu juga membangun tradisi baru  sejarah politik dan sejarah ekonomi AS. Trump kagum, karena Obama mampu  menjalani perkataan dengan tindakan yang spektakuler. Kini, Obama yang  ngantor di gedung putih ini, lanjut Trump, menjadi ikon dunia yang  menampilkan diri secara elegan dalam meraih prestasi sebagai sang juara.  Mentalitas sang juara yang dicontohkan Barack Obama layak menjadi  refleksi manusia modern abad ke-21 saat dalam melangkah di masa depan.  Konsistensi dalam memegang keteguhan mental menjadi landasan paling  mendasar untuk meraih prediket sang juara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan setiap manusia,  bagi Trump, harus terus memperjuangkan diri sebagai sang juara, karena  manusia dilahirkan untuk sukses, bukan untuk gagal.     &lt;/p&gt;&lt;p&gt;*Peneliti Center for Developing Islamic Education (CDIE) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: &lt;a href="http://oase.kompas.com/read/2010/08/05/18133621/Berfikir.Menjadi.Sang.Juara."&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-8845281945915485880?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/8845281945915485880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/berfikir-menjadi-sang-juara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8845281945915485880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8845281945915485880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/berfikir-menjadi-sang-juara.html' title='Berfikir Menjadi Sang Juara'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS59UIBUtzI/AAAAAAAAAHo/ss-UfJybXP0/s72-c/1813187p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-5517421584451605555</id><published>2011-01-12T19:50:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:28:51.602-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Al-Azhar: Pesona Keislaman Tak Berbatas Ruang Waktu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS54NHW3x3I/AAAAAAAAAHg/Qtgi-uJRusM/s1600/0636101p.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 400px; height: 205px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS54NHW3x3I/AAAAAAAAAHg/Qtgi-uJRusM/s400/0636101p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561514756557752178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul:  Al-Azhar: Menara Ilmu, Reformasi, dan Kiblat Keulamaan&lt;br /&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;p&gt;Penulis: Zuhairi  Misrawi&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penerbit: KOMPAS&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahun: I, Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harga: Rp 58.000&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ISBN:  978-979-709-510-9&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Mungkin tak asing lagi dengan nama Universitas  Al-Azhar, Kairo, Mesir, khususnya bagi mereka yang berasal dari kalangan  pesantren. Universitas yang sudah berumur ratusan tahun dan merupakan  tempat menuntut ilmu paling berpengaruh di dunia. Universitas yang telah  banyak melahirkan cendekiawan-cendekiawan Muslim berpengaruh, baik di  lingkungan Mesir, Timur Tengah sebagai episentrum dunia keislaman,  maupun Indonesia yang, meminjam istilah yang dipakai Guru Besar Sejarah  UIN Jakarta Prof Dr Azyumardi Azra, merupakan lokus “peri-peri”  (pinggiran) Islam.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Sejarah mencatat nama “Al-Azhar” berasal dari  sebuah masjid bernama Al-Azhar yang dibangun Panglima Besar Dinasti  Fathimiyah, Jauhar As-Shaqaly, 359 H sebagai tempat ibadah, enam tahun  kemudian mulai dibangun tempat kegiatan belajar dan majelis ilmu  pengetahuan bermazhab Syi’ah Ismailiyah. 12 tahun kemudian, tepatnya 378  H/988 M, Al-Azhar telah berkembang menjadi universitas besar dan  berpengaruh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Letak Mesir yang strategis di tengah dunia Islam menjadikan Al-Azhar sebagai tujuan menimba ilmu agama dari para &lt;em&gt;masyaikh&lt;/em&gt;-nya.  Begitu prestise-nya kedudukan Al-Azhar merupakan manifestasi dari peran  yang dijalankannya dalam menjaga kemurnian ilmu-ilmu agama, peradaban  Islam, dan bahasa Arab sebagai bahasa Al Quran dan Sunnah Rasulullah  SAW, seperti yang disebutkan Muhammad Kamal Al-Sayid Muhammad dalam  bukunya &lt;em&gt;Al-Azhar Jami’an wa Jami’atan Aw Al- Azhar fi Alfi ‘Am&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada  masa Sultan Al-Zahir Beibars, ada dua hal yang menjadikan Jami’  Al-Azhar menjadi pusat keilmuan teramai saat itu. Pertama, ekspansi yang  dilakukan pasukan Tatar hingga menaklukkan kekhalifahan Dinasti  Abbasiah di Baghdad, yang menyebabkan pindahnya pusat kekhalifahan ke  Mesir, mulai tahun 660 H. Hingga tahun 923 H, bertepatan dengan awal  munculnya Daulah Usmaniah di Turki. Akibat serangan Tatar, banyak ulama  Muslim dari Timur hijrah ke Mesir karena Mesir berhasil mengalahkan  Tatar dalam peperangan ‘Ain Jalut yang dipimpin Raja Mesir Sultan  Saifuddin Al-Muzaffar Quthz. Kedua, orang-orang Islam di Andalusia  ditindas orang-orang Eropa hingga banyak ulama dunia Islam bagian Barat  hijrah ke timur dengan tujuan kota Kairo juga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zuhairi Misrawi,  orang yang pernah menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, mencoba  mendeskripsi kebesaran dan keutamaannya dalam buku bertajuk &lt;em&gt;Al-Azhar: Menara Ilmu, Reformasi, dan Kiblat Keulamaan&lt;/em&gt;.  Disebutkan bahwa memang tidak mudah mengadakan reformasi di Al-Azhar.  Bisa dilihat, misalnya, ketika Sheikh Muhammad Abduh mengusulkan agar  Muqaddimah Ibnu Khaldun dimasukkan untuk dijadikan materi dalam  kurikulum Al-Azhar, ditolak oleh Sheikh Muhammad Al-Anbani, Sheikh  Al-Azhar saat itu. Usaha memasukkan materi ilmu-ilmu pengetahuan umum di  Al-Azhar  baru berhasil pada tahun 1895 M. Bermula dengan hanya  mencakup 11 cabang ilmu dan kemudian berkembang menjadi 26 cabang,  tetapi itu hanya meliputi beberapa cabang ilmu pengetahuan umum, seperti  aljabar, ilmu hitung, dan dasar-dasar tehnik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tahun 1930 M  dikeluarkan undang-undang pembentukan tiga fakultas di Al-Azhar, yaitu  Fakultas Ushuluddin, Fakulatas Syari’ah, dan Fakultas Bahasa Arab, serta  belum mencakup fakultas-fakultas umum. Pada tahun 1961 M, pada masa  Sheikh Mahmud Syaltut dikeluarkanlah Undang-Undang Nomor 103 Tahun 1961  M, yang menetapkan fakultas-fakultas cabang ilmu pengetahuan umum,  seperti fakultas kedokteran, perdagangan, teknik, pertanian, dan  farmasi, yang dapat kita saksikan hingga sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, tak  kurang dari 4.000 mahasiswa Indonesia tengah menuntut ilmu agama Islam  di universitas di negeri para nabi tersebut. Kondisi demikian, jelas  akan memberikan sumbangan pemikiran signifikan tentang paradigma  keislaman di Indonesia ketika para sarjana lulusan Al-Azhar tersebut  mengajar di beberapa pesantren dan universitas dalam negeri. Secara  sempurna, penulis menyuguhkan ihwal sejarah Al-Azhar, para mahasiswa  Indonesia yang belajar di sana, serta peran Al-Azhar dalam mengembangkan  pandangan keislaman moderat dalam konteks global. Tidak luput pula  dikupas secara mendalam tentang sejarah Mesir dan Kota Kairo yang  memesona. Wallahu’alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://oase.kompas.com/read/2010/09/28/06362150/Al.Azhar:.Pesona.Keislaman.Tak.Berbatas."&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-5517421584451605555?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/5517421584451605555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/al-azhar-pesona-keislaman-tak-berbatas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5517421584451605555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5517421584451605555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/al-azhar-pesona-keislaman-tak-berbatas.html' title='Al-Azhar: Pesona Keislaman Tak Berbatas Ruang Waktu'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS54NHW3x3I/AAAAAAAAAHg/Qtgi-uJRusM/s72-c/0636101p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-8265180479973888878</id><published>2011-01-12T19:46:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:32:35.973-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Mencipta Inovasi dalam Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS52BNiiOII/AAAAAAAAAHY/czV87Qzx9zY/s1600/0308475p.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 400px; height: 205px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS52BNiiOII/AAAAAAAAAHY/czV87Qzx9zY/s400/0308475p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561512353035597954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul buku       : 365 Hari Berfikir Positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis             : Brook Noel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit           : Daras Books, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetakan           : 1, Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebal               : 340 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Setiap hari yang kita jalani tentunya memberikan pengalaman inspiratif melanjutkan langkah di hari selanjutnya. Evaluasi menjalani hidup setiap hari membikin pengalaman inspiratif sebagai daya kekuatan yang menakjubkan untuk menaklukkan tantangan di hari berikutnya. Kegagalan atau kesuksesan yang kita raih menjadi bekal untuk kehidupan yang semakin tegar, teguh dan berprinsip. Semakin jeli menangkap pesan keseharian kita, potensi kita setiap waktu akan berkembang. Tak ada yang kita jalani, akhirnya, menjadi sia-sia. Hari-hari akan kita jalani dengan riang, gembira, dan penuh motivasi.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Buku berjudul “365 Hari Berfikir Positif” menjadi buku panduan yang menarik sebagai salah satu referensi kita dalam menjalankan roda kehidupan setiap hari. Yang paling mengesankan dalam memotret kehidupan setiap hari yang termuat dalam buku ini adalah hadirnya kata-kata inspiratif dari berbagai tokoh dunia. Kutipan inspiratif tersebut selain menggugah daya motivasi, juga melangkahkan kita jauh ke belakang ihwal jejak masa lalu para tokoh yang kata-kata menggugah pada jamannya. Jejak historis yang melekat dalam kutipan tersebut menumbuhkan kesadaran historis akan kejayaan masa lalu yang dicetak manusia pada jamannya. Kesadaran sejarah sangat penting untuk membuka mata batin kita dalam menajamkan kekuatan yang visioner di masa depan. Pearl S. Buck mengatakan, “jika anda ingin memahami hari ini, anda harus mencari hari kemarin.”&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Inspirasi masa lalu yang penuh daya inovasi yang terkutip dalam buku ini menjadikan gerak langkah kita setiap hari sebgaai sebuah motivasi yang tinggi. Hari-hari yang akan kita jalani menjadi penuh inovasi tiada henti. Inovasi ini sangat penting, karena perjalanan hidup yang akan kita lalui dalam setahun biar tidak lagi membosankan. Inovasi membuat langkah kehidupan semakin nyata, sehingga perjalanan kehidupan lahir penuh semangat. Jalan kehidupan yang akan kita lalui juga sangat menyenangkan, karena inovasi membuat hidup lebih hidup lagi. Kebosanan hilang dan rutinitas yang kita jalani penuh dengan gairah yang menggugah. Melalui beragam inovasi pastilah menjadi dambaan setiap orang, karena membuat hidup lebih awet.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Panduan setiap hari yang direkam dalam buku ini sangat menarik dalam menjalani perjalanan hidup dalam setahun. Referensi yang akurat. Ketika kita kehilangan referensi dalam menjalani hidup di pagi hari, seketika dengan membuka buku ini kita akan mendapatkan ruh kegiatan yang menancap dalam diri kita. Panduan harian ini merupakan bentuk kamus dalam diri kita, sehingga sekecil apapun yang kita jalani, bisa terekam dengan begitu baik dalam buku ini. Untuk itulah, rekaman hidup ini semakin membuka wawasan spektakuler yang terus melekat dalam gerak-gerik yang kita jalani di kemudian hari.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Perjalanan hidup dalam 365 hari akan menjadi penanda penting bagi masa depan kita. Cita-cita yang kita pajang dengan sedemikian rupa menjadi pertaruhan yang sangat keras untuk kita wujudkan sekuat tenaga. Cita-cita yang kita imajinasikan harus menjadi pelecut daya kekuatan dalam meraihnya. Dengan cita-citalah kehidupan akan semakin mewarna dan penuh sensasi. Perjalanan hari yang dijalani dengan sepenuh cita-cita juga akan membuat inovasi semakin berkembang pesat, menjangkau berbagai hal yang tidak mungkin, melampaui berbagai capaian yang tak terkira sebelumnya. Motivasi tinggi dengan daya kekuatan yang sepenuhnya akan membuat manusia selalu tak atah arang dalam menerobos berbagai kemungkinan yang dicita-citakan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Memaknai kehidupan setiap hari mutlak sangat dibutuhkan. Karena menjalani kehidupan yang sukses haruslah dijalani dengan kesalahan yang sedikit mungkin. Meminimalisir kesalahan sangat penting, karena kesuksesan menuntut kedisiplinan tinggi, dan kecermatan dam membaca peluang. Semakin sedikit kesalahan yang diperbuat, maka akan semakin dekat dengan tangga kesuksesan. Kesalahan menjadi pelajaran penting sehingga setiap saat harus selalu diminimalisir. Karena semakin banyak kesalahan, justru akan membuat gerak langkah sukses kita terhenti di tengah jalan. Hari-hari yang dijalani dengan riang, gembira, penuh motivasi dan inspirasi, semakin membuat kuatnya tangga kesuksesan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Peneliti Center for Developing Islamic Education (CDIE) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://oase.kompas.com/read/2010/10/16/03090372/Mencipta.Inovasi.dalam.Diri"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-8265180479973888878?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/8265180479973888878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/mencipta-inovasi-dalam-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8265180479973888878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8265180479973888878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/mencipta-inovasi-dalam-diri.html' title='Mencipta Inovasi dalam Diri'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS52BNiiOII/AAAAAAAAAHY/czV87Qzx9zY/s72-c/0308475p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-4513875637820432442</id><published>2011-01-12T19:38:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:33:30.065-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS50wU2fDwI/AAAAAAAAAHQ/g04fkkA9VuQ/s1600/0915369p.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 311px; height: 159px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS50wU2fDwI/AAAAAAAAAHQ/g04fkkA9VuQ/s400/0915369p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561510963428921090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul Buku          : Membumikan Gerakan Ilmu Dalam Muhammadiyah&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Editor                    : Jabrohim Dkk&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengantar           : A Syafi’i  Ma’arif&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penerbit              : Pustaka Pelajar Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cetakan               :  1, 2010&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tebal                     : 231  halaman&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peresensi            :  &lt;strong&gt;Ahmad Hasan MS&lt;/strong&gt;*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alfin  Toefler dalam bukunya Power Shift  menyatakan bahwa kekuatan yang  paling dahsyat, canggih dan kuat  bukan semata dari fisik ataupun mesin  yang modern, akan tetapi kekuatan yang tiada tandingannya adalah  kekuatan yang bertumpu pada ilmu pengetahuan dan system yang maju.  Analisis Toefler itu menunjukkan betapa ilmu pengetahuan merupakan kunci  utama untuk menapaki abad 21. Benar pula apa yang dikatakan mantan  Presiden RI, B.J Habibie bahwa  ilmu adalah modal utama untuk merebut  masa depan yang cerah bagi bangsa Indonesia tercinta ini.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Gerakan  ilmu adalah gerakan pencerdasan dan pencerahan bagi peradaban.  Gerakan  itu pula yang digagas dan diperjuangkan Muhammadiyah yang baru saja  menjalankan Muktamar satu abad di Yogyakarta beberapa waktu lalu.   Jauh-jauh hari, KH Ahmad Dahlan, sang Founding Fhaters Muhammadiyah  sudah merintis dengan mendidik warganya di perkampungan Kauman  Yogyakarta. Perlahan tapi pasti, sepeninggal KH Ahmad Dahlan, lembaga  pendidikan berpayung Muhammadiyah berkembang dengan pesat. Ribuan  sekolah se Indonesia mulai dari SD, SMP, SMA berdiri dengan pesatnya.  Demikian pula, ratusan perguruan tinggi berdiri dengan megah lengkap  dengan fasilitasnya yang modern dan berkwalitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku ” membumikan  gerakan ilmu dalam Muhammadiyah” berusaha memotret perjuangan  Muhammadiyah dalam memajukan negeri ini.  Buku bernada reflektif hasil  kumpulan tulisan ini menegaskan bahwa gerakan ilmu merupakan kunci utama  dalam era globalisasi ini. Ahmad Syafi’I Ma’arif dalam kata  pengantarnya menegaskan bahwa gerakan ilmu sudah tidak bisa  ditawar-tawar lagi untuk merebut masa depan bangsa yang gemilang.  Gerakan ilmu, lanjutnya- adalah gerakan masyarakat yang gemar terhadap  kegiatan  membaca, menulis, berfikir dan  bertindak secara efektif dan  efisien.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, menurut Ahmad Syafi’I Maarif, kesadaran bangsa  Indonesia terhadap pentingnya gerakan ilmu masih lemah. Tingkat konsumsi  membaca buku masih rendah. Terlebih terhadap kemampuan menulis dengan  baik, juga malah lebih rendah lagi. Masalah lebih kompleks lagi tatkala  melihat tingkat buta aksara masih tinggi ditambah dengan tingkat anak  yang putus sekolah banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya,  dalam bagian pertama, M. Husnaini menganalisis mengutip dari pendapat  Paul Kennedy dalam karyanya Preparing For The Twentieth Century (1993)  terkait pentingnya ilmu. Husnaini menulis, mengapa Negara-negara Afrika  Barat seperti Nigeria, Sierra Leone dan Chad tetap saja miskin dan  dirundung malang, sementara Negara-negara Asia Timur seperti  Korea  Selatan melesat begitu cepat?.  Perbedaan amat mencolok itu ternyata  terletak pada kualitas sumber daya manusia di antara keduanya. Sementara  jika ditelusuri, factor penentu kualitas sumber daya manusia itu  hanyalah satu, yaitu ilmu pengetahuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah sebabnya, menurut  Husnaini, bangsa  Indonesia harus mau bersusah payah dalam mencari dan  menggali ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya.  Muhammadiyah sebagai  organisasi yang bervisi islam Rahmatan Lil Alamin harus terus menerus  berjuang melawan kebodohan dengan concern gerakan ilmu. Benar apa yang  dikatakan A. Syafi’I Maarif, “ Tidak ada jalan lain untuk bersikap setia  kepada gagasan islam yang berkemajuan, kecuali mau belajar dan membuka  diri selebar-lebarnya, selebar kehidupan itu sendiri. (Suara  Muhammadiyah, No. 10, 16-31 Mei 2010).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal yang sama juga  diungkapkan Bambang Harnowo, menurutnya Muhammadiyah mutlak melakukan  ijtihad pembaharuan(tajdid) melalui gerakan ilmu pengetahuan  berkeadaban. Kantong-kantong masyarakat sipil (civil society) harus  diberdayakan demi kemajuan bangsa dan keumatan.  Melintasi gerak zaman,  Muhammadiyah mengalami tantangan yang berat. Budaya kapitalisme,  pragmatisme dan hedonisme telah menyeruak dan menyebar ke segala sendi  kehidupan. Itulah sebabnya, masyarakat Muhammadiyah dan bangsa Indonesia  pada umumnya harus mewaspadai hal itu. Jangan sampai budaya tersebut  menggerogoti tubuh bangsa sehingga tergelincir di titik nadir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaannya  kemudian, apa gambara riil untuk melakukan pembumian gerakan ilmu  sekaligus untuk menepis serangan budaya hedonis dan pragmatis itu?.  Prof. Dr. M. Amien Rais dalam buku ini memberikan jawaban. Menurutnya,  ada tujuh strategi  untuk memperkuat gerakan ilmu, khsusunya di lembaga  pendidikan termasuk Muhammadiyah.  Pertama, peningkatan kualitas  teaching staff. Artinya, merekrut pengajar yang handal dan mumpuni.   Para pengajar di lembaga pendidikan harus memiliki kompetensi dan  kualifikasi akademik yang layak dan diakui.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, membangun  atmosfer yang kondusif di lembaga pendidikan. Artinya, menciptakan  kompetisi yang sehat dan nyaman antar lembaga pendidikan. Ketiga,  mendukung terciptanya general library (perpustakaan umum)dan research  library (perpustakaan penelitian) yang kuat dan lengkap.  Keempat,  kegiatan- kegiatan laboratorium untuk setiap disiplin ilmu perlu  memperoleh perhatian yang sama pentingnya dengan perpustakaan. Kelima,  kegiatan Research and Development (penelitian dan pengembangan) harus  diperhatikan secara sungguh-sungguh.  Perguruan tinggi harus diarahkan  agar mampu menghasilkan riset penelitian yang bisa dirasakan manfaatnya  bagi kemaslahatan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keenam, memacu dosen, mahasiswa dan  masyarakat secara umum agar melakukan kegiatan ilmiah seperti orasi  ilmiah, seminar, symposium, bedah buku, diskusi terbuka, workshop,  pelatihan dan lain sebagainya. Ketujuh, berpegang teguh pada nilai-nilai  ketuhanan dan mengembangkan misi pembebasan manusia dari kebobohan dan  ketertindasan. Dengan begitu, menurut Amien Rais yang diamini Jabrohim,  pembumian gerakan ilmu akan berjalan efektif sehingga misi islam  rahmatan lil alamin mampu dirasakan manfaatnya bagi warga Muhammadiyah  dan bangsa dan Negara Indonesia pada umumnya.  Tentu dengan dukungan  pemerintah, dan masyarakat pada umumnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku ini menarik dibaca  bagi siapa saja, termasuk khalayak awam yang ingin mengenal lebih dekat  tentang seluk beluk Muhammadiyah yang terbukti concern mengurusi lembaga  pendidikan selama satu abad. Sebuah buku yang menegaskan bahwa gerakan  ilmu penting dikebumikan demi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan  bangsa pada umumnya.&lt;/p&gt;*) Peresensi adalah Pustakawan Taman Baca Baitun Naim . Tinggal di Yogyakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://oase.kompas.com/read/2010/11/02/09180295/Ilmu.Sebagai.Gerakan..quot.Pencerahan.Bangsa.quot."&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-4513875637820432442?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/4513875637820432442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/judul-buku-membumikan-gerakan-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4513875637820432442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4513875637820432442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/judul-buku-membumikan-gerakan-ilmu.html' title=''/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS50wU2fDwI/AAAAAAAAAHQ/g04fkkA9VuQ/s72-c/0915369p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-3294376737521769384</id><published>2011-01-12T19:27:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:34:16.705-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Pram, Buku dan Sastra Rasa Penjara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5xqyX1ZjI/AAAAAAAAAHI/DAygfWf6N4M/s1600/0252594p.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 295px; height: 196px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5xqyX1ZjI/AAAAAAAAAHI/DAygfWf6N4M/s400/0252594p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561507569739327026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Membincangkan Pramoedya Ananta Toer atau  lebih dikenal Pram memang tak ada habis-habisnya, terbukti satu lagi  buku biografi menambah khasanah dalam hal itu. Pram memang menarik untuk  dibahas, dari sudut manapun terlebih jalan hidupnya yang berliku tak  sewajarnya sebagai seorang tokoh perjuangan yang pada akhirnya lebih  memainkan penanya dari pada terjun langsung dalam kancah politik  nasional. Tapi jangan dikira, menjadi pengarang, menjadi sastrawan  justru Pram telah membuat jalur sendiri dan menarik lawan politiknya  untuk ikut dalam konsep permainan tinta hitamnya.&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Buku Muhammad  Rifai, dengan judul Pramoedya Ananta Toer ini memang tidak menghadirkan  kebaruan baik data maupun fakta-fakta sejarah, dia hanya merangkumnya,  meramunya serta menghimpun cerita-cerita yang berserakan disekitar Pram.  Tapi ini patut diapresiasi khususnya bagi mereka yang hendak melakukan  penelitian mengenai sosok pram maupun bagi Pramis sendiri. Ada beberapa  yang menarik perhatian, selain sejumlah karya baik yang dapat  terselamatkan ataupun karya-karya yang dihilangkan penguasa sampai  cerita dinominasikannya Pram untuk hadiah Nobel Sastra, hal itu pertama,  ada dua periode yang menjadi pertentangan besar kalangan sastrawan  sebut saja Kelompok Manikebu dengan Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat)  yang didalamnya ada Pram, yaitu ketika Lekra memenangkan pertaruangan  politik dengan ujung dilarangnya kelompok Manikebu oleh Soekarno karena  menghalangi cita-cita Revolusi, satu kemenangan Pram secara nyata dengan  realisme sosialisnya; dan kelompok Manikebu juga kemudian bersitegang  kembali dengan Pram ketika Pram akan dianugerani hadiah Magsaysay Award,  tokoh sastra seperti Muchtar Lubis, H.B. Jassin, Asrul Sani, Rendra,  Taufik Ismail, Ikranagara da 26 pengarang lainnya melakukan protes  terhadap keputusan Yayasan dan mendesaknya membatalkan keputusan  tersebut. Alasan mereka peran terkemuka yang selama bertahun-tahun  dimainkan Pram sebagai pemuka lekra dalam penindasan terhadap seniman  yang tidak sepaham dengan dia, mereka juga berkata “dia memimpin  penindasan kreativitas penulis, dramawan, sineas, pelukis dan musikus  non komunis, melecehkan kebebasan ekpresi, menyambut pelarangan buku dan  piringan hitam dan mengelu-elukan pembakaran buku besar-besaran di  Jakarta dan Surabaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disebut juga sebagai faktor pemberat bahwa  ‘sebegitu jauh Pramoedya tidak pernah menyesalkan peran yang  dilakukannya dahulu, tidak pernah mengakui seluruh sepak-terjangnya  dimasa itu sebagai tindakan pemberangusan kemerdekaan kreatif yang  dilakukan secara sistematik’, saya menyangkan pendapat Rifai dalam hal  ini, dia seolah memberikan simpulan dari kejadian masa lalu yang masih  abu-abu itu. Rifai berkata “Pram tetap keras kepala menolak bertobat dan  meminta maaf atas kelakuannya sebagai pemuka Lekra. Ia tetap penuh  amarah terhadap perlakuan yang ia derita selama 20 tahun lebih.”  Pernyataan ini dapat disimpulkan oleh pembaca bahwa Pram benar melakukan  apa seperti yang dituduhkan kelompok Manikebu yang minus Goenawan  Mohamad, Arif Budiman dan Ajip Rosidi karena mereka justru berada pada  kelompok yang kembali memberikan ruang bagi pencarian jalan tengah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya  tertarik dengan pernyataan Arif Budiman yang bijaksana “kita  menciptakan budaya baru di mana kita saling menghormati martabat orang  lain, meskipun dia berlainan pendapat dengan kita. Saya terntu berharap  bahwa karena sikap saya ini, Pram akan menjadi setuju dengan saya, bahwa  bagi seorang intelektual, kebebasan manusia lebih bernilai  ketimbang  kekuasaan”, bahkan Goenawan Muhamad sendiri mempunyai alasan dan tidak  menandatangani nota protes tersebut yaitu bahwa Pram masih belum bebas,  belum dipulihkan hak-hak sipilnya, masih ada pelarangan terhadap  bukunya, pelarangan bepergian ke luar negeri, dan lain-lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi  simpulan yang masih wilayah kontroversi itu malah akan membuat  kontoversi lain lagi. Kedua, pelakuan penindasan, penyiksaan dan tahanan  tanpa proses pengadilan yang diterima Pram baik pada masa Orde Soekarno  maupun Orde Soeharto oleh Pram tidak dibalas dengan menjelek-jelekan  Indonesia begitu bahasa penulis buku tersebut, dalam karya-karyanya Pram  mengajak seluruh rakyat dan penguasa Indonesia untuk tidak melupakan  para pahlawan yang memberikan sumbangan tenaga, pikiran, harta dan  nyawanya untuk kemerdekaan dan kemajuan bangsa Indonesia. Dengan  Pram-lah nama Indonesia menjadi terkenal di dunia Internasional lewat  buku-buku yang humanisnya serta sarat dengan ajaran-ajaran kemanusiaan,  keadilan dan perjuangan HAM-nya. Pertanyaannya, selain Pram pada kedua  era tersebut siapa lagi Sastrawan yang dapat kita banggakan,  mengharumkan nama bangsanya, kelompok Manikebu yang tetap menghirup  udara bebas pun tak mampu melakukannya!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu fakta sejarah yang  harus dicatat dengan tinta emas, bahwa bangsa Indonesia bangga pernah  memiliki seorang sastrawan yang mencapai tingkatan paripurna.  Dan bagi  saya, bintang mahaputra itu harus segera disematkan pada dada kirinya  walau beliau kini telah tiada, penghargaan terbaik dari bangsa untuk  sastrawan yang jadi pahlawan. Jadi, gelar pahlawan itu tak hanya kita  berikan pada mereka yang pernah mengangkat senjata bertempur walau jadi  tukang bawa peluru tapi bagi sastrawan yang benar-benar telah berjasa  memberikan pencerahan dan petunjuk jalan, jadi lentera bagi bangsanya,  dalam hal ini saya setuju dengan yang dikemukakan penulis dalam hal  nasionalisme Pram yaitu Pram tidak menyetujui penjajahan karena  penjajahan telah merusak sendi kehidupan masyarakat, berbangsa termasuk  sendi kehidupan keluarga dan menyengsarakan kehidupan manusia, konsepsi  nasionalisme Pram dipengaruhi oleh pemikiran revolusi sosialis atau  nasionalisme kiri, hal tersebut terlihat dari aspek humanisme,  sosialisme, kebencian terhadap barat-asing nasionalisme dari spirit  rakyat yang minoritas dan tertindas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan perkembangan konsepsi  nasionalisme Pram di era Orba bagaimana nasionalisme keindonesiaan  dikontektualkan dengan perlawanan atau penentangan adanya kekuasaan yang  absolut, tiran, korup, formalis, dan administratif, dimana Pram  berkeinginan kekuasaan yang memberikan kebebasan berekspresi dan  berkreasi dan terutama memikirkan kemiskinan warganya; ketiga, berkaitan  dengan pelarangan buku yang pernah diderita Pram selama perode  kepengaranganya, yang dalam hal ini dimulai semenjak penyerbuan rumah  yang sekaligus perpustakaannya pada medio Oktober 1965 dan beberapa buku  yang dilarang pihak Kejaksaan, dalam buku ini masih ditulis adanya  pelarangan buku tetapi semenjak diumumkan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi  Mahfud MD pada 13 Oktober lalu, pelarangan barang cetakan, termasuk  buku, kini hanya dapat dilakukan melalui proses hukum dan diputuskan  oleh pengadilan. Putusan ini merupakan tanggapan Mahkamah Konstitusi  atas permintaan uji materi terhadap UU No 4/PNPS/1963 yang diajukan oleh  sejumlah penulis, penerbit, dan peminat bahan bacaan sejak akhir tahun  lalu sampai awal tahun ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menanggapi hal tersbeut, saya  sependapat dengan Atmakusumah (Kompas, 18 Oktober 2010) bahwa larangan  peredaran buku tidak pernah efektif dalam situasi politik apa pun.  Termasuk pada 30 tahun masa pemerintahan otoriter Orde Baru dan dalam  suasana yang sama selama 10 tahun terakhir masa Orde Lama. Buku-buku  karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer, misalnya, beredar luas di negeri  kita pada masa Orde Baru walaupun dilarang oleh Kejaksaan Agung. Meski  seorang penjual eceran buku Pramoedya di Yogyakarta ditangkap dan  dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan negeri, ada keluarga pembaca  yang memiliki tiga sampai empat eksemplar dari setiap karya Pramoedya.  Ini karena semua anggota keluarga berminat membaca buku—yang terbit  selama masa pelarangan—pada waktu bersamaan tanpa harus bergiliran. Kita  lihat saja faktanya, buku-buku Pramoedya yang dilarang beredar di  Indonesia pada masa Orde Baru menjadi bacaan wajib bagi para mahasiswa  jurusan sastra di Malaysia. Salah satu novelnya, yang diterbitkan di  Malaysia, memasang foto Wakil Presiden Adam Malik di halaman kulit  belakang dan komentarnya yang memuji karya sastra Pramoedya. Jadi  seperti dikatakan Dr. Yudi Latif yang tampil sebagai ahli dalam  persidangan putusan tentang nasib buku, beliau mengatakan “[Hari ini  kita menarik] garis batas antara masa lalu dan masa depan, antara  otoritarianisme dan demokrasi, antara masyarakat beradab dan masyarakat  biadab.” Dan kini saatnya buku-buku Pram menjadi bacaan wajib juga  anak-anak negeri ini, tentunya dengan satu tujuan agar jika kelak jadi  penguasa tak berlaku keliru bahkan salah seperti yang pernah dilakukan  masa Orde Lama maupun Orde Baru dan terakhir Orde Reformasi. ©&lt;/p&gt;&lt;p&gt;*) Rama Prabu, Peneliti di Dewantara Institute, Dewan Pembaca Indonesia Buku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://oase.kompas.com/read/2010/11/04/02533591/Pram..Buku.dan.Sastra.Rasa.Penjara."&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-3294376737521769384?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/3294376737521769384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/pram-buku-dan-sastra-rasa-penjara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3294376737521769384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3294376737521769384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/pram-buku-dan-sastra-rasa-penjara.html' title='Pram, Buku dan Sastra Rasa Penjara'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5xqyX1ZjI/AAAAAAAAAHI/DAygfWf6N4M/s72-c/0252594p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-7114365909067049826</id><published>2011-01-12T19:20:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:35:10.528-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Menghidupkan Budaya Baca</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5wbrKMPOI/AAAAAAAAAHA/ehx6rlm2JiU/s1600/0959443p.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 367px; height: 187px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5wbrKMPOI/AAAAAAAAAHA/ehx6rlm2JiU/s400/0959443p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561506210593389794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul: Bacalah! Menghidupkan Kembali Semangat Membaca Para Mahaguru Peradaban&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Penulis: Suherman, M.Si.&lt;br /&gt;Penerbit: MQS Publishing&lt;br /&gt;Tahun: II, 2010&lt;br /&gt;Tebal: xi + 154 halaman&lt;br /&gt;ISBN: 978-979-3373-35-0&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai  hari ini, minat baca orang Indonesia masih terbilang rendah. Data dari  United Nations Development Programme (UNDP), misalnya, menyebutkan dalam  hal minat baca, Indonesia menempati peringkat 96, sejajar dengan  Bahrain, Malta, dan Suriname. Bahkan untuk kawasan Asia Tenggara, hanya  ada dua negara di bawah peringkat Indonesia, yakni Kamboja dan Laos.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa  sebenarnya penyebab rendahnya minat baca di Indonesia? Suherman melalui  buku ini, secara spesifik, menyebutkan dua faktor. Pertama, faktor  determinisme genetic, yakni warisan orangtua. Seseorang tidak suka  membaca karena memang sejak kecil dibesarkan oleh orangtua yang tidak  pernah mendekatkan dirinya pada bacaan.&lt;br /&gt;Kedua, determinisme  lingkungan. Orang tidak senang membaca karena lingkungan, teman-teman,  rekan kerja, guru, atau dosen tidak senang membaca; di samping itu juga  di rumah, di kantor, di sekolah tidak disediakan perpustakaan; serta  tidak ada peraturan perusahaan/instansi yang mengharuskan seseorang  untuk membaca.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sosialisasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun demikian,  selain dua faktor di atas, Suherman menduga bahwa rendahnya minat baca  di Indonesia juga dipengaruhi oleh keadaan ekonomi masyarakatnya yang  masih lemah, kurangnya perhatian pemerintah, harga buku masih terlampau  mahal, dan minimnya sosialisasi akan pentingnya membaca. Bahwa membaca  adalah pintu gerbang masuknya segala informasi dan ilmu pengetahuan  merupakan hal yang penting untuk diketahui bagi segenap anak bangsa.  Syarat untuk menjadi orang besar atau pahlawan ialah berfikir besar dan  memiliki cita-cita tinggi. Sedangkan syarat fundamental untuk  menggapainya adalah mengumpulkan ilmu sebanyak-banyaknya, yang  instrument utamanya adalah membaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membaca menjadi titik kisar  tumbuh-kembangnya suatu peradaban. Dalam Islam, misalnya, membaca justru  perintah pertama dan utama sebelum diperintahkan yang lainnya. Islam  pernah menjadi sokoguru peradaban dunia yang menguasahi lebih dari  separuh jagat ini. Jika ditelusuri, peletak dasar ilmu-ilmu yang ada  sekarang adalah lahir dari tangan-tangan para ulama yang memiliki  kegilaan dalam membaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam konteks keindonesiaan, tragedi  kemiskinan dan kemelut pendidikan yang sedang terjadi sekarang ini salah  satunya akibat dari tidak adanya kesadaran dan rendahnya minat baca.  Kemajuan suatu bangsa dan peradaban sangat berkelindan dengan kegetolan  masyarakatnya menyelami dunia literasi. Sebab, di negara maju semisal AS  dan Jepang, setiap individu-individu memiliki waktu baca khusus dalam  sehari. Rata-rata kebiasaan di negara maju memiliki waktu baca delapan  jam dalam sehari, sementara di negara berkembang, termasuk Indonesia,  hanya dua jam setiap harinya (hlm 128).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Barangkali mereka sadar  bahwa membaca merupakan aktivitas vital yang harus diselami jika ingin  sukses di dunia ini. Jika pangan, sandang, dan papan adalah kebutuhan  primer manusia secara fisik (badan), maka buku dan bahan bacaan lainya  adalah kebutuhan primer manusia secara non-fisik, rohani (otak).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan  alasan itulah, buku selayaknya kita jadikan sebagai menu harian yang  hampir sebanding dengan pangan, sandang, dan papan. Kita harus sadar  bahwa buku adalah pengusung peradaban. Tanpa buku, sejarah diam, sastra  bungkam, sains lumpuh, dan pemikiran macet. Buku adalah mesin perubahan,  jendela dunia, mercusuar yang dipancangkan di samudera waktu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku  adalah gudang ilmu dan membaca adalah kuncinya. Pendidikan tanpa  membaca bagaikan raga tanpa ruh. Fenomena “pengangguran intelektual”  tidak akan terjadi apabila siswa dan mahasiswa memiliki semangat membaca  yang membara. Tradisi literasi telah menjadi nafas kehidupan para ulama  terdahulu dan bagi mereka yang telah sukses meraih mimpinya. Kita bisa  tengok tokoh-tokoh dunia semisal Karl Marx, Imam Khomeini, Mahatma  Ghandhi, Hasan al-Banna, Mohammad Hatta, Tan Malaka, dan seterusnya.  Mereka adalah tokoh dunia yang sukses lantaran memiliki gegirangan  membaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perubahan Paradigma&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jalan  menuju perubahan budaya baca bisa dilakukan dengan cara merubah  paradigma. Dengan kata lain, membaca selayaknya dijadikan kebutuhan jika  ingin bertahan hidup dalam persaingan global yang semakin kompetitif.  Sebab, menggeliatnya persoalan kebangsaan yang melanda negeri ini, pada  dasarnya tidak lepas dari minimnya pembacaan fenomena yang terjadi pada  realitas sosial. Runtuhnya suatu peradaban juga tidak semata disebabkan  oleh masalah politik dan kekuasaan. Yang paling utama adalah hilangnya  élan vital dalam membaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alex Inkeles, profesor sosiologi  emeritus pada Hoover Institute, Universitas Stanford (hlm 133), pernah  mengatakan bahwa ciri-ciri manusia modern dan maju itu dapat dilihat  dari dua sudut, yakni eksternal dan internal. Sudut eksternal berkaitan  dengan lingkungan, dan mudah dikenali. Seperti urbanisasi, komunikasi  massa, industrialisasi, kehidupan politik dan pendidikan, dan  seterusnya. Sementara sudut internal justru tidak tampak. Seperti pola  pikir, perasaan kita, visi kita, dan seterusnya. Kedua sudut ini pun  harus menjadi setali dua mata uang yang saling berkelindan, berkaitan.&lt;br /&gt;Namun  yang jamak kita saksikan, sekalipun lingkungannya sudah modern, tidak  dengan sendirinya kita menjadi modern. Padahal, kita baru bisa dikatakan  modern kalau dapat merubah perilaku dan pola pikir kita. Ciri-ciri  manusia modern adalah jika ia mau membuka diri terhadap pengalaman baru,  inovasi dan perubahan. Maka, jendela dunia akan terbuka. Itu semua bisa  terjadi pada awalnya lewat bacaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk itu, budaya visual yang  lebih dominant di negeri harus digantikan dengan tradisi literasi.  Budaya baca harus ditumbuhkan. Untuk membangkitkan dan membangun minat  baca tidak hanya harus dilandaskan pada lingkungan atau kondisi, tetapi  juga dapat didasarkan pada pilihan yang sadar. Membaca bukanlah  kewajiban yang datang dari luar dan harus dilakukan dengan terpaksa,  melainkan sebuah kebutuhan yang timbul dari dalam diri dan tentu saja  akan dilakukan dengan senang hati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku besutan alumnus Jurusan  Ilmu Perpustakaan Universitas Padjadjaran sekaligus pendiri dan ketua  Masyarakat Literasi Indonesia ini menarik untuk disimak. Meski hanya 154  halaman, tapi hampir di tiap lembarnya menghadirkan letupan “gizi” bagi  pembaca. Sebagai penutup. Seorang teman pernah berkelakar ketika  selesai membaca buku ini, “Buku ini ibarat oase di padang gersang. Di  tengah-tengah akutnya buta aksara di Indonesia, buku ini layak sekali  untuk dibaca!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;*) Peresensi adalah Pengamat Buku, Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Ciputat&lt;/p&gt;                                                                  &lt;div&gt;                              &lt;div class="left c_abu w125 font11"&gt;                                                &lt;/div&gt;                                             &lt;div class="font12 left w320" align="center"&gt;                               &lt;/div&gt;                                               &lt;div class="right c_abu w125 font11" align="right"&gt;                                                &lt;/div&gt;                                           &lt;/div&gt;Sumber : &lt;a href="http://oase.kompas.com/read/2010/11/12/10003136/Menghidupkan.Budaya.Baca"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-7114365909067049826?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/7114365909067049826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/menghidupkan-budaya-baca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7114365909067049826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7114365909067049826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/menghidupkan-budaya-baca.html' title='Menghidupkan Budaya Baca'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5wbrKMPOI/AAAAAAAAAHA/ehx6rlm2JiU/s72-c/0959443p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-9158396834349168849</id><published>2011-01-12T19:19:00.001-08:00</published><updated>2011-01-12T21:36:04.175-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Jalan Baru Pembelajaran Siswa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5vY8NusQI/AAAAAAAAAG4/-YJoE9KN7iY/s1600/0113187p.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 400px; height: 205px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5vY8NusQI/AAAAAAAAAG4/-YJoE9KN7iY/s400/0113187p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561505064120398082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul Buku: Media Pembelajaran Aktif&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Penulis: Utomo Dananjaya&lt;br /&gt;Penerbit: Nuansa Cendekia Bandung&lt;br /&gt;Tahun terbit: November 2010.&lt;br /&gt;Tebal: 342.hlm/Harga Rp 72.000&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gagasan  reformasi pendidikan dimulai dengan evaluasi kurikulum 1994 oleh  Litbang Departemen pendidikan yang menghasilkan buku potret kurikulum.   Salahsatu kesimpulannya menyebutkan kurikulum 1994 itu lebih  mengutamakan materi yang dianggap tidak cocok lagi dengan tuntutan  reformasi. Hal inilah yang mendorong pengubahan paradigma pendidikan ke  arah kompetensi. Ikhtiar ini bukan saja untuk memperbaiki atau  menyempurnakan, tetapi secara mendasar bermaksud mengubah paradigma  pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Berpijak pada arah gerak reformasi ini, Utomo  Dananjaya melihat secara jeli apa yang harus diubah, ke arah mana  perubahan tersebut harus berjalan, dan lebih penting dari itu ialah  bagaimana cara mengubahnya. Pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti ini  mudah diutarakan, melainkan sulit untuk dijawab dalam bentuk karya  ilmiah. Berbagai buku materi pendidikan sudah banyak yang beredar pada  12 tahun terakhir ini. Tetapi sebagian pada materi-materi pembelajaran  tersebut sebagian besar muatan lokalnya sangat kurang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku ini  adalah hasil perkawinan antara progresivitas pendidikan modern yang  menyandarkan pada kearifan lokal. Dengan kata lain Utomo tidak sekedar  mengadopsi sistem baru dari Barat melainkan secara kritis menyerap hal  yang baik dari luar dan menggali potensi-potensi positif dari kearifan  lokal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Paradigma pembelajaran sesungguhnya tidak lepas dari  ideologi. Banyak analisa terhadap masalah pendidikan, termasuk metode  pembelajaran yang lupa bagaimana ideologi bermain di belakangnya.  Sebagai pemikiran kritis yang memahami hubungan produksi ekonomi,  politik dan kebudayaan Utomo mampu melihat “apa sesungguhnya  pendidikan”, “apa sesungguhnya sekolah,” dan “bagaimana sekolah yang  tepat dan baik” itu harus dilakukan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berpijak dari sisi makro  tersebut Pak Tom melangkah dengan melakukan terobosan untuk menemukan  formulasi materi pembelajaran. Karena guru dalam dunia sekolah kita  masih sangat berperan kuat, maka menjadi sebuah kebutuhan lahirnya  sebuah pencerahan bagi para guru. Itulah mengapa buku ini memiliki  slogan “BUKUNYA PARA GURU”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Logika simplenya, kalau kita berharap  murid menjadi cerdas, kreatif, lebih baik, maka guru itu sendiri harus  memiliki pedoman yang kuat. Kenya taan ini sangat realistis dengan apa  yang dihadapi dunia pendidikan kita di mana kita sering menemukan guru  kurang menguasai materi saat mengajar dengan buku ajar yang baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku  ini menjadi penting untuk penguasaan skill para guru untuk selalu siap  menghadapi beragam jenis materi. Kita bisa membuktikan pada buku ini  dengan menikmati hubungan antara visi besar (idealisme) dengan kiat  praktis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada bagian pertama memuat beberapa hal. Topik Fondasi  pendidikan sangat penting disimak secara seksama karena di sana ad  aide-ide besar dari ragam ideology yang sangat mempengaruhi bidang  pendidikan di era globalisasi ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berlanjut pada Bab II kita akan  diajak memahami Fondasi Pendidikan secara lebih detail. Pada bagian ini  benar-benar diserap karena akan mengantarkan kita memahami apa yang  tidak bermakna dan apa yang bermakna sehingga kita bisa kritis untuk  memilih apa yang harus diterapkan dan apa yang harus ditinggalkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berlanjut  pada Bab III, kita akan mendapatkan konsep Pembelajaran Berpusat Pada  Siswa. Dari sinilah pembongkaran paradigma perilaku guru harus berubah  kea rah yang lebih humanis dan berdiri setara dengan siswa. Rumus-rumus  ini akan mengajak kita merenungkan kembali apa hakekat pendidikan itu  buat kita, juga buat anak-anak didik kita. Dan lebih penting dari kita  “bagaimana kita seharusnya melangkah”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berlanjut pada Bagian III  buku ini bicara pada wilayah praktis pembelajaran dengan konsep-konsep  model diskusi, model proyek, model permainan (games), Ice Breaker  (aktivitas-aktivitas pemanasan). Banyak hal baru yang secara praktis  bisa kita terapkan sebagai cara pembelajaran yang tepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain  rumusan praktis itu, buku ini juga menjelaskan kelengkapan untuk  memenuhi terselenggaranya pembelajaran aktif. Pada bagian ini kita akan  diperkenalkan pentingnya apresiasi pembelajaran sebagai memovitasi siswa  untuk bangkit, kreatif dan memiliki mental menjadi pemberani, mandiri  dan bertanggungjawab. Selamat membaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Makmun Yusuf. Pecinta Buku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://oase.kompas.com/read/2010/11/25/01133376/Jalan.Baru.Pembelajaran.Siswa"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-9158396834349168849?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/9158396834349168849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/jalan-baru-pembelajaran-siswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/9158396834349168849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/9158396834349168849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/jalan-baru-pembelajaran-siswa.html' title='Jalan Baru Pembelajaran Siswa'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5vY8NusQI/AAAAAAAAAG4/-YJoE9KN7iY/s72-c/0113187p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-131684132528907555</id><published>2011-01-12T19:06:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:36:37.216-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Mengasah Ketajaman Konsentrasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5ufujG4eI/AAAAAAAAAGw/iYrQVEW4Y-4/s1600/0434509p.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 400px; height: 204px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5ufujG4eI/AAAAAAAAAGw/iYrQVEW4Y-4/s400/0434509p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561504081199423970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul Buku : Tips Asah Ketajaman  Konsentrasi Belajar Anak Setajam Silet&lt;br /&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;p&gt;Penulis       : Miftahul A’la&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penerbit      : Flashbook&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terbit          : Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tebal            : 121 halaman&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peresensi      : &lt;strong&gt;Taufik Hidayat&lt;/strong&gt;*&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai  detik ini, masalah konsentrasi merupakan salah satu factor utama  sekalgis penunjang yang akan menentukan masa depan seseorang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hampir  semua orang menyaki akan kenyataan semacam ini. Namun sayang dalam  kenyataanya mash banyak sekali anak bahkan orang dewasa yang sulit untuk  memiki daya konsentrasi yang kuat. Ini tentunya menjadi persoalan besar  yang harus segera diselesaikan.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Memang secara pastinya penyebab  kesulitan konsentrasi masih belum teruangkap secara jelas. Bisa  dikatakan banyak sekali penyebab yang mengakibatkan melemahnya  konsentrasi seseorang. Karena dalam kenyataanya masih banyak sekali  berbaga faktor yang mungkin dapat mempengaruhi munculnya gangguan  konsentrasi semacam ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sehingga sangat sulit bagi kita untuk  langsung mengatakan penyebab lemahnya daya konsentrasi. Gangguan  neurologi atau Malfungsi organik otak juga berperanan sebagai salah satu  penyebab munculnya gangguan konsentrasi ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku “Tips Asah  Ketajaman Konsentrasi Belajar Anak Setajam Silet” ini berusaha untuk  mengungkap sekaligus menjawab tentang berbagai pertanyaan tentang  masalah konsentrasi. Mulai dari penyebab melemahnya konsentrasi  seseorang sampai bagaimana cara yang efektif untuk mengatasi agar mampu  mempertajam daya konsentrasi belajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara umum tidak semua  orang memang memiliki konsentrasi yang penuh dalam belajar. Banyak juga  anak-anak yang mengalami kesulitan konsentrasi dalam belajar. Kejadian  semacam ini sudah merupakana sebuah fenomena umum yang hingga sekarang  menjadi persoalan krusial untuk diselesaikan. Tidak mengherankan jika  kemudian banyak sekali anak-anak yang meskipun sudah belajar selama  berjam-jam namun belum bisa memahami secara fokus dengan apa yang  dipelajrinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kejadian semacam ini tentunya tidak bisa dianggap  sebagai suatu persoalan kecil, meskipun juga tidak lantas dianggap  sebagai masalah yang terlalu besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika anak anda memiliki daya  yang konsentrasi yang lemah untuk bisa memuusatkan dan memfokuskan pada  satu hal misalnya dalam urusan belajar, maka janganlah kemudian anda  bersedih hati secara berlebihan dan kemudian berputus ada. Banyak sekali  kemudian orang yang berputus asa dan sudah tidak semangat lagi jika  memiliki kekurangan dalam dirinya. Padahal semua itu bisa untuk dilatih  agar bisa memiliki daya konsentrasi yang bagus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang namnya hidup  memang selalu dekat dengan tantangan, semakin dewasa usia seseorang maka  tangantangn ayang akan dihadapiya semakin besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu juga  semakin maju duni ini maka tantangan yang dihadapi akan semakin kompleks  juga. Oleh karena itu teruslah berusaha untuk selalu mencoba  memperbaiki kualitas konsentrasi yang anda miliki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena  konsentrasi merupakan salah satu kunci utama bagi seseorang unruk mampu  bisa menghadapi berbagai tantangan yang datang dalkam hidup ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab  menurut Thomas Alva Edison, peranan IQ seseorang itu hanya 1% saja  menunjang keberhasilan seseorang untuk mendapatkan prestasi dan  memperbaiki masa depan, sedangkan yang 99% adalah kemauan dan kerja  keras yang dimiliki oleh masing-masing individu itu sendiri. Kenyataan  semacam ini tentunya merupakan salah satu fakta bahwa sesungguhnya  siapapun bisa untuk mendapatkan prestasi tidak haris memiliki IQ yang  tinggi. Jika harapan tersebut dapat diwujudkan, tentu akan membuat hati  merasa senang sekali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semakin anda memiliki keinginan memperbaiki  kualitas konsentrasi yang anda inginkan, maka secara bertahap maka apa  yang anda harapkan akan bisa terwujud. Namun demikikian yang perlu untuk  anda ingat bahwa semua itu membutuhkan waktu yang lama dan tidak bisa  dilakukan dengan cara yang instan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam konsentrasi, maka secara  langusng kita akan mengumpulkan semua energi yang terpencar untuk fokus  hanya kepada satu hal. Ini memang bukan merupakan pekerjaan mudah  seperti membalikan talapak tangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membutuhkan tenaga yang ekkstra  untuk bisa mendapatkan semau itu. Oleh karena itu konsentrasi tidak  didapat dengan begitu saja, membutuhkan latihan yang terus menerus dan  tidak kenal lelah untuk mendapatkannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebenarnya untuk kunci  untuk meningkatkan konsentrasi adalah sikap relaksasi, yang membuka  pusat persepsi yang lebih tinggi dari otak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan, ada bukti dari  kerja biofeedback gelombang otak dilakukan oleh Barry Sterman, Ph.D.,  yang meningkatkan produktivitas sebenarnya fungsi dari otak bergerak  antara gelombang otak beta terkait dengan kesadaran eksternal fokus dan  bersepeda di 15 - 42 siklus per detik dan gelombang otak alfa yang  terkait dengan bersepeda santai fokus eksternal pada 8-15 siklus per  detik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya, bahwa otak yang tahu bagaimana cara untuk beralih  antara bekerja dan gaya sisa perhatian cepat mampu untuk menangani  berbagai masalah dan situasi yang sangat menegangkan, seperti pelatihan  pilot tempur simulasi, lebih efektif dari otak yang tetap terjebak dalam  keadaan beta attentional. Jadi, masa istirahat yang dibutuhkan untuk  meningkatkan konsentrasi bisa sangat singkat, tetapi harus terjadi dan  harus untuk dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apabila kita benar-benar mampu untuk  menguasainya dan memiliki konsentrasi secara optimal, maka secara  otomatis tanpa disadari konsentrasi memiliki manfaat yang luar biasa  terhadap hidup kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan hanya konsentrasi dapat meningkatkan  produktivitas dan memberikan ketenangan pikiran. Akan tetapi lebih dari  itu, dengan memiliki konsentrasi maka ketika sedang belajar, maka denga  mudah akan mampu menyerap berbagai pelajaran yang diberikan kepadanya.  Selain tentunya masih banyak lagi berbagai manfaat yang akan didapatkan  dengan meiliki konsentrasi yang bagus dalam dirinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penulis adalah Pustakawan KUTUB Yogyakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://oase.kompas.com/read/2011/01/12/04350698/Mengasah.Ketajaman.Konsentrasi"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-131684132528907555?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/131684132528907555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/mengasah-ketajaman-konsentrasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/131684132528907555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/131684132528907555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/mengasah-ketajaman-konsentrasi.html' title='Mengasah Ketajaman Konsentrasi'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TS5ufujG4eI/AAAAAAAAAGw/iYrQVEW4Y-4/s72-c/0434509p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-6667010024247268796</id><published>2011-01-06T19:02:00.000-08:00</published><updated>2011-01-06T19:04:10.141-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertanian'/><title type='text'>Pasar Hewan Jonggol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TSaCoj7B8iI/AAAAAAAAAGo/lIc5FGFUANA/s1600/sapi1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TSaCoj7B8iI/AAAAAAAAAGo/lIc5FGFUANA/s400/sapi1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559274423384666658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pasar Hewan Jonggol &lt;span&gt;berlokasi di Kampung Pojok Salak Desa Jonggol Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor.&lt;/span&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; Pasar ini merupakan &lt;/span&gt;sentra pasar hewan di wilayah Jonggol, Sukamakmur, Cariu dan Tanjungsari, yang &lt;span&gt;berada di tanah pribadi dan dikelola oleh perorangan, bukan oleh pemerintah daerah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Pasar ini beroperasi &lt;/span&gt;&lt;span&gt;setiap  hari Senin dan Kamis. Untuk hari Senin dipergunakan oleh para pedagang  dengan menjual kambing dan ayam. Dan hari Kamis dipergunakan untuk  menjual sapi dan kerbau. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Para pedagang dan pembeli yang  melakukan transaksi di pasar hewan ini kebanyakan dari luar Jonggol,  antara lain dari Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Lampung dan dari Jawa  Tengah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Jenis sapi yang dijual adalah sapi siap potong dan bakalan aneka jenis seperti &lt;/span&gt;: Simmental, Limousine, PO dan sapi lokal jonggol. Umumnya bakalan impor didatangkan dari Jawa tengah/timur.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://duniasapi.com/market/1068-pasar-hewan-jonggol.html"&gt;Sumber &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-6667010024247268796?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/6667010024247268796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/pasar-hewan-jonggol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6667010024247268796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6667010024247268796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/pasar-hewan-jonggol.html' title='Pasar Hewan Jonggol'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TSaCoj7B8iI/AAAAAAAAAGo/lIc5FGFUANA/s72-c/sapi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-4526025640893982776</id><published>2011-01-06T18:56:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:39:26.499-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Jalan Sukamakmur Jonggol Mulai Dibeton</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sukamakmur &lt;/strong&gt;- Rusaknya kondisi jalan Raya Sukamakmur  yang menghubungkan antara Kecamatan Sukamakmur dengan Kecamatan Jonggol,  akibat banyaknya truk bermuatan batu yang melebihi tonase, saat ini  sudah mulai diperbaiki.&lt;br /&gt;Perbaikan jalan ini dilakukan oleh Dinas Bina Marga Kabupaten Bogor  dengan cara betonisasi, yang dimulai dari Desa Sukajaya Kecamatan  Jonggol hingga Desa Sukamakmur Kecamatan Sukamakmur, dengan panjang  mencapai 3 km.&lt;br /&gt;“Untuk pembetonan sendiri, baru dilakukan sepanjang 1 km, yang dimulai  dari arah Kecamatan Jonggol menuju Kecamatan Sukamakmur,” ujar Camat  Sukamakmur Zaenal Ashari kepada Jurnal Bogor.&lt;span id="more-138008"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Zaenal Ashari mengatakan, rusaknya jalan Raya Sukamakmur  disebabkan banyaknya truk bermuatan batu yang melintas dengan beban  melebihi tonase dari kawasan Gunung Hanjawong Kampung Cikeruh Desa  Sukamulya Kecamatan Sukamakmur. Untuk mengantisipasi rusaknya jalan Raya  Sukamakmur pasca dilakukan perbaikan, pihak kecamatan sendiri berencana  untuk tidak memperpanjang izin galian C di Desa tersebut.&lt;br /&gt;“Izin galian C di Desa Sukamulya ini akan habis pada tanggal 28 November  tahun ini, dan kami berencana tidak akan memperpanjang izin tersebut  agar kedepannya fasilitas jalan di Kecamatan Sukamakmur ini tidak rusak  lagi akibat truk bermuatan melebihi tonase,” jelasnya.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Zaenal menambahkan, dengan mulusnya kondisi jalan di  Kecamatan Sukamakmur dapat mendongkrak perekonomian dan aktifitas warga  setempat menjadi tidak terganggu lagi akibat rusaknya badan jalan.&lt;br /&gt;Sementara itu, sekedar mengingatkan pembaca bahwa sebelumnya para  anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Komisi A telah melakukan sidak ke  lokasi tersebut, untuk melihat langsung kondisi jalan yang rusak serta  meninjau langsung tempat galian C yang berada di kawasan Gunung  Hanjawong Kampung Cikeruh Desa Sukamulya Kecamatan Sukamakmur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;= Niko Zulfikar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=138008"&gt;Jurnal Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-4526025640893982776?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/4526025640893982776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/jalan-sukamakmur-jonggol-mulai-dibeton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4526025640893982776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4526025640893982776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/jalan-sukamakmur-jonggol-mulai-dibeton.html' title='Jalan Sukamakmur Jonggol Mulai Dibeton'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-5696241451023621553</id><published>2011-01-06T18:55:00.001-08:00</published><updated>2011-01-12T21:43:32.225-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Ratusan Pemuda Belajar Argribisnis</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jonggol &lt;/strong&gt;- Sebanyak 200 pemuda dari kota dan kabupaten  se-Provinsi Jawa Barat mengikuti pelatihan kewirausahaan di Unit  Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol (UP3J) Desa Singasari  Kecamatan Jonggol, kemarin. Ratusan pemuda itu secara intensif belajar  agribisnis peternakan dan perikanan.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pelatihan yang diselenggarakan Pemeritah Provinsi Jawa Barat dan  Institut Pertanian Bogor (IPB) berlangsung sejak 31 Oktober hingga 20  Desember 2010 mendatang. Peserta pelatihan ini sebelumnya telah  mengikuti seleksi. Sekitar 13 orang dintaranya berasal dari Kabupaten  Bogor dan 3 orang berasal dari Kota Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk  menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi para pemuda yang berada di Provinsi  Jawa Barat.&lt;span id="more-139962"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof In Feed Science and Technology IPB Prof. Dr. Ir Nahrowi MSc  mengatakan pelatihan ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan,  kemampuan dan keterampilan di bidang agribisnis air tawar dan agribisnis  peternakan. Sebab, provinsi yang dipimpin Gubernur Ahmad Heryawan ini  memiliki potensi agribisnis yang sangat besar.&lt;br /&gt;“Dengan mengikutinya pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu  menerapkan ilmu yang didapatnya dan kemudian digunakan di dalam  masyarakat. Selain itu kami juga berharap mereka menciptakan peluang  bisnis baru untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar,” kata  Nahrowi, kemarin.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan nantinya pelatihan perternakan akan dikonsentrasikan di   Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan yang berlokasi di Desa  Singasari Kecamatan Jonggol. Sedangkan perikanan ala dikonsentrasikan di  Yayasan Pengembangan Insan Pertanian Indonesia berlokasi di Desa Ciapus  Kecamatan Ciomas.&lt;br /&gt;Sementara itu, salah satu peserta pelatihan Agus Setiana menuturkan  dengan adanya pelatihan ini banyak sekali ilmu dan pengalaman yang  didapat. “Karena pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teorinya saja,  melainkan prakteknya pun juga sehingga para peserta dengan cepat dapat  memahaminya,” pungkas warga Kampung Anyar Desa Pagelaran Kecamatan  Ciomas. &lt;p&gt;&lt;strong&gt;= Niko Zulfikar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=139962"&gt;Jurnal Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-5696241451023621553?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/5696241451023621553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/ratusan-pemuda-belajar-argribisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5696241451023621553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5696241451023621553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/ratusan-pemuda-belajar-argribisnis.html' title='Ratusan Pemuda Belajar Argribisnis'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-4673450605045878118</id><published>2011-01-06T18:52:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:46:35.475-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Ian Rush Injak Bogor Timur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TSaAPWppVfI/AAAAAAAAAGg/hOnzEDDqvFE/s1600/2114.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 230px; height: 153px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TSaAPWppVfI/AAAAAAAAAGg/hOnzEDDqvFE/s400/2114.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559271791302104562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Jonggol &lt;/strong&gt;- Anak-anak usia sekolah dasar di wilayah Bogor  Timur seperti dari Klapanunggal dan Jonggol mendapat pelatihan singkat  teknik sepakbola dari Ian Rush, pemain legendaris klub Inggris,  Liverpool di Lapangan Perumahan Citra Indah, Jonggol, Jumat (10/12).  Hadirnya mantan penyerang “The Reds” itu atas undangan Britcham (British  Chamber of Commerce) sebagai wujud eksistensi sepak bola Britcham/Liga  Sepakbola Mama Sayang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ian Rush sendiri setelah melakukan coaching clinic itu, tak banyak  berkomentar. Termasuk saat ditanya apakah ada rencana pembuatan Akademi  Liverpool di Jonggol, selain yang sudah ditetapkan di Jakarta. Namun  Mr.Chris Wren dari Britcham menjelaskan, kedatangan Ian Rush sebagai  penjajakan melihat potensi calon pemain dari Bogor Timur.&lt;br /&gt;“Ini pilot project yang sedang dijajaki di Jonggol. Bisa saja disini dibuat, tapi masih melihat-lihat,” ujar Chris.&lt;br /&gt;Ian Rush bersama Britcham dan Yayasan Mama Sayang, sudah tak asing lagi.  Meski untuk pelatihan singkat di Jonggol pertamakali, namun Ian pernah  melakukan hal serupa kepada ratusan anak Indonesia di Stadion Soemantri  Brojonegoro, Jakarta Selatan,16 Mei 2010 lalu. “Melihat luas wilayah  Indonesia sangat memungkinkan potensinya, termasuk disini,” ungkap  Chris.&lt;br /&gt;Sementara pembina Mama Sayang, Mike Hilliard menyambut baik kedatangan  Ian Rush. Mama Sayang yang cukup peduli memberikan kegiatan seperti  sepakbola kepada anak-anak usia dini itu dinilai sebagai bentuk  kepedulian. Seperti pernah disebutkan sebelumnya, Britcham League 2010  yang digelar Februari lalu telah mempertandingkan 112 tim sepakbola  tingkat sekolah dasar (SD) yang berlaga di Lapangan Perumahan Citra  Indah, Jonggol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=142777"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jurnal Bogor&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-4673450605045878118?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/4673450605045878118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/ian-rush-injak-bogor-timur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4673450605045878118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4673450605045878118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/ian-rush-injak-bogor-timur.html' title='Ian Rush Injak Bogor Timur'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TSaAPWppVfI/AAAAAAAAAGg/hOnzEDDqvFE/s72-c/2114.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-4103862585594346101</id><published>2011-01-06T18:47:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:45:32.401-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Bunga Bangkai Gegerkan Cariu</title><content type='html'>Cariu - Munculnya bunga Bangkai di Kampung Sawo RT 12 RW 04 Desa Cariu sempat menggegerkan warga sekitar. Pasalnya, ini baru pertama kalinya ada bunga Bangkai di Kecamatan Cariu.&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi yang diperoleh Jurnal Bogor, bunga Bangkai ini pertama kali ditemukan oleh Maijah (55) pada Jum’at pagi, ketika dia ingin membersihkan halaman rumahnya. Ketika keluar dari rumah, Maijah melihat bunga aneh yang tumbuh di kebun samping rumahnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Maijah melaporkan temuannya ini kepada tetangganya dan Ketua RT setempat. Spontan, selang beberapa menit kemudian banyak warga sekitar yang berdatangan untuk menyaksikan secara langsung bunga tersebut.&lt;br /&gt;“Saat ini kondisi bunga tersebut sudah mulai melayu. Bunga Bangkai yang tumbuh di kebun Maijah ini memiliki tanda seperti bola mata,” kata Sekcam Cariu Hambali kepada Jurnal Bogor.&lt;br /&gt;Lebih lanjut dia menambahkan, warga sekitar banyak yang mengambil tetesan air dari bunga Bangkai yang dipercaya bersumber dari bola mata bunga dan berkhasit dapat menyembuhkan segala jenis macam penyakit. “Sejumlah warga mengambil tetesan air bunga Bangkai, karena mereka percaya air tersebut dapat menyembuhkan sejumlah penyakit. Namun untuk buktinya, kita belum tahu,” katanya.&lt;br /&gt;Selain itu, warga juga meyakini bahwa bunga Bangkai ini memiliki lapaz Allah. “Setelah saya cek, tidak ada kerutan pada bunga Bangkai yang menuliskan lapaz Allah. Hal ini hanya sensasi saja, biar bunga Bangkai ini banyak dikunjungi orang,” jelas Sekcam.&lt;br /&gt;Sementara itu, pengunjung yang menyaksikan langsung bunga Bangkai ini tidak hanya berasal dari Kecamatan Cariu saja. “Ada pula pengunjung yang berasal dari dari Jonggol, Tanjungsari serta Bekasi,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= Niko Zulfikar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Jurnal Bogor &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-4103862585594346101?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/4103862585594346101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/bunga-bangkai-gegerkan-cariu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4103862585594346101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4103862585594346101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/bunga-bangkai-gegerkan-cariu.html' title='Bunga Bangkai Gegerkan Cariu'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-7968059385190605</id><published>2011-01-06T18:35:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:47:19.583-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Infrastruktur Rusak Berat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TSZ8RxUIO0I/AAAAAAAAAGY/vX0tTQPVaJs/s1600/28.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 299px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TSZ8RxUIO0I/AAAAAAAAAGY/vX0tTQPVaJs/s400/28.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559267434772839234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Gunung Putri&lt;/strong&gt; – Perbaikan infrastruktur di wilayah  Bogor Timur harus segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Bogor. Selain sering dilintasi truk bertonase besar, sejumlah  perusahaan besar yang berdiri di wilayah itu juga sepatutnya memberikan  kontribusi perbaikan infrastruktur di sekitarnya.&lt;br /&gt;Hal itu diketahui setelah Jurnal Bogor menyusuri ruas jalan di wilayah  Bogor Timur hingga memasuki wilayah Kecamatan Jonggol, Senin (3/1).&lt;span class="fullpost"&gt;  Setidaknya terdapat 329 titik lubang dengan kerusakan beragam di wilayah  ini. Bahkan beberapa di antaranya memiliki lubang dengan lebar diameter  lebih dari satu meter. Sedangkan kerusakan jalan lainnya memanjang  hingga seratus meter.&lt;span id="more-146833"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan infrastruktur itu jelas terlihat di beberapa titik di Jalan  Raya Gunung Putri, Wanaherang, Cileungsi, dan Jonggol. Di sepanjang  Jalan Raya Gunung Putri yang sering dilintasi truk bertonase besar,  terdapat satu titik jalan yang membuat arus lalu lintas di wilayah itu  sering dilanda kemacetan parah.&lt;br /&gt;Truk-truk bertonase besar harus beradu cepat dengan angkot dan kendaraan  pribadi yang ukurannya lebih kecil untuk melintas jalan yang rusak.  Belum lagi sepeda motor yang harus bergerak di antara truk berukuran  besar.&lt;br /&gt;Setiba di wilayah Wanaherang, jalan berbatu dan berlubang mudah sekali  ditemui. Terutama di jalan setelah jembatan Wanaherang menuju Cileungsi  yang memiliki kerusakan jalan sepanjang 5 meter dengan kondisi sangat  parah. Pada titik jalan itu terdapat beberapa lubang yang memiliki  kedalaman sekitar 5 sentimeter. Hal itu membuat para pengguna jalan  harus mengurangi laju kendaraannya.&lt;br /&gt;Belum lagi kondisi ruas Jalan Raya Cileungsi yang memiliki beberapa  lubang besar dan dalam dengan ukuran diameter mencapai satu meter.  Minimnya penerangan jalan umum di ruas jalan itu membuat pengendara  harus ekstra hati-hati agar tidak terjerembab ke dalam lubang.&lt;br /&gt;Tingginya arus lalu lintas barang melalui truk bertonase besar di  beberapa ruas jalan ini, harus segera memberikan kontribusinya terhadap  pemeliharaan jalan di wilayah itu. Pemkab Bogor yang telah mendapatkan  dana kompensasi pemeliharaan infrastruktur, juga harus mengucurkan  dananya memperbaiki jalan itu. Sehingga masyarakat dan pengguna jalan  lainnya dapat merasakan langsung dampak keberadaan perusahaan besar di  wilayah Bogor Timur. &lt;p&gt;&lt;strong&gt;=Herry Setiawan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=146833"&gt;Jurnal Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-7968059385190605?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/7968059385190605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/infrastruktur-rusak-berat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7968059385190605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7968059385190605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/infrastruktur-rusak-berat.html' title='Infrastruktur Rusak Berat'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/TSZ8RxUIO0I/AAAAAAAAAGY/vX0tTQPVaJs/s72-c/28.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-739780948338608947</id><published>2011-01-06T18:34:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:47:57.030-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Galian C Sukamakmur Ditutup</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sukamakmur &lt;/strong&gt;- Galian C milik Parlindungan Purba di  kawasan Gunung Hanjawong Kampung Cikeruh Desa Sukamulya di tutup paksa  Pol PP Kecamatan Sukamakmur karena perizinannya sudah habis per tanggal  28 November 2010, kemarin.&lt;br /&gt;Sebelumnya sudah dilayangkan surat peringatan untuk tidak ada aktifitas  penambangan di daerah tersebut kepada kepemilik, namun tidak diindahkan  oleh pemilik penambangan betu tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Untuk itu kami mengambil langkah penutupan areal tambang ini,” kata Camat Sukamakmur Zaenal Ashari.&lt;span id="more-146018"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zaenal, akibat aktifitas penambangan ini sejumlah jalan yang  dilintasi truk mengalami rusak parah, mulai dari Kecamatan Sukamakmur  hingga Kecamatan Jonggol.&lt;br /&gt;“Karena keberadaan tempat penambangan ini lebih banyak kerugiannya dari  pada keuntungannya bagi warga sekitar,” ungkap Camat Zaenal, seraya  berjanji, pihaknya tidak akan memberikan perpanjangan izin tersebut.&lt;br /&gt;Menanggapi pernyataan tersebut, Seketaris Komisi A Toto Supriyanto  merespon baik kebijakan yang dikeluarkan pihak kecamatan. ” Pasalnya,  apabila kegiatan ini terus berlangsung kemungkinan besar beberapa  jembatan yang di daerah tersebut bisa ambrol, karena kelebihan muatan,”  tuturnya kepada Jurnal Bogor.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Toto menambahkan kalau perizinan ini diperpanjang  pemerintah harus meninjau ulang lokasi penambangan tersebut. “Kalo  perizinan ini diperpanjang apa dasarnya, karena keberadaan tempat  penambangan ini sangat merugikan masyarakat sekitar,” imbuhnya.&lt;br /&gt;Sekedar mengingatkan pembaca, sebelum dilakukan penutupan di tempat  penambangan ini. Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Komisi A  sudah melakukan sidak untuk mengecek masalah perizinannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;= Niko Zulfikar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=146018"&gt;Jurnal Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-739780948338608947?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/739780948338608947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/galian-c-sukamakmur-ditutup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/739780948338608947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/739780948338608947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/galian-c-sukamakmur-ditutup.html' title='Galian C Sukamakmur Ditutup'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-8339567242863080613</id><published>2011-01-06T18:32:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:48:46.723-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Ratusan Warga Berobat Gratis</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sukamakmur &lt;/strong&gt;- Sedikitnya 500 warga Desa Sukamulya  Kecamatan Sukamakur mendapatkan pengobatan gratis, kemarin. Kegiatan ini  diadakan dalam rangka memperingati Hari Ibu yang diselenggarakan oleh  Depertemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DPP  Partai Demokrat.&lt;br /&gt;Pengobatan gratis yang dimulai dari pukul 10:00 WIB hingga pukul 14:00  WIB mendapatkan antusias yang tinggi dari masyarakat. Sasarannya,  ibu-ibu hamil, anak-anak dan lansia. Selain pengobatan, PPPA juga  menyelenggarakan penyuluhan kesehatan memutar film mengenai Kekerasan  Dalam Rumah Tangga (KDRT).&lt;span id="more-145137"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membantu program pemerintah  terkait masalah kesehatan terutama bagi anak-anak, ibu hamil dan lansia  berupa pengobatan gratis dan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat serta  pemutaran film agar di dalam keluarga kedepannya tidak ada lagi KDRT,”  ungkap Ketua Departemen PPPA DPP Partai Demokrat Andi Timo Pangeran yang  anggota DPR RI Komisi 11 Bidang Keuangan.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Andi menuturkan berdasarkan keterangan dari Polsek Jonggol,  di Desa Sukamulya kasus KDRT cukup meningkat. Sedangkan pelaku KDRT  kebanyakan dikenakan pasal penganiayaan bukan pasal KDRT karena  kebanyakan pasangan disini menikah siri. “Setelah kegiatan ini  kedepannya, kami akan menggelar pernikahan massal,” ujarnya kepada  Jurnal Bogor.&lt;br /&gt;Sementara itu, alasan dipilihnya Desa Sukamulya dipilih sebagai tempat  pegobatan gratis lantaran minimnya kesadaran masyarakatnya akan  kesehatan. Selain itu, di desa ini belum ada Puskesmas. “Rencananya kami  juga mengajukan usulan kepada perwakilan dari Partai Demokrat di  wilayah ini untuk penambahan Puskesmas baru,” pungkasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;= Niko Zulfikar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=145137"&gt;Jurnal Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-8339567242863080613?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/8339567242863080613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/ratusan-warga-berobat-gratis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8339567242863080613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8339567242863080613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/ratusan-warga-berobat-gratis.html' title='Ratusan Warga Berobat Gratis'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-7762573136794958213</id><published>2011-01-05T21:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:49:37.478-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Polsek Jonggol Sita 50 Knalpot Racing</title><content type='html'>&lt;b&gt;BOGOR--MICOM:&lt;/b&gt; Dalam rangka menciptakan ketertiban umum dan kenyamanan di&lt;br /&gt;wilayah Kabupaten Bogor bagian timur dan tertib berlalu lintas,  jajaran Polsek Jonggol menggelar razia knalpot dan lampu rem yang tidak  sesuai aturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 50 knalpot racing dan sedikitnya 10 lampu rem berwarna  putih menyilaukan disita petugas Polsek Jonggol, Rabu (5/1).  Barang-barang tersebut merupakan hasil razia yang digelar selama dua  hari berturut-turut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wakapolsek Jonggol Ajun Komisaris Gayo, razia yang dilakukan  di depan Polsek Jonggol, karena banyaknya keluhan masyarakat terhadap  knalpot yang berisik. "Ini demi ketertiban umum dan menciptakan  kenyamanan. Selain knalpot bising dan lampu silau, kami juga memeriksa  kelengkapan motor dan pengemudi seperti helm, surat-surat, dan pelat  nomor," jelas Gayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, dalam razia tersebut tidak dilakukan penindakan  alias tilang dulu selama dua minggu. "Nanti kalau sudah dua minggu lewat  masih ada yang melanggar baru akan kami tilang. Kalau sekarang masih  tahap pembinaan dulu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang kedapatan belum memasang pelat nomor, maka pihaknya  meminta mereka untuk memasang di kantor polisi. Bagi ada yang kedapatan  tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), maka disuruh mengambil  dulu di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitu juga untuk mereka yang tertangkap basah motornya memakai  knalpot racing. Mereka tidak ditilang, tapi harus menggantinya dengan  knalpot standar dulu, baru boleh melanjutkan perjalanan. Yang kami sita  hanya knalpot racingnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Gayo mengatakan bahwa untuk sementara waktu razia hanya dilakukan di depan kantor polsek. (OL-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2011/01/06/193280/37/5/Polsek-Jonggol-Sita-50-Knalpot-Racing"&gt;Media Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-7762573136794958213?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/7762573136794958213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/polsek-jonggol-sita-50-knalpot-racing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7762573136794958213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7762573136794958213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/polsek-jonggol-sita-50-knalpot-racing.html' title='Polsek Jonggol Sita 50 Knalpot Racing'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-3778349618777000344</id><published>2011-01-05T20:41:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:50:20.813-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><title type='text'>Visit Bogor 2011" Akan Bangkitkan UKM</title><content type='html'>Cibinong (ANTARA News) - Program "Visit Bogor 2011" yang dicanangkan  Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diharapkan dapat membangkitkan  potensi dan gairah usaha kecil dan menengah (UKM) yang berada di daerah  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Anggota Komisi E DPRD Kabupaten Bogor Muhamad Romli di Cibinong,  Sabtu, mengatakan, program "Visit Bogor 2011" memiliki peran penting dan  prospek cerah dalam upaya membangkitkan potensi UKM.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   "Visit Bogor 2011 diharapkan dapat dikelola secara optimal untuk membangkitkan UKM daerah ini," kata Romli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Menurut dia, program Visit Bogor 2011 dinilai prospektif karena dapat  mengundang kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara berkunjung ke  Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Bahkan Pemkab Bogor menargetkan jumlah wisatawan dalam dan luar  negeri yang berkunjung ke daerah itu pada 2011 menembus angka 2,7 juta  orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Romli mengatakan, kunjungan 2,7 juta wisatawan ke Kabupaten Bogor  merupakan pasar yang sangat prospektif dalam mengembangkan potensi UKM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   "Kunjungan 2,7 juta wisatawan ke Bogor pada 2011 dapat menjadi pasar besar bagi usaha yang dikembangkan rakyat," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Oleh karebna itu, Romli mengajak para pelaku UKM daerah Bogor  memanfaatkan potensi besar pasar tersebut dengan menawarkan berbagai  produk UKM yang berkualitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   "Visit Bogor akan menjadi alat picu yang sangat efektif untuk memasarkan produk UKM warga Bogor," demikian Muhamad Romli.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.antaranews.com/berita/1292629443/visit-bogor-2011-akan-bangkitkan-ukm"&gt;Antara&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-3778349618777000344?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/3778349618777000344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/visit-bogor-2011-akan-bangkitkan-ukm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3778349618777000344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3778349618777000344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/visit-bogor-2011-akan-bangkitkan-ukm.html' title='Visit Bogor 2011&quot; Akan Bangkitkan UKM'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-5467784097710279625</id><published>2011-01-05T19:55:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:52:42.502-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Anggota DPRD Kab. Bogor DAPIL Bogor 2 ( Gn. Putri, Cileungsi, Klapanunggal, Jonggol, Cariu, Sukamakmur, Tanjungsari)</title><content type='html'>&lt;h2 align="center"&gt;H. Andi&lt;/h2&gt;  &lt;table align="center" border="1" cellpadding="3"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Nama Lengkap&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;H. Andi  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Tempat dan Tanggal Lahir/Umur &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Bogor, 05 Juli 1969 / 39 Tahun &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Jenis Kelamin&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Laki-laki&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Agama  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Islam &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Status Perkawinan                     &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Kawin &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Alamat dan Tempat Tinggal&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Kp. Cipicung RT. 14/06 Desa Mekarsari  Kec. Cileungsi Kab. Bogor &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;SD Gondoang Lulus Tahun    1977-1983&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SLTP Surya Kencana Cileungsi    Lulus Tahun 1983-1986    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;SMEA PGRI Citeureup Tahun    1986-1989&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Organisasi        &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;Wiraswasta Niaga dan Properti Mekarsari  Cileungsi, Thn 1991-1999 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepala Desa Mekarsari Tempat/Kantor Mekarsari, Thn    1999-2007&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wiraswasta    Niaga dan  Properti, Thn 2007-2008                                &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Partai Politik      &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;GERINDRA&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Daerah Pemilihan          &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;II&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;h2 align="center"&gt;&lt;a name="b202" id="b202"&gt;&lt;/a&gt;Eko Syaiful Rohman&lt;/h2&gt;&lt;table align="center" border="1" cellpadding="3"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Nama Lengkap&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Eko Syaiful Rohman  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Tempat dan Tanggal Lahir/Umur &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Surabaya, 21 Februari 1966 / 42    Tahun &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Jenis Kelamin&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Laki-laki&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Agama  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Islam &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Status Perkawinan                     &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Kawin &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Alamat dan Tempat Tinggal&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Perumahan Cikeas Permai Blok C No.    17 RT. 01/14 Cikeas Gunung Putri &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;a. SD Buarang Bong Bekasi Lulus    1978&lt;br /&gt;     b. STN 34 Bekasi Lulus 1981                                        &lt;br /&gt;     c. STMN 1 Jakarta Lulus 1984&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Organisasi        &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;a. Ketua Yayasan Nahwan Nur Bogor    1999-2003&lt;br /&gt;     b. Ketua DPC PK Gunung Putri    2000-2003&lt;br /&gt;     c. Ketua DPC PKS Gunung Putri    2003-2006&lt;br /&gt;     d. Ketua Zonda 2 PKS 2006-sekarang&lt;br /&gt;     e. Ketua Yayasan Menuju Cahaya    Bogor 2007-sekarang &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;a. Karyawan PT Sanpak Unggul    1994-2005&lt;br /&gt;     b. Karyawan PT Adil Jaya Abadi    2005-sekarang &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Partai Politik      &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;PKS &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Daerah Pemilihan          &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;II&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;h2 align="center"&gt;&lt;a name="b203" id="b203"&gt;&lt;/a&gt;Sanapi &lt;/h2&gt;&lt;table align="center" border="1" cellpadding="3"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Nama Lengkap&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Sanapi &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Tempat dan Tanggal Lahir/Umur &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Bogor, 18 Maret 1959 / 49 Tahun &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Jenis Kelamin&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Laki-laki&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Agama  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Islam &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Status Perkawinan                     &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Kawin &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Alamat dan Tempat Tinggal&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Kp. Nyangegeng RT. 01/01 Ds. Singajaya   Kec.    Jonggol Kab. Bogor &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;a. SD                                                                          &lt;br /&gt;     b. SLTP                                                                                       c. SLTA &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Organisasi        &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;a. Ket FKPPI Rayon Jonggol.&lt;br /&gt;     b. Ket Pemuda Pancasila Kec.    Jonggol&lt;br /&gt;     c. Ket BPD Singajaya Thn 1996-2006&lt;br /&gt;     d. Ketua PK Partai Golkar Kec.    Jonggol &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Pimpinan/Pemilik  CV Putri Tunggal Mandiri Kp. Nyenggeng Rt.    01/01, Desa Singajaya Kec. Jonggol, Kab. bogor&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Partai Politik      &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;GOLKAR &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Daerah Pemilihan          &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;II&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;h2 align="center"&gt;&lt;a name="b204" id="b204"&gt;&lt;/a&gt;Rasim Kusba, S.Pd&lt;/h2&gt;&lt;table align="center" border="1" cellpadding="3"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Nama Lengkap&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Rasim Kusba, S.Pd &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Tempat dan Tanggal Lahir/Umur &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Purwodadi, 15 Januari 1964&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Jenis Kelamin&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Laki-laki&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Agama  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Islam &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Status Perkawinan                     &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Kawin &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Alamat dan Tempat Tinggal&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Kp. BPM RT. 02/16 Desa Cileungsi Kec. Cileungsi Kab.    Bogor Prov Jawa barat &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;Lulus SDN 3 Lampung Thn 1977, Alamat : Desa Gisting Kecamatan Talang Padang Provinsi Lampung Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lulus SMP Muhamadiyah Tahun 1981, Alamat : Desa Gisting Kecamatan Talang Padang Provinsi Lampung Selatan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lulus STMA Kimia Tahun 1984, Alamat : Tanjung Karang    Lampung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lulus STKIP Siliwangi Bandung Th 2004, Alamat : Jl.    Terusan Jendral Sudirman Cimahi Bandung&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Organisasi        &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Unit Kerja PT KIA Periode 1985-1988, Alamat Jl. Raya Narogog Cileungsi-Bogor &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Sekretaris Ansor Kec. Cileungsi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Komisaris PAC PPP Kec.    Cileungsi  Th 1993-1998&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Wakil Sekretaris DPC PPP Kab.    Bogor Th 1998-2003&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wakil Ketua DPC PPP Kab. Bogor Th 2003-2006&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Wakil Ketua DPC PPP Th 2006-sekarang                      &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;a. Karyawan PT KIA Jabatan    Supervisior R and D Cileungsi&lt;br /&gt;     b. Guru SMA Negeri Cariu&lt;br /&gt;     c. Guru SMA Daarul Istikomah    Cileungsi&lt;br /&gt;     d. Anggota DPRD Kab. Bogor &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Partai Politik      &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;PPP &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Daerah Pemilihan          &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;II &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;h2 align="center"&gt;&lt;a name="b205" id="b205"&gt;&lt;/a&gt;Suprijanto, SE&lt;/h2&gt;&lt;table align="center" border="1" cellpadding="3"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Nama Lengkap&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Suprijanto, SE  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Tempat dan Tanggal Lahir/Umur &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Blitar, 27    Desember 1948 / 59 Tahun &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Jenis Kelamin&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Laki-laki&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Agama  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Islam &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Status Perkawinan                     &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Kawin&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Alamat dan Tempat Tinggal&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Vila Nusa Indah Blok U Rt. 19/15    Bojong Kulur Gunung Putri  Kab. Bogor &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;SDN Lulus Th 1961 di Mojokerto&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SMPN Lulus Th 1964 di Mojokerto                   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;SMAN Lulus Th 1967 di Mojokerto&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekolah Tinggi Ilmu Management    Lulus Th 2008 di Ujung Pandang &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Organisasi        &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;a. Ketua Anak Ranting PDIP Gunung    Putri&lt;br /&gt;     b. Ketua Ranting PDIP Gunung Putri&lt;br /&gt;     c. Ketua PAC PDIP Kec. Gunung    Putri&lt;br /&gt;     d. Wakil Bendahara DPC PDIP Kab.    Bogor &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;a. WARWICIL GRBUS Indonesia    Jakarta&lt;br /&gt;     b. PT Kepsonic Indonesia Bekasi &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Partai Politik      &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;PDIP &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Daerah Pemilihan          &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;II&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;h2 align="center"&gt;&lt;a name="b206" id="b206"&gt;&lt;/a&gt;Drs. HM. Adjat Sudradjat, MM, MSi&lt;/h2&gt;&lt;table align="center" border="1" cellpadding="3"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;    Nama Lengkap&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Drs. HM. Adjat Sudradjat, MM, MSi &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Tempat dan Tanggal Lahir/Umur &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Rangkas Bitung, 12 -12- 1950 / 58    Tahun&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Jenis Kelamin&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Laki-laki&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Agama  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Islam &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Status Perkawinan                     &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Kawin &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Alamat dan Tempat Tinggal&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Jl. Al Falah Cikaret RT. 01/09    Kel. Harapan Jaya Kec.Cibinong Kab. Bogor &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;a. SDN 2 Menes Kab.Pandeglang Thn    1962&lt;br /&gt;     b.SMPN Menes Kab.Pandeglang  Thn 1965                  &lt;br /&gt;     c. SMA Triguna Jakarta Thn 1971&lt;br /&gt;     d.Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Bandung Thn 1979&lt;br /&gt;     e. UNLA Bandung Thn 1989&lt;br /&gt;     f. Pasca Sarjana STIE IPWI Jakarta    1998&lt;br /&gt;     g. Pasca Sarjana Univ. Satiagama    (M,Si)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Organisasi        &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;IKABBA Ikatan Keluaraga Besar    Banten&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketua Mabiran Gerakan Pramuka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengurus DHR Angkatan 45 Kec.    Cariu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;KORPRI&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wakil Ket Bid. Energi &amp;amp; Sumber Daya  Alam DPC Partai Demokrat Kab.    Bogor Tahun 2008&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;a. Staf Bagian Tapem Setda Kab.    Bogor Th 1980&lt;br /&gt;     b. Staf Kec. Cileungsi Kab. Bogor    Th 1981&lt;br /&gt;     c. Mantri Polisi Praja Kec. Gunung    Putri Th 1982&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Partai Politik      &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;DEMOKRAT&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Daerah Pemilihan          &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;II&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 align="center"&gt;&lt;a name="b207" id="b207"&gt;&lt;/a&gt;Junedi Sirait, SH &lt;/h2&gt;&lt;table align="center" border="1" cellpadding="3"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Nama Lengkap&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Junedi Sirait, SH  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Tempat dan Tanggal Lahir/Umur &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Pematang Siantar, 06 Mei 1966 / 42    Tahun &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Jenis Kelamin&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Laki-laki&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Agama  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Kristen Protestan &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Status Perkawinan                     &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Kawin &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Alamat dan Tempat Tinggal&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Griya Kenari Mas Blok H 3 No.    12-13 Kec. Cileungsi Kab. Bogor &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;SDN 122390,Pematang    Siantar, 1973- 1979 &lt;/li&gt;&lt;li&gt; SMPN V, Pematang Siantar, 1979-1982  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;SMAN III,    Pematang Siantar, 1982-1985&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fakultas Hukum, Univ. Sumatra Utara, Medan, 1985-1990&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Organisasi        &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;Sekretaris III Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda    karya Jkt, 1992-1997&lt;/li&gt;&lt;li&gt; b. Sekretaris II, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan pelopor    Pembangunan (DPP IPP) Jakarta, 1994-1999&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Departemen Pembelaan Hukum &amp;amp; HAM/ADVOKASI, Dewan     Pimpinan Pusat Gerakan Karya justitia Indonesia (DPP GKJI) Jkt 2000 -  2005&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekretaris III Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Advokat    Indonesia (DPC IKADIN) Jakbar, 2003-2005 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;2006-2010 :    Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Cabang Ikatan  Advokat   Indonesia (DPC    IKADIN)       Jakbar                     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;2007-2012 : Ketua    Bidang Organisasi &amp;amp;  Administrasi    Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Advokat Indoneia (DPP IKADIN) Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2007-2011 : Wakil Sekretaris. I Dewan Pimpinan    Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC PERADI) Jakbar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2004-2009 : Dewan Pimpinan Pusat (DPP Partai Demokrat) Fungsionaris Bidang Politik dan Otonomi Daerah    Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2007-Sekarang : Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM,    dewan Pimpinan Cabang(DPC Partai Demokrat) Kab.Bogor &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maret 2008 : Wakil Ketua TIM Gabungan Sukses    Pemenangan  Pilgub Provinsi Jawa Barat Kabupaten Bogor Pasangan H.Danny     Setiawan,Msi dan H. Iwan Ridwan Sulandjana (DA’I)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mei 2008 : Ketua Bidang Advokasi, Hukum dan Perundang-undangan  Tim Sukses Gabungan Pemenangan Pemilihan Umum    Bupati dan Wakil  Bupati Kabupaten Bogor Pasangan Drs. H. Iyus Djuher,MM dan    H. Moch.  Rudi, AS (DJURUS)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;Juni-Agustus 1991: Sales Promotion Officer    PT.COSWAYTAMA INDOMAS, &lt;/li&gt;&lt;li&gt;1993-1994 : Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kosgoro Jakarta Pusat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maret 1994-Desember 1995 : Lawyer Assistent    Hendri.S.SH &amp;amp; Associates,  Jakarta    Pusat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1996-2007 : Law Office ”JUNEDI-BARMENDO &amp;amp;    PARTNERS” Hotel Bekasi Indah Jl. RA Kartini No. 24 &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Partai Politik      &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;DEMOKRAT &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Daerah Pemilihan          &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;II&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 align="center"&gt;   &lt;/h2&gt;&lt;h2 align="center"&gt;&lt;a name="b208" id="b208"&gt;&lt;/a&gt;H. Moch. Hanafi, S.PD&lt;/h2&gt;&lt;table align="center" border="1" cellpadding="3"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;Nama Lengkap&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;H. Moch. Hanafi, S.PD &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Tempat dan Tanggal Lahir/Umur &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Bogor, 11 April 1959 / 49 Tahun &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Jenis Kelamin&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Laki-laki &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Agama  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Islam &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Status Perkawinan                     &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Kawin &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Alamat dan Tempat Tinggal&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;Kp. Sentul RT. 03/09 Cikeas Udik Kec.Gunung    Putri Kab. Bogor &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pendidikan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;a. Lulus SD Thn 1972&lt;br /&gt;     b. Lulus SMP (B) Thn 1996                                           &lt;br /&gt;     c. Lulus SMA (C) Thn 2000&lt;br /&gt;     d. Lulus Sarjana S1 Thn 2005&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Organisasi        &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;Bendahara DPD AMPI Kab. Bogor &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekretaris Umum Apdesi Kab.    Bogor &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wakil Sekretaris Lingkungan Hidup, Kelestarian Alam,    Bencana Alam DPC Partai Demokrat Kab. Bogor Thn 2007&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;a. Pejabat Kades Cikeas Udik    1996-1998&lt;br /&gt;     b. Kepala Desa Cikeas Udik 1998-2007 &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Partai Politik      &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;DEMOKRAT&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="253"&gt;&lt;p&gt;Daerah Pemilihan          &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="18"&gt;&lt;p&gt;:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="367"&gt;&lt;p&gt;II&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-5467784097710279625?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/5467784097710279625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/anggota-dprd-kab-bogor-dapil-bogor-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5467784097710279625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5467784097710279625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/anggota-dprd-kab-bogor-dapil-bogor-2.html' title='Anggota DPRD Kab. Bogor DAPIL Bogor 2 ( Gn. Putri, Cileungsi, Klapanunggal, Jonggol, Cariu, Sukamakmur, Tanjungsari)'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-9168049813068406209</id><published>2011-01-05T19:54:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:53:23.068-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana Ibukota'/><title type='text'>Jonggol Akan Miliki Rumah Sakit &amp; Wisata Air</title><content type='html'>&lt;strong&gt;VIVAnews &lt;/strong&gt;- Bupati Bogor, Rachmat Yasin, menyatakan,  persiapan Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk menjadi  Ibukota Republik sudah mulai dipersiapkan. Bogor sedang membangun sebuah  rumah sakit umum dan objek wisata air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di daerah Jonggol juga,  kami akan membangun kawasan air tawar wisata kuliner. Tempat itu akan  dijadikan tempat wisata bagi pendatang," kata Rachmat, Rabu 13 Oktober  2010.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan fasilitas wisata ini, seperti diungkapkan  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor,  Zairin, karena Jonggol diproyeksikan menjadi kawasan strategis  pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas itu menyusul pembangunan jalan poros  tengah timur dan jalan alternatif Sentul-Jonggol. Lebih lanjut ia  mengatakan, jika Kecamatan Jonggol menjadi Ibukota, dua jalan itu  merupakan salah satu cara mengantisipasi terjadinya kemacetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara  itu, Camat Jonggol Asep Aer Sukmaji, mengatakan, persiapan yang  dilakukan oleh Pemkab Bogor untuk menjadikan Kecamatan Jonggol menjadi  ibu kota itu antara lain, pihaknya sedang menata alun-alun Jonggol.  "Kami juga sedang membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jonggol,"  katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah memang belum resmi menunjuk satu kawasan  sebagai calon Ibukota baru. Pemerintah sendiri sudah membentuk tim kecil  yang dibantu Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Sementara itu,  hari ini, sejumlah politisi di parlemen juga sudah membentuk kaukus  untuk merancang pemindahan Ibukota.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-9168049813068406209?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/9168049813068406209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/jonggol-akan-miliki-rumah-sakit-wisata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/9168049813068406209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/9168049813068406209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2011/01/jonggol-akan-miliki-rumah-sakit-wisata.html' title='Jonggol Akan Miliki Rumah Sakit &amp; Wisata Air'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-7835005965413886451</id><published>2009-02-05T17:22:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T17:27:13.495-08:00</updated><title type='text'>Wisata Ziarah Cikundul</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYuR3DAdJsI/AAAAAAAAAFs/q7Kb9riY91s/s1600-h/cikundulrsz.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYuR3DAdJsI/AAAAAAAAAFs/q7Kb9riY91s/s400/cikundulrsz.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299489761417569986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-7835005965413886451?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/7835005965413886451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/02/wisata-ziarah-cikundul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7835005965413886451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7835005965413886451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/02/wisata-ziarah-cikundul.html' title='Wisata Ziarah Cikundul'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYuR3DAdJsI/AAAAAAAAAFs/q7Kb9riY91s/s72-c/cikundulrsz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-6330715790526192113</id><published>2009-02-05T17:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T17:22:12.100-08:00</updated><title type='text'>Mata Air Sodong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYuPrKSJ6YI/AAAAAAAAAFk/7-Xw795EYj0/s1600-h/sodong.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 231px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYuPrKSJ6YI/AAAAAAAAAFk/7-Xw795EYj0/s400/sodong.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299487358189169026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini ada tempat mata air Sodong berada, tepatnya di Klapanunggal, Jalan nya bisa diakses via Klapanunggal atau kalo lewat Jonggol bisa melalui Jonggol--Desa Singajaya--Desa Singsari.&lt;br /&gt;Photo yang lebih detailnya Insya Allah menyusul.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-6330715790526192113?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/6330715790526192113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/02/mata-air-sodong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6330715790526192113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6330715790526192113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/02/mata-air-sodong.html' title='Mata Air Sodong'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYuPrKSJ6YI/AAAAAAAAAFk/7-Xw795EYj0/s72-c/sodong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-3696480073307711546</id><published>2009-01-30T00:28:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:58:41.897-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gambar dan Photo'/><title type='text'>Penangkaran Rusa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK8nuvVFjI/AAAAAAAAAFc/uaZcNzOCLdY/s1600-h/jbt-gntung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK8nuvVFjI/AAAAAAAAAFc/uaZcNzOCLdY/s400/jbt-gntung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297003502488589874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK8hhgM1OI/AAAAAAAAAFU/K_L205_BXCs/s1600-h/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa11.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK8hhgM1OI/AAAAAAAAAFU/K_L205_BXCs/s400/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297003395856258274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK8WiSeO3I/AAAAAAAAAFM/o44x6npykLc/s1600-h/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK8WiSeO3I/AAAAAAAAAFM/o44x6npykLc/s400/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297003207088552818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK8MtIuNHI/AAAAAAAAAFE/TmybBgDt3Ec/s1600-h/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 231px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK8MtIuNHI/AAAAAAAAAFE/TmybBgDt3Ec/s400/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297003038201754738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK77n6DQ4I/AAAAAAAAAE8/-gtTB4fFGv4/s1600-h/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 328px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK77n6DQ4I/AAAAAAAAAE8/-gtTB4fFGv4/s400/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297002744740266882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK7uhtFG-I/AAAAAAAAAE0/LijjAWQ2xHo/s1600-h/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK7uhtFG-I/AAAAAAAAAE0/LijjAWQ2xHo/s400/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297002519736949730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK7fTrdorI/AAAAAAAAAEs/HW8ki3OAHDA/s1600-h/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK7fTrdorI/AAAAAAAAAEs/HW8ki3OAHDA/s400/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297002258274034354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK7RnCDKZI/AAAAAAAAAEk/tXrHPDx-qL0/s1600-h/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK7RnCDKZI/AAAAAAAAAEk/tXrHPDx-qL0/s400/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297002022950873490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK7Bw-QnhI/AAAAAAAAAEc/SQ4lS3EAx2g/s1600-h/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK7Bw-QnhI/AAAAAAAAAEc/SQ4lS3EAx2g/s400/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297001750741425682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK63RQOqGI/AAAAAAAAAEU/947CTeHaEGg/s1600-h/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa12.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 253px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK63RQOqGI/AAAAAAAAAEU/947CTeHaEGg/s400/wana-wisata-pendidikan-penangkaran-rusa12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297001570428168290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-3696480073307711546?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/3696480073307711546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/penangkaran-rusa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3696480073307711546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3696480073307711546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/penangkaran-rusa.html' title='Penangkaran Rusa'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYK8nuvVFjI/AAAAAAAAAFc/uaZcNzOCLdY/s72-c/jbt-gntung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-3217811053703542435</id><published>2009-01-29T18:56:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:55:59.409-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><title type='text'>Menengok Penangkaran Rusa di Cariu</title><content type='html'>DUA tangan Tata Suminta sibuk memunguti potongan ubi jalar yang semula ia serakkan di tanah berumput. Sambil memungut, Tata terus memanggil-manggil nama Asep dan Joni. "Ceuk, ceuk.... Nguk, nguk.... Sep, Asep.... Joni, Joni...." Begitu katanya. Dari tengah lapangan berumput, Asep dan Joni melangkah dengan pasti mendekati Tata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENGAN gemulai Joni mengambil potongan ubi itu dengan moncongnya. Ia kemudian membalikkan badan, memberikan kesempatan belasan temannya untuk menyantap ubi dari tangan Tata. Asep yang semula hanya memerhatikan Tata lalu dengan santai memakan potongan ubi yang dicomotnya dari tanah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asep dan Joni, serta belasan temannya, adalah sekelompok rusa. "Saya dan Zuhari yang sehari-hari merawat dan mengurus mereka. Sudah 10-an tahun, sejak penangkaran ini ada. Dia dinamai Joni karena setiap saya dekati dan dipanggil-panggil Joni, ngerti. Asep juga begitu. Dari lahir saya yang kasih makan dia," tutur Tata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Asep, namanya Empon, sudah meninggal beberapa waktu lalu karena usia tua. "Kalau Asep sekarang usianya 10 tahun. Saya ingat usia Asep karena dia lahir ketika saya belum lama kerja di sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asep yang diceritakan Tata dengan suara penuh sayang itu tidak lain adalah rusa jenis Cervus timorensis, atau populer dengan sebutan rusa jawa, sedangkan Joni jenis Axis axis atau rusa totol. Asep dan Joni adalah rusa jantan. Di kepala masing-masing bertengger tanduk bercabang tiga. Membuat keduanya terlihat sangat gagah dan berwibawa, di tengah kelompok rusa-rusa peliharaan Dinas Perhutani Kabupaten Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahana Wisata Penangkaran Rusa (WWPR), tempat Asep dan Joni hidup nyaman, berdiri sejak tahun 1993 di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor. Atau sekitar 1,5 jam bermobil dari Cibubur, Jakarta Timur, melalui Jalan Raya Jonggol-Cileungsi. Dulunya, rumah tinggal Asep-Joni ini dikenal sebagai Penangkaran Rusa Cariu karena, sebelum pemekaran wilayah, lokasinya masuk Kecamatan Cariu, Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain Axis axis dan Cervus timorenis, ada juga Axis kuhlii atau rusa bawean. Kalau jenis Cervus unicolor atau rusa sambar, kami belum punya. Sulit cari bibitnya. Padahal rusa sambar ini jenis rusa asli Indonesia," kata Rachmat Pudjo, asisten Perhutani/KB KPH Jonggol, yang bertanggung jawab atas kelangsungan penangkaran rusa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rachmat, di WWPR kini ada sekitar 70 rusa. Populasi rusa di sini memang dibatasi, disesuaikan dengan luas areal penangkaran yang merupakan sebuah bukit kecil dengan hutan pinus dan semak belukar. Luasnya hanya lima hektar dengan populasi ideal satu hektar untuk 10 sampai 15 rusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain lima hektar lahan untuk tempat tinggal rusa itu, di WWPR masih ada dua hektar lahan yang dikhususkan untuk penanaman/pemeliharaan rumput, deposit makanan utama rusa. Selain itu, masih ada lagi dua hektar lahan yang bisa digunakan untuk berkemah atau melakukan aktivitas wisata alam lain bagi para pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENURUT Koordinator Wisata KPH Bogor Tri Ernawati, WWPR memang dibuka untuk umum. Untuk menikmati keelokan rusa-rusa di sana, pengunjung harus membeli karcis masuk sebesar Rp 2.500 per orang. Kalau ingin melakukan aktivitas wisata alam seperti hicking atau out bound, setiap peserta dikenai biaya tambahan Rp 3.000 per orang. Jika ingin berkemah, pengunjung dikenai biaya sewa lahan Rp 300.000 per hari per rombongan. Warga negara asing dikenai Rp 15.250 per orang untuk tiket masuk saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau mau berkemah, paling tidak dua tiga hari sebelumnya sudah memberi tahu kami. Maksimal kami bisa melayani 200 orang. Kami saat ini baru bisa memberikan fasilitas lahan dan MCK saja. Peralatan berkemah dan lainnya harus dibawa peserta. Namun, setiap pengunjung sudah mendapat jaminan asuransi," tutur Tri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkemah di kawasan WWRP memang lumayan enak. Pemandangannya asri dan udaranya cukup dingin segar. Selain dapat menikmati keelokan rusa- rusa dan hijaunya alam, pengunjung juga dapat menikmati gemuruh air Sungai Cibeet, yang merupakan bagian dari daerah aliran Sungai Citarum. Airnya yang bening dengan serakan bebatuan sangat mengundang pengunjung untuk bermain atau mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penduduk di sini juga mandi di sungai itu, tetapi kita harus hati-hati. Apalagi musim hujan seperti sekarang. Walaupun tampaknya air tidak deras dan cuaca cerah, air sungai bisa tiba-tiba besar sekali akibat hujan di hulu," kata Tata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke penangkaran rusa, Rachmat Pudjo membenarkan bahwa masyarakat bisa membeli rusa peliharaan tersebut. Jika berminat, permohonan membeli harus diajukan kepada Dinas Perhutani Kabupaten Bogor, yang berkantor di Cibinong. Harga rusa sekitar Rp 2,5 juta per ekor. Hanya saja, tidak setiap saat permohonan membeli rusa itu dapat dikabulkan. "Kami baru menjual rusa jika populasinya berlebih," kata Rachmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, tidak mudah pula menangkap rusa di sana walaupun kita sudah mengantongi izin membeli. Padahal, pengunjung bisa menyaksikan rusa- rusa itu tidak takut mendekati orang. Didampingi Tata, atau petugas lainnya, anak-anak bahkan bisa langsung memberikan makanan ke mulut rusa- rusa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, sulit menangkap rusa yang kita inginkan. Ini dialami Cecep MW, dokter hewan pemilik pet shop di Cipanas, yang bermaksud menangkap sepasang rusa yang sudah dibelinya. Dari pagi hingga tengah hari, ia belum mendapatkan rusa yang diminatinya walaupun sudah menghabiskan tiga ampul obat bius. Ia menembakkan jarum suntik berisi obat bius itu dengan cara disumpit. "Meleset melulu karena rusanya makin menjauh. Lari," kata Cecep, yang menyumpit dari saung berteduh dan tempat menonton rusa-rusa penangkaran. Cecep membeli dua ekor rusa untuk melengkapi koleksi tujuh rusa yang sudah dimilikinya. "Rusa-rusa saya jantan semua. Karena itu, saya perlu rusa betina. Tadinya saya mau beli lima, tetapi Perhutani Bogor hanya mengizinkan dua ekor," tutur Cecep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tata, rusa itu memang seakan-akan mengerti kalau di antara mereka ada yang diincar untuk ditangkap. Rusa-rusa itu kompak menjauh. Bahkan ada yang masuk ke semak-semak. "Apalagi kalau yang mau menangkap berpenampilan seperti dokter dan bawa tas dokter segala. Ya, seperti Pak Cecep itu tadi. Rusa-rusa mengerti dan jadi takut mendekat. Karena mereka sudah biasa lihat dokter hewan kami yang datang cuma untuk menangkapi rusa untuk disuntik atau diobati," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETELAH Cecep pergi karena putus asa menunggu rusa-rusa mendekat, rusa-rusa itu baru terlihat mendekat ke saung. Mereka tidak kabur walaupun ada pengunjung yang turun dari saung memberinya ubi jalar. Mereka makin banyak mendekat lagi ketika Tata memanggilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tata, sudah cukup banyak rusa rawatannya yang dibeli orang. Namun ia tidak pernah tahu, atau mungkin tidak ingin tahu, kenapa orang-orang itu membeli rusa. "Pokoknya seumur-umur saya merawat rusa, saya tidak pernah makan daging rusa. Jangankan makan, memotongnya pun saya tidak mau. Kasihan, tidak tega, setiap hari saya melihat mereka, bertahun-tahun," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, ia senang sekali kalau ada pengujung yang datang membawa oleh-oleh bagi rusa-rusanya: buah-buahan manis, seperti pisang dan mangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rusa sebetulnya makan buah apa saja asal manis. Di sini ada pohon mangga, alpukat, dan buah lainnya. Kalau lagi musim berbuah dan buahnya jatuh, dimakan rusa," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan utama rusa di penangkaran adalah rumput (pagi hari), ubi jalar (siang hari), dan dedak (malam hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput yang dibutuhkan bagi 70-an rusa sekitar 25 karung per hari. Berat satu karungnya mencapai 25 kilogram, sedangkan ubi jalar dan dedak masing-masing 60 kilogram per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rusa tidak doyan singkong. Jadi kalau mau bawa oleh-oleh umbi-umbian, bawa saja ubi jalar atau wortel," tuturnya, sambil memandang sayang Asep dan Joni, yang tengah mengunyah ubi jalar pemberiannya. (Ratih P Sudarsono)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0503/10/metro/1611870.htm"&gt;Kompas&lt;/a&gt;, Edisi Kamis, 10 Maret 2005.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-3217811053703542435?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/3217811053703542435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/menengok-penangkaran-rusa-di-cariu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3217811053703542435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3217811053703542435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/menengok-penangkaran-rusa-di-cariu.html' title='Menengok Penangkaran Rusa di Cariu'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-5981829364782947086</id><published>2009-01-29T18:51:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:54:16.674-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><title type='text'>Penangkaran Rusa Cariu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYJr1XfslhI/AAAAAAAAAD8/IgSaEbJKztw/s1600-h/nnvim.php.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 299px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYJr1XfslhI/AAAAAAAAAD8/IgSaEbJKztw/s320/nnvim.php.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296914676325324306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tempat penangkaran Rusa di Cariu ini tidak banyak diketahui orang. Sepi dan jauh dari keramaian. Padahal, lokasi ini sudah ada sejak tahun 1993 dengan nama Wahana Wisata Penangkaran Rusa (WWPR) milik Dinas Perhutani Bogor. Ditilik dari lokasinya, tempat ini sebetulnya potensial didatangi oleh wisatawan lokal yang ada di Jakarta, Bogor dan Cianjur atau Bandung. Artinya, jika mereka tau disini ada tempat wisata alam yang lumayan bagus, tentunya akan banyak pengunjung yang kemari.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah dari Jakarta menuju lokasi ini gampang saja,  pergilah kearah Cibubur, lalu masuk di Jl. Alternatif Cibubur-Cileungsi. Terus saja arahkan mobil kearah Jonggol tembus ke Cianjur. Melalui jalan yg lumayan bagus dan berliku liku melewati sawah yang luas dan deretan perbukitan yang cukup indah, sampailah kita di desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjung sari, Cariu, Bogor. Disinilah lokasi WWPR berada, karena itu penduduk sekitar menyebutnya sebagai:  “rusa cariu”, artinya penangkaran ini berada diwilayah Cariu. Jika dihitung dari Cibubur, bisa jadi jauhnya sekitar 40 km lebih dan kurang. Tidak jauh amat, kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditepi jalan berdiri papan nama sederhana dari kayu apa adanya bertuliskan: penangkaran rusa. Belokan mobil,  melewati jalan berbatu kasar sepanjang 50m kedalam hingga berhenti ditepi sungai Cibeet yang sangat lebar dan berair deras. Mobil tidak dapat melanjutkan perjalanan karena didepan sudah ada jembatan gantung yang hanya bisa dilalui dengan jalan kaki dan naik motor. Lokasi penangkaran itu sendiri masih perlu berjalan kaki sekitar 50 m lagi melalui hutan sekunder yang nyaman dan satu lokasi camping kecil. Sekilas mata menyapu lokasi, tempatnya sungguh enak, bersih, dibawah bayang bayang keteduhan pepohonan yang rindang dan gemericik air sungai dari kejauhan. Tempat ini cocok juga dipakai buat siapapun yang ingin menyepi dari bisingnya dunia luar. Saya sendiri sempat berkeinginan menghabiskan cuti 2 hari dengan camping disini karena melihat sepinya lokasi ini. Pasti ideal untuk melakukan treking ringan sambil mengitari wilayah ini, kata saya dalam hati.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Didalam, kami melihat satu areal luas yang dibatasi oleh pagar kawat melingkar. Ditengahnya membelah jalan berbentuk jembatan kayu memanjang yang diujungnya ada gazebo lebar. Sebelum masuk kami bersalaman dahulu dengan penjaga lokasi penangkaran ini dan berbicara penuh tawa ramah. Setelah berkenalan kami pun masuk kedalam melewati jembatan kayu itu keareal tempat rusa berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusa disini lumayan jinak dengan pengunjung. Mereka tanpa ragu bisa mendekat dan meminta makan langsung dari tangan manusia yang memberinya. Ini sebuah momen yang amat menyenangkan. Bisa dibayangkan jika membawa anak kecil kemari, tentunya merupakan hal yang amat berkesan bagi dirinya berdiri berdekatan dengan sekelompok rusa sambil memberi makan langsung dari tangan sendiri. Makanan kesukaan hewan herbivora ini adalah buah buahan manis. Dan rusa-rusa akan dengan antusias mendekat jika dipanggil sambil mengacungkan sekepal buah buahan didepan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, rusa disini takut dengan pengunjung berpakaian dokter. Kata penjaganya, penghuni disini akan sontak berlarian menjauh jika ada orang dengan pakaian dokter kemari. Tampaknya mereka semua jerih dikejar kejar dan ditangkap lalu disuntik oleh dokter hewan yang rutin berkunjung kesini. Saya tertawa geli dalam hati. Ternyata rusa takut juga disuntik, dan luarbiasanya mereka bisa mengingat dari bentuk pakaian manusia yang datang disini. Jadi, pesan moralnya simple saja: “Jika ingin memberi makan rusa, maka jangan berpakaian bak seorang dokter, dijamin rusanya lari bersembunyi diantara semak semak”. Hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat komposisi penghuni lokasi WWPR, disini terdapat campuran beberapa species rusa. Diantaranya adalah rusa totol (Axis Axis), rusa jawa (Axis Timorensis), dan rusa bawean (Axis Kuhlii). Populasinya lumayan banyak, ada sekitar 70 ekor rusa dibiarkan lepas dalam kandang seluas 2 ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Populasi ini akan tetap dipertahankan dalam jumlah ideal dengan luas kandang. Rusa memang hewan yang aktif soal “anak beranak”. Dalam usia 20 bulan, seekor rusa jantan sudah bisa membuat bunting 20 ekor rusa betina. Luar biasa memang. Tidak heran lantas muncul mitos bahwa organ rusa sanggup mendongkrak libido (walaupun itu tidak terbukti secara ilmiah).  Apabila sekelompok komunitas rusa tidak menemui predator alamiahnya dialam, dipastikan jumlah mereka akan dengan cepat membengkak.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jika jumlahnya berlebih maka sisanya akan dijual kepada siapapun yang berminat . Kedengarannya aneh memang, tapi rusa disini memang boleh dibeli melalalui Perhutani Bogor. Harga persatuan antara 2 juta hingga 5 juta per ekor tergantung usia dan berat tubuhnya. Apakah dibeli untuk dimakan? Entahlah. Penjaga disini juga tidak tau untuk apa rusa itu dibeli. Yang pasti, mereka mengaku tidak mau menyembelih rusa dan memakannya. Rasa sayang karena memelihara rusa membuat mereka tidak tega hati memakan binatang piaraan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar jam sudah bergeser hingga jam 2 siang. Perut kami sudah berbunyi berdentam dentam bak genderang perang, tanda lapar mulai menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami segera menyantap makanan yang kami bawa dari Jakarta sambil duduk duduk di saung sederhana yang ada disana. Lokasi ini jeleknya cuma satu yakni  tidak ada warung makan atau berjualan snack ringan. Karena itu, jika tidak mau lapar, lebih baik siapkan makanan sejak dari Jakarta. Jangankan makanan, listrik pun tak ada disini. Semuanya serba sederhana dan apa adanya. Untungnya disini ada MCk yang memadai. Pengunjung yang sudah kebelet bisa “bertapa” dengan nyaman di MCK tanpa perlu takut melakukan itu disungai Cibeet&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-5981829364782947086?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/5981829364782947086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/penangkaran-rusa-cariu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5981829364782947086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5981829364782947086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/penangkaran-rusa-cariu.html' title='Penangkaran Rusa Cariu'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYJr1XfslhI/AAAAAAAAAD8/IgSaEbJKztw/s72-c/nnvim.php.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-4767435229731396657</id><published>2009-01-29T18:06:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T22:00:12.915-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>SMPN 1 Jonggol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYJjXY5QhFI/AAAAAAAAADU/gXgyWyfOy3U/s1600-h/_DSC00588.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYJjXY5QhFI/AAAAAAAAADU/gXgyWyfOy3U/s400/_DSC00588.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296905365211874386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYJiciRYW4I/AAAAAAAAADM/QqKc_TNko1g/s1600-h/gerbang1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYJiciRYW4I/AAAAAAAAADM/QqKc_TNko1g/s400/gerbang1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296904354116688770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat :&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;strong&gt;SMP Negeri 1 Jonggol&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Jl. Menan Sukamaju&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Jonggol, Kab. Bogor&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Indonesia—16830&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Phone:  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span isdynflag="1" info="Call +622189932476;0;+622189932476;0;" onmouseup="SkypeSetCallButtonPressed(this, 0,0,0)" onmousedown="SkypeSetCallButtonPressed(this, 1,0,0)" onmouseover="SkypeSetCallButton(this, 1,0,0);skype_active=SkypeCheckCallButton(this);" onmouseout="SkypeSetCallButton(this, 0,0,0);HideSkypeMenu();" context="021 - 8993 2476" reallyisdynflag="1" fax="0" rtl="false" class="skype_tb_injection" id="__skype_highlight_id"&gt;&lt;span title="Skype actions" onmouseout="SkypeSetCallButtonPart(this, 0);" onmouseover="SkypeSetCallButtonPart(this, 1);" class="skype_tb_injection_left" id="__skype_highlight_id_left"&gt;&lt;span style="background-image: url(chrome://skype_ff_toolbar_win/content/cb_normal_l.gif);" class="skype_tb_injection_left_img" id="__skype_highlight_id_left_adge"&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/cb_transparent_l.gif" style="height: 11px; width: 7px;" class="skype_tb_img_adge" height="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-image: url(chrome://skype_ff_toolbar_win/content/cb_normal_m.gif);" class="skype_tb_injection_left_img" id="__skype_highlight_id_left_img"&gt;&lt;img style="padding: 0px 1px 1px 0px; width: 16px; top: 0px; left: 0px;" src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/famfamfam/id.gif" title="" class="skype_tb_img_flag" name="skype_tb_img_f0" /&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/space.gif" style="margin: 0px; padding: 0px; height: 1px; width: 1px;" class="skype_tb_img_space" width="1" height="1" /&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/space.gif" style="margin: 0px; padding: 0px; height: 1px; width: 1px;" class="skype_tb_img_space" width="1" height="1" /&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/arrow.gif" title="" class="skype_tb_img_arrow" name="skype_tb_img_a0" /&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/space.gif" style="margin: 0px; padding: 0px; height: 1px; width: 1px;" class="skype_tb_img_space" width="1" height="1" /&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/space.gif" style="margin: 0px; padding: 0px; height: 1px; width: 1px;" class="skype_tb_img_space" width="1" height="1" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/space.gif" style="margin: 0px; padding: 0px; height: 1px; width: 1px;" class="skype_tb_img_space" width="1" height="1" /&gt;&lt;span title="Call this phone number in Indonesia with Skype: +622189932476" onmouseout="SkypeSetCallButtonPart(this, 0)" onmouseover="SkypeSetCallButtonPart(this, 1)" class="skype_tb_injection_right" id="__skype_highlight_id_right"&gt;&lt;span style="background-image: url(chrome://skype_ff_toolbar_win/content/cb_normal_m.gif);" class="skype_tb_innerText" id="__skype_highlight_id_innerText"&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/space.gif" style="margin: 0px; padding: 0px; height: 1px; width: 1px;" class="skype_tb_img_space" width="1" height="1" /&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/space.gif" style="margin: 0px; padding: 0px; height: 1px; width: 1px;" class="skype_tb_img_space" width="1" height="1" /&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/space.gif" style="margin: 0px; padding: 0px; height: 1px; width: 1px;" class="skype_tb_img_space" width="1" height="1" /&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/space.gif" style="margin: 0px; padding: 0px; height: 1px; width: 1px;" class="skype_tb_img_space" width="1" height="1" /&gt;021 - 8993 2476&lt;/span&gt;&lt;span style="background-image: url(chrome://skype_ff_toolbar_win/content/cb_normal_r.gif);" class="skype_tb_injection_left_img" id="__skype_highlight_id_right_adge"&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/cb_transparent_r.gif" style="height: 11px; width: 19px;" class="skype_tb_img_adge" height="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Fax: &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;021 - 8993 4471&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.freewebs.com/smpn1jonggol"&gt;SMPN 1 Jonggol&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-4767435229731396657?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/4767435229731396657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/smpn-1-jonggol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4767435229731396657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4767435229731396657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/smpn-1-jonggol.html' title='SMPN 1 Jonggol'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYJjXY5QhFI/AAAAAAAAADU/gXgyWyfOy3U/s72-c/_DSC00588.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-3463949746050871719</id><published>2009-01-29T17:36:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T21:57:46.364-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><title type='text'>Nikmati Alam Pedesaan di RM. Jatinunggal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYJaO_dGsAI/AAAAAAAAADE/BUMRw3_fQhQ/s1600-h/135_gb1_copy%2520of%2520b%2520040.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYJaO_dGsAI/AAAAAAAAADE/BUMRw3_fQhQ/s400/135_gb1_copy%2520of%2520b%2520040.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296895325339299842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Semilir angin, hijaunya sawah serta gemericik air sungai sejukan suasana hati. Hayalan pun melayang jauh hingga ke dimensi tujuh. Suasana alam pedesaan yang memanjakan mata membuat terlena. Aku merasa tersesat dan tak mau kembali.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, rasa penasaran masih menggelayuti pikiran ini. Cerita seorang teman tentang rumah makan yang menawarkan suasana alam pedesaan yang lokasinya tidak begitu jauh dari Jakarta begitu mengusik hati. Ketika tawaran itu datang, gaung pun bersambut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu siang di daerah sekitar Jonggol-Cariu tepatnya di Desa Sukasirna, Jonggol Kabupaten Bogor, cuaca mendung dan awan hitam membayangi perjalanan kali ini. Maklum saja, pertengahan Februari ini, cuaca agak kurang ramah. Di beberapa daerah bahkan terjadi hujan deras disertai angin puting beliung. Namun beruntung sekali, perjalanan kali ini tidak turun hujan, walau hati ini cemas juga, khawatir hujan akan mengguyur wilayah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki wilayah ini, suasana alam pedesaan begitu kental terasa. Hamparan sawah yang luas membentang, suasana sepi dari lalu lalang kendaraan bermotor, masyarakat yang ramah, dan semilir angin pegunungan, merangsang rasa kantuk yang membuat terlena. Aku sungguh terhipnotis. Rasa lapar pun tiba-tiba saja datang menghampiri. Mungkin terbawa suasana, begitu ucapku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona alam pedesaan yang damai, seperti slogan ‘aman, tenteram loh jenawi’ tampak menjadi nyata. Setelah menempuh perjalanan yang beraspal ‘sirtu’, aku pun tiba di lokasi rumah makan yang dimaksud temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama rumah makan itu RM Jatinunggal. Terletak lebih kurang satu kilometer dari jalan raya Jonggol-Raweuy. Tidak ada angkutan umum menuju lokasi rumah makan ini. Pengunjung yang datang umumnya membawa transportasi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan tanya jumlah pengunjung yang datang ke tempat ‘terpencil’ ini. Berlimpah loh. Walau lokasinya ‘agak’ jauh dari jalan raya, namun rumah makan ini selalu ramai. Apalagi kalau hari-hari libur seperti Sabtu atau Minggu. Seperti yang terlihat, deretan mobil dari berbagai jenis tampak terparkir rapi di pelataran depan rumah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Manager RM Jatinunggal Yoyo Wahyudin, rumah makan ini berdiri sejak tahun 1989 yang menyediakan menu makanan khas Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rumah makan ini berdiri sejak tahun 1989. Awal mulanya cuma budidaya ikan mas. Namun seiring perkembangan kota Jonggol, kemudian tempat ini berkembang menjadi sebuah tempat wisata keluarga dan wisata kuliner, khususnya menyediakan menu khas Sunda,” tutur Yoyo yang mengaku sudah puluhan tahun mengelola rumah makan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan Yoyo, tempat ini memiliki sumber air yang berlimpah yang berasal dari Sungai Cipamingkis. Makanya dahulu lebih banyak dimanfaatkan sebagai tempat budi daya ikan arus deras seperti ikan mas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hasil budi daya ikan mas di sini beda hasilnya (kualitasnya) di banding tempat lain. PH air disini mungkin lebih bagus,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah makan ini memang menjual suasana alam pedesaan. Dengan hamparan sawah yang luas membentang, suara gemericik air yang mengalir di bawah gubuk-gubuk yang di bangun dari kayu dan bilik (anyaman dari bambu) sebagai tempat para pengunjung menikmati hidangan, sungguh memberikan suasana ‘ndeso’ yang menenangkan jiwa dan pikiran yang sudah ruwet oleh suasana kota yang bising.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balong-balong (kolam ikan) yang terletak di bawah gubuk-gubuk dimanfaatkan sebagai tempat budidaya ikan yang setiap dua minggu sekali bisa dipanen atau ditangkap sebagai menu makanan. Bahkan di hari-hari tertentu (biasanya dari hari Senin sampai Jumat) para pengunjung boleh memanfaatkan dan memilih sendiri ikan yang akan di santap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang memilih memancing sendiri ikan yang mau disantap. Tentunya ini buat pemilik hobby mancing saja. Maklumlah, tentu akan lebih lama menikmati hidangan karena harus menunggu dulu ikan yang didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biasanya di sini kami timbang per ons. Untuk ikan mas Rp.4.500/ons, sedang ikan gurame Rp. 6.500/ons,” kata Yoyo seraya mengungkapkan bahwa setiap minggunya mendatangkan sekitar 6 kwintal ikan mas dan gurame dari daerah Bogor untuk kebutuhan rumah makan ini. Ditambahkan, menu-menu yang menjadi favorit pengunjung RM Jatinunggal seperti Ikan Gurame Asam Manis dan Ikan Mas Pepes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menu lainnya, seperti umumnya rumah makan khas Sunda, tempat ini juga menyediakan menu-menu seperti Sayur Asam, Lalab Sambal, Pepes Jamur, Pepes Tahu, dan Ikan Mas Balita (ikan mas yang masih kecil-kecil namun digoreng garing). Ehm, yang terakhir ini patut di coba para pengunjung, apalagi kalau dicocol dengan sambal goreng, mantap!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengunjung yang datang pun umumnya berasal dari daerah di luar kota Jonggol dan sekitarnya seperti Cibarusah, Bekasi, Cibubur, Bogor dan Jakarta. Bahkan pernah ada yang datang dari daerah Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka umumnya para keluarga dan dari instansi pemerintah. Kadang mereka mem-booking tempat untuk acara pesta ulang tahun dan meeting room untuk para pengunjung dari kalangan instansi pemerintah,” katanya seraya menambahkan sudah banyak pesohor yang datang ke tempat ini seperti mantan Wapres Try Soetrisno dan artis Nabila Syakib. Lebih lanjut Yoyo menambahkan bahwa tempat ini juga menyediakan fasilitas taman bermain anak-anak dan ruang karaoke organ tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengunjung, Pak Hasan, yang datang bersama keluarga lengkap mengaku sebagai pelanggan tetap rumah makan ini. Dari rumahnya dibilangan Cibubur, ia sengaja mengajak keluarganya untuk makan-makan seraya menikmati suasana alam pedesaan yang masih nampak asri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enak makan di sini. Makanannya pas di lidah dan suasana lingkungannya masih asri, jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Sangat cocok untuk refreshing dan menjalin keakraban anggota keluarga,” katanya sembari tersenyum ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ini buka setiap harinya dari pukul 08.00 pagi sampai pukul 19.00 malam. Untuk Sabtu dan Minggu merupakan hari yang ramai oleh pengunjung. Hari Senin sampai Jumat, pengunjung diperbolehkan memilih sendiri ikan yang ada dikolam-kolam (balong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana alam pedesaan yang asri kini sudah seperti oasis yang memberikan kesegaran jiwa masyarakat perkotaan. Nampaknya, RM Jatinunggal mampu memberikan obat penawar rasa sumpek orang-orang kota yang lelah bergelut dengan hiruk pikuk permasalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teks dan Foto: Harry Tanoso/Wisatanet.com&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.wisatanet.com/travel_review.php?kode=1&amp;amp;id=135"&gt;Wisatanet&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-3463949746050871719?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/3463949746050871719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/nikmati-alam-pedesaan-di-rm-jatinunggal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3463949746050871719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3463949746050871719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/nikmati-alam-pedesaan-di-rm-jatinunggal.html' title='Nikmati Alam Pedesaan di RM. Jatinunggal'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYJaO_dGsAI/AAAAAAAAADE/BUMRw3_fQhQ/s72-c/135_gb1_copy%2520of%2520b%2520040.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-7137769820863322252</id><published>2009-01-29T17:17:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T22:01:06.197-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proyek BJA'/><title type='text'>Mencari Tempat Rakyat di Zaman Megaproyek</title><content type='html'>Pengantar:Litbang Redaksi Republika mengadakan jajak pendapat menyigi&lt;br /&gt;   pandangan warga Jakarta tentang megaproyek kota mandiri Jonggol. Lewat&lt;br /&gt;          sigi ini warga Jakarta meminta pemerintah dan pengembang&lt;br /&gt;    mempertimbangkan ekses lingkungan dan sosial megaproyek itu. Tulisan&lt;br /&gt;    berikut merefleksikan temuan sigi ke dalam konteks yang lebih besar&lt;br /&gt;                                      &lt;br /&gt;   .&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Jonggol adalah sebuah kota kecamatan yang tidak terlalu dikenal.&lt;br /&gt;   Terletak di ruas jalan Cibubur-Cianjur, Jonggol berudara cukup sejuk&lt;br /&gt;   dengan lingkungan yang rindang. Tanahnya yang merah menandai suburnya&lt;br /&gt;   wilayah perbukitan ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Sejuk, rindang, tanah merah, subur, dan perbukitan, adalah "identitas"&lt;br /&gt;   yang gampang ditemui di banyak tempat di republik yang pernah disebut&lt;br /&gt;   Koes Plus sebagai "tanah surga" ini. Karena itu, identitas Jonggol&lt;br /&gt;   memang tak khas amat. Jonggol pun tak terlalu dikenal.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Tapi itu cerita lama. Semenjak akhir 1996 lalu, Jonggol mendadak&lt;br /&gt;   sontak jadi primadona media massa. Jonggol jadi terkenal. Wajar saja&lt;br /&gt;   bila nyaris semua responden jajak pendapat Republika tahu Jonggol.&lt;br /&gt;   Sekitar 45 persen atau 133 dari 300 responden bahkan mengaku tahu di&lt;br /&gt;   mana letak Jonggol.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Adalah megaproyek Kota Mandiri Bukit Jonggol Indah (BJI) yang&lt;br /&gt;   "berjasa" mempopulerkan Jonggol. Megaproyek yang rencananya akan&lt;br /&gt;   digarap konsorsium Bambang Trihatmodjo dan Haryadi Kumala (Grup&lt;br /&gt;   Kaestindo) -- di bawah bendera PT Bukit Jonggol Asri (BJA) -- ini akan&lt;br /&gt;   melahap lahan seluas 30 ribu hektar: Lima kali Bumi Serpong Damai atau&lt;br /&gt;   60 kali kawasan elite Pondok Indah. Megaproyek ini membentang&lt;br /&gt;   sepanjang 36 km di sisi jalan Cibubur-Cianjur, konon bakal beres&lt;br /&gt;   dikembangkan dalam 25 tahun, dan bakal melahap dana raksasa: 100&lt;br /&gt;   triliun rupiah!&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Megaproyek itu pun menambah deretan proyek kota mandiri yang sudah&lt;br /&gt;   menggejala sejak 12 tahun lampau. Bagaimana sebetulnya sikap&lt;br /&gt;   masyarakat terhadap megaproyek ini? Jajak pendapat Republika memberi&lt;br /&gt;   jawabannya: Kecemasan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Umumnya responden mencemaskan dampak megaproyek Jonggol terhadap&lt;br /&gt;   keseimbangan ekologi (lingkungan) dan sosial. Jonggol sebagai daerah&lt;br /&gt;   resapan air akan rusak; rakyat kecil bakal tersingkir; Jonggol bakal&lt;br /&gt;   jadi kota besar yang memanjakan kalangan berpunya sekaligus tak lagi&lt;br /&gt;   ramah terhadap orang kebanyakan; itulah suara-suara kecemasan yang&lt;br /&gt;   terekam.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Terhadap sejumlah kecemasan itu sebetulnya telah tersedia sedikit&lt;br /&gt;   jawaban. Pemerintah Jawa Barat dan pihak pengembang (PT BJA) telah&lt;br /&gt;   menjelaskan bahwa lahan seluas 30 ribu hektar tak akan dihabiskan&lt;br /&gt;   untuk pengembangan kota dan pemukiman. Setengah dari luas lahan itu,&lt;br /&gt;   menurut mereka, akan dialokasikan untuk kawasan non-perkotaan,&lt;br /&gt;   pemeliharaan, dan konservasi. (Lihat Tabel).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Namun, kecemasan itu boleh jadi tak bakal redup dengan sedikit jawaban&lt;br /&gt;   di atas. Sebab, kecemasan itu tampaknya merefleksikan sesuatu yang&lt;br /&gt;   lebih besar: Kecemasan rakyat akan datangnya "zaman megaproyek".&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Dengan catatan rekor yang dimilikinya, proyek Jonggol merupakan satu&lt;br /&gt;   (lagi) proyek berskala raksasa. Ini memang menandai makin tegasnya&lt;br /&gt;   kedatangan "zaman megaproyek" ke tengah kita: pembangunan kawasan&lt;br /&gt;   industri, reklamasi pantai, pembangunan pabrik kimia, penambangan&lt;br /&gt;   emas, pembangunan jalan tol lingkar kota dan subway, dan seterusnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Tampaknya ada kecemasan bahwa pelbagai megaproyek yang sudah, sedang&lt;br /&gt;   atau akan digarap itu tak saja melahap dana dan lahan besar, namun&lt;br /&gt;   juga memangsa kepentingan rakyat kecil. Lahan yang luas, misalnya,&lt;br /&gt;   dicemaskan bakal makin berfungsi bisnis-komersial sambil&lt;br /&gt;   menenggelamkan fungsi sosialnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Maka sangat tepat dan beralasan, ketika menyetujui pembangunan&lt;br /&gt;   megaproyek Jonggol, Presiden Soeharto menyelipkan sebuah pesan&lt;br /&gt;   penting. "Jangan menyingkirkan dan membuat lebih melarat penduduk&lt;br /&gt;   setempat," kata Presiden.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Pesan Presiden tak saja penting secara tekstual (apa yang tertulis)&lt;br /&gt;   namun juga kontekstual (konteks yang dicakup pesan itu). Pesan itu&lt;br /&gt;   sebangun dengan pesan sejenis dari Gubernur Jawa Barat ("Penduduk&lt;br /&gt;   setempat jangan dipindahkan dan harus memperoleh pekerjaan di kawasan&lt;br /&gt;   itu") serta harapan Gubernur DKI Jakarta ("Perhatikan soal ekses&lt;br /&gt;   lingkungan proyek itu").&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Pada tingkat permukaan, pesan itu seolah gampang dijalankan, tapi&lt;br /&gt;   pengalaman pembangunan selama ini menunjukkan sebaliknya. Sebuah&lt;br /&gt;   megaproyek boleh jadi memang sanggup menyerap angkatan kerja, tapi&lt;br /&gt;   belum tentu peduli pada soal gegar sosial-budaya yang diderita&lt;br /&gt;   masyarakat sekelilingnya lantaran perubahan dramatis dari lingkungan&lt;br /&gt;   agraris-desa ke lingkungan modern-kota. Kasus pengembangan kawasan&lt;br /&gt;   industri di Botabek bisa bercerita banyak soal ketidakpedulian ini.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Pendeknya, megaproyek boleh saja mengepung kita namun mesti dibarengi&lt;br /&gt;   dengan tegasnya pengaruh positif ekonomi, sosial, budaya, dan politik&lt;br /&gt;   proyek itu bagi rakyat banyak. Hasil jajak pendapat Republika, dalam&lt;br /&gt;   batas tertentu, merefleksikan tuntutan tersebut.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Dalam konteks itu, menyangkut kasus Jonggol, skeptisime&lt;br /&gt;   (keragu-raguan) kita yang cenderung ke soal teknis, misalnya, mesti&lt;br /&gt;   diluruskan ke soal yang lebih mendasar. Sejauh ini yang lebih kerap&lt;br /&gt;   muncul memang keragu-raguan tentang "mana mungkin dalam 25 tahun&lt;br /&gt;   megaproyek Jonggol bisa selesai sementara BSD dalam 12 tahun belum&lt;br /&gt;   apa-apa dan kawasan Pondok Indah baru rampung dalam 35 tahun". Atau&lt;br /&gt;   "dari mana dana 100 triliun rupiah bisa digaruk oleh PT BJA".&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Alih-alih memusatkan diri pada skeptisisme di seputar soal teknis&lt;br /&gt;   macam itu, lebih produktif mengajukan skeptisisme lebih mendasar:&lt;br /&gt;   Sanggupkah megaproyek itu memadukan aspek bisnis-komersial yang sudah&lt;br /&gt;   tercium kuat sejak awal dengan kepentingan sosial rakyat banyak?&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Ya. Megaproyek Jonggol yang sudah memperoleh dukungan penuh dari&lt;br /&gt;   pemerintah pusat dan daerah itu mudah-mudahan bisa jadi contoh betapa&lt;br /&gt;   rakyat masih punya tempat yang layak di tengah zaman megaproyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Republika Online Edisi Senin, 24 Pebruari 1997, disadur dari &lt;a href="http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1997/02/27/0134.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-7137769820863322252?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/7137769820863322252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/mencari-tempat-rakyat-di-zaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7137769820863322252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7137769820863322252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/mencari-tempat-rakyat-di-zaman.html' title='Mencari Tempat Rakyat di Zaman Megaproyek'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-7870414649615977247</id><published>2009-01-29T17:13:00.001-08:00</published><updated>2011-01-12T22:01:47.824-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proyek BJA'/><title type='text'>Berkaitan Proyek Jonggol, Pemda Bogor Harapkan tak Ada Intimidasi</title><content type='html'>BOGOR -- Disetujuinya mega proyek Kota Mandiri Bukit Jonggol Asri (KMBJA)&lt;br /&gt; diduga segera menimbulkan fluktuasi harga tanah. Tak hanya harga tanah di&lt;br /&gt; wilayah yang terkena proyek, tapi juga daerah sekitarnya. Para spekulan&lt;br /&gt; tanah kabarnya mulai mengincar tanah-tanah di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt; Untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat merugikan warga setempat, Pemda&lt;br /&gt; Bogor mulai merencanakan tindakan "pengamaman" seperti yang diinginkan&lt;br /&gt; Gebernur Jawa Barat R. Nuriana. Kahumas Pemda Kabupaten Bogor H. Denny M.&lt;br /&gt; Moechry, BA, kemarin, mengatakan dalam proses jual beli tanah di kawasan&lt;br /&gt; Jonggol tidak boleh ada intimidasi. "Ini perlu ditegaskan pada masyarakat&lt;br /&gt; di sana. Persoalan Jonggol adalah persoalan bisnis. Jadi dalam penentuan&lt;br /&gt; harga tanah harus dimusyawarahkan dengan warga pemilik tanah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt; Presiden Soeharto, Rabu (18/12), menyetujui rencana pembangunan KMBJA&lt;br /&gt; seluas 30 ribu hektar itu. Persetujuan ini, kata Denny, diperkirakan akan&lt;br /&gt; menimbulkan fluktuasi harga tanah. "Kami menginginkan agar warga yang&lt;br /&gt; menjual tanahnya kepada pihak pelaksana proyek tidak merasa dirugikan&lt;br /&gt; karena harus pindah ke wilayah lainnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Apa yang diharapkan Pemda Bogor, kata Denny, sesuai dengan yang&lt;br /&gt; dimaksudkan oleh Presiden bahwa pembangunan kawasan Jonggol tidak boleh&lt;br /&gt; menimbulkan kerugian pada rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Menurut Denny, penentuan harga tanah didasarkan pada tiga hal. Pertama,&lt;br /&gt; harga dasar, yaitu standar harga yang ditetapkan oleh kecamatan dan&lt;br /&gt; disyahkan oleh bupati. Kedua, berdasarkan nilai NJOP (Nilai Jual Objek&lt;br /&gt; Pajak). Dan, ketiga, berdasarkan harga umum.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Kedua dasar pertama itu ditentukan oleh pemerintah, dan biasanya terjadi&lt;br /&gt; pada kasus pembebasan tanah untuk kepentingan umum atau pemerintah. Sedang&lt;br /&gt; penentuan harga tanah berdasarkan katagori terakhir, semata adalah untuk&lt;br /&gt; kepentingan bisnis. "Dalam kasus Jonggol ini termasuk katagori ketiga,"&lt;br /&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Masyarakat, katanya, hendaknya berhati-hati jika ada oknum yang mencoba&lt;br /&gt; mengintimidasi mereka. "Sebab dalam kasus-kasus seperti ini sering ada&lt;br /&gt; oknum seperti itu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Namun, Denny juga mengimbau agar musyawarah yang dilakukan antara warga&lt;br /&gt; dan pihak proyek dalam penentuan harga tanah berpatokan pada harga yang&lt;br /&gt; wajar, dengan tidak merugikan salah satu pihak. "Pada dasarnya kami&lt;br /&gt; menyerahkan semuanya pada musyawarah warga dan pihak proyek. Kami hanya&lt;br /&gt; mengawasi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Mega Proyek KMBJA yang berlokasi 40 km Tenggara Jakarta itu akan meliputi&lt;br /&gt; luas wilayah 30 ribu hektar, mencakup tiga kecamatan, Jonggol, Cileungsi,&lt;br /&gt; dan Ciriu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; Untuk mewujudkan rencana raksasa itu, Pemda Jabar menarik swasta besar,&lt;br /&gt; yakni PT Bukit Jonggol yang presiden komisarisnya adalah Mayjen TNI (Purn)&lt;br /&gt; Arie Sudewo dan dirutnya Bambang Trihatmodjo. Bisa saja, menurut Gubernur,&lt;br /&gt; PT Bukit Jonggol membentuk konsorsium.  mal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Republika Online  Edisi Jum'at, 20 Desember 1996, disadur dari &lt;a href="http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1996/12/22/0049.html"&gt;sini &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-7870414649615977247?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/7870414649615977247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/berkaitan-proyek-jonggol-pemda-bogor_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7870414649615977247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7870414649615977247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/berkaitan-proyek-jonggol-pemda-bogor_29.html' title='Berkaitan Proyek Jonggol, Pemda Bogor Harapkan tak Ada Intimidasi'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-4634968904103406098</id><published>2009-01-29T17:10:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T22:02:41.687-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proyek BJA'/><title type='text'>Sekitar 80 Persen Lahan Kering di Jonggol 'Dikuasai' Orang Jakarta</title><content type='html'>BOGOR -- Sekitar 80 persen lahan kering di Jonggol, Bogor, Jabar, kini&lt;br /&gt;sudah dikuasai orang-orang Jakarta. "Anak saya bekerja sebagai perantara&lt;br /&gt;pembeli dan penjual tanah. Jadi, saya tahu soal ini," kata seorang&lt;br /&gt;penyuluh pertanian yang tak mau disebut namanya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt; Namun, kata penyuluh pertanian itu, warga Jonggol, terutama Jonggol&lt;br /&gt;selatan, kini masih memiliki lahan basah yang ditanami padi. Ada juga yang&lt;br /&gt;dijadikan kebun pisang dan singkong. "Bukit Solasih, di Desa Sukanegara,&lt;br /&gt;juga masih dimiliki warga. Mereka menanaminya dengan pohon petai," katanya&lt;br /&gt;kepada Republika, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt; Banyaknya lahan kering di Jonggol yang dikuasai orang Jakarta itu&lt;br /&gt;dibenarkan oleh Bakar, 45, yang telah tinggal di sana sejak 20 tahun lalu.&lt;br /&gt;Ia mengaku sering berhubungan dengan warga Jakarta yang mencari tanah di&lt;br /&gt;Jonggol. "Kebanyakan yang membeli tanah di sini warga keturunan Cina dan&lt;br /&gt;ABRI. Bapak lihat sendiri di sana, berhektar-hektar tanah sudah diberi&lt;br /&gt;pagar kawat dan dipasang papan nama pemilik tanah," katanya sambil&lt;br /&gt;menunjuk bukit di sebelah selatan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Orang-orang Jakarta itu, kata Bakar, hanya datang ke Jonggol pada hari&lt;br /&gt;libur. Banyak juga warga Jakarta yang hanya memiliki tanah, sedang isinya&lt;br /&gt;diserahkan kepada penduduk untuk diolah. Tanah-tanah yang telah dikuasai&lt;br /&gt;warga Jakarta itu kebanyakan dibiarkan begitu saja, walaupun ada juga yang&lt;br /&gt;dirawat dan ditanami pohon palm.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Namun, seorang pegawai Kecamatan Jonggol yang tinggal di Kemantren,&lt;br /&gt;Sukamakmur, mengatakan masih banyak lahan di wilayah selatan Jonggol yang&lt;br /&gt;dikuasai warga. "Memang benar kawasan Jonggol sekarang banyak didatangi&lt;br /&gt;warga Jakarta. Tetapi tidak benar kalau wilayah itu hampir seluruhnya&lt;br /&gt;dikuasai orang asing. Masih banyak kok yang dikuasai warga. Mungkin lima&lt;br /&gt;puluh persen lahan masih dikuasai mereka," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Hal yang sama juga dikatakan oleh Kepala Desa Sukamakmur M Maskul kepada&lt;br /&gt;Republika. "Lahan di sini masih banyak yang belum dijual kepada warga&lt;br /&gt;Jakarta. Memang benar sejak dulu banyak orang-orang luar yang mendatangi&lt;br /&gt;desa ini. Kalau tidak salah ada 10 - 12 orang Jakarta yang membeli tanah&lt;br /&gt;di sini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Bagi M Maskul, kalau ada yang mau beli tanah warga, silakan saja.&lt;br /&gt;"Bukankah selama ini SK pengaturannya belum ada, dan pihak-pihak yang&lt;br /&gt;berkepentingan belum menghubungi saya. Informasi yang selama ini&lt;br /&gt;berkembang hanya melalui media massa, bukan resmi dari pihak atas,"&lt;br /&gt;katanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Seorang aparat kecamatan yang tidak bersedia ditulis namanya juga&lt;br /&gt;menyebutkan, tidak benar kalau tanah warga sudah dikuasai warga Jakarta.&lt;br /&gt;Bahkan ia bisa menyebutkan dengan angka. "Tidak lebih dari sepuluh persen&lt;br /&gt;kawasan Jonggol yang sudah dimiliki warga Jakarta," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Menurut pengamatan Republika, di kawasan selatan Kecamatan Jonggol memang&lt;br /&gt;telah banyak tanah-tanah berkawat dan berpapan nama. Kebanyakan tanah yang&lt;br /&gt;tidak produktif.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Orang Jakarta sudah mengincar tanah Jonggol sejak 1980-an, ketika harga&lt;br /&gt;tanah di sana masih sangat murah, sekitar Rp 75 per meter. Ketika itu&lt;br /&gt;warga Jakarta sudah ada yang datang mencari tanah di sana.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Bisnis tanah di Jonggol makin menjadi sejak ada PT Fajar Loka Permata&lt;br /&gt;(salah satu anak perusahaan kelompok Kaestindo) dan PT Kartika Pola Reksa,&lt;br /&gt;yang membebaskan tanah untuk kepentingan proyek Kota Mandiri Bukit Jonggol&lt;br /&gt;Asri.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Menurut Mustaal, warga setempat, bisnis jual beli tanah kini malah sudah&lt;br /&gt;menjalar ke aparat pemerintah. "Mas kalau cari tanah jangan melalui kepala&lt;br /&gt;desa, nanti harganya lebih mahal," kata Mustaal memperingatkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; Warga Jonggol yang lain, Imam Setiadi, malah mengatakan beberapa kepala&lt;br /&gt;desa kini ikut-ikutan jadi spekulan tanah. Moh Jabar, kepala Desa Suka&lt;br /&gt;Damai, mengakui telah terjadi pembebasan tanah di daerahnya. "Kurang lebih&lt;br /&gt;127 ha tanah berbukit dan bertebing telah dibeli oleh PT Kartika Pola&lt;br /&gt;Reksa," katanya.  mal/ttw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Republika Online  Edisi Jum'at, 27 Desember 1996 , disadur dari &lt;a href="http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1996/12/27/0026.html"&gt;sini &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-4634968904103406098?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/4634968904103406098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/berkaitan-proyek-jonggol-pemda-bogor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4634968904103406098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/4634968904103406098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/berkaitan-proyek-jonggol-pemda-bogor.html' title='Sekitar 80 Persen Lahan Kering di Jonggol &apos;Dikuasai&apos; Orang Jakarta'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-5414024626276423324</id><published>2009-01-29T17:07:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T22:04:36.659-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proyek BJA'/><title type='text'>Memahami proyek Jonggol</title><content type='html'>Jonggol yang dikenal sebagai lumbung padi dan salah satu daerah&lt;br /&gt;   penghasil buah-buahan di Jawa Barat kemungkinan besar berubah status&lt;br /&gt;   menjadi wilayah kosmopolitan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Perubahan status itu berkaitan dengan proposal yang diajukan oleh PT&lt;br /&gt;   Bukit Jonggol Asri (BJA). Konsorsium itu, yang dibentuk pengusaha&lt;br /&gt;   Bambang Trihatmodjo dan Grup Kaestindo [milik pengusaha Haryadi&lt;br /&gt;   Kumala], ingin mengembangkan Jonggol menjadi semacam kota mandiri,&lt;br /&gt;   yang di dalamnya terdapat perumahan beserta sejumlah fasilitas seperti&lt;br /&gt;   government area, kawasan wisata, olahraga, hutan, dan areal pertanian.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Usulan konsorsium itu menimbulkan pro-kontra dengan argumentasi&lt;br /&gt;   masing-masing. Pro-kontra itu lebih bersumber pada usulan, yang ingin&lt;br /&gt;   meningkatkan status Jonggol menjadi semacam kota administratif&lt;br /&gt;   dilengkapi dengan government area [kawasan pemerintahan]. Di sinilah&lt;br /&gt;   sebenarnya letak silang pendapat itu, karena memang belum jelas benar&lt;br /&gt;   definisi mengenai kawasan pemerintahan. Apakah pemerintahan pusat&lt;br /&gt;   ataukah pemerintahan daerah?&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Mereka yang pro menilai gagasan itu sebagai salah satu upaya&lt;br /&gt;   mengurangi kepadatan dan kesibukan Jakarta sebagai lokasi berkumpulnya&lt;br /&gt;   kantor pemerintahan pusat. Dengan dijadikan sebagai government area,&lt;br /&gt;   sudah tentu kesibukan Jakarta bakal berkurang, selain berupaya&lt;br /&gt;   memeratakan pengembangan wilayah ke daerah baru yang potensial.&lt;br /&gt;   Pandangan ini jelas didasarkan atas pertimbangan bahwa sudah terlalu&lt;br /&gt;   luasnya fungsi Jakarta. Jakarta bukan hanya menyandang status sebagai&lt;br /&gt;   ibukota negara tetapi juga pusat bisnis-keuangan, wisata dan&lt;br /&gt;   sebagainya. Padahal, daya dukung Jakarta kian berkurang.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Sebaliknya, mereka yang kontra berpendapat bukan hal yang gampang&lt;br /&gt;   menjadikan Jonggol sebagai kawasan pemerintahan. Sebagai government&lt;br /&gt;   area, Jonggol memerlukan perencanaan yang terpadu dari berbagai aspek&lt;br /&gt;   dan disiplin ilmu. Hal ini bukan pekerjaan mudah, melainkan tugas yang&lt;br /&gt;   memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak kecil.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Sebagai kawasan pemerintahan, Jonggol pun membutuhkan penataan yang&lt;br /&gt;   benar-benar dapat menunjang fungsi tersebut. Padahal, dari berbagai&lt;br /&gt;   pengalaman, tata ruang justru merupakan masalah yang cukup pelit.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Kita tidak hendak berusaha membahas silang pendapat mengenai usulan&lt;br /&gt;   itu, kecuali hanya ingin mengkaji kelebihan sekaligus kekurangannya.&lt;br /&gt;   Karena kita percaya bahwa silang pendapat itu justru akan lebih&lt;br /&gt;   memperkaya dan menumbuhkan kreativitas, sehingga keputusan yang bakal&lt;br /&gt;   diambil justru lebih berbobot.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Namun lepas dari pro-kontra itu, kita membutuhkan pemikiran dan kajian&lt;br /&gt;   yang seksama dan jernih agar hasil yang diperoleh benar-benar&lt;br /&gt;   maksimal. Hal itu bukan merupakan hambatan, tetapi justru sebagai&lt;br /&gt;   argumentasi agar dapat memberi arah yang tegas dan jelas dalam&lt;br /&gt;   mencapai tujuan dimaksud.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Sikap kritis dalam pro-kontra itu menandakan betapa masyarakat makin&lt;br /&gt;   berpartisipasi dalam setiap kegiatan pembangunan. Kekritisan itu juga&lt;br /&gt;   membuktikan betapa masyarakat makin bertanggungjawab terhadap setiap&lt;br /&gt;   gerak langkah dan arah pembangunan, mengingat kegiatan tersebut&lt;br /&gt;   membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak kecil, selain berbagai&lt;br /&gt;   dampak yang bakal terjadi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Tidak sama memang apa yang diusulkan BJA dengan kondisi yang dialami&lt;br /&gt;   Brasilia, misalnya. Tapi rasanya tidak berlebihan bila kita juga&lt;br /&gt;   belajar dari apa yang dialami Brasil saat negara itu memindahkan&lt;br /&gt;   ibukotanya ke Brasilia. Saat itu Brasil bangkrut karena anggaran&lt;br /&gt;   negara sebagian besar tersedot untuk kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Kita juga percaya bahwa usulan itu telah memperhitungkan berbagai&lt;br /&gt;   aspek yang sudah selayaknya diperhatikan oleh BJA. Aspek tata ruang,&lt;br /&gt;   misalnya, merupakan masalah yang sangat penting, mengingat hal itu&lt;br /&gt;   menjadi dasar bagi pengembangan suatu wilayah perkotaan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Selain itu, kita tentu percaya dan berharap konsorsium BJA juga telah&lt;br /&gt;   memikirkan secara matang bahkan menuangkan segala gagasan yang tetap&lt;br /&gt;   memperhatikan fungsi Jonggol sebagai wilayah resapan air. Artinya,&lt;br /&gt;   dalam mengembangkan Jonggol, aspek daya dukung wilayah, fungsi, dan&lt;br /&gt;   potensi tetap merupakan landasan yang tidak dapat diabaikan. Karena&lt;br /&gt;   hanya dengan cara demikianlah kita boleh berharap Jonggol benar-benar&lt;br /&gt;   dapat dijadikan sebagai kota alternatif dan pengembangan wilayah yang&lt;br /&gt;   terpadu dengan Jakarta sebagai ibukota dan Jawa Barat sebagai provinsi&lt;br /&gt;   menunjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1996/11/18/0050.html"&gt;Disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-5414024626276423324?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/5414024626276423324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/memahami-proyek-jonggol.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5414024626276423324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5414024626276423324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/memahami-proyek-jonggol.html' title='Memahami proyek Jonggol'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-6669935638032375895</id><published>2009-01-29T17:01:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T22:03:58.827-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proyek BJA'/><title type='text'>Jonggol, Proyek Satu Abad</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Jakarta penuh sesak. Penduduknya berjumlah sekitar 10 juta jiwa. Belum lagi jumlah kendaraan yang mencapai hampir dua juta unit. Pembangunan gedung jangkung terus bertambah, sementara persediaan tanah semakin kritis dan harganya melambung tinggi, nyaris tidak terjangkau oleh pengembang properti dan lahan yasan (&lt;i&gt;real estate&lt;/i&gt;).  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Alternatifnya, pembangunan permukiman dan kawasan bisnis diarahkan ke pinggiran atau yang dikenal dengan sub-urban. Salah satu pengembang yang mengantisipasi pembangunan sub-urban atau kota baru adalah PT Bukit Jonggol Asri (BJA). Sebagian besar saham perusahaan itu milik Bambang Trihatmodjo, putra Presiden Soeharto. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Rencana PT BJA untuk membangun sebuah kota batu tidak tanggung-tanggung. Perusahaan itu mengalokasikan lahan sedikitnya 30.000 hektare, yang terbentang dari Citereup sampai Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sekitar 24 desa di tiga kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur akan disulap menjadi kota metropolitan lengkap dengan segala fasilitasnya. Untuk mewujudkan kota baru itu diperlukan dana sedikitnya US$ 24 miliar atau setara Rp 56,4 triliun sekarang. Jika nilai rupiah terhadap dolar AS terus melemah, nilai investasi itu bisa mencapai Rp 70 triliun. Itu merupakan jumlah investasi yang fantastis, karena dilakukan oleh swasta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Belum lagi jangka waktu pembangunan yang mungkin baru selesai seluruhnya dalam 50 tahun atau 10 Pelita. Jakarta, misalnya, dengan luas 65.000 hektare, setelah 51 tahun Indonesia merdeka, pembangunannya masih belum selesai. Pengadaan perumahan yang layak baru gencar dilakukan pada tahun 1972. Kawasan komersial, seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan, mulai ramai baru dalam dasawarsa l990-an. Jakarta, sebagai ibu kota negara, penanganan dan pembiayaannya memang dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Itulah sebabnya rencana pembangunan kota baru BJA sekarang ini menjadi pembicaraan di mana-mana. Apalagi, santer isu ibu kota negara akan pindah dari Jakarta ke Jonggol . Pro dan kontra bermunculan. Tapi, terlepas benar atau tidaknya rencana memindahkan ibu kota itu, pembangunan kota baru di Jonggol, kalau terwujud, adalah prestasi tersendiri . Sampai sekarang belum ada di dunia ini swasta mampu membangun proyek properti dan lahan yasan seluas 30.000 hektare. Jika Badan Pertanahan Nasional menyetujui alokasi lahan yang diinginkan PT BJA, pembebasan tanah telah dilakukan, Bambang Trihatmodjo akan menjadi raja properti dunia, menggeser Donald Trumph (yang nyaris kolaps) dan mengalahkan Li Ka Sing (raja properti dari Hong Kong yang proyeknya tersebar di mancanegara). Sebenarnya, dalam PT BJA, Bambang tidak sendiri. Dia menggandeng Swie Teng alias Haryadi Kumala, spekulan tanah yang sangat terkenal di kalangan pengembang dan pemilik Grup Kaestindo. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Direksi PT BJA maupun Grup Kaestindo ketika diminta konfirmasinya memilih tutup mulut. Tidak ada seorang pun yang mau berkomentar. Susi, sekretaris Swie Teng yang berkantordi Lantai XXV Menara Sudirman, tidak menjelaskan keberadaan bosnya, malah menunjuk seorang pria berbadan tegap berpakaian safari dengan kumis tebal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Di kalangan pengembang, isu pembangunan kota baru Jonggol sudah tersebar sejak tahun lalu. Mereka mengaitkan instruksi Presiden Soeharto kepada Pemda Jawa Barat agar tidak lagi memberikan izin untuk pembangunan vila dan bangunan lain di kawasan Bogor, Puncak, dan Cianjur (Bopunjur). Rumor yang berkembang kemudian diperkuat dengan pernyataan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN, Soni Harsono, yang tidak lagi mengeluarkan izin untuk proyek lahan yasan di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek). Ketika D&amp;amp;R meminta pendapat beberapa pengembang mengenai rencana PT BJA dan pernyataan pejabat pemerintah, mereka enggan memberikan komentar secara langsung, apalagi jika namanya disebut sebagai narasumber. "Kami tidak ingin mengusik dapur orang lain agar dapur kami dapat &lt;i&gt;ngebul&lt;/i&gt; terus," kata pengembang lain yang memiliki proyek tidak jauh dari lokasi kota baru Jonggol.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Namun, Johannes Tulung dari PT Kuripan Raya melihat proyek itu belum bisa dianggap ancaman, karena rencananya masih di atas kertas. Menurut dia, antara rencana dan implementasi memerlukan waktu cukup lama. "Waktu 10 tahun belum cukup untuk melihat keberhasilan pembangunan sebuah kota baru. Masih banyak peluang yang bisa kami raih," kata Tulung, yang kini menangani proyek Telaga Kahuripan di daerah Parung, Jawa Barat, yang salah seorang pemiliknya adalah Grup Bimantara. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Konsep dan perencanaan kota baru Jonggol secara &lt;i&gt;de facto&lt;/i&gt; sebenarnya sudah mendapat persetujuan dari pemerintah dan tinggal menunggu lampu hijau langsung dari Presiden Soeharto. Proyek itu memang akan dipresentasikan di hadapan kepala negara sebelum akhir tahun ini. Herman Haeruman, Deputi Ketua Bappenas Bidang Regional dan Daerah, setelah menghadiri presentasi Grup Kaestindo mengenai proyek tersebut, menyatakan kepada Rebeka Harsono dari D&amp;amp;R bahwa rencana kota baru Jonggol sah-sah saja sebagaimana pembangunan proyek sejenis yang sudah ada sebelumnya. "Kalau memang bisa mandiri, mengapa tidak kita buat kota yang tidak perlu lagi bergantung pada Jakarta sebagai kota induk?" kata Herman. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Pengamat properti, Panangian Simanungkalit, melihat rencana kota baru Jonggol adalah proyek yang belum jelas karena status dan surat keputusan (SK) lokasinya sampai sekarang belum keluar. "Proyek ini belum pantas dikomentari. Tapi memang fenomena baru dalam pembangunan kota," kata Direktur Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) itu kepada Budi Nugroho dari D&amp;amp;R. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Akan tetapi benarkah pembangunan Jonggol merupakan fenomena baru dalam pembangun kota seperti yang dinyatakan Panangian? Sebenarnya, pembangunan kota baru sudah banyak dilakukan di Indonesia, terutama yang dilakukan oleh pemerintah. Di Jakarta misalnya Thomas Karsten sudah merencanakan kota baru Kebayoran Baru pada tahun 1948 dan mulai digarap tiga tahun kemudian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Akan halnya pembangunan kota baru yang diarahkan untuk mandiri pertama kali dilakukan swasta pada tahun 1989, yaitu proyek Kota Mandiri Bumi Serpong Damai (BSD). Pemiliknya adalah konsorsium 10 perusahaan milik empat taipan besar (Liem Sioe Liong, Eka Tjipta Widjaja, Ciputra, dan Sudwikatmono). Konsorsium itu rencananya akan membangun sebuah kota seluas 6.000 hektare atau tiga kali luas Kodya Bogor. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Setelah pembangunan Kota Mandiri BSD, di Jabotabek bermunculan proyek sejenis, seperti Cikarang Baru (5.400 hektare), Lippo Cikarang (5.000 hektare), Kota Tigaraksa (3.000 hektare), Bintaro Jaya (2.300 hektare), Citra Raya Kota Seni (2.500 hektare), Bukit Sentul (2.000 hektare), Kota Legenda (2.000 hektare), Lido Lake Resort (1.700 hektare), Gading Serpong ( 1.700 hektare), Puri Jaya ( 1.600 hektare), dan Citra Indah ( 1.200 hektare). Masih ada dua proyek besar lagi yang izinnya sudah diberikan, yaitu Kapuk Naga (8.000 hektare) dan Pantura Jakarta (2.700 hektare). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Membangun kota baru memang tidak semudah menggarap proyek properti lainnya. Beberapa aspek sangat menentukan, seperti perencanaan, konsep, pendanaan, dan pemasaran. Yang dikatakan Johannes Tullung bisa jadi benar: para pengembang tidak mungkin terancam dalam waktu 10 tahun karena kehadiran Jonggol. Sebagai contoh, BSD sebagai proyek kota mandiri pertama di tanah air telah disiapkan sejak tahun 1983, pembangunannya baru dimulai Januari 1989. Dalam waktu enam tahun, pengembang proyek tersebut harus menyiapkan seluruh aspek tadi secara mendalam dan mengkoordinasikannya dengan instansi pemerintah yang terkait. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Dalam perencanaannya, proyek BSD baru rampung keseluruhan dalam waktu 25 tahun. Menurut Dirut PT BSD, Budiarsa Sastrawinata, proyek yang diperkirakan menelan investasi untuk infrastruktur sekitar Rp 5 triliun itu diharapkan rampung pada tahun 2015. Pembangunan proyek tersebut, lanjutnya, menerapkan perkembangan wajar dan alamiah dengan mengutamakan pertumbuhan penduduk. "Dari segi fasilitas memang agak lambat; sedangkan tingkat pertumbuhan penduduknya mencapai 15 persen per tahun." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Memang, baru setelah pertumbuhan penduduk meningkat, investor melirik kota mandiri itu untuk dijadikan basis investasi. Baru-baru ini, delegasi dagang dari Jerman yang dipimpin langsung oleh Kanselir Helmut Kohl langsung menandatangani kesepakatan untuk membangun Pusat Jerman di BSD yang terdiri kawasan industri, sekolah, pusat penelitian, serta lembaga ekonomi. Investasinya sekitar Rp 4,5 triliun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Soalnya, penduduk dengan berbagai strata sosial dan ekonomi adalah motor utama untuk mewujudkan kemandiriannya. Tanpa penduduk, bagaimana mungkin membangun gedung perkantoran, kawasan industri, atau pusat perbelanjaan skala besar? Siapa yang akan membeli? Darimana memperoleh pekerja? Untuk mewujudkan sebuah kota yang mandiri, kata Johannes Tullung yang juga salah seorang pengurus Dewan Pimpinan Pusat Realestat Indonesia (REI), Jonggol nantinya harus memiliki basis ekonomi yang kuat. Di wilayah itu, setidaknya harus digabungkan kantor pemerintah, kawasan bisnis dan industri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Yang jelas, pembangunan perumahan, apalagi kota baru, harus mengacu pada Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 mengenai Penataan Ruang. Setiap rencana yang mikro, berdasarkan UU tersebut, harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang makro. Kenyataannya, sebagian besar daerah tingkat II belum memiliki RTRW yang disahkan oleh DPRD. Seperti Bogor, yang melingkupi wilayah Jonggol, sampai sekarang RTRW-nya masih parsial. Belum lagi faktor pendanaan yang akan menyerap tliliunan rupiah masih membayangi para pengembang. Sikap hati-hati memang banyak dilakukan pengembang besar agar proyeknya dapat berjalan sesuai rencana tanpa mengganggu likuiditas keuangan perusahaan maupun grupnya. Gencarnya pembangunan fasilitas yang "wah" dan sebenarnya belum perlu di Lippo Karawaci menjadi pelajaran berharga. Bukan tidak mungkin, baru 100 tahun lagi kota baru Bukit Jonggol Asri bisa berdiri utuh -- itu pun kalau jadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Sumber :&lt;a href="http://www.tempointeractive.com/ang/min/01/39/nas4.htm"&gt;Tempo Interaktif&lt;/a&gt;, &lt;/span&gt;Edisi  39/01 -21/Nov/1996&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-6669935638032375895?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/6669935638032375895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/jonggol-proyek-satu-abad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6669935638032375895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6669935638032375895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/jonggol-proyek-satu-abad.html' title='Jonggol, Proyek Satu Abad'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-6757627457594612782</id><published>2009-01-29T16:57:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T22:05:24.458-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proyek BJA'/><title type='text'>Proyek Jonggol: Jangan Terjadi Pemusatan Modal</title><content type='html'>Proyek Jonggol: Jangan Terjadi Pemusatan Modal&lt;br /&gt;&lt;p&gt;   Rencana pembangunan proyek kota mandiri terpadu Bukit Jonggol Asri&lt;br /&gt;   seluas 30.000 hektare itu harus memperhatikan aspek re-evaluation&lt;br /&gt;   system development. Mengapa?&lt;br /&gt;   Inilah sebuah konsep kota mandiri yang benar-benar terpadu. Namanya,&lt;br /&gt;   Bukit Jonggol Asri, seluas 30.000 hektare, di kawasan Jonggol, Bogor,&lt;br /&gt;   Jawa Barat. Menurut rencana, penggunaan lahannya, antara lain, kawasan&lt;br /&gt;   lindung, sawah, pariwisata, hutan wisata, perkebunan, taman safari,&lt;br /&gt;   kawasan industri, dan permukiman. Dan pengembangan kawasan tersebut&lt;br /&gt;   akan berlangsung selama 25-30 tahun mendatang. Seorang konsultan&lt;br /&gt;   memperkirakan biaya yang dibutuhkan sangat besar, bisa mencapai Rpl00&lt;br /&gt;   triliun.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   "Megaproyek itu kelak berupa kota mandiri, yang tidak seperti kota&lt;br /&gt;   baru lainnya yang sudah dibangun di Bogor, Tangerang, dan Bekasi -&lt;br /&gt;   yang seluruhnya masih tergantung pada kota induknya, Jakarta," ungkap&lt;br /&gt;   Bambang Trihatmodjo, sebelum jumpa pers akhir tahun kelompok usaha&lt;br /&gt;   Bimantara, di Jakarta, Jumat (20 Desember) lalu. Boleh dibilang,&lt;br /&gt;   megaproyek kota mandiri Bukit Jonggol Asri ini merupakan pembangunan&lt;br /&gt;   kota mandiri yang terbesar di dunia. Dikatakan demikian, karena kota&lt;br /&gt;   mandiri North Carolina, AS, yang sekarang dikembangkan sebagai global&lt;br /&gt;   trans-park saja cuma seluas ribuan hektare, yang lebih menekankan pada&lt;br /&gt;   pembangunan kawasan industrinya ketimbang permukiman.&lt;br /&gt;   Ucapan Bambang Tri (sapaan akrab Bambang Trihatmodjo) itu bisa jadi&lt;br /&gt;   benar, mengingat belum ada satu pun pengembang yang mempunyai konsep&lt;br /&gt;   selengkap itu. Sebut saja, kota mandiri Bumi Serpong Damai milik&lt;br /&gt;   Ciputra, seluas 6.000 hektare, di Tangerang. Begitu juga Kota Legenda,&lt;br /&gt;   kota mandiri milik Mohamad S. Hidayat, seluas 2.000 hektare, di&lt;br /&gt;   Bekasi. Apalagi kualifikasi kota mandiri hingga kini masih belum&lt;br /&gt;   jelas. Kriterianya hanya berdasarkan luas lahan yang tersedia berikut&lt;br /&gt;   fasilitas penunjangnya.&lt;br /&gt;   Oleh karena itu, wajar saja bila Bambang Tri merasa risau terhadap&lt;br /&gt;   status megaproyek pembangunan kota mandiri Bukit Jonggol Asri. "Kami&lt;br /&gt;   memerlukan izin berupa Keputusan Presiden (Keppres), agar proyek&lt;br /&gt;   tersebut mempunyai kepastian hukum," ungkapnya. Bila tidak, dia&lt;br /&gt;   mengkhawatirkan kebijakan terhadap proyek itu akan berganti pula&lt;br /&gt;   seiring pergantian gubernurnya (Gubernur Jawa Barat, Red.). Dan&lt;br /&gt;   Bambang mengharapkan konsep kota mandiri Bukit Jonggol Asri ini bakal&lt;br /&gt;   menjadi model pembangunan kota mandiri di provinsi lainnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Sumber : Warta Ekonomi, Edisi 6 January, 1997, disadur dari &lt;a href="http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1997/01/25/0083.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-6757627457594612782?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/6757627457594612782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/proyek-jonggol-jangan-terjadi-pemusatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6757627457594612782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6757627457594612782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/proyek-jonggol-jangan-terjadi-pemusatan.html' title='Proyek Jonggol: Jangan Terjadi Pemusatan Modal'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-5947192534601565472</id><published>2009-01-29T16:54:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T22:06:17.377-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proyek BJA'/><title type='text'>Presiden setujui proyek kota mandiri Jonggol</title><content type='html'>JAKARTA (Bisnis): Presiden Soeharto menyetujui pembangunan kota mandiri&lt;br /&gt;Bukit Jonggol Asri,&lt;br /&gt;    sementara pengembang proyek itu diimbau agar tidak menyengsarakan&lt;br /&gt;penduduk setempat. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;    "Jangan sampai terjadi penggusuran terhadap masyarakat setempat.&lt;br /&gt;Andaikata pun terjadi&lt;br /&gt;    pemindahan penduduk setempat, maka hal itu harus mengakibatkan&lt;br /&gt;peningkatan kesejahteraan&lt;br /&gt;    mereka," ujar Presiden Soeharto. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;    Kepala Negara mengemukakan hal itu seusai mendengarkan pemaparan rencana&lt;br /&gt;pembangunan&lt;br /&gt;    kota mandiri tersebut, yang disampaikan Gubernur Jabar, R. Nuriana&lt;br /&gt;didampingi Menneg&lt;br /&gt;    PPN/Ketua Bappenas Ginandjar Kartasasmita di Bina Graha, Jakarta, kemarin. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Hadir dalam pemaparan tersebut sejumlah menteri antara lain, Mensesneg&lt;br /&gt;Moerdiono, Menteri&lt;br /&gt;    Pekerjaan Umum Radinal Moochtar, Menhut Djamaluddin Soeryohadikoesoemo,&lt;br /&gt;Menneg&lt;br /&gt;    Agraria/Kepala BPN Soni Harsono dan Menhankam Edi Sudradjat. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Sedangkan dari konsorsium pengembang proyek itu hadir Preskom PT Bukit&lt;br /&gt;Jonggol Asri (BJA)&lt;br /&gt;    Arie Soedewo, Bambang Trihatmodjo [komisaris] dan Presdir PT BJA Haryadi&lt;br /&gt;Kumala bersama&lt;br /&gt;    anggota direksi lainnya. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Berdasarkan pemelitian, kata Presiden, pada masa mendatang sekitar 50%&lt;br /&gt;penduduk Indonesia&lt;br /&gt;    akan tinggal di daerah perkotaan. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    "Kalau pada 2030 penduduk Indonesia mencapai 300 juta jiwa, maka 150&lt;br /&gt;juta di antaranya hidup&lt;br /&gt;    di perkotaan," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Presiden menegaskan Jakarta memang telah memiliki beberapa kota satelit&lt;br /&gt;seperti Bogor,&lt;br /&gt;    Tangerang, dan Bekasi (Botabek). Tapi, kata Kepala Negara, sekarang saja&lt;br /&gt;kota satelit tersebut&lt;br /&gt;    terasa sudah tidak memadai, apalagi di masa mendatang. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Presiden mencontohkan banyaknya orang yang tinggal di daerah timur, tapi&lt;br /&gt;bekerja di kawasan&lt;br /&gt;    barat. Karena mereka menggunakan kendaraan, maka lalulintasnya menjadi&lt;br /&gt;semrawut. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    "Proses pembangunan kota baru itu jangan sampai menimbulkan akibat yang&lt;br /&gt;bertentangan&lt;br /&gt;    dengan cita-cita pembangunan," tegas Presiden. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Hindari penggusuran &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Dalam pengarahan tanpa teks itu, Kepala Negara berulang kali menekankan&lt;br /&gt;pentingnya upaya&lt;br /&gt;    menghindari penggusuran terhadap masyarakat setempat. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    "Kita harus mempunyai terlebih dahulu blue print (rencana&lt;br /&gt;dasar-Red.)-nya, sehingga&lt;br /&gt;    pembangunan di daerah tersebut tidak terjadi acak-acakan," tegas Presiden. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Kepada pengembang PT BJA, Presiden minta agar mereka bekerja secara&lt;br /&gt;berhati-hati sehingga&lt;br /&gt;    tidak menimbulkan kesan bahwa pembangunan akan memelaratkan dan menimbulkan&lt;br /&gt;    kesengsaraan. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    "Pembangunan kita tidak akan mengarah ke sana." &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Gubernur Jabar R. Nuriana dalam pemaparannya mengungkapkan luas&lt;br /&gt;keseluruhan Bukit Jonggol&lt;br /&gt;    Asri mencapai 30.000 ha yang terbagi atas kawasan perkotaan 15.000 ha. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Kawasan perkotaan meliputi antara lain kawasan industri, kantor&lt;br /&gt;pemerintahan, pusat pendidikan,&lt;br /&gt;    gelanggang olahraga, stasiun kereta api dan tempat pemakaman umum. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Sedangkan kawasan non perkotaan yang disiapkan seluas 15.000 sisanya&lt;br /&gt;akan dibangun a.l.&lt;br /&gt;    hutan lindung, persawahan dan taman safari. (Lihat tabel). &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Lebih lanjut Presiden Soeharto mengemukakan bahwa karena di Bukit&lt;br /&gt;Jonggol Asri akan&lt;br /&gt;    dibangun kawasan industri, Kepala Negara menekankan agar dilakukan&lt;br /&gt;perencanaan yang&lt;br /&gt;    matang. "Perencanaan yang matang akan mempermudah investor, karena&lt;br /&gt;mereka tidak akan&lt;br /&gt;    simpang siur sendirian mencari lahan bagi usahanya." &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Sementara itu, beberapa pengurus DPP Realestat Indonesia (REI)&lt;br /&gt;mempertanyakan rencana&lt;br /&gt;    pembangunan proyek kawasan Bukit Jonggol Asri. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Di antaranya adalah masalah perizinan, studi kelayakan yang begitu&lt;br /&gt;cepat, tenaga ahli yang&lt;br /&gt;    mengerjakannya, dan pengalaman pengembang. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Mereka juga mempertanyakan mengapa studi kelayakan untuk kawasan seluas&lt;br /&gt;30.000 ha itu,&lt;br /&gt;    dapat terlaksana begitu cepat. "Apakah proyek ini tidak terlalu besar.&lt;br /&gt;Sejauh ini belum ada proyek&lt;br /&gt;    kota baru di dunia seluas itu." &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Pengurus REI yang lain mencontohkan pendirian kota mandiri Bumi Serpong&lt;br /&gt;Damai [6.000 ha]&lt;br /&gt;    saja-yang dikerjakan oleh konsorsium 10 perusahaan-masih berjalan lamban. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Selain itu, mereka mempertanyakan pengalaman pengembang yang akan&lt;br /&gt;membangun Bukit&lt;br /&gt;    Jonggol Asri. "Apakah perusahaan itu pernah berhasil mengerjakan proyek&lt;br /&gt;skala besar?" &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Misi tertentu &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Sementara itu pakar arsitektur perkotaan, M. Danisworo, mengatakan&lt;br /&gt;sebagai kota baru, Jonggol&lt;br /&gt;    memang harus memiliki misi tertentu yang ingin dicapai. Misalnya melalui&lt;br /&gt;industri. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    "Kota baru harus memiliki paling tidak dua industri unggulan sehingga&lt;br /&gt;kalau yang satu mati,&lt;br /&gt;    masih ada industri lain. Kalau hanya satu industri, maka begitu industri&lt;br /&gt;itu mati kota itu pun mati,"&lt;br /&gt;    katanya. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Menurut Danisworo, PT BJA telah memiliki master plan-yang lebih&lt;br /&gt;cenderung disebut structure&lt;br /&gt;    plan-dari proyek raksasa tersebut. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    "Saya dengar mereka menggunakan konsultan dari AS, tapi saya tidak tahu&lt;br /&gt;apa [nama]&lt;br /&gt;    perusahaannya," ujar Danisworo. (ea/san/im/ass)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Bisnis Indonesia, Edisi 19 Desember 1996, disadur dari &lt;a href="http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1996/12/19/0002.html"&gt;sini&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-5947192534601565472?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/5947192534601565472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/presiden-setujui-proyek-kota-mandiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5947192534601565472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5947192534601565472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/presiden-setujui-proyek-kota-mandiri.html' title='Presiden setujui proyek kota mandiri Jonggol'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-7650462919464832714</id><published>2009-01-29T16:52:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T16:53:14.728-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proyek BJA'/><title type='text'>Jonggol, Pudarnya Bekas Calon Ibu Kota Republik</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"ETA tah, Mas, di ditu. Sakitar lima kilometer ti Kantor Kecamatan, eta tanah na Kang Singgih (mantan Jaksa Agung). Sabeulah na eujeung Kompleks Marinir, sabeulah na deui Kompleks Kopasus," kata Eudin (35) warga RT 02 RW 02, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, sambil tangannya menunjuk pada sebuah lahan membentang yang berbukit- bukit. (Itu di sana Mas, sekitar lima kilometer dari Kantor Kecamatan, tanahnya Pak Singgih. Adapun di sebelahnya tanah untuk Kompleks Marinir, di sebelahnya lagi untuk Kompleks Kopasus/Komando Pasukan Khusus TNI AD)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;DARI kejauhan, tak begitu tampak batas-batas pengaplingan tanah di Kecamatan Sukamakmur (dulu bagian Kecamatan Jonggol yang direncanakan akan menjadi kota mandiri Bukit Jonggol Asri (BJA) dan calon Ibu Kota Republik Indonesia). Di perbukitan itu juga tak ada penanda layaknya areal yang hendak dibangun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Siapa sangka, tanah perbukitan yang membentang dari barat hingga timur dan yang di sebelah selatan mencapai Desa Sukawangi sudah dikapling- kapling.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pengaplingan kawasan itu mulai tahun 1995, sejak disetujuinya kawasan Jonggol untuk dijadikan kawasan permukiman mewah dan pemindahan kantor pemerintahan. Perubahan peruntukannya berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan No 1327/MenhutVII/1995.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Tak hanya di tempat itu, bukit gundul yang berjarak satu kilometer di depan Kantor Kecamatan Sukamakmur (sebelumnya bukit rimbun dengan pohonnya yang lebat) kini dikuasai pengembang BJA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Eudin beruntung. Ia salah satu warga dari hanya ratusan warga desa Sukamakmur lainnya yang tak keburu menjual lahan pertanian dan perkebunannya kepada pengembang atau biong (makelar tanah).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Menurut Kepala Seksi Kependudukan Kecamatan Sukamakmur Edi Rahman diperkirakan sekitar 70 persen penduduk Kecamatan Sukamakmur, yang jumlahnya 64.712 jiwa terdiri atas sekitar 20.000 keluarga, telah menjual lahan mereka kepada pihak pengembang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dengan luas wilayah keseluruhan Kecamatan Sukamakmur 15.409 hektar (ha), paling tak diperkirakan sudah ada sekitar 10.100 ha tanah yang telah dibebaskan. Luas itu hampir sama dengan luas Kota Bogor yang telah mengalami perluasan, atau seperenam luas DKI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Itu baru di Kecamatan Sukamakmur, belum yang di Kecamatan Jonggol, Cariu, Cileungsi, Citeureup, dan Kecamatan Cisarua. Diperkirakan tanah yang telah dibebaskan mencapai hampir 15.000 ha, separuh luas yang ditargetkan semula, yaitu 30.000 ha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Sejak isu pembangunan kawasan kota mandiri BJA yang sekaligus Ibu Kota Republik memudar, para pengembang buru-buru angkat kaki dari situ. Mereka pergi begitu saja. Pohon-pohon di hutan lindung yang telah dibabat dibiarkan. Jalan-jalan dibiarkan rusak. Yang tersisa dari rencana besar itu hanya bukit-bukit gundul dan tanah-tanah yang dikapling, kini sebagian besar bukan lagi milik warga setempat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Kawasan bekas calon Ibu Kota Republik yang didengung- dengungkan bisa menjadi magnet tandingan untuk mengurangi tekanan permukiman di Jakarta sekarang ini terlihat merana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Makin merana lagi, setelah jalan yang menjadi jalur untuk akses ke Kecamatan itu dari tiga tempat: Jonggol, Cianjur, dan Citeureup, sudah tak layak lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dari kawasan Jonggol, misalnya, jalanan di dekat perbatasan Jonggol-Sukamakmur sepanjang lima kilometer rusak berat. Kondisi fisik jalan yang rusak dan berlubang hingga mencapai kedalaman 40 sentimeter. Belum lagi jembatannya sudah banyak yang rusak dan berlubang. Jangan harap mobil ukuran sedang, seperti sedan atau Kijang bisa leluasa melintas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dari arah Cianjur lebih parah lagi. Bila hujan turun, mobil praktis tak bisa melintas. Jalanan berbatu-batu besar yang tak jarang merusak ban. Jalan tembus sepanjang sekitar lima kilometer itu sepertinya sengaja dibiarkan untuk menjadikan Sukamakmur makin terisolasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Jalan akses masuk dari Citeureup meski sedikit lebih bagus, tetapi masih menyisakan perjuangan bagi pengemudinya. Dari Citeureup untuk mencapai calon Ibu Kota Republik yang batal itu membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Jalannya berbahaya dengan tanjakan yang curam dan berada di antara tebing dan jurang. Belum lagi pintu masuk dari Citeureup yang macetnya minta ampun. Bisa dibayangkan, dengan kondisi seperti sekarang ini, tanpa kehadiran BJA siapa yang mau melirik kawasan Jonggol dan Sukamakmur?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bahkan, tak kurang dari pengembang kawasan perumahan elite seperti PT Ciputra Indah yang menjadi pengembang Citra Indah mulai beralih konsep sejak isu BJA memudar. Areal permukiman di atas tanah seluas 1.200 ha itu kini tidak lagi digalakkan menjadi hunian mewah kelompok elite.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Menurut Ida Prastini, Marketing Manager Citra Indah, yang mungkin menjadi satu-satunya pengembang di kawasan Jonggol yang paling atraktif menyambut rencana BJA, sejak gagasan BJA memudar konsep yang ditawarkan Citra Indah juga berganti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Kalau sebelumnya sasarannya adalah kelompok ekonomi menengah ke atas dengan jenis hunian yang mewah, kini ia berusaha merangkul para industriawan di sekitar hunian itu seperti di Cileungsi dan Citeureup untuk bekerja sama mengenai pengadaan rumah tinggal bagi para karyawan atau pekerja pabrik-dengan konsep rumah sederhananya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Kami sekarang menawarkan rumah dengan harga di bawah Rp 100 juta, ini untuk menyesuaikan keadaan," kata Sofyan, staf pemasaran Citra Indah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Di atas lahan seluas 1.200 ha itu yang baru di bangun hanya 200 ha. Untuk rumah tinggal baru mencapai 2.000 unit. Itu pun yang terisi baru 50-60 persennya. Bandingkan dengan lokasi di Cibubur yang sejak tahun 1997 sudah berhasil menjual 90 persen dari total keseluruhan sebanyak 2.000 yang dibangun. Belum lagi permintaan rumah toko (ruko) yang masih terus meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;MENURUT Ketua Program Kajian Agraria Kehutanan dan Perkebunan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Haiadi Kartodihardjo kawasan Sukamakmur (dulu bagian Jonggol) memperlihatkan beberapa segmen yang berpotensi longsor, erosi, dan permukaan air tanah dangkal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pantauan menunjukkan, longsoran bahan rombakan terjadi pada bagian lereng di sekitar jalan menuju Sukamakmur dari arah Citeureup. Sebagian kawasan konservasi itu kini dijadikan lahan perkebunan warga sebagai penggarap liar dan permukiman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Secara fungsional, kawasan Jonggol, Sukamakmur, dan daerah sekitarnya mengalami penurunan daya resapan air 30-40 persen. Karena itu, di kawasan itu rawan terjadi longsor dan banjir di hilir akibat daya resapnya berkurang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Meski kawasan itu tidak menjadi basis konservasi, namun dibandingkan kawasan Bogor lainnya, kawasan Jonggol, Sukamakmur dan sekitarnya mempunyai tingkatan konservasi yang cukup signifikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Berdasarkan data di Kecamatan Sukamakmur, desa yang rawan longsor adalah Kampung Pancuran Desa Sukamakmur, Kampung Nyalendung Desa Bojong, Kampung Honje Desa Pabuaran, Kampung Cigadel Desa Sukawangi, dan Kampung Luwibangke Desa Sukamulya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Boleh jadi, batalnya pembangunan kota mandiri BJA membawa tiupan angin segar bagi para penduduk yang tinggal di kawasan hilir seperti daerah Bekasi. Pasalnya, calon pusat Ibu Kota Republik yang letaknya sekitar 50 km dari Jakarta itu berada di dua daerah aliran sungai yang sungai-sungainya mengalir ke utara meski tak melalui Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;DAS Kali Bekasi yang luasnya 1.451 km², sekitar 60 km di antaranya berada di kota mandiri BJA. Sedangkan 240 km² lainnya merupakan DAS Citarum, khususnya sub-DAS Cipamingkis dan Cibeet).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Batal terealisasinya BJA saja, daerah hilir seperti Bekasi mudah tergenang banjir. Hujan lebat satu hingga dua jam bisa membuat permukiman di Bekasi terendam. Bagaimana bila BJA jadi terealisasi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Apa yang dikatakan Camat Jonggol Eman Sukirman mungkin ada benarnya: pembangunan kota mandiri BJA hanya hembusan angin surga. Kini angin surga itu berhenti berembus, maka berhenti pula para pengembang memperebutkan kawasan Jonggol, Sukamakmur, dan sekitarnya, yang akan dijadikan sebagai simbol kebesaran, kemegahan, dan kerakusan. (B10)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0306/02/metro/336080.htm"&gt;Kompas&lt;/a&gt;, Edisi Senin, 02 Juni 2003&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-7650462919464832714?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/7650462919464832714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/jonggol-pudarnya-bekas-calon-ibu-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7650462919464832714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/7650462919464832714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/jonggol-pudarnya-bekas-calon-ibu-kota.html' title='Jonggol, Pudarnya Bekas Calon Ibu Kota Republik'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-248533052551370629</id><published>2009-01-29T16:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T16:46:05.250-08:00</updated><title type='text'>30 Ribu Hektare Hutan di Jonggol Rusak</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;b&gt;TEMPO &lt;i&gt;Interaktif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;b&gt;Bogor&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;:Sampai saat ini telah terjadi perusakan dan penggundulan hutan di kawasan Bukit Jonggol seluas 30 ribu hektare. Akibatnya kawasan yang dulu terkenal subur dan hijau itu kini menjadi gersang, bahkan beberapa sungai yang berhulu di daerah tersebut saat ini sangat kesulitan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ironis lagi nasib 3.000 kepala keluarga yang dulu pernah bekerja sebagai buruh di PTP VIII Karet, kini tidak bekerja lagi. Hal tersebut terungkap ketika sebuah LSM Tree Foundation melakukan observasi lingkungan di kawasan bekas Kota Mandiri Jonggol yang gagal didirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darwin Saragih, Direktur LSM Tree Foundation mengungkapkan keadaan hutan seluas 30 ribu hektare tersebut merupakan korban dari kebijakan pemerintah saat itu, yakni mendirikan Kota Mandiri Jonggol melalui Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Presiden ini mengatur koordinasi bukit Jonggol untuk dijadikan Kota Mandiri. Namun ketika pemerintahan Soeharto tumbang, rencana proyek raksasa itu ikut terbengkalai. Akibatnya, hutan yang sudah terlanjur dibabat dibiarkan begitu saja tanpa proses penghijauan kembali. Padahal hutan Jonggol merupakan hulu Sungai Cibeet, Sungai Cipamingkis, Sungai Cikarang, dan Sungai Ciomas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan keluarnya Keppres tersebut kerusakan hutan di bukit Jonggol menjadi terstruktur, konversi hutan milik Perhutani, dan penjualan lahan eks perkebunan karet PTP VIII kepada pihak swasta,” jelas Darwin Saragih kepada &lt;i&gt;Tempo News Room&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hasil observasi yang dilakukan Tree Foundation, lahan eks PTP VIII yang diterlantarkan oleh pengembangnya, PT Mega Prima, seluas 1984 hektare. Karena lahan milik PT Mega Prima termasuk lahan yang kena proyek raksasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak beroperasinya PTP VIII yang mengelola perkebunan karet, dengan sendirinya sebanyak 3.000 kepala keluarga bekas karyawannya kehilangan mata pencaharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lahan perkebunan karet dikuasai oleh perusahaan kroni Soeharto, melalui Keppres No 1 Tahun 1997, perkebunan karet yang hijau dan subur itu pun dibabat. Akibatnya kawasan tersebut menjadi gundul hingga saat ini. Akibat lainnya, bekas karyawan perkebunan berpotensi menjadi perambah hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta lainnya yang diungkapkan yakni pada lahan bekas perkebunan karet itu menunjukkan ketebalan solum tanah kurang dari 20 sentimeter, porositas total kurang dari 30 persen, derajat peluruhan air kurang dari 5 sentimeter per jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini mengindikasikan telah terjadi kerusakan pada permukaan tanah. Kondisi ini sangat jelas bertentangan dengan Peraturan Pemerintah 150/2000, tentang pengaturan kerusakan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kawasan Jonggol jelas menjadi salah satu korban dari timbulnya Keppres No 1/1997. Untuk itulah kami menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Bogor segera mengambil penguasaan tanah di daerah tersebut,” tegas Darwin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya juga merekomendasikan kepada pemerintah agar lahan yang tertuang dalam Keppres 1 Tahun 1997 yang saat ini di bawah pengawasan BPPN segera disita oleh negara dan dijadikan hutan lindung kembali dengan pola hutan bersama yang nantinya dikelola oleh warga sekitar hutan tersebut. Konon harga kredit macet dalam proyek Kota Mandiri Jonggol senilai Rp 1,2 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejarah pemilikan tanah tersebut milik negara, berbekal dengan Keppres dan peraturan lainnya kepemilikan serta fungsi hutan berubah, hal ini bertentangan dengan rasa keadilan. Untuk hal tersebut diharapkan agar partai politik, koalisi LSM mengangkat isu ini sebagai bentuk perjuangan pengembalian aset negara,” jelas Darwin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan catatan FAO menyebutkan angka perusakan hutan Indonesia saat ini mencapai angka 1.312.000 hektare per tahun. Sedangkan saat ini luas hutan di Provinsi Jawa Barat hanya tinggal 816.603 hektare atau sekitar 22,3 persen dari luas Jawa Barat. Padahal idealnya 30 persen. Jika kondisi ini dibiarkan begitu saja maka akan berdampak buruk bagi manusia dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan lindung di Jawa Barat hanya 291 hektare, hutan konservasi 132 hektare, hutan produksi terbatas 190 hektare, hutan produksi tetap 202 hektare, hutan yang rusak sekitar 400 hektare karena dijarah dan dirusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2003/11/17/brk,20031117-13,id.html"&gt;Tempo Interaktif&lt;/a&gt;, Senin, 17 November 2003&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-248533052551370629?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/248533052551370629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/30-ribu-hektare-hutan-di-jonggol-rusak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/248533052551370629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/248533052551370629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/30-ribu-hektare-hutan-di-jonggol-rusak.html' title='30 Ribu Hektare Hutan di Jonggol Rusak'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-79671569879118789</id><published>2009-01-29T16:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T16:40:52.601-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Tuntut Pembangunan Jalur Alternatif Puncak II Warga Sukamakmur akan Temui Gubernur</title><content type='html'>Bogor, Pelita&lt;br /&gt;Sejumlah perwakilan warga kecamatan sukamakmur, Kabupaten Bogor berencana akan mendatangi kantor Gubernur Jawa Barat, Dany Setiawan di Bandung.&lt;br /&gt;Kedatangan para perwakilan yang umumnya para kepala desa itu bukan untuk mendemo orang nomor satu di Jawa Barat ini, melainkan untuk menyampaikan tuntutan warga terkait pembangunan jalur Alternatif puncak II Sukamakmur, yang hingga kini masih terkatung-katung.&lt;br /&gt;Muhamad Anshori, Kepala desa Sukamakmur, dalam suatu acara di kecamatan Sukamakmur Senin kemarin mengungkapkan, pada intinya kepergian para perwakilan warga ke Bandung, Rabu (27/2) mendatang itu, mengajukan permohonan agar Gubernur Jawa Barat memperhatikan serta merealisasikan harapan dan keinginan warga dalam rangka meningkatkan derajad kesehatan, pendidikan, dan pendapatan ekonomi yang lebih baik.&lt;br /&gt;IPM kecamatan Sukamakmur ini adalah yang terendah di Kabupaten Bogor yakni 59,11. Peningkatan nilai itu baru akan dapat dicapai jika ada sinergitas dan upaya yang keras seluruh elemen warga masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah baik pemerintah daerah maupun provinsi, ujarnya.&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia mengatakan, pembukaan dan pembangunan jalur alternatif puncak II Sukamakmur tersebut sangat mutlak diperlukan, karena diyakini apabila jalur tersebut dapat terealisir, maka akselerasi pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, dan perekonomian 74.000 warganya dapat cepat terwujud.&lt;br /&gt;Rute jalur alternatif puncak II Sukamakmur itu mulai dari Hanjawar-Coloto-Kota Bunga-Desa Batu layang Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur-Arca-Catang Malang-Cikuray-Pasir Halang-Gunung Batu-Gunung Siem-Waru-Cikupa-Limusnunggal Kecamatan Sukamakmur- Jatinunggal-Jalur Transyogi Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, jelasnya.&lt;br /&gt;Hal senada dikatakan, Kepala Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur, Ade Lukman Hartono, membuka akses jalan antara Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur ini untuk membuka keterisoliran wilayah kecamatan Sukamakmur dengan wilayah lainya.&lt;br /&gt;Ini juga sebenarnya bukan semata-mata untuk kepentingan Sukamakmur, sebab jalur ini menghubungkan dua wilayah pemerintah daerah yakni Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur. Karena ini merupakan program lintas wilayah maka dari itu kami menyampaikan ini ke Gubernur Jawa barat untuk dicarikan solusinya, tandasnya.&lt;br /&gt;Menurutnya, selama ini bantuan dari pemerintah daerah untuk pembangunan infrastruktur di wilayah ini, memang sudah ada, namun belum dapat memenuhi keinginan masyarakat, karena keterbatasan anggaran.&lt;br /&gt;Pembukaan jalur alternatif puncak II Sukamakmur ini, tidak membutuhkan biaya pembebasan tanah, karena disamping melewati tanah perhutani, Tanah HGU Bukit Jonggol Asri dan warga secara sukarela mengibahkan tanah miliknya untuk kepentingan pembangunan jalur tersebut, urainya.&lt;br /&gt;Pembangunan Jalur baru ini, kata ia akan mempermudah dan memperpendek jarak dari dan ke kawasan wisata puncak-kota Bunga Cipanas dengan Kawasan Kota Wisata Cibubur Jakarta dan Kawasan Lipo Cikarang Bekasi.&lt;br /&gt;Dan jarak antara Transyogi ke Kota Bunga itu hanya sekitar 40 kilometer. Jalur ini juga akan menjadi alternatif untuk mengurangi beban kemacetan di kawasnh puncak, katanya. (don/ck-58)                                                                                          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.pelita.or.id/baca.php?id=45207"&gt;HU. Pelita&lt;/a&gt;, Edisi Jum'at, 30 Januari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-79671569879118789?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/79671569879118789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/tuntut-pembangunan-jalur-alternatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/79671569879118789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/79671569879118789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/tuntut-pembangunan-jalur-alternatif.html' title='Tuntut Pembangunan Jalur Alternatif Puncak II Warga Sukamakmur akan Temui Gubernur'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-8563039524136655864</id><published>2009-01-29T16:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T16:36:45.868-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proyek BJA'/><title type='text'>Duet Bambang dan Swie Teng di Jonggol</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;&lt;i&gt;Bambang Trihatmodjo diisukan akan memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Jonggol. Dia akan menjadi tuan tanah terbesar di dunia.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;hr /&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Tidak ada proyek properti Bambang Trihatmodjo yang menonjol. Proyek &lt;i&gt;superblock&lt;/i&gt; Grand Kuningan seluas 50 hektare sampai sekarang belum ada kemajuan yang berarti. Walaupun pemerintah sudah mengarahkan para duta besar negara asing agar memindahkan kedutaannya ke kawasan Grand Kuningan, instruksi itu belum dijalankan sepenuhnya. Proyek lainnya yang sedang digarap adalah tujuh apartemen di bekas Bandara Kemayoran, yang dinamakan Puri Kemayoran. Tapi, jalannya proyek itu masih tersendat-sendat. Begitu pula di sektor perumahan, yang dijalankan PT Bimantara Siti Wisesa, tidak sesukses proyek-proyek milik pengusaha besar lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Akan tetapi, di tengah ketidaksuksesannya menggarap proyek-proyek properti, Bambang justru menyiapkan langkah yang di luar dugaan orang. Bersama rekan bisnisnya, Swie Teng, Bambang diam-diam mengincar lahan seluas 30.000 hektare di kawasan Jonggol. Sebenarnya, pemilik saham terbesar proyek tersebut adalah Swie Teng. Karena, bersama adiknya, Haryadi Kumala, mereka menguasai 45 persen, sedangkan Bambang hanya 40 persen. Sisanya milik Aziz Muchtar (10 persen) dan Pemda Jawa Barat (lima persen). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Ketika rencana proyek Jonggol dilansir media massa, banyak orang berdecak kagum bercampur heran sekaligus mempertanyakan kemampuannya mengelola lahan yang luasnya setengah dari luas Jakarta itu. "Kalau ada yang sampai 30.000 hektare, apa mau selesai sampai 100 tahun. Pasarnya ke mana? Kalau tidak berjualan memangnya sanggup?" kata Presiden Direktur PT Sumber Mitra Realtindo, Yan Mogi, seperti yang dikutip &lt;i&gt;Properfi Indonesia&lt;/i&gt;, Maret lalu. Pernyataan Yan Mogi, yang juga Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Jakarta itu memang realistis. Sebagai orang yang berpengalaman menangani proyek skala besar, dia pasti mengetahui liku-liku pembangunan berskala kota. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Suara yang sama dilontarkan Maryudi Sastrowihardjo, Direktur Penatagunaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN). "Dengan luas separo Jakarta, tentu sulit mengkoordinasikannya kalau tidak ada rencana yang matang," dia menegaskan kepada Imelda Bachtiar dari D&amp;amp;R. Lebih lanjut, Maryudi menyangsikan proyek Jonggol karena daerah itu merupakan salah satu resapan air untuk menghindari banjir di Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Boleh saja Yan Mogi dan Maryudi meragukan kemampuan duet Bambang Trihatmodjo dan Swie Teng menangani proyek kota baru Bukit Jonggol Asri. Yang jelas, menurut informasi di DPD REI Jawa Barat, PT BJA telah membebaskan lebih dari 50 persen dari total lahan yang dialokasikan. Jika benar Bambang sudah membebaskan 15.000 hektare, berarti rencana proyek tersebut sudah direncanakan sejak lama. Atau, banyak tanah negara, seperti hutan lindung, yang statusnya dialihkan. Izin lokasi dari BPN pun sudah dikantungi melalui PT Fajar Loka Permata dan Kartika Pola Reksa, yaitu SK Izin BPN No. 460.2./78/L-PWR/ KPN/93. Ironisnya, ketika beberapa bulan lalu Soni Harsono dikonfirmasikan mengenai izin tersebut, ia mengaku tidak tahu-menahu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Namun, terlepas dari kontroversi pembangunan kota baru di Jonggol itu, kalau terwujud, itu adalah prestasi tersendiri. Sampai sekarang belum ada di dunia ini swasta mampu membangun proyek properti dan lahan yasan (real estate) seluas 30.000 hektare. Jika BPN menyetujui alokasi lahan yang diinginkan PT BJA, pembebasan tanah telah dilakukan, Bambang Trihatmodjo akan menjadi Raja Properti Dunia, menggeser Donald Trumph (yang nyaris kolaps) dan mengalahkan Li Ka Sing (raja properti dari Hong Kong, yang proyeknya tersebar di mancanegara). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Lokasi proyek Jonggol terbentang dari Citeureup sampai Kabupaten Cianjur. Sekitar 24 desa di tiga kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur akan disulap menjadi kota metropolitan, lengkap dengan segala fasilitasnya. Tapi, Bambang tidak membangun seluruh lokasi yang diperolehnya. Lahan yang dikembangkan untuk proyek properti hanya 15.000 hektare atau hampir dua kali Kodya Bandung. Sisanya digunakan untuk wisata alam, hutan, dan lahan pertanian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Kabarnya, harga tanah yang dibebaskan PT BJA hanya Rp 500; dan tidak tertutup kemungkinan nanti akan dijual ratusan atau ribuan kali lipat. Harga jual setinggi langit wajar saja. Karena, untuk mewujudkan kota baru itu diperlukan dana sedikitnya US$ 24 miliar atau setara Rp 56,4 triliun, sekarang. Jika nilai rupiah terhadap dolarAS terus melemah, nilai investasi itu bisa mencapai Rp 70 triliun. Itu merupakan jumlah investasi yang fantastis karena dilakukan oleh swasta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Bambang Trihatmodjo bergeming dengan isu-isu yang beredar di masyarakat mengenai proyek Jonggol. Bahkan, dalam waktu dekat, dia akan mempresentasikan proyek tersebut ke Presiden Soeharto, yang tidak lain adalah bapaknya sendiri. "Dalam waktu dekat, kami akan memaparkan proyek kota terpadu itu ke Bapak Presiden," kata Bambang, seperti yang dinyatakan kepada &lt;i&gt;Bisnis Indonesia&lt;/i&gt;.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Pernyataan Bambang kepada surat kabar ekonomi itulah yang menjadi pemicu kontroversi proyek Jonggol. Bambang menyebutkan sedang membuat desain kantor pemerintahan serta fasilitas olahraga dan rekreasi ke kawasan tersebut. Apa yang dikatakan putra Presiden Soeharto itu diperkuat Haryadi Kumala, adik Swie Teng yang juga ikut dalam megaproyek Jonggol. "Konsorsium kami telah menyediakan lahan sedikitnya 50 hektare untuk pusat pemerintahan,'' katanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Entah siapa yang memiliki wewenang memindahkan ibu kota Republik Indonesia atau pusat pemerintahan. Swasta atau pemerintah? Yang jelas, Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Ginandjar Kartasasmita menampik adanya rencana pemindahan ibu kota negara itu. "Tidak ada rencana pemindahan ibu kota. Saya kira itu belum terpikirkan," katanya kepada sebuah media Ibu Kota. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Sebenarnya, di kalangan pengembang, isu pembangunan kota baru Jonggol sudah tersebar sejak tahun lalu. Mereka mengaitkan instruksi Presiden Soeharto ke Pemda Jawa Barat agar tidak lagi memberikan izin untuk pembangunan vila dan bangunan lain di kawasan Bogor, Puncak, dan Cianjur (Bopunjur). Rumor yang berkembang kemudian diperkuat dengan pernyataan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN, Soni Harsono, yang tidak lagi mengeluarkan izin untuk proyek lahan yasan di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Akan tetapi, Edwin Kawilarang, Ketua Umum DPP REI, yang juga memimpin divisi properti Grup Bimantara, buru-buru membantah bahwa penghentian pemberian izin lokasi oleh BPN karena untuk memuluskan proyek Jonggol. "Saya minta kepada wartawan jangan dikait-kaitkanlah. Tidak ada hubungan satu peraturan pemerintah dengan Jonggol," ujarnya ketika menerima wartawan D&amp;amp;R Gita Fiatri Lingga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Masalah lain yang perlu dijelaskan adalah status hutan lindung seluas 4.500 hektare. Apakah konsorsium Kaestindo, perusahaan yang menangani proyek BJA, memberikan kompensasi ke pemerintah? Atau, Jonggol akan seperti program mobil nasional serta tata niaga cengkih, yang keduanya diberikan kepada Tommy: segala fasilitas akan diberikan agar proyek itu berjalan mulus tanpa rintangan ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Konsep dan perencanaan kota baru Jonggol secara &lt;i&gt;de facto&lt;/i&gt; sebenarnya sudah mendapat persetujuan dari pemerintah dan tinggal menunggu lampu hijau langsung dari Presiden Soeharto. Proyek itu memang akan dipresentasikan di hadapan kepala negara sebelum akhir tahun ini. Herman Haeruman, Deputi Ketua Bappenas Bidang Regional dan Daerah, setelah menghadiri presentasi Grup Kaestindo mengenai proyek tersebut, menyatakan kepada Rebeka Harsono dari D&amp;amp;R bahwa rencana kota baru Jonggol sah-sah saja sebagaimana pembangunan proyek sejenis yang sudah ada sebelumnya. "Kalau memang bisa mandiri, mengapa tidak kita buat kota yang tidak perlu lagi bergantung pada Jakarta sebagai kota induk?" kata Herman. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Pengamat properti, Panangian Simanungkalit, melihat rencana kota baru Jonggol adalah proyek yang belum jelas karena status dan surat keputusan lokasinya sampai sekarang belum keluar. "Proyek itu belum pantas dikomentari. Tapi, itu memang fenomena baru dalam pembangunan kota," kata Direktur Pusat Studi Properti Indonesia itu kepada Budi Nugroho dari D&amp;amp;R. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Ada pula yang menyebutkan Jonggol akan dijadikan proyek percontohan kawasan siap bangun (kasiba) dan lingkungan siap bangun. Karena, selama ini, pemerintah sulit mewujudkan bank tanah dengan alasan terbatasnya pembiayaan serta penguasaan tanah yang sebagian besar berada di tangan swasta. Namun, impian mewujudkan bank tanah atau kasiba justru terhambat di instansi pemerintah. Hingga sekarang, Kantor Sekreteriat Negara belum menjamah usul peraturan pemerintah mengenai kasiba. Padahal, tanah mempunyai dimensi politik yang sangat tinggi dan mudah menyulut kemarahan rakyat, karena merasa tidak puas dengan kebijakan selama ini yang cenderung berpihak pada pemilik modal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Yang jelas, pembangunan perumahan, apalagi kota baru, harus mengacu pada Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 mengenai Penataan Ruang. Setiap rencana yang mikro, berdasarkan UU tersebut, harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang makro. Kenyataannya, sebagian besar daerah tingkat II belum memiliki RTRW yang disahkan DPRD. Seperti Bogor, yang melingkupi wilayah Jonggol, sampai sekarang RTRW-nya masih parsial. Belum lagi faktor pendanaan yang akan menyerap triliunan rupiah, masih membayangi para pengembang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Tim D&amp;amp;R  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;*)D&amp;amp;R, 30 November 1996&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:-1;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.tempointeractive.com/ang/min/01/40/nas7.htm"&gt;Tempo Interaktif&lt;/a&gt;, &lt;/span&gt;Edisi  40/01 - 30/Nov/1996&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-8563039524136655864?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/8563039524136655864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/duet-bambang-dan-swie-teng-di-jonggol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8563039524136655864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8563039524136655864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/duet-bambang-dan-swie-teng-di-jonggol.html' title='Duet Bambang dan Swie Teng di Jonggol'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-6029862257749637576</id><published>2009-01-29T16:29:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T16:31:10.980-08:00</updated><title type='text'>Jonggol Diusulkan jadi Ibukota Indonesia</title><content type='html'>&lt;strong&gt;AKARTA, RABU-&lt;/strong&gt;Mencermati kondisi Jakarta yang semakin semrawut dan terus terancam banjir, sudah saatnya pemerintah pusat memikirkan serius pemindahan pusat pemerintahan ke lokasi lain.&lt;p&gt;Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR  Mahfudz Siddiq, Rabu (6/2) pagi, di Jakarta, berpendapat, Jonggol menjadi alternatif menarik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usul Mahfudz, Jonggol dijadikan ibukota negara dan pusat pemerintahan dengan nama Jayakarta. Untuk itu,  konsep tata-ruang diatur khusus dan diperlakukan secara ketat. Sementara Jakarta dibiarkan menjadi pusat bisnis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahfudz juga mengusulkan, secara bersamaan dilakukan pengembangan konsep megapolitan dgn perencanaan terpadu bersama kawasan Bogor-Puncak-Cianjur (Bopuncur) di bawah koordinasi badan khusus yang menggarap proyek jangka panjang tersebut. &lt;strong&gt;(DIK)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/02/06/08534833/jonggol.diusulkan.jadi.ibukota.indonesia"&gt;Kompas&lt;/a&gt;, 6 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-6029862257749637576?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/6029862257749637576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/jonggol-diusulkan-jadi-ibukota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6029862257749637576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6029862257749637576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/jonggol-diusulkan-jadi-ibukota.html' title='Jonggol Diusulkan jadi Ibukota Indonesia'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-6425978483742025950</id><published>2009-01-29T16:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T16:29:13.561-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana Ibukota'/><title type='text'>Horeee, Jonggol Bakal "Hidup Lagi"!</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Jonggol, sebuah desa di Kabupaten Bogor dulu pernah disebut-sebut bakal menjadi pusat pemerintahan Indonesia, mengagntikan Jakarta. Rencana itu menguap begitu saja. Sekarang, nama Jonggol bersama sebuah tempat di sekitar Purwakarta kembali disebut-sebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyampaikan kabar baru itu. Katanya, salah satu investor asal Dubai yang bergerak di bidang real estat, Emaar, menyatakan minatnya untuk membangun kota satelit di Ibukota Jakarta. Dana yang disiapkan miliaran dollar AS. Lokasi yang bakal dilirik di antaranya kawasan Jonggol dan kawasan menjelang Purwakarta, Jawa Barat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wakil Presiden Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyetujui dan mendukung rencana tersebut. Bahkan, investor tersebut diminta kembali lagi dengan timnya untuk mengajukan konsep dan rancangan pembangunan yang akan diusulkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal itu disampaikan Utusan Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk negara-negara di kawasan Timur Tengah, Alwi Shihab menjawab pers, seusai diterima Wapres Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Senin (14/7). Alwi datang ditemani sejumlah pengusaha Dubai di antaranya investor Emaar. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Mereka akan berinvestasi miliaran dollar AS untuk menyiapkan sejumlah proyek di antaranya kota satelit dan gedung setinggi 90 lantai yang diharapkan menjadi gedung tertinggi di kawasan negara-negara Asean," ujar Alwi, seraya menyebutkan dua proyek lain, yaitu kawasan pengembangan agro industri di Fakfak, Provinsi Papua, serta pembangunan pembangkit listrik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Alwi, kawasan Jonggol merupakan kawasan yang dulu pernah akan dikembangkan oleh almarhum Presiden Soeharto ketika masih berkuasa. Kalau memang diberi kesempatan, Dubai mau mewujudkan kawasan yang dulu pernah direncanakan menjadi kota satelit. "Namun, kalau kawasan menjelang Purwakarta juga masih akan dipastikan bisa atau tidaknya dikembangkan," tambah Alwi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alwi mengaku, "Pak Wapres meminta saya mengawal bersama staf Wapres gagasan investor Emaar tersebut. Pak Wapres minta agar jangan sampai mereka kecewa dengan keinginan yang gagal dilaksanakan karena ketidakjelasan investasi di Indonesia."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pencakar langit&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, tambah Alwi, jika memang secara teknis dan aspek-aspek lainnya kawasan itu tidak bisa dikembangkan sebagai kota satelit baru di Jakarta, investor Dubai menyatakan sanggup menanggung risiko dananya yang sudah dikeluarkan untuk studi kelayakan meskipun mungkin saja tidak terlaksana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Emaar tercatat sebagai salah satu investor Dubai yang kini tengah membangun kawasan pantai di Lombok Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang akan dijadikan seperti kawasan Pantai Nusa Dua di Pulau Bali. Kawasan yang tengah dikembangkan mencapai 1.200 hektare atau dua kalinya kawasan Nusa Dua Bali, dengan nilai investasi mencapai Rp 2 triliun lebih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun mengenai rencana pembangunan gedung pencakar langit di Ibukota Jakarta, Alwi mengatakan Wapres Kalla mempersilakan Emaar untuk mencari lahan yang bisa dimanfaatkan. Ada enam bakal lokasi yang pernah dilihat, namun masalahnya di Jakarta itu sulit mencari lahan seluas 7 hektar. Jadi, masih dicari lokasi yang tepat, lanjut Alwi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Catatan &lt;em&gt;Kompas.com&lt;/em&gt;, sindikat bank di Dubai juga pernah disebut-sebut bakal memodali pembangunan infrastruktur transportasi monorel di Jakarta. Akan tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan bagaimana kelanjutan proyek yang pernah menjadi kebanggaan Gubenur DKI (waktu itu) Sutiyoso itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber :&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/14/19332220/horeee.jonggol.bakal.hidup.lagi"&gt; Kompas,&lt;/a&gt; Senin 14 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-6425978483742025950?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/6425978483742025950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/horeee-jonggol-bakal-hidup-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6425978483742025950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/6425978483742025950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/horeee-jonggol-bakal-hidup-lagi.html' title='Horeee, Jonggol Bakal &quot;Hidup Lagi&quot;!'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-536371732272660964</id><published>2009-01-29T00:12:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T00:22:06.145-08:00</updated><title type='text'>Pesawahan di Kp. Kepang Desa Singajaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYFnBdwQdUI/AAAAAAAAAC0/A7JXtEDIwDw/s1600-h/kpg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYFnBdwQdUI/AAAAAAAAAC0/A7JXtEDIwDw/s400/kpg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296627911628977474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYFlLQBttCI/AAAAAAAAACs/BXiyer2Ne2w/s1600-h/11.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYFlLQBttCI/AAAAAAAAACs/BXiyer2Ne2w/s400/11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296625880719537186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terlihat diphoto diatas adalah tegalan dan sawah di daerah Kp. Kepang Desa Singajaya Kec. Jonggol berbatasan dengan Desa Singasari disebelah barat dan dengan Desa Cibodas di sebelah selatan. Daerah ini juga dilewati aliran SUTET yang menurut informasi dari PLTA Saguling.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-536371732272660964?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/536371732272660964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/pesawahan-di-kp-kepang-desa-singajaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/536371732272660964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/536371732272660964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/pesawahan-di-kp-kepang-desa-singajaya.html' title='Pesawahan di Kp. Kepang Desa Singajaya'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYFnBdwQdUI/AAAAAAAAAC0/A7JXtEDIwDw/s72-c/kpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-3251570929390140155</id><published>2009-01-29T00:06:00.001-08:00</published><updated>2009-01-29T00:11:24.626-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gambar dan Photo'/><title type='text'>Peta Jonggol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYFjxMeks6I/AAAAAAAAACk/Pdk2qs77cjU/s1600-h/peta_jonnggol.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 343px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYFjxMeks6I/AAAAAAAAACk/Pdk2qs77cjU/s400/peta_jonnggol.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296624333578613666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Klik untuk memperbesar gambar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-3251570929390140155?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/3251570929390140155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/peta-jonggol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3251570929390140155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3251570929390140155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/peta-jonggol.html' title='Peta Jonggol'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYFjxMeks6I/AAAAAAAAACk/Pdk2qs77cjU/s72-c/peta_jonnggol.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-1579812574062478842</id><published>2009-01-28T23:46:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:47:57.979-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Hasil Reses Dewan Pada Akhir Tahun 2008 Keluhan Hampir Sama, Janji Kawal Merealisasikannya</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Keluhan masyarakat pada tiap kali reses hampir sama. Ini pertanda aspirasi masyarakat belum terealisasi. Pada Rapat paripurna hasil reses di Ruang Rapat Paripurna DPRD, kemarin para wakil rakyat menargetkan aspirasi dari hasil reses dapat terealisasi pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) atau paling lambat masuk dalam APBD 2010. Mengapa?&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;ASPIRASI masyarakat harus segera terwujud. Bila tidak khawatir timbul ketidakpercayaan masyarakat kepada legislatif dan eksekutif. ''Masyarakat menilai aspiasinya tak diindahkan. Padahal tak seperti itu,'' kata Wakil Ketua DPRD sementara Bayu Sjahjohan usai rapat paripurna, kemarin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka dari itu, legislatif atau anggota dewan wajib mengawal hingga hasil reses ini terwujud. ''Saya akui, sebelumnya kita tak mengawal. Saat ini, saya menekankan hasil reses akan disampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Bappeda,'' katanya seraya berharap agar hasil reses ini menjadi pertimbangan bupati untuk segera menindaklanjut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Senada dengan Bayu, wakil rakyat F-PKS Fikri Hudi Oktiarwan berharap ada dialog atau rapat kordinasi lebih intensif dengan bupati. ''Seharusnya ada jadwal rutin forum komunikasi dengan bupati,'' harapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kumpulan hasil reses yang harus menjadi prioritas diantaranya penanganan para buruh yang bakal mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat krisis ekonomi global. Di beberapa wilayah sudah ada perusahaan yang tak memperpanjang kontrak kerja. Lembur pun sudah tak ada lagi, uang kerja juga dikurangi dengan misi penghematan. ''Masalah ini harus segera disikapi dan dicari solusinya,'' katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalah pendidikan juga menjadi sorotan. Sebab, masih banyak wilayah yang belum merasakan kesempatan belajar. Terutama karena terbatasnya fasilitas pendidikan. Khususnya SMP dan SMA. Upaya meningkatkan kualitas generasi penerus juga tak ditunjang dengan SDM akibat kurangnya tenaga pengajar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan wilayah Bogor Timur khususnya Kecamatan Jonggol dan Cariu masih mengeluhkan tentang sulitnya air bersih jika musim kemarau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelayanan kesehatan pun tak luput dari keluhan masyarakat. Diantaranya mobil ambulance yang sulit dijangkau dan akhirnya untuk kendaraan pribadi. Masyarakat pun mengharapkan pembangunan Puskesmas dititik padat penduduk. Misalnya di Tenjolaya, meski sudah ada puskesmas tapi belum ada puskesmas di lokasi padat penduduk. Lainnya, terkait permintaan warga Desa Petir Kampung Kahuripan Kecamatan Dramaga agar PDAM yang sudah mengambil sumber mata air di wilayah tersebut memberikan perhatian. ''Seharusnya ada  corporate social responsibility (CSR) dari PDAM untuk wilayah tersebut. Sampai saat ini belum ada,'' katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dewan juga mengusulkan beberapa kontraktor yang kerjanya tak berkualitas agar tidak dipertahankan. (rtn)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.radar-bogor.co.id/index.php?ar_id=MjQ5NjE=&amp;amp;click=MTc="&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-1579812574062478842?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/1579812574062478842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/hasil-reses-dewan-pada-akhir-tahun-2008.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1579812574062478842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1579812574062478842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/hasil-reses-dewan-pada-akhir-tahun-2008.html' title='Hasil Reses Dewan Pada Akhir Tahun 2008 Keluhan Hampir Sama, Janji Kawal Merealisasikannya'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-1387661936208883602</id><published>2009-01-28T23:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:45:13.155-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Banjir Terjang Cariu</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;CARIU -&lt;/strong&gt; Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Cariu pada Rabu (21/1) dini hari menyebabkan banjir di tiga desa, yaitu Desa Cibatu III, Desa Kutamekar dan Desa Sukajadi. Akibatnya, 80 rumah warga di Kampung Palasari RT 05/02 dan RT 04/06 Desa Sukajadi terendam hingga lutut orang dewasa. Banjir juga merendam 85 hektare lahan persawahan dan perkebunan milik warga yang ditanami padi dan palawija. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, banjir yang terjadi sekitar pukul 02:00 ini mengakibatkan akses jalan menuju Kampung Palasari terputus hingga 40 meter. Satu tiang listrik di Desa Cibatu III roboh dan memutuskan jaringan listrik. Padahal, jalan yang sudah mengalami pengerasan ini adalah jalan utama yang biasa digunakan warga sekitar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekitar pukul 06:00 banjir sudah surut. Pantauan pihak kecamatan, bencana ini tidak menyebabkan kerusakan rumah penduduk. Namun ada beberapa barang milik warga yang terendam air.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Sekcam Cariu Yusuf Ismail, banjir yang melanda tiga desa sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya, Selasa (13/1) banjir juga terjadi di daerah tersebut akibat meluapnya Sungai Cibeet. “Ini sudah yang kedua kalinya. Tapi banjir kemarin, hasil pertanian terancam gagal panen,” ujarnya ketika dihubungi Radar Bogor, kemarin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengantisipasi adanya banjir susulan, pihaknya langsung memanggil kades yang bersangkutan untuk menyosialisasikan kepada warga agar waspada banjir. Terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Cibeet.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kita juga sudah membuat surat ke bupati perihal permohonan bantuan prioritas. Dalam hal ini disediakan bronjong kawat dan bronjong batu yang nantinya akan dipasang di sekitar tebingan sungai,” jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, longsor sepanjang lebih kurang 50 meter dengan lebar 1 meter terjadi di ruas jalan desa di Kampung Karni RT 04/01 Desa Jonggol Kecamatan Jonggol, yang diakibatkan meluapnya Sungai Cipatujah sejak (17/1). Masyarakat yang melewati jalan tersebut harus ekstra hati-hati. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kami sudah melakukan penutupan terhadap jalan-jalan yang terkikis dengan menggunakan pasir dan batu yang bersifat sementara,” ungkap Kades Jonggol Yasin.&lt;br /&gt;Begitupun dengan longsor yang terjadi di Kampung Dayeuh Desa Sukanegara Kecamatan Jonggol yang mengakibatkan 10 rumah rusak berat dan ringan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kerugian diperkirakan Rp155 juta.  “Kami sudah melakukan penanganan prioritas dengan mengungsikan korban bencana alam ini ke rumah kepala desa,” kata Camat Jonggol Asep Mulyana Sudrajat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan banyaknya bencana alam, pihaknya akan melaporkan kepada Dinas Cipta Karya, Satuan Koordinator Lapangan (Satkorlap) dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (BPMKS) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut bagi para korban.(dkw/iko)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.radar-bogor.co.id/index.php?ar_id=MjUyOTA=&amp;amp;click=MjU="&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-1387661936208883602?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/1387661936208883602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/banjir-terjang-cariu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1387661936208883602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1387661936208883602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/banjir-terjang-cariu.html' title='Banjir Terjang Cariu'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-8323228784870558938</id><published>2009-01-28T23:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:41:29.849-08:00</updated><title type='text'>Warga Cariu Harapkan Air Bersih</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;CARIU –&lt;/strong&gt; Sebagian besar masyarakat Kecamatan Cariu rindu air bersih. Kecamatan yang dihuni 47.309 jiwa ini mengeluhkan sulitnya memperoleh air bersih. Saat ini kebutuhan air bersih hanya bergantung pada sumber air tanah yang setiap musim kemarau selalu kering.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kami berharap PDAM Kabupaten Bogor bisa menyediakan air bersih di sini,” ujar Camat Cariu Iwan Erawan. Jika PDAM mampu menyediakan air bersih untuk warga Cariu, Iwan yakin saat musim kemarau masyarakat bisa memanfaatkan air pasokan PDAM.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjelang musim kemarau, warga di 12 desa di Kecamatan Cariu selalu resah karena sumur-sumur mereka mulai mengalami kekeringan. Dalam keadaan seperti ini biasanya warga mengambil air dari Sungai Cibeet. Sungai Cibeet adalah alternatif bagi warga Cariu jika sumur mereka mulai kering.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Belakangan keresahan warga semakin menjadi. Sungai Cibeet sebagai satu-satunya sandara warga saat kemarau ternyata sudah tidak jernih lagi. Tak jarang muncul penyakit kulit setelah mengunakan air sungai itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alhasil, warga tidak berani menggunakan air sungai untuk kebutuhan pokok seperti air minum atau untuk memasak. Mereka lebih memilih mengeluarkan kocek Rp20 ribu untuk membeli air isi ulang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Keberadaan PDAM sangat dibutuhkan warga,” ujar Iwan. Dalam waktu dekat pihak kecamatan akan mengirim surat kepada PDAM. Tujuannya, untuk melakukan survei terhadap keinginan warga agar PDAM dapat hadir di Kecamatan Cariu.(iko)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber :&lt;a href="http://www.radar-bogor.co.id/index.php?ar_id=MjUzMDA=&amp;amp;click=MTM="&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-8323228784870558938?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/8323228784870558938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/warga-cariu-harapkan-air-bersih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8323228784870558938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8323228784870558938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/warga-cariu-harapkan-air-bersih.html' title='Warga Cariu Harapkan Air Bersih'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-2089448700622663716</id><published>2009-01-28T23:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:40:03.502-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Untuk Korban Banjir di Cariu Satlak Rekomendasi Relokasi</title><content type='html'>SATLAK Penanggulangan Bencana (PB) Kabupaten Bogor bertindak cepat. Satlak segera merekomendasikan relokasi bagi warga Kecamatan Cariu yang rumahnya terendam banjir, Rabu (21/1) lalu.  &lt;p&gt;Banjir tersebut melanda tiga desa, yakni Desa Cibatu III, Desa Kutamekar dan Desa Sukajadi. Banjir di tiga desa tersebut merupakan bencana terparah yang pernah terjadi di Kecamatan Cariu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penanggung Jawab Satlak PB Budi Aksomo mengatakan, pihaknya telah menyampaikan rekomendasi relokasi warga yang bertempat tinggal di bantaran Sungai Cibeet. ‘’Kami masih mendatanya,’’ tutur Budi kepada Radar Bogor, kemarin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, warga juga memerlukan bronjong. Satlak pun sudah membuat surat rekomendasi pada Dinas Binamarga dan Pengairan untuk segera menindaklanjuti. Selanjutnya, ia berharap dinas terkait memberikan cadangan logistik yang ditempatkan di markas Satlak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cadangan logistik ini untuk korban bencana yang memerlukan. Selama ini Satlak berkoordinasi dan merekomendasi ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial, sehingga bantuan tak bisa cepat disalurkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;‘’Tugas kami mendata dulu, kemudian merekomendasi dan kembali membawa sandang pangan untuk korban bencana. Biasanya, kami kesulitan jika bencana terjadi pada hari libur,’’ jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, bencana terjadi di Cariu yang menyebabkan 80 rumah warga di Kampung Palasari RT 05/02 dan RT 04/06 Desa Sukajadi terendam hingga lutut orang dewasa. Banjir juga merendam 85 hektare lahan persawahan dan perkebunan milik warga. Akses jalan menuju Kampung Palasari terputus hingga 40 meter. Satu tiang listrik di Desa Cibatu III roboh dan memutuskan jaringan listrik. (rtn)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.radar-bogor.co.id/index.php?ar_id=MjUzNzc=&amp;amp;click=MjQ="&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-2089448700622663716?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/2089448700622663716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/untuk-korban-banjir-di-cariu-satlak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/2089448700622663716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/2089448700622663716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/untuk-korban-banjir-di-cariu-satlak.html' title='Untuk Korban Banjir di Cariu Satlak Rekomendasi Relokasi'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-3102838934676925037</id><published>2009-01-28T23:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:22:10.162-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Widya Kusuma Pespex Juarai AB Meetsu 5</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Bogor&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; - &lt;/strong&gt;SMP Widya Kusuma Cileungsi yang menurunkan pemain U-14 Pespek berhasil menjuarai Kejuaraan Futsal AB Meetsu 5 di SMK Al-Bahri Bekasi, kemarin. Kejuaraan futsal seJabodetabek itu, juara-juara didominai tim asal Kecamatan Bogor Timur yakni juara ke-2 SMPN 02 Cileungsi, ke-3 SMPN 1 Jonggol dan ke-4 SMP Fajar Sentosa.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Tim kita usai menjuarai Kejuaraan U-14 FK-SSB Kabupaten Bogor, langsung turun lagi di futsal dan kita menang lagi,” ujar pelatih tim futsal Widya Kusuma Pespex M. Rohudin, kemarin.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada final yag derby dengan asal tim Ciluengsi, Widya Kusuma mampu menang dengan skor 8-3 atas SMPN 2 Cileungsi. Hasil yang menggembirakan buat Pespex yang berulang kali menang pada even futsal. “Yang membuat kita senang lagi adalah selain juara, top skor dan pemain terbaik kita borong,” ungkap M. Rohudin lagi, pelatih yang telah berlisensi C itu.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Top skor diraih Febri Jaelani dengan 14 gol, dan pemain terbaik oleh Riyan Madya dengan kapten Heri Setiawan yang juga kapen tim U-14 Pespex.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=7307"&gt;Jurnal Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-3102838934676925037?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/3102838934676925037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/widya-kusuma-pespex-juarai-ab-meetsu-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3102838934676925037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/3102838934676925037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/widya-kusuma-pespex-juarai-ab-meetsu-5.html' title='Widya Kusuma Pespex Juarai AB Meetsu 5'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-5042822730850313921</id><published>2009-01-28T23:19:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:20:49.315-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Sri Suyati, Perjuangkan Nasib Buruh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYFYlef126I/AAAAAAAAACc/k8BW9BYEmZw/s1600-h/sri-suryati-copy-187x250.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 187px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYFYlef126I/AAAAAAAAACc/k8BW9BYEmZw/s320/sri-suryati-copy-187x250.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296612037629434786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bogor - &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Konsentrasi Sri Suyati berjuang untuk kaum buruh membuat dirinya dilamar Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia maju dalam pemilihan umum mendatang dengan nomor urut 8 Daerah Pilihan (Dapil) 2 untuk wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kecamatan Cileungsi, Kecamatan Klapanunggal, Kecamatan Jonggol, Kecamatan Cariu, Kecamatan Tanjung Sari dan Kecamatan Sukamakmur.&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menurut perempuan kelahiran 3 Juli, 35 tahun silam ini, tingkat kesejahteraan buruh masih rendah dan perlu ditingkatkan. Ia merasa tidak puas dengan kebijakan-kebijakan pemerintah selama ini. Selain itu, anggota dewan yang sudah duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kurang responsif terhadap nasib buruh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Mayoritas masyarakat di Kabupaten Bogor adalah buruh. Apabila saya terpilih nanti, saya akan berjuang agar buruh hidup sejahtera dengan memberikan jaminan sosial berupa biaya pendidikan dan berobat gratis. Saya juga akan menaikkan upah buruh dan mengupayakan sistem kontrak dihapuskan,” papar Sri yang ditemui &lt;em&gt;Jurnal Bogor&lt;/em&gt; saat peresmian kantor Biro Cibinong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sri menambahkan sistem kontrak yang diberlakukan perusahaan-perusahaan memberikan dampak buruk bagi kelangsungan hidup buruh. Menurutnya sistem kontrak tidak memberikan kepastian kerja. Untuk itu, dengan modal kepercayaan dari teman-teman buruh, Sri akan membela kaum buruh jika mendapat ketidakadilan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Saya kira jumlah upah buruh masih kurang pantas dan belum bisa menyejahterakan keluarganya. Kenaikan upah buruh menjadi layak dan penting serta harus diberengi dengan subsidi pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Misalnya, harga sembako yang murah, biaya pengobatan gratis dan biaya sekolah yang terjangkau,” jelas warga yang berdomisili di Kampung Pos RT.01 RW. 10 Pakansari Cibinong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.jurnalbogor.com/?p=9051"&gt;Jurnal Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-5042822730850313921?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/5042822730850313921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/sri-suyati-perjuangkan-nasib-buruh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5042822730850313921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5042822730850313921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/sri-suyati-perjuangkan-nasib-buruh.html' title='Sri Suyati, Perjuangkan Nasib Buruh'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8gg1dTSUvbc/SYFYlef126I/AAAAAAAAACc/k8BW9BYEmZw/s72-c/sri-suryati-copy-187x250.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-1510962581123308180</id><published>2009-01-28T23:11:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:12:20.416-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Dua Kelompok Pemuda Bentrok di Jonggol</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BOGOR -&lt;/strong&gt; Bentrokan antar Organisasi Kepemudaan dan Warga Kampung Arapat Kaum Kecamatan Jonggol, hampir saja merenggut korban jiwa. Berawal dari masalah sepele tidak ditawarinya minuman keras (Miras) oleh oknum Ormas Kepemudaan membuat warga sekitar tersinggung dan memancing aksi perang mulut hingga bentrokan fisik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pecahnya tawuran antar kedua kelompak di Alun-Alun Kecamatan Jonggol tersebut terjadi sekitar pukul 13:00 WIB dan sulit dipisahkan. Sebab kedua belapihak menggunakan berbagai macam senjata tajam. Tawuran baru berhenti setelah salah seorang korban yang bernama Tengek tersungkur ke tanah akibat tangannya terkena bacokan celurit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tawuran itu terjadi akibat pemuda dari Kampung Arapat Kaum tersinggung karena tidak ditawari Miras, oleh kelompok lainnya,” terang salah seorang staf Desa Jonggal kepada Radar Bogor, tadi malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu Kapolsek Jonggol AKP Aam Hamdian membenarkan adanya aksi tawuran antar pemuda yang berawal dari persoalan sepele tersebut. Pelaku pembacokan bernama Anim (45) yang juga warga satu kampung korban sudah diamankan di Mapolsek Jonggol.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pelaku pembacokan sudah kita amankan. Informasinya perkelahian antar warga ini terjadi, karena persoalan sepele. Tapi, kasus ini masih dalam peyelidikan kami apakah ada unsur dendam, karena mereka sama-sama satu kampung,” katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, terang kapolsek, memang ada informasi akan terjadi balas dendam dari pihak korban. Isu ini sempat membuat warga, terutama para pedagang di Pasar Jonggo yang tidak jauh dari lokasi kejadian ketakutan. Warga khawatir terjadi bentrok lebih besar lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah petugas dari Polsek Jonggo turun tangan, lanjut Aam, suasana bisa diamankan. Petugas pun juga berhasil menangkap pelaku pembacokan dan sekarang sudah dijebloskan ke dalam tahanan Mapolsek Jonggol. “Alhamdulillah, sekarang suasana sudah kembali aman,” pungkasnya. (rev/pin)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTk0MDI=&amp;amp;click=MA=="&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-1510962581123308180?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/1510962581123308180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/dua-kelompok-pemuda-bentrok-di-jonggol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1510962581123308180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1510962581123308180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/dua-kelompok-pemuda-bentrok-di-jonggol.html' title='Dua Kelompok Pemuda Bentrok di Jonggol'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-2421532194720596790</id><published>2009-01-28T23:10:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:11:11.066-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Pasca Kerusuhan, PLN Tambah Daya di Jonggol</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BOGOR -&lt;/strong&gt; Rusuh di Jonggol akibat PLN sering mematikan listrik tak berlanjut. Itu setelah Muspika setempat langsung menggelar pertemuan dengan jajaran UPJ PLN Jonggol, kemarin. PLN juga meminta maaf atas seringnya pemadaman listrik di kecamatan ini dan langsung menambah daya. Dua kendaraan pengangkut genset milik PT Telkom yang turut menjadi sasaran amuk massa masih terparkir di Polsek Jonggol.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertemuan tersebut dipimpin langsung Camat Jonggol Zainadi. Hadir Kasi Trantib Jonggol Dian Pasca Kerusuhan, PLN Tambah Daya di Jonggol &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Muldiansyah, Kanit Reskrim Polsek Jonggol Iptu Wagiman, Danramil Herry B dan Kepala UPJ PLn Jonggol Mujianto. Dalam pertemuan itu, pihak PLN menyatakan seringnya pemadaman di Jonggol sehingga menyulut emosi warga bukan karena kesengajaan.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pemakaian daya melebihi kuota yang ada menjadi alasan utama UPJ. Untuk Jonggol, UPJ hanya mendapatkan kuota 180 Ampere. Sedangkan beberapa pekan ini pemakaian daya di Kecamatan Jonggol mencapai 88 Ampere. Tapi sekarang (pasca kerusuhan, red) PLN menambah daya sampai 200 Ampere untuk menerangi Kecamatan Jonggol,” jelas Mujianto. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara Camat Jonggol Zainandi menyarankan PLN menyosialisasikannya secara efektif, sehingga masyarakat mengerti jika kembali ada pemadaman. ”Kejadian kemarin merupakan kejadian spontanitas. Mungkin itu puncak kekesalan warga,” katanya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demonstrasi pada Minggu malam ternyata dilakukan warga tiga desa. Mereka berduyun-duyun mendatangi UPJ PLN Jonggol karena kesal listrik di wilayahnya sering padam saat buka puasa dan sahur. Massa juga ternyata sempat melempari Kantor UPJ PLN dengan batu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun usai demo menuju rumah, massa melihat ada dua kendaraan pembawa genset yang mereka kira milik PLN. Dua mobil yang terdiri dari Toyota Kijang dan Daihatsu Zebra menjadi sasaran amuk massa. Mereka menghancurkan semua kaca dan menggebuki tubuh kendaraan hingga penyok. Sopirnya pun sempat diamuk. Padahal, dua kendaraan pengangkut genset itu milik mitra PT Telkom (bukan satu milik PLN seperti diberitakan kemarin) yang sedianya menuju Bogor. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dua mobil tersebut hingga kemarin siang masih terparkir di Polsek Jonggol. Tampak sekali semua kaca depan mobil tersebut hancur dan sebagian tubuh kendaraannya penyok. Namun, dua genset yang sangat bernilai itu masih utuh. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Emosi warga memuncak karena sebelumnya mereka sempat mendapatkan kabar dari PLN kalau selama Ramadan listrik tidak akan padam. Namun sejak awal puasa, warga terganggu karena listrik sering padam, terutama saat buka puasa dan waktu sahur. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tempat terpisah, Humas PLN APJ Bogor Boyke Adam menjelaskan, secara prinsip PLN tidak bisa menjamin dan memprediksi bahwa listrik tidak akan mati. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengertian menjamin adalah menunda perbaikan, pekerjaan atau perencanaan pemadaman untuk dialihkan setelah Ramadan. Itu agar tidak mengganggu aktivitas kaum muslimin yang sedang menjalankan ibadah puasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan pemadaman yang tidak terencana dan sulit diantisipasi bisa saja terjadi karena banyak faktor. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan saja gangguan alam, tapi juga hujan lebat atau pepohonan yang merintangi jaringan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Kalau karena kerusakan teknis kemudian menyebabkan pemadaman itu sulit diprediksi dan PLN tidak bisa menjamin itu,” kata Boyke Adam di Kantor APJ PLN, kemarin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Boy – sapaan akrabnya- membeberkan, padamnya listrik di UPJ Jonggol disebabkan kerusakan teknis, yakni meledaknya kabel utama yang berada di lokasi antara Mekarsari sampai Jonggol. Karena tidak bisa langsung diidentifikasi dimana letak gangguan tersebut maka tim teknis harus menyusuri dan mendeteksi gangguan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Titik gangguan baru diketahui di sekitar pom bensin dekat Perumahan Bukit Putera tepatnya di SD Cipeucang 2 Kelurahan Cipeucang,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah diketahui, kata Boy, tim teknis langsung menggali sepanjang tujuh meter dengan kedalaman 1 meter. Proses perbaikan baru tuntas sekitar pukul 18:00 WIB. Namun, karena pemulihan aliran listrik tidak bisa langsung dilakukan maka dibutuhkan waktu selama 30 menit. “Jadi, aliran listrik padam total di wilayah itu,” jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah dinyalakan kembali, tambah Boyke, aliran listrik tiba-tiba padam dan dilakukan pengecekan. Hasilnya, diketahui telah terjadi overload beban sebagai akibat adanya pemakaian penuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Mengantisipasi hal itu, PLN melakukan setting relay (menaikkan daya kapasitas), penarikan kabel baru untuk pasokan ke wilayah Jonggol dan sekitarnya serta perencanaan Pembangunan Gardu Induk Baru,” sambungnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas kejadian tersebut, lanjut Boy, PLN  menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut dan mengimbau  masyarakat sama-sama menjaga aset PLN karena merupakan aset negara. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pemadaman listrik bisa teratasi dengan partisipasi pelanggan. Tanpa adanya kerjasama pelanggan, PLN tidak bisa berbuat banyak,” pungkasnya. (gar/dra)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber :&lt;a href="http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTc4OTQ=&amp;amp;click=MjA="&gt; Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-2421532194720596790?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/2421532194720596790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/pasca-kerusuhan-pln-tambah-daya-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/2421532194720596790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/2421532194720596790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/pasca-kerusuhan-pln-tambah-daya-di.html' title='Pasca Kerusuhan, PLN Tambah Daya di Jonggol'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-5490607189877789857</id><published>2009-01-28T23:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:09:33.517-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Listrik Byar Pet, Warga Jonggol Serang PLN</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BOGOR -&lt;/strong&gt; Kecewa listrik sering padam, ratusan warga Kampung Jagaika Desa/Kecamatan Jonggol menyerbu kantor UPJ PLN Jonggol, tadi malam. Mereka juga mengamuk dengan merusak dan menggulingkan mobil milik PLN dan PT Telkom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi massa itu terjadi selepas buka puasa atau sekitar pukul 18:30 WIB. Warga Jagaika yang umumnya pria, longmarch menuju kantor UPJ PLN untuk menuntut soal seringnya pemadaman listrik di kampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Warga kecewa dan berunjuk rasa, padahal kan katanya selama Ramadan listrik tidak akan padam,” kata seorang saksi kepada Radar Bogor, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi warga, aliran listrik di Jonggol sering sekali padam sehingga aktivitas warga tergangu. Tadinya warga tidak mau ambil pusing dan memaklumi permasalahan yang sedang dialami PLN saat ini, sehingga sering terjadi pemadaman bergilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, PLN tidak bisa membuktikan janjinya. Terbukti, selama Ramadan ini aliran listrik ke rumah mereka sering padam sehingga menyulut emosi. Puncaknya setelah buka puasa tadi malam, warga mendatangi kantor UPJ PLN Jonggol dan berunjuk rasa. Pengujuk rasa juga bertingkah anarkis dan nekat menggulingkan satu kendaraan operasional milik PLN. Merasa belum puas, warga kembali mencari kendaraan lain untuk dirusak. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu kendaraan lagi-lagi digulingkan warga, padahal kendaraan itu bukan milik PLN, melainkan milik PT Telkom. Warga yang berunjuk rasa itu salah sasaran. Aparat kepolisian dari Polsek Jonggol langsung melakukan pengamanan di sekitar kantor UPJ PLN Jonggol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasi Trantib Kecamatan Jonggol, Dian Muldiyansyah, membenarkan unjuk rasa tersebut. “Iya, benar ada unjuk rasa di PLN tadi, tapi sekarang sudah selesai. Warga kecewa dengan pernyataan PLN bahwa selama Ramadan listrik tidak akan padam,” kata Dian, semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala APJ PLN Bogor Bambang mengatakan, APJ Bogor belum menerima laporan apapun mengenai aksi unjuk rasa di UPJ PLN Jonggol tersebut. “Saya belum menerima laporan soal itu,” kata Bambang saat dihubungi, semalam.(dra)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTc3NzM=&amp;amp;click=NDU="&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-5490607189877789857?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/5490607189877789857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/listrik-byar-pet-warga-jonggol-serang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5490607189877789857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5490607189877789857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/listrik-byar-pet-warga-jonggol-serang.html' title='Listrik Byar Pet, Warga Jonggol Serang PLN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-1669880457641345604</id><published>2009-01-28T23:05:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T23:06:56.326-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Perempuan Jonggol Harus Berperan Aktif</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JONGGOL &lt;/strong&gt;– Partisipasi perempuan di bidang politik masih minim. Makanya, pada Pemilu Legislatif perempuan harus berperan aktif agar semua aspirasi kaum perempuan dapat terdengar oleh pengambil keputusan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk mencapai hal itu, kaum perempuan pun harus meningkatkan kemampuan dan kecerdasannya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu penegasan anggota DPRD Kabupaten Bogor Ratu Nailamuna saat silaturahmi komponen perempuan  di Kecamatan Jonggol, kemarin.&lt;br /&gt;Saat ini untuk kouta perempuan di pemerintahan sebesar 30 persen, realitasnya hanya 27 persen perwakilan perempuan yang ada di pemerintahan. Begitu juga di DPRD, masih 6 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk mengubah pola pikir perempuan membicarakan politik masih tabu, butuh sosialisasi gencar dari semua pihak. Kegiatan ini hasil kerjasama Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI), Mustika Ratu dan Muspika Jonggol. Hadir pada  acara itu Putri Pariwisata 2008 Anggi Mahesti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam acara ini membahas pula mengenai dampak krisis global. Kaum perempuan pun diminta membeli produk dalam negeri yang mempunyai kualitas serta mutu yang sama dengan  produk luar negeri, seperti alat kosmetik produksi Mustika Ratu “Moors”.  (cr1)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MjM5NjY=&amp;amp;click=MTI="&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-1669880457641345604?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/1669880457641345604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/perempuan-jonggol-harus-berperan-aktif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1669880457641345604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/1669880457641345604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/perempuan-jonggol-harus-berperan-aktif.html' title='Perempuan Jonggol Harus Berperan Aktif'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-8043615193165742432</id><published>2009-01-28T22:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T22:58:09.510-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Krisis, Kunjungan Turun 15 Persen Mekarsari Targetkan 50 Ribu Pengunjung</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;CILEUNGSI &lt;/strong&gt;– Libur panjang Natal dan tahun baru kali ini, Taman Wisata Mekarsari (TWM) menargetkan pengunjung sekitar 50.000 dibandingkan hari biasa. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk pekan Natal mulai 22 Desember 2008-4 Januari 2009, tempat wisata di Jalan Raya Cileungsi-Jonggol itu mengadakan panen raya. Sedangkan menyambut tahun baru 2009, mulai 28 Desember 2008-4 Januari 2009, akan diadakan pesta kembang api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Event-nya full entertainment. Semuanya serba semarak dan benar-benar memanjakan pengunjung,” ujar Marketing Manajer PT Mekar Unggul Sari Indradewi Triratna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama long weekend, tambah Dewi, Mekarsari menawarkan berbagai paket dengan harga mulai dari Rp25.000-Rp125.000. Untuk paket reguler disediakan empat pilihan, yakni green land tour, smart tour, paket padi dan tropical exotic tour.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Untuk smart tour pengunjung bisa belajar menanam. Di sini sangat beragam pilihan. Ada yang menawarkan bersepeda keliling taman buah. Ada pula yang memetik buah langsung,” bebernya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain paket reguler, jelas Dewi, Mekarsari juga menyediakan paket perusahaan. Meski libur panjang, TWM tidak memberikan diskon. Harga tiket dijual dengan harga normal. Semua paket yang disediakan dibuka dengan harga yang terjangkau semua masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama krisis, jelas Dewi, pertumbuhan pengunjung tahun ini menurun sekitar 15 persen dibandingkan tahun lalu. “Krisis nampaknya sudah menjalar pada dunia pariwisata. Itu terlihat dari data kami. Akibat krisis ini pengunjung turun sekitar 10-15 persen,” pungkasnya.(nel)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.radar-bogor.co.id/index.php?ar_id=MjM5OTQ=&amp;amp;click=NTc="&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-8043615193165742432?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/8043615193165742432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/krisis-kunjungan-turun-15-persen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8043615193165742432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/8043615193165742432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/krisis-kunjungan-turun-15-persen.html' title='Krisis, Kunjungan Turun 15 Persen Mekarsari Targetkan 50 Ribu Pengunjung'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1280480301424570390.post-5514794064889402621</id><published>2009-01-28T22:54:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T22:55:51.876-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Jonggol'/><title type='text'>Bubarkan Balapan Liar Kades Cipeucang Dianiaya</title><content type='html'>BOGOR - Kades Cipeucang Agus Badrusalam (35) minggu lalu mendapat perlakukan tidak terhormat dari sekelompok pemuda yang menggelar balapan liar. Agus terkena pukulan sejumlah pemuda yang menggelar balapan (ngetrek) di Jalan Tunggilis atau jalur alternatif Cileungsi-Jonggol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/1) pagi sekira pukul 00:30 WIB saat Agus membeli nasi goreng di Jalan Tunggilis. Di waktu bersamaan, jalan digunakan sekelompok pemuda untuk menggelar balapan liar. Agus bersama warga setempat bertindak dengan membubarkan aksi tersebut karena cukup meresahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, balapan liar itu juga berbahaya bagi masyarakat yang melintas di jalan. Dipimpin oleh Agus, balapan liar itu berhasil dibubarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi sudah aman, beberapa warga dan Agus berencana pulang ke rumah masing-masing. Belum sempat meninggalkan lokasi, puluhan pemuda yang tadi dibubarkan ternyata kembali untuk melakukan aksi balasan. Lebih kurang 30 pemuda dengan mengendarai sepeda motor datang melakukan perlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pemuda yang datang jumlahnya lebih banyak, warga pun berusaha menyelamatkan diri. Apalagi sekelompok pemuda ini membekali diri dengan batu dan botol minuman keras (Miras).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus yang masih di lokasi tak luput dari serangan dan terkena hantaman batu di kepala dan pelipis. Keesokan hari Agus melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Cileungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolsek Cileungsi AKP Syaiful Anwar mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan, namun belum satupun pelaku pemukulan ditangkap petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan atas kasus pemukulan yang dialami Agus Badrusalam. Kami sudah memeriksa beberapa saksi,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaiful mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika Agus bersama warga membubarkan balapan liar. Sayang, tak lama setelah dibubarkan, puluhan peserta balapan kembali datang dan melakukan penyerangan.&lt;br /&gt;Sementara itu, Syaiful menyerukan kepada warga agar tidak mudah terprovokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, pihak kepolisian akan mengusut tuntas dan menangkap para pelaku. “Kami minta agar warga tidak terprovokasi dengan masalah ini, karena polisi akan tetap melakukan pengusutan,” ujarnya. (cr1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.radar-bogor.co.id/index.php?ar_id=MjQ4NjQ=&amp;amp;click=ODQ="&gt;Radar Bogor&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1280480301424570390-5514794064889402621?l=seputar-jonggol.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/feeds/5514794064889402621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/bubarkan-balapan-liar-kades-cipeucang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5514794064889402621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1280480301424570390/posts/default/5514794064889402621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputar-jonggol.blogspot.com/2009/01/bubarkan-balapan-liar-kades-cipeucang.html' title='Bubarkan Balapan Liar Kades Cipeucang Dianiaya'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/-QyG8ZBX0jFA/TaUxR8csKYI/AAAAAAAAAPw/27fuo6BHMW8/s220/yapisalogo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
