Curug Country - Tanjungsari

Objek wisata yang masih alami, anda akan disuguhkan suasana alam yang asri dan sejuk. Curug Country adalah air terjun yang sangat indah, air bening dan menyejukan mata.

Penangkaran Rusa

Tempat penangkaran Rusa di Cariu ini tidak banyak diketahui orang. Sepi dan jauh dari keramaian. Padahal, lokasi ini sudah ada sejak tahun 1993 dengan nama Wahana Wisata Penangkaran Rusa (WWPR) milik Dinas Perhutani Bogor.

Tradisi Meriam Karbit

Tradisi Meriam karbit mungkin sudah jarang kita jumpai. Tapi di Jonggol masih ada, biasanya diadakan setahun sekali. Acara biasanya dilaksanakan beberapa hari setelah Idul Fitri.

Peta Jonggol

Jonggol adalah sebuah Kecamatan di Timur Kabupaten Bogor, wilayah Jonggol yang luas dengan kontur perbukitan menjadikan Jonggol daerah yang strategis.

Situs Batu Tapak Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi (Batu Tapak) atau Prasasti Ciampea adalah salah satu prasasti peninggalan kerajaan Tarumanagara. Prasasti Pasir Awi terletak di lereng selatan bukit Pasir Awi (± 559m dpl) di kawasan hutan perbukitan Cipamingkis Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur.

19 Januari 2011

Berburu Tanah di Jonggol

Daya tarik kawasan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini mulai dilirik sejumlah investor, pengusaha, maupun orang-perorangan dengan beramai-ramai memburu tanah di kawasan tersebut. Dalam tempo singkat, harga tanah pun melonjak drastis.

KAWASAN Jonggol yang dulu sering diistilahkan orang sebagai tempat jin buang anak, untuk melukiskan betapa ter-kebelakangnya wilayah tersebut, kini berubah drastis. Jonggol mulai menjadi daya tarik dan dilirik banyak orang untuk berinvestasi dengan membeli tanah, sejak isu adanya pemindahan pusat pemerintahan RI ke wilayah tersebut bcrembus kencang akhir-akhir ini. Yang perlu dicatat, potensi Jonggol akan menjadi sangat luar biasa jika rencana pembangunan ruas jalan Poros Jonggol selesai di bangun.

Pencanangan pembangunan jalan Poros Jonggol, akan dilakukan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bertepatan dengan peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional pada 20 Desember mendatang.

Informasi yang diperoleh, sejumlah perusahaan, pengusaha, maupun orang perorangan mulai mengutus kala tangannya untuk berburu tanah yang lokasinya berdekatan dengan rencana pengembangan kawasan Jonggol. Orang-orang itu mendatangi warga pemilik tanah maupun biong (calo tanah). Hanya saja, informasi tentang pengembangan kawasan Jonggol rupanya suda-didengar warga dan mereka pun menetapkan harga tanah cukup tinggi.

Hal ini diakui, Aos (44), biong tanah, warga Singosari, Kecamatanjonggol. Belakangan ini, kata dia, banyak orang yang datang mencari tahu harga tanah dan melakukan survey.

Pria ini mengatakan, saat ini harga tanah di Jonggol sudah naik. Lokasi yang berada di pinggir jalan misalnya, sekitar Rp 350.000 hingga Rp 400.000 meter. Kalau yang lokasinya gak masuk, lebih murah, dan bisa dapat Rp 25.000 per meter. "Investor yang datang memang belum ada yang transaksi, karena mereka baru survey," ungkapnya.

Banyak investor yang datang, diakui Camat Jonggol, Asep Aer Sukmaji.

Hanya saja, kata dia, para investor itu memburu tanah langsung ke pemilik atau lewat biong, bukan melalui kantor desa atau kecamatan. "Kami sudah dengar dan mendapat laporan dari kades, investor itu berdatangan baru sekedar menanyakan harga tanah dan survey," katanya.

Selain itu, ujarnya, pemilik tanah yang ting-gal di luar Jonggol, belakangan ini mulai sering datang meninjau tanahnya. "Padahal selama ini, tanah mereka jarang ditengok," katanya.

Poros jonggol

Sementara itu, rencana pembangunan jalan poros tengah timur atau jalan poros Jonggol yang digagas Pemerintah Kabupaten Bogor, akan menghubungkan kawasan Jonggol dan sekitarnya dengan kawasan Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang Selatan.

Bupati Bogor, Rachmat Yasin di Cibinong, Jawa Barat, beberapa waktu lalu mengatakan, pembangunan jalan poros Jonggol diharapkan dapat menyatukan tata ruang pembangunan regional Bogor dengan wilayah-wilayah di sekitarnya, termasuk dengan Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Pembangunan jalan poros Jonggol diharapkan akan menghubungkan kawasan Jonggol, kawasan Sentul City dengan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan. "Jalan poros Jonggol akan menjadikan kawasan sekitar Jonggol tidak hanya terhubung secara langsung dengan Jakarta, Bekasi maupun Cianjur, namun juga dengan Tangerang," ujarnya.

Dalam peta rencana pembangunan jalan poros Jonggol yang dilansir Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor 2010 digambarkan, jalan poros Jonggol akan terhubung secara langsung dengan kawasan BSD. dn

Sumber: Bataviase

BIONG MEMBURU TANAH MURAH

BOGOR (Pos Kota) - Proyek pembangunan Jalur Puncak II atau Poros Tengah-Timur akan digeber Pemkab Bogor. Meski masih ada lahan 4,8 hektare milik Perum Perhutani yang belum bisa ditebus, Pemkab akan membelinya.

Di lain pihak sejumlah biong(spekulan tanah - red) kini kasak-kasuk mencari tanah murah di jalur yang menghubungkan Jonggol-Babakan Madang-Bumi Serpong Damai dan Delta Mas, Bekasi-Jonggol- Pun-cak-Cianjur ini.

"Jika lahan Perum Perhutani itu tetap sulit ditembus, Pemkab Bogor akan membelinya. Kami ditarget 2012 dimulai pembangunannya yang dibagi tiga tahap dengan anggaran sekitar Rp350 miliar," ujar Kepala Bappeda Kabupaten Bogor, M Zairin, Jumat (7/1).

Untuk tahap pertama dibangun jalan sepanjang 28 Km dan lebar 30 meter mulai dari Babakan Ma-dang-Sukamakmur-Jonggol dengan anggaran Rp50 miliar hingga Rp70 miliar.

Sedangkan tahap kedua dari Sukamakmur ke Cariu (Jalan Transyogi) dengan panjang 15 Km. Selanjutnya dari Sukamakmur ke Cipanas (Cianjur) dengan panjang jalan 10 Km. "Ruasjalan ini telah ada, tapi masih k!cil dan kondisinya rusak," katanya.

Adapun daerah yang terkena jalur ini adalah wilayah Kecamatan Babakan Mad.ang, Citeureup, Cariu, Jonggol, Sukamakmur hingga Tanjungsari meliputi, 67 desa dan luas lahan 71 hek t are. Rencananya jalan ini sepanjang 26 Km.

Masalah pembebasan lahan, sudah mend apat lampu hijau dari pemilik lahan di antaranya, Group Sentul, Probosutejo, Delta Mega Kuningan, Bukit Kharisma Sulsamakmur, dan Perhutani.

"Agenda 2011 ini kita lakukan deta.il engineering design, pendataan tanah, tanaman, bangunan, pembebasannya, pembukaan badan jalan 14 km dengan lebar 20 meter h ingga proses penyelesaian tanahkehutan-an yang terkena jalan," papar Zairin.

Poros TimurTengah merupakan jalur singkat yang rencananya akan digunakan untuk akses dari B-ogor atau

Jakarta menuju Cianjur dan Bandung. Sebrab, Jalur Puncak dari pintu masuk Ciawi sudah terlalu padat. Kini, sejumlah investor mulai melirik kawasan tersebut.

MEMBURU TANAH

Sejumlah biong pun ramai-ramai memburu tanah di kawasan ini. Tak ayal, dalam tempo singkat, harga tanah melambung. Hal ini diakui Aim-, biong tanah, warga Singosari, Kecamatan Jonggol. Belakangan ini, banyak orang yang datang mencari tahu harga tanah dan survei. Lahan di pinggir ialan misalnya, sekitar Rp350.000 hingga Rp400.-000 per meter.

"Kalau lokasinya agak masuk, lebih murah, bisa dapat Rp25.000 per meter. Investor yang datang memang belum ada yang melakukan transaksi karena mereka baru survei," katanya.

Camat Jonggol Asep Aer Sukmaji mengakui investor memburu tanah langsung ke pemilik atau lewat biong, bukan melalui kantor desa atau kecamatan. "Kami dapat laporan dari kades, investor itu It.ii 11 sekadar menanyakan harga tanah dan survei," katanya.(iwan/si/r)

Curug Kantri-Tanjung Sari








Curug Kantri terletak di Desa Tanjung Rasa, Kecamatan Tanjung Sari, Kab. Bogor.

Petunjuk Arah

  • Dari Jakarta atau Bogor keluar pintu tol Cibubur, masuk ke Jl. Trans-Yogie, ambil arah ke Cileungsi.
  • Ambil jalan lurus di perempatan, anda akan melewati Taman Buah Mekarsari di sebelah kanan jalan dan berada di Jl. Cileungsi – Jonggol.

  • Ambil terus jalan utama, sampai anda di pertigaan, Jl. Cibarusah – Cikarang ke kiri dan Jl. Raya Jonggol ke kanan; ambil kanan ke Jl. Raya Jonggol.
  • Ikuti terus Jl. Raya Jonggol sepanjang sekitar 13,6 km, sampai anda di pertigaan: kiri ke Jl. Cariu – Babakan Raden, kanan ke Jl. Cariu – Bantarkuning; ambil kanan ke Jl. Cariu – Bantarkuning.
  • Setelah sekitar 8,6 km dari pertigaan, anda akan menemukan jalan kecil ke arah kanan di GPS: -6.56959, 107.14060. Belok ke kanan, masuk ke jalan ini.
  • Ikuti terus jalan ini sampai anda menemukan percabangan jalan ke kiri, dengan lapangan bola di sebelah kanan, GPS: -6.56359, 107.12111. Ambil jalan ke kiri. Jalanan ini menurun dan kemudian belok ke kiri ketika anda bertemu pertigaan. Ikuti jalan sampai anda menemukan bundaran dan pos jaga di mulut percabangan jalan ke arah kanan.
    Dari Pos Jaga, anda masih beberapa ratus meter lagi untuk sampai ke tempat parkir kendaraan, dengan melewati jalanan yang agak curam dan berliku.

Sumber :http://thearoengbinangproject.com/2010/09/wisata-country/

Situs Batu Tapak Pasir Awi


Prasasti Pasir Awi (Batu Tapak) atau Prasasti Ciampea adalah salah satu prasasti peninggalan kerajaan Tarumanagara. Prasasti Pasir Awi terletak di lereng selatan bukit Pasir Awi (± 559m dpl) di kawasan hutan perbukitan Cipamingkis, desa Sukamakmur, kecamatan Jonggol, kabupaten Bogor tepatnya pada koordinat 0°10’37,29” BB (dari Jakarta) dan 6°32’27,57”Prasasti Pasir Awi telah diketahui sejak tahun 1867 dan dilaporkan sebagai prasasti Ciampea. Peninggalan sejarah ini dipahat pada batu alam. Prasasti Pasir Awi berpahatkan gambar dahan dengan ranting dan dedaunan serta buah-buahan (bukan aksara) juga berpahatkan gambar sepasang telapak kaki. Prasasti ini pertamakali ditemukan oleh N.W. Hoepermans pada tahun 1864.

Sumber : 1, 2

Mesin Pengering Gabah Diujicoba

CARIU - Petani di kawasan Kabupaten Bogor bagian timur, khususnya yang berada di Kecamatan Cariu, dalam waktu dekat ini tak perlu lagi pusing ketika mau menjemur gabah. Karena mereka akan mendapatkan bantuan alat pengering gabah modern dari Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian dan UKM.
Alat modern yang dibeli APBD tersebut, kemarin diuji-cobakan oleh petani di Desa Cariu. Uji coba disaksikan Udin Syamsudin, Kadiskopperindag & UKM dan seluruh poktan yang ada di kecamatan tersebut.
Ditemui seusai ujicoba, Syamsudin menyatakan cukup puas melihat hasilnya. Mesin pengering ini mampu mengeringkan padi sebanyak 16 ton setiap harinya. Sehingga sangat menolong para petani dalam mengeringkan hasil panennya. "Jadi habis panen, para petani tinggal bawa padinya ke sini untuk dikeringkan dalam waktu yang cepat. Tidak perlu lagi mengeringkannya di ladang atau di rumah," kata Syamsudin.
Menurutnya, selain mempercepat proses pengeringan, dengan tersedianya mesin pengering ini, para petani juga bisa bebas dari hambatan cuaca selama proses pengeringan. Pasalnya, dengan menggunakan mesin ini, pada saat musim hujan pun, proses pengeringan padi bisa dilakukan.
Sejumlah petani yang ditemui disela-sela ujicoba menyatakan, salut dengan inovasi yang dilakukan instansi terkait dalam menolong para petani. Karenanya, mereka menyambut baik hadirnya mesin pengering tersebut. "Langkah ini sangat tepat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini masih melakukan pengeringan dengan menggunakan cara-cara tradisionil," papar salah seorang petani.
Hanya saja ia mengharapkan, dalam praktiknya nanti tidak terlalu membebani masyarakat dalam hal biaya pemanfaatannya. Di samping itu, para petani juga berharap, mesin pengering itu tidak hanya disediakan di satu tempat saja. Melainkan ke tempat-tempat yang mudah dijangkau petani.
Sebagaimana diketahui, wilayah Kecamatan Cariu adalah salah satu lumbung padi di wilayah Bogor. Karenanya, penyebaran petani juga merata di semua desa. Sehingga jika ketersediaan mesin pengering itu hanya dilakukan di satu tempat, maka dikhawatirkan biaya transportasi yang harus ditanggung petani untuk proses pengeringan menjadi besar.
"Kalau mesin pengering ini kelak tersedia di semua desa, jelas sangat membantu petani. Tapi kalau hanya ditempatkan di satu tempat saja, berarti yang mendapatkan manfaat paling besar adalah petani sekitar," imbunya.
Syamsudin menambahkan, uji coba mesin pengering ini merupakan langkah awal untuk membantu petani dalam proses pengeringan padi. Menurutnya, pihak Dinas Koperasi Kabupaten Bogor akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk ikut membantu kebutuhan-kebutuhan petani. "Langkah ini juga sekaligus sebagai upaya mendukung wilayah ini sebagai daerah lumbung padi bagi wilayah Kabupaten Bogor," tambahnya.=ren/jan

Sumber: Pakuan Raya

18 Januari 2011

Kontraktor RSUD Didenda Rp76 Juta

CILEUNGSI-Kontraktor pembangunan RSUD Cileungsi divonis denda Rp76 juta oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena terbukti menyalahgunakan aliran listrik.

Informasi tersebut diperoleh dari Kepala Humas PLN Areal Pelayanan Jaringan (APJ) Gunungputri, Sapto Haryanto. Dalam keterangannya, sekitar pertengahan September 2010, pihaknya bersama dengan jajaran Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Jonggol melakukan operasi aliran listrik (opal) atau dikenal dengan operasi Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) di beb erapaareal, termasuk ke lokasi proyek RSUD Cileungsi.

Saat memeriksa pemakaian tegangan listrik di areal proyek, petugas P2TL ternyata menemukan kejanggalan dan penyimpangan berupa penyalahgunaan aliran listrik. Sesuai peraturan PLN Pusat, kontraktor pembangunan RSUD itu akhirnya divonis denda Rp76 juta terhitung dari September 2010.

“Saat kita sidak ke lokasi proyek, ternyata ada kabel suntikan. Sementara listrik kami putus, hingga pihak kontraktor melunasi denda,” bebernya.

Sementara itu, Kepala UPJ Jonggol,Surgina mengatakan, pihak kontraktor menyanggupi akan membayar denda dengan cicilan 12 kali. “Sampai saat ini baru dicicil sekali. Kita masih menunggu cicilan selanjutnya,” kata dia.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, yang juga penanggung jawab pembangunan RSUD Cileungsi, Hesti, membenarkan hal tersebut.

Ia menjelaskan, masalah itu sudah diselesaikan berdasarkan kesepakatan damai dengan musyawarah antara pihak kontraktor dengan PLN. “Sudah dibereskan. Dan atas saran PLN UPJ Jonggol, kontraktor diberikan keringanan untuk mencicil denda,” ungkapnya.

Sementara itu, Komisi C DPRD Kabupaten Bogor yang sempat melakukan sidak ke lokasi proyek RSUD Cileungsi, mengaku kaget mendengar informasi tersebut.

Anggota Komisi C, Rasyim Kusba mengatakan, baru mengetahui berita itu setelah sidak ke lokasi proyek beberapa hari lalu. “Sidak kami beberapa hari lalu untuk memeriksa pekerjaan saja. Bukan bertanya-tanya masalah tersebut,” katanya.

Kendati ada masalah dengan listrik, tambahnya, rencana tender kedua pembangunan RSUD yang akan diperpanjang tahun ini, tetap dilanjutkan. “Kalau denda sepenuhnya ulah kontraktor. Itu kewajiban kontraktor untuk melunasi,” tekannya.( yus)

Sumber: Radar Bogor

Galian Bodong Membandel

SUKAMAKMUR-Pengusaha galian C ilegal jenis batu dan pasir kali di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, membandel. Mereka tetap melakukan aktivitas penggalian, meski telah dilarang beroperasi karena surat izin penambangan daerah (SIPD) dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bogor telah habis dua bulan lalu.

Akibatnya, kondisi jalan utama Sukamakmur dari arah Jonggol dan Citeureup makin hancur. Badan jalan yang sempit dan berlubang nyaris terendam air saat hujan. "Harusnya pemkab memantau dengan serius aktivitas para penggali. Kalau sekadar sidak, datang dan menyita aki, itu tidak cukup. Seharusnya yang ditindak tegas adalah pelaku usahanya," ketus Marwan (38), salah satu warga Sukamakmur.

Dikonfirmasi, Camat Sukamakmur Zaenal Ashari membenarkan kenakalan yang dilakukan pengusaha galian C di wilayahnya itu. Ia mengaku selalu menginap di kantor kecamatan hanya untuk mengawasi aktivitas truk-truk yang melintas.

"Saya juga heran. Mereka (pengusaha galian, red) sulit untuk dilarang. Harus ada pantauan setiap 24 jam," timpalnya.( yus)

Sumber: Radar Bogor

Alternatif ke Cianjur Terancam Putus

SUKAMAKMUR-jalan alternatif Jonggol menuju Citeureup lewat Sukamakmur harus segera dibenahi. Pasalnya, tidak hanya badan jalan yang hancur, tapi juga ruas jembatan. Salah satunya Jembatan Cisurijan di Desa Sukamakmur. Bibir jalan di sekitar jembatan tersebut nyaris habis digerogoti longsor. Terkikisnya badan jalan hingga hanya tersisa tiga meter ini membuat warga waswas ketika melintas pada malam hari. Karena di sekitarnya tak terdapat lampu penerang jalan.

“Sudah setahun ini belum ada perbaikan. Kalau didiamkan terus tentu jembatan akan ambrol, Mas,” tutur Sumarlin (30), warga Desa Sukamakmur, kepada Radar Bogor, kemarin.

Jembatan yang menghubungkan Desa Sukamakmur dan Sukamulya ini, bagi warga, tak hanya sebagai akses memperlancar perekonomian. Namun juga akses utama bagi warga Jonggol dan Cariu yang ingin bepergian ke Citeureup serta Kabupaten Cianjur.

Pemkab harusnya bisa mempercepat perbaikan jembatantersebut karena merupakan kebutuhan utama warga. Kalau ambrol jelas ada beberapa wilayah yang dipastikan terisolir,” harap Sekcam Sukamakmur, Usep Daud, kemarin.

Usep mengakui, perbaikan jalan di sekitar Jembatan Cisurijan sudah dianggarkan dalam anggaran 2011. Tetapi, karena kondisinya makin parah, warga meminta pemkab mempercepat perbaikan. “Kita harapkan 2011 benarbenar bisa dimulai. Kalau tak jadi, ambrolnya jembatan tinggal menunggu waktu,” ujar Usep.(yus)

Sumber: Radar Bogor

Cariu Butuh Terminal

CARIU-Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuka poros tengah-timur sebagai jalur alternatif Puncak II untuk mengatasi kemacetan, butuh perencanaan lebih matang. Pasalnya, sebagian besar kecamatan di wilayah timur, seperti Cariu, Jonggol dan Tanjungsari, belum memiliki terminal. Akibatnya, arus lalulintas makin semrawut. Angkutan kota (angkot) dan bus terpaksa mangkir dan mengetem di sepanjang jalan utama.

Jalan alternatif menuju Pasar Cariu pun menjadi sasaran ngetem angkot. Alhasil, kemacetan menjadi pemandangan setiap hari bagi warga di ibukota Kecamatan Cariu.

“Kita juga sebenarnya tak mau mengganggu jalan. Tapi kan terminal di sini memang belum ada. Mau mangkal di mana kita nanti,” ujar Marno (28), sopir angkot yang mangkal di depan Pasar Cariu, kepada Radar Bogor, kemarin.

Camat Cariu, Didin Wahidin, mengakui jika wilayahnya belum memiliki terminal ataupun subterminal. Tak heran bila banyak terminal bayangan di Cariu. “Memang belum ada.

Kalau untuk pengajuan, kita sebenarnya sudah dari dahulu mengajukan,” tuturnya. Didin mengatakan, usulan pengadaan terminal di wilayahnya masih terbentur ketersediaan lahan. Tak hanya kendala proses pembebasan, tapi juga lokasi strategis untuk dijadikan terminal. “Sebenarnya untuk lokasi sudah kita wacanakan. Tetapi butuh negosiasi, proses dan
anggaran yang tidak sedikit,” jelasnya.(yus)

Sumber : Radar Bogor

TPS Ilegal Menjamur

CILEUNGSI-Wilayah di timur Kabupaten Bogor mulai kelimpungan dalam mengatasi masalah sampah. Daerah itu yakni Kecamatan Cariu, Jonggol, Tanjungsari, Cileungsi, Citeureup, Klapanunggal, Sukamakmur dan Gunungputri. Akibatnya, tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal pun banyak bermunculan.

Cileungsi misalnya. Tak ada satu pun TPS legal yang beroperasi di wilayah tersebut. Tak heran bila beberapa lahan tidur dijadikan TPS. Bahkan ada yang menjadikan sekitar fly over sebagai lokasi pembuangan sampah.

Pantauan Radar Bogor, tercatat ada tujuh titik di sekitar fly over yang dijadikan TPS ilegal. Tujuh titik ini tersebar di sekitar jembatan.

Sampai saat ini belum ada upaya dari pihak Muspika Cileungsi ataupun Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor untuk menertibkan TPS tersebut. “Sudah bertahun-tahun tak diangkut, Mas. Makanya sampah numpuk dan mengeras,” ketus Acep (27), pedagang di sekitar fly over, kepada Radar Bogor, kemarin. Camat Cileungsi, Eman Sukirman, yang dikonfirmasi terkait permasalahan itu, mengaku jika pihaknya belum mempunyaisolusi untuk mengatasinya. Pasalnya, DKP hanya mau mengangkut sampah di TPS legal dan mempunyai retribusi yang jelas. Sedangkan, TPS yang ada di Cileungsi saat ini berstatus ilegal. Sehingga, otomatis DKP pun tak mau mengangkutnya. “Mau tak mau kita juga yang kena akhirnya. Harusnya DKP ikut bantu,” keluh Eman. Ia mengatakan, upaya swadaya pengangkutan juga sudah direncanakan dalam waktu dekat ini.

Namun, tingginya harga sewa armada pengangkut sampah serta biaya pembuangan sampah ke Bantargebang, Bekasi, membuat pihaknya kebingungan. “Untuk sewa truk satu unit saja Rp900 ribu. Belum biaya pembuangan yang juga terhitung mahal sampai Rp600 ribu,” bebernya.

Karena itu, pihaknya berusaha mendorong para kades yang ada di wilayahnya untuk mau membantu dari segi finansial. “Kita akan coba rundingkan ini secepatnya,” janji Eman. Sementara itu, Kepala UPT Kebersihan Wilayah Cibinong, Ateng S Sasmita, berjanji segera membereskan sampah di sekitar fly over Cileungsi.

“Awal Februari nanti kita agendakan untuk pembersihan besar- besaran,” tegasnya. Tak hanya di Cileungsi, pemandangan kumuh pun terjadi di Citeureup.

Hampir setiap hari, tepatnya di sepanjang Jalan Raya Mayor Oking, sampah-sampah anorganik terlihat beterbangan. Onggokan sampah di drainase jalan juga terlihat menumpuk. Beberapa gunungan sampah yang telah dikeruk dari drainase pun tak diangkut tepat waktu. Alhasil, sampah berserakan di jalan.

“Jika pemandangan ini didiamkan berlarut-larut, tak mungkin Kabupaten Bogor bisa meraih Adipura,” keluh Haryadi (35), warga Citeureup yang juga pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UniversitasIndonesia.(yus)

Sumber: Radar Bogor

Pengusaha Galian Ilegal di Jonggol Membandel

JONGGOL-Pemerintah Kecamatan Jonggol sepertinya tak berdaya dengan pengerjaan proyek galian ilegal di wilayahnya. Meski sudah memberikan teguran lisan hingga tertulis, kegiatan itu tetap berjalan. Galian ilegal yang masih beroperasi di Jonggol berada di Desa Sukanagara. “Kami sudah berikan teguran supaya menghentikan proyek sebelum izin dipenuhi. Tapi mereka (pengusaha galian, red) tidak bersedia,” ungkap Camat Jonggol, Asep Aer Sukmaji, kepada Radar Bogor, kemarin.

Mantan Camat Ciampea ini menegaskan,pihaknya sama sekali tidak ada niat melegalkan galian ilegal yang ada di wilayahnya.Sebaliknya,pemerintah kecamatan berusaha mengajak mereka untuk mematuhi peraturan yang berlaku.

“Kita giring supaya mau mengurus izin.Tetapi sangat susah karena hingga kini mereka belum memberikan kepastian mengenai kesediaan mengurus izin,”jelasnya.

Beroperasinya proyek galian C selama kurun lima tahun terakhir inilah, menurut Asep, yang menyebabkan jalan utama desa yang menghubungkan Desa Sukanagara dengan Desa Sukajaya rusak berat. Untuk memperbaiki jalur itu dalam waktu dekat pun sulit terwujud. Sebab, proyeksi anggaran perbaikan jalan di jalur itu hanya cukup untuk tiga kilometer, sesuai alokasi di APBD 2011. Sementara jalan yang rusak mencapai 11,4 km.

“Hanya tiga kilometer yang terbangun. Dua kilometer dihotmiks dan satu kilonya dibeton,” beber Muhtar,Pengawas Jalan Wilayah Jonggol,Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor, kemarin. Muhtar mengatakan, kepastian akan diteruskannya pembangunan di 2011 belum ada, karena terbentur minimnya alokasi anggaran di APBD 2011. “Kita belum dapat memastikan karena ketuk palu perbaikan jalan berdasarkan usulan musrenbang dari masing-masing wilayah,” jelasnya.(yus)

Sumber : Radar Bogor

Biong Tanah Kasak Kusuk, Warga Pasang Harga

Kawasan Jonggol yang dulu sering diistilahkan orang sebagai tempat jin buang anak, tidak lama lagi akan berubah drastis. Itu, seiring dengan rencana Pemkab Bogor, membangun akses jalur poros Tengah-Timur, yang menghubungkan kawasan Jonggol dan sekitarnya dengan kawasan Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang Selatan. Kini, sejumlah investor mulai melirik kawasan tersebut. Mereka pun ramai-ramai memburu tanah. Tak ayal, dalam tempo singkat, harga(italic)

SEJAK isu pemindahan pusat pemerintahan berembus kencang. Ditambah, adanya rencana pembuatan jalur poros Tengah-Timur. Jonggol dan sekitarnya mulai menjadi daya tarik dan dilirik banyak investor tanah. Pasalnya, Jonggol akan menjadi sangat luar biasa jika rencana pembangunan jalan poros Tengah-Timur selesai dibangun.

Diresmikannya rencana pembangunan jalur poros Tengah-Timur pada puncak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2010, di Sirkuit Sentul, 20 Desember lalu, membawa pengaruh besar terhadap kondisi warga dan wilayah Timur Kabupaten Bogor.

Tidak hanya Jonggol. Sukamakmur, Cariu sampai Tanjungsari pun saat ini menjadi buruan investor tanah untuk berlomba-lomba menanamkan usaha.

Informasi yang diperoleh, sejumlah perusahaan, pengusaha, maupun orang perorangan mulai mengutus kaki tangannya untuk berburu tanah, yang lokasinya berdekatan dengan rencana pembangunan jalur tersebut.

Mereka mendatangi warga pemilik tanah maupun biong (calo tanah).

Mendengar rencana pembangunan jalur Poros Tengah-Timur, warga pun menetapkan harga tanah cukup tinggi.

Hal ini diakui Aos (44), biong tanah, warga Singosari, Kecamatan Jonggol. Belakangan ini, kata dia, banyak orang yang datang mencari tahu harga tanah dan melakukan survei.

Menurut dia, saat ini harga tanah di Jonggol sudah naik. Lahan di pinggir jalan misalnya, sekitar Rp350.000 hingga Rp 400.000 per meter.

“Kalau lokasinya agak masuk, lebih murah, dan bisa dapat Rp25.000 per meter. Investor yang datang memang belum ada yang transaksi, karena mereka baru survei,” ungkapnya. Banyak investor yang datang, juga diakui Camat Jonggol, Asep Aer Sukmaji.

Hanya, kata dia, para investor itu memburu tanah langsung ke pemilik atau lewat biong, bukan melalui kantor desa atau kecamatan. “Kami sudah dengar dan mendapat laporan dari kades, investor itu berdatangan baru sekadar menanyakan harga tanah dan survei,” kata dia.

Selain itu, pemilik tanah yang tinggal di luar Jonggol, belakangan ini juga mulai sering datang meninjau tanahnya. “Padahal, selama ini tanah mereka jarang ditengok,” tutur Asep.

Atih Sukarsih (38), misalnya. Semenjak ada rencana pembangunan jalur poros Tengah-Timur, hampir setiap hari tanah miliknya di Desa Selawangi, Kecamatan Tanjungsari didatangi biong tanah. Kondisi inilah yang akhirnya membuat ia mengadu ke kantor kecamatan.

“Saya mengadu bukan untuk meminta perlindungan. Tetapi hanya bertanya, apakah benar wacana itu ada atau hanya memang isu,” ungkapnya.

Mendapat jawaban yang pasti dari Muspika Tanjungsari bahwa wacana tersebut benar adanya, Atih pun memutuskan untuk mematok harga tanahnya. “Itu rahasia Mas.

Kalau memang ada yang mau beli, kita nego sama-sama,” ungkapnya antusias.(yus)

Sumber : Radar Bogor

Jalan Desa Hancur, Lahan Pertanian Telantar

SUKAMAKMUR-Kondisi jalan utama Desa Sukanegara-Sukajaya, hingga kini kian memprihatinkan. Hampir seluruh badan jalan terendam kubangan air. Kondisi diperparah dengan sempitnya badan jalan dan tebing curam di sekeliling jalan.

Alhasil, pengguna jalan pun mau tak mau harus menggunakan jalan yang hampir sepenuhnya terendam air hujan itu. Matinya drainase di sepanjang jalan, merupakan sebab utama air hujan bertahan di badan jalan. Beberapa pengguna jalan mengaku riskan saat melewati jalur sepanjang tujuh kilometer ini. “Harusnya tak seperti ini. Ini kan akses jalan utama desa. Kenapa tidak diperbaiki,” ketus Asep Maryadi (43) salah satu pengguna jalan dari Jonggol.

Keberadaan galian C menjadi sebab utama hancurnya jalan selebar lima meter tersebut. Bahkan, di saat jam-jam sibuk kemacetan tidak terhindarkan.

Beberapa pengguna jalan pun terkadang saling berebut untuk menghindari kubangan air, meskipun rela melewati impitan jalur yang tipis dengan jurang. “Harusnya pemkab lebih memperhatikan kondisi wilayah seperti ini. Jangan hanya duduk di ruang ber-AC,” kata Maryanti (38), salah satu pengguna jalan. Hal senada dilontarkan Kades Sukanegara RE Ainudin. Terus memburuknya jalan utama desa, membuatnya geram dan kesal.

Sampai pada akhirnya, ia berencana melimpahkan kucuran dana PNPM 2011-2014 untuk perbaikan jalan utama desa. “Kita sudah sepakat bersama dengan seluruh ornamen dan kelembagaan desa, untuk melimpahkan dana PNPM 2011-2014 ke perbaikan jalan utama desa,” tuturnya. Ia mengatakan, beberapa kali usulan perbaikan yang diajukannya dalam setiap musrenbang, hingga kini tidak ada kabarnya.

Parahnya lagi, lanjutnya, usulan pengadaan irigasi yang dirindukan oleh ratusan petani di wilayahnya, sama sekali tidak terjamah. Alhasil, selama tiga tahun terakhir produksi petani di wilayahnya anjlok dan banyak petani yang menelantarkan lahan pertaniannya. “Kalau ditelusuri, sebenarnya Bogor kan wilayah pertanian. Kenapa sampai saat ini para petani masih diabaikan,” timpalnya.(yus)

Sumber : Radar Bogor

Dua Jambret Dikromas

JONGGOL-Aksi main hakim sendiri kembali terjadi. Kemarin, dua penjambret, yakni YD (20) dan IG (19), babak belur dikeroyok belasan orang di Tugu Tegar Beriman Jonggol. Keduanya dikeroyok usai menjambret HP milik Noni (30), warga Kampung Kaum RT 03/ 11, Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol.

Menurut keterangan Kapolsek Jonggol Kompol Purnomo, kedua pelaku dihajar oleh warga sekitar yang menangkap basah pelaku. “Dia memang sempat dikeroyok massa. Untung saja tim ranger kami cepat datang. Makanya tidak terlalu babak belur,” ujar Purnomo kepada Radar Bogor.

Aksi penjambretan sendiri terjadi sekitar pukul 15:00. Saat itu, Noni hendak pulang ke rumahnya di Kampung Kaum dengan dibonceng sepeda motor oleh rekannya.

Ketika melintas di Tugu Tegar Beriman Jonggol, Kampung Menan, Desa Sukamanah, motor yang ditumpangi Noni didekati pelaku.

Saat itu juga, pelaku langsung merampas HP dari tangan Noni, yang saat itu sedang untuk mengirim pesan singkat (SMS). Melihat HP-nya dijambret, Noni berteriak sekeras-kerasnya sehingga memancing warga sekitar. Tanpa komando, puluhan warga mengejar pelaku. Mungkin panik, motor honda Supra Fit yang dikendarai pelaku terjatuh.

Warga yang sudah emosi langsung mengepung keduanya dan menyeroyoknya hingga babak belur. Beruntung, petugas Mapolsek Jonggol cepat datang ke lokasi dan mengamankan keduanya.

Polisi menduga, keduanya sudah sering menjambret di wilayah Jonggol. Namun, hingga kemarin, YD dan IG belum mau mengaku. “Nanti, pelaku bakal dijerat Pasal 365 jo 362 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” kata Purnomo.(ote)

Sumber : Radar Bogor

Pencurian Listrik masih Marak

JONGGOL-Tingkat pencurian listrik di daerah Jonggol masih tergolong tinggi. Dari data Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) PLN Jonggol, hingga 2010 tingkat pencurian masih tercatat di angka 13 persen.

Pencurian tersebut masih didominasi oleh losing atau pemakaian daya listrik yang tidak sesuai dengan data masuk PLN, dengan persentase mencapai tujuh hingga delapan persen. Sedangkan sisanya pencurian yakni dengan motif manual berupa suntik kabel.

Namun, Manajer PLN UPJ Jonggol Suwargina mengklaim jika tingkat pencurian listrik berhasil ditekan. Sebab, kata dia, sebelumnya tingkat pencurian mencapai 29 persen. Tetapi, dengan adanya program Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), tingkat pencurian mampu ditekan hingga 13 persen.

“Kita memang tidak bisa memungkiri, angka 13 persen ini merupakan pekerjaan rumah bagi kita tahun ini. Untuk itu, kita sudah agendakan rutin untuk melakukan sosialisasi dan operasilistrik,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Dalam giat operasi rutin meteran pelanggan yang dilakukan setiap minggu itu, ia menekankan kepada pelanggan untuk bermigrasi ke sistem meteran prabayar. Hal tersebut, kata dia, dilakukan tidak hanya untuk kebaikan PLN saja. Tetapi, untuk keuntungan pelanggannya. Di antaranya kemudahan akses pembayaran listrik.

“Dari 55.000 pelanggan listrik yang bernaung di UPJ Jonggol, baru 6.120 pelanggan yang telahmemakai meteran prabayar. Tahun ini kita targetkan sampai naik dua kali lipat,” ungkapnya optimis.

Tidak hanya itu, Nana -sapaannya- mengklaim jika UPJ yang dipimpinnya menduduki peringkat pertama untuk penekanan angka gangguan hingga nol persen. “Prestasi ini harus kita pertahankan, mengingat beberapa wilayah di Jonggol dan sekitarnya terbilang rawan bencana alam,” katanya.(yus)

Sumber : Radar Bogor

DKP Enggan Angkut Sampah

CILEUNGSI-Tumpukan sampah di sepanjang fly over Cileungsi makin menjadi. Tak hanya itu, sampah-sampah yang sudah membusuk tersebut pun menimbulkan polemik baru.

Namun, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor enggan mengangkut sampah yang sudah meresahkan tersebut.

Melalui Kepala UPT Kebersihan Wilayah Cileungsi Aep Rahmat, pihaknya hanya akan mengangkut sampah beretribusi atau berduit. “Itu sampah liar. DKP hanya ditugaskan mengangkut sampah yang mempunyai retribusi. Karena kita punya tanggungan menyetor retribusi tiap tahun,” ujarnya tanpa mau menyebutkan jumlah setoran tersebut.

Sementara itu, sejumlah warga dan pengguna jalan mulai merasakan dampak dari tumpukan sampah tersebut. Selain menimbulkan bau busuk, warga khawatir akan datangnya wabah penyakit. “Kalau ini (sampah) dibiarkan terus, kematian akan bermunculan Mas. Kita takut demam berdarah,” keluh Paidi (26), pedagang yang biasa memangkal di fly over.

Padahal, sebelumnya Camat Cileungsi Eman Sukirman berjanji akan membenahi sampah yang sudah menggunung tersebut. “Kita akan koordinasikan dengan jajaran pemdes untuk segera mengangkut,” kata Eman saat dikonfirmasibelum lama ini.(yus)

Sumber : Radar Bogor

Infrastruktur Cileungsi Hancur

Cileungsi – Hujan yang mengguyur kawasan Cileungsi, Selasa (11/1), mengakibatkan sejumlah titik jalan yang mengarah ke arah Jonggol tergenang air. Kondisi jalan yang rusak dan berlobang membuat genangan air hujan di sepanjang jalan tersebut bermunculan. Apalagi, drainase di pinggir jalan tidak berfungsi dengan baik, sehingga genangan air tidak kunjung surut.
Rahmat (28) warga Cileungsi mengatakan, selain kemacetan salah satu permasalahan krusial di Kecamatan Cileungsi adalah infrastruktur yang kurang baik. Seperti kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Hal itu, kata dia, merupakan permasalahan lama yang tidak kunjung diselesaikan oleh pemerintah daerah.
“Cileungsi selain macet, jalannya banyak yang rusak dan berlubang. Apabila hujan, genangan air ada di mana-mana sepanjang Jalan Raya Cileungsi,” ungkap Rahmat kepada Jurnal Bogor, Senin (11/1).

Kondisi itu, lanjut Rahmat, sangat mengganggu warga yang ingin melakukan aktivitasnya. Selain mengakibatkan kemacetan, kondisi jalan yang berlubang juga sangat membahayakan pengguna jalan. “Kalau hujan pasti macet, karena pengguna kendaraan jalannya pelan-pelan, takut masuk lubang yang tergenang air,” ungkapnya.
Menurut Rahmat, warga sudah banyak yang mengeluhkan rusaknya infrastruktur jalan tersebut kepada pemerintah setempat. Namun, hingga kini, belum ada upaya nyata dari pemerintah untuk meningkatkan dan memperbaiki infrastruktur jalan. “Daerah sini kan banyak truk besar dengan muatan berat yang terkadang melebihi kapasitas. Wajar kalau jalan banyak yang rusak. Seharusnya pemerintah juga memberikan perhatian lebih untuk perbaikan dan peningkatan kualitas jalan,” tandasnya.
Akibat kemacetan karena rusaknya jalan di Cileungsi, Rahmat mengaku harus menyediakan dana tambahan untuk perbaikan motor. Pasalnya, kondisi jalan yang rusak membuat sepeda motor yang dikendarainya setiap hari menjadi sering rusak. “Kalau ada genangan air paling harus siap-siap ganti busi. Tapi kalau jalan rusak biasanya ganti velg sama shockbreaker,” ungkapnya.
Rahmat berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor segera memperbaiki jalan rusak yang ada di Kecamatan Cileungsi. Karena, jalan tersebut merupakan jalan penghubung antar daerah sekaligus jalan utama masyarakat yang ingin beraktivitas. “Warga Cileungsi yang mau ke Jakarta, Bekasi atau Depok pasti lewat sini. Jadi termasuk jalur penting juga buat warga beraktivitas,” ujar Rahmat.

=Taofik Hidayat
taofikhidayat@jurnas.com

Sumber: Jurnal Bogor

Lebarkan Jalan Cileungsi-Jonggol

Cileungsi - Akses jalan Cileungsi menuju Jonggol tepatnya di ujung Fly over Cileungsi harus segera dilebarkan. Pasalnya, titik jalan yang menjadi pertemuan kendaraan dari arah Cibubur dan Limusnunggal tersebut merupakan salahsatu sumber kemacetan yang terjadi di kawasan Cileungsi.
Ridwan (28) warga Cileungsi mengatakan, setiap hari selalu terjadi kemacetan di ruas jalan Cileungsi yang mengarah ke Jonggol. Kemacetan terjadi akibat bertemunya kendaraan dari atas fly over dari arah Cibubur dan kendaraan dari bawah Fly over dari arah Limusnunggal.
“Bertemunya kendaraan dari dua arah itu mengakibatkan kemacetan cukup panjang. Apalagi kalau akhir pekan, kemacetan sampai ke atas fly over,” ungkap Ridwan kepada Jurnal Bogor, Minggu (16/1).
Menurut Ridwan, selain titik bertemunya kendaraan dari dua arah, kemacetan juga disebabkan menyempitnya ruas jalan. Setelah fly over, kata dia, ruas jalan menuju Jonggol hanya cukup dilewati satu kendaraan dalam satu jalur. “Kalau dari fly over satu jalur bisa dua kendaraan, setelah sampai di bawah jalurnya cuma untuk satu kendaraan jadi kendaraan rebutan jalur. Ditambah yang dari arah Limusnunggal yang ingin ke arah Jonggol. Jadi kendaraan rebutan masuk jalur. Wajarlah kalau macet,” tandasnya.
Ridwan mengatakan, kemacetan juga diperparah dengan adanya kendaraan yang ingin berbalik arah. Kondisi itu, menurut dia, membuat situasi lalulintas semakin tidak teratur. “Kendaraan yang muter arah itu juga bikin macet. Apalagi kalau yang balik arah kontainer atau truk bermuatan berat,” ungkap Ridwan sambil menunjukan lokasi arah berputarnya kendaraan.
Padahal, ungkap Ridwan, di lokasi tersebut sudah dipasang rambu dilarang berbalik arah. Namun, keberadaan rambu tersebut tidak dihiraukan oleh pengguna jalan. “Rambunya ada tetapi ya gitu ga diperhatikan. Apalagi di putaran ada tukang parkir yang nyari duit dari parkiran,” tukasnya.
Dia menambahkan, selama ini ia tidak pernah melihat petugas dari Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) turun ke lokasi untuk menertibkan dan mengatur kendaraan. Padahal, kata dia, kehadiran petugas tentunya dapat mengurangi tingkat kemacetan. Paling tidak, kendaraan yang berbalik arah tidak akan berani memutar kendaraan di jalur tersebut. “ Selama ini saya sih ga pernah liat ada petugas yang mengatur arus lalulintas di sini. Kalau di Pasar Cileungsi memang ada, tapi kalau disini saya ga pernah lihat,” pungkasnya.

=Taofik Hidayat

Sumber : Jurnal Bogor

PLN Jonggol Perangi Pencurian Listrik

Jonggol - Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) PLN Jonggol pada 2010 berhasil menekan angka pencurian listrik menjadi 13 persen. Angka tersebut merupakan peningkatan bila dibandingkan 2009 dimana tingkat pencurian listrik mencapi 29 persen. Penakanan tersebut dilakukan di wilayah kerja UPJ PLN Jonggol yang meliputi Kecamatan Jonggol, Sukamakmur, Cariu, Tanjungsari dan sebagian wilayah Kecamatan Klapanunggal serta Kecamatan Cileungsi 13 persen.
“Karena buka termasuk kawasan industri, kebocoran tersebut terjadi pada konsumen listrik perumahan, maka untuk menekan angka pencurian arus listrik, kami gencar melakukan sosialisasi kepada warga, bahkan mengambil tindakan tegas dengan melakukan operasi pemutusan aliran listrik,” ujar Manager PLN UPJ Jonggol, Suwargina kepada wartawan, kemarin.
Menurut Suwargina, pada 2011 ini, pihaknya menargetkan akan menekan angka pencurian tersebut hingga di bawah satu digit. Untuk merealisasikan target tersebut, pihaknya tidak akan mengambil resiko dengan memberikan kelonggaran kepada pelanggan yang kedapatan melakukan pencurian listrik. “Kami akan menindak dan memberikan denda denda sesuai dengan ketentuan bagi siapa pun yang kedapatan melakukan pencurian listrik,” ujarnya.
Sedangkan dari sisi pelayanan, lanjut Suwargina, pihaknya berkomitmen untuk melakukan perbaikan dan pengawasan terhadap sistem pelayanan jaringan. Hal itu, kata dia, sebagai upaya agar konsumen PLN tidak kecewa terhdap kinerja dan pelayanan PLN. Sejauh ini, lanjutnya, UPJ PLN Jonggol telah mendapat penghargaan untuk katagori terbaik pada gangguan jaringan menengah hingga mencapai nol persen. Penghargaan tersebut sudah diraih UPJ Jonggol selama tiga bulan terakhir ini.
“Penghargaan itu merupakan prestasi yang harus dijaga. Itu juga merupakan amanah yang harus dijaga melalui peningkatan kinerja dan pelayanan terhadap konsumen,”pungkasnya.

=Taofik Hidayat

Sumber : Jurnal Bogor

RSUD Cileungsi Nyolong Listrik PLN Didenda PLN Rp 76 Juta, Baru Dibayar Rp 6,3 Juta

Cileungsi - PT Himindo Citra Mandiri, kontraktor Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi terbukti telah melakukan pencurian listrik dari jaringan UPJ PLN Jonggol. Hal itu diketahui oleh PLN Area Pelayanan Jaringan Gunung Putri dalam razia pencurian listrik yang sering dilakukan PLN di wilayah Bogor Timur ini.
“Dari hasil Operasi Pemutusan Aliran Listrik (OPAL) di APJ Gunung Putri, RSUD Cileungsi terbukti telah melakukan pencurian listrik dari PLN. Karena tindakan itu, kami telah memberikan denda sebesar Rp 76 juta,” ungkap Humas PLN APJ Gunung Putri, Sapto Haryanto kepada Jurnal Bogor, Senin (17/1).
Menurut Sapto, pihak RSUD Cileungsi memang telah mengajukan pemasangan baru untuk instalasi listrik di rumah sakit. Namun, permohonan tersebut masih diproses oleh PLN APJ Gunung Putri terkait ditemukannya tindak pencurian tersebut. “Untuk pengajuan pasokan listrik dari RSUD, terpaksa kami proses ulang. Kami menginginkan agar RSUD atau kontraktor menyelesaikan denda yang kami kenakan terlebih dahulu,” ujarnya.
Sapto menambahkan, berdasarkan kesepakatan dengan Penanggungjawab pembangunan RSUD dan kontraktor, pembayaran denda tersebut dapat dicicil dalam kurun waktu 12 bulan. “Jadi denda Rp76 juta tersebut kami bagi dalam 12 bulan, dan baru dibayarkan satu bulan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Hesti Iswandari yang juga penanggungjawab pembangunan RSUD Cileungsi mengatakan, instalasi pemasangan listrik RSUD memang masuk dalam tahap pertama rencana pembangunan RSUD Cileungsi.
“Tahapan pertama pembangunan RSUD Cileungsi adalah pembangunan lantai satu serta penyediaan alat kesehatan, termasuk pasokan instalasi listrik dari PLN,” ungkapnya.
Hesti juga membenarkan adanya kasus pencurian yang melibatkan kontraktor dengan PLN APJ Cileungsi tersebut. Menurutnya, saat ini kasus tersebut sudah diselesaikan melalui jalan musyawarah. “Denda tersebut sudah dibayarkan. Atas masukan dari Manajer PLN UPJ Jonggol kami diberi keringanan untuk mencicil denda tersebut. Dan saat ini sudah selesai permasalahannya,” ujar Hesti.

= Taofik Hidayat
taofikhidayat@jurnas.com

Sumber : Jurnal Bogor

13 Januari 2011

Bedil Lodong, Terbuat dari Pinang

MERIAM TRADISIONAL: Warga tengah membersihkan lubang bedil lodong di Kampung Jagaita, Desa Jonggol, kemarin. Bedil lodong adalah permainan legendaris yang masih membudaya di daerah Jonggol. Tradisi yang sudah hampir punah ini, ternyata cukup diminati warga, baik anak-anak maupun dewasa. Seperti apa?

Laporan: Rico Afrido Simanjuntak

BERAGAM cara dilakukan untuk menunggu saat berbuka puasa atau sahur.

Di daerah Jonggol, tepatnya di RT 02/06, Kampung Jagaita, Desa Jonggol dan RT 03/07 Kampung Ciledug, Desa Bendungan, warga memiliki tradisi menunggu berbuka, dengan perang bedil atau biasa disebut bedil lodong. Permainan ini ternyata tak hanya diminati anak-anak, juga orang dewasa.

Bedil lodong adalah meriam tradisional yang biasanya terbuat dari bambu dengan panjang kira-kira satu atau 1,5 meter. Bagian dalamnya dibobok hingga berlubang. Yang tersisa cuma penghalang di salah satu ujung. Pada bagian atasnya, dibuat lubang kecil yang berfungsi untuk menyulut bedil dengan api.

Untuk memainkannya tidak susah.Bagian moncong bedil ditaruh agak ke atas. Masukkan sedikit air ke dalam bambu, diikuti sepotong karbit. Lubang sulut ditutup. Beberapa saat kemudian, setelah karbit hancur lubang sulut dibuka dan api didekatkan. Maka, akan terdengar bunyi “Duaaarrr!”

Biasanya, sore hari di bulan puasa, budaya tradisional ini dimainkan. Makin mengasyikkan memang jika suara bedil lodong saling bersahutan. Meski menimbulkan suara menggelegar, sangat jarang terjadi kecelakaan. Berbeda dengan mercon atau petasan yang dulu hingga saat ini, sering menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda. Bedil lodong tergolong mainan yang aman.

Berbeda dengan biasanya, bedil lodong yang ada di daerah Jonggol ukurannya cukup besar. Terbuat dari pohon pinang (jambe) yang bagian dalamnya sudah dibobok. Panjangnya mencapai 3 meter dengan diameter 30 cm. Bisa dibilang bedil lodong yang satu ini cukup legendaris pada masanya. “Biasanya kalau bulan puasa di sini (Jonggol, red), dibunyikan untuk membangunkan orang sahur, dan menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit,” ujar Deden Murdeni (35) Ketua RW 06, Kampung Jagaita, Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol.(*)
Sumber : Radar Bogor

Deja Vu dan Asal-Usulnya

Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.

Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?

Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif

Pada awalnya, beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.

Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.

Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.

Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.

Menciptakan ‘Deja Vu’ dalam Laboratorium

Salah satu hal yang menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan ‘menyuruh’ mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.

Seperti yang dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari Northwestern University menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ‘ingatan palsu’. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain sama sekali dalam benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipan ini kemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat. Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang pernah dibayangkan.

LiveScience juga melaporkan percobaan Akira O’Connor dan Chris Moulin dari University of Leeds dalam menciptakan sensasi deja vu melalui hipnosis. Para partisipan pertama-tama diminta untuk mengingat sederetan daftar kata-kata. Kemudian mereka dihipnotis agar mereka ‘melupakan’ kata-kata tersebut. Ketika para partisipan ini ditunjukkan daftar kata-kata yang sama, setengah dari mereka melaporkan adanya sensasi yang serupa seperti dejavu, sementara separuhnya lagi sangat yakin bahwa yang mereka alami adalah benar-benar deja vu. Menurut mereka hal ini terjadi karena area otak yang terkait dengan familiaritas diganggu kerjanya oleh hipnosis.

Sumber : http://popsy.wordpress.com/2007/08/01/mengapa-kita-mengalami-deja-vu/

Fenomena Deja Vu yang misterius

Pernahkan anda mengunjungi sebuah rumah untuk pertama kalinya dan tiba-tiba anda merasa familiar dengan rumah tersebut ? Atau pernahkah anda berada dalam suatu peristiwa ketika tiba-tiba anda merasa bahwa anda sudah mengalaminya walaupun anda tidak dapat mengingat kapan terjadinya ? itulah deja vu, salah satu fenomena misterius dalam kehidupan manusia.

Definisi Deja Vu
Deja vu berasal dari kata Perancis yang berarti "telah melihat". Kata ini mempunyai beberapa turunan dan variasi seperti deja vecu (telah mengalami), deja senti (telah memikirkan) dan deja visite (telah mengunjungi). Nama Deja Vu ini pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan Perancis bernama Emile Boirac yang mempelajari fenomena ini tahun pada 1876.

Selain deja vu, ada lagi kata Perancis yang merupakan lawan dari deja vu, yaitu Jamais Vu, yang artinya "tidak pernah melihat". Fenomena ini muncul ketika seseorang untuk sementara waktu tidak dapat mengingat atau mengenali peristiwa atau orang yang sudah pernah dikenal sebelumnya. Saya rasa sebagian dari kalian juga sering mengalaminya.

Sebelum kita melihat mengenai deja vu, pertama, kita perlu mengetahui apa yang disebut dengan "Recognition Memory", atau memori pengenal.

Recognition Memory
Recognition Memory adalah sebuah jenis memori yang menyebabkan kita menyadari bahwa apa yang kita alami sekarang sebenarnya sudah pernah kita alami sebelumnya.

Otak kita berfluktuasi antara dua jenis Recognition Memory, yaitu Recollection dan Familiarity. Kita menyebut sebuah ingatan sebagai Recollection (pengumpulan kembali) jika kita bisa menyebutkan dengan tepat seketika itu juga kapan situasi yang kita alami pernah muncul sebelumnya. Contoh, jika kita bertemu dengan seseorang di toko, maka dengan segera kita menyadari bahwa kita sudah pernah melihatnya sebelumnya di bus.

Sedangkan ingatan yang disebut Familiarity muncul ketika kita tidak bisa menyebut dengan pasti kapan kita melihat pria tersebut. Deja Vu adalah contoh Familiarity.

Selama terjadi Deja Vu, kita mengenali situasi yang sedang kita hadapi, namun kita tidak tahu dimana dan kapan kita pernah menghadapinya sebelumnya.

Percaya atau tidak, 60 sampai 70 persen manusia di bumi ini paling tidak pernah mengalami deja vu minimal sekali, apakah itu berupa pandangan, suara, rasa atau bau. Jadi, jika anda sering mengalami deja vu, jelas anda tidak sendirian di dunia ini.

Teori-Teori Deja Vu
Walaupun Emile Boirac sudah meneliti fenomena ini sejak tahun 1876, namun ia tidak pernah secara tuntas menyelesaikan penelitiannya. Karena itu, banyak peneliti telah mencoba untuk memahami fenomena ini sehingga akhirnya kita mendapatkan Paling tidak 40 teori yang berbeda mengenai deja vu, mulai dari peristiwa paranormal hingga gangguan syaraf.

Pada tulisan ini, tidak mungkin saya membahas 40 teori tersebut satu persatu. Jadi saya akan memilih beberapa teori yang saya anggap perlu diketahui. Pertama, saya akan mulai dari teori psikolog legendaris, Sigmund Freud. Tapi sebelum itu, saya ingin menunjukkan kepada kalian sebuah gambar yang sangat terkenal. Ini dia :


Foto di atas adalah foto ilustrasi "Puncak gunung es" yang terkenal. Para ahli "otak" sering menggunakan ilustrasi di atas untuk menunjukkan seperti apa pikiran kita yang sebenarnya. Permukaan air adalah batas kesadaran kita. Pikiran Sadar kita adalah bongkahan yang muncul di atas permukaan laut. Sedangkan pikiran bawah sadar adalah bongkahan raksasa yang ada di dalam laut.

Menurut mereka, sesungguhnya sebagian besar informasi yang kita terima tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan belum muncul ke permukaan. Hanya sebagian kecil dari informasi yang kita terima benar-benar kita ingat atau sadari. Prinsip ini adalah kunci penting untuk memahami Deja Vu.

Gangguan akses memori
Sigmund Freud yang sering dijuluki sebagai bapak psikoanalisa pernah meneliti mengenai fenomena ini dan ia percaya bahwa seseorang akan mengalami Deja Vu ketika ia secara spontan teringat dengan sebuah ingatan bawah sadar. Karena ingatan itu berada pada area bawah sadar, isi ingatan tersebut tidak muncul karena dihalangi oleh pikiran sadar, namun perasaan familiar tersebut bocor keluar.

Teori Freud ini terbukti menjadi landasan bagi teori-teori yang muncul berikutnya.

Namun sebelum saya membahas teori-teori yang lain, saya ingin mengajak kalian untuk mengenal satu kata ini terlebih dahulu, yaitu "Subliminal". Subliminal berasal dari kata latin, yaitu "sub" dan "Limin atau Limen". "Sub" berarti bawah, sedangkan "Limin" berarti ambang batas. Dalam artian psikologi, subliminal berarti beroperasi dibawah sadar.

Lagi-lagi berhubungan dengan bawah sadar. Maksud saya memperkenalkan kata ini adalah untuk memahami teori di bawah ini.

Perhatian yang terpecah - teori ponsel
Seorang peneliti bernama Dr. Alan Brown pernah mengadakan eksperimen yang diharapkan bisa menciptakan ulang proses deja vu. Dalam percobaannya, ia dan rekannya Elizabeth Marsh memberikan sugesti subliminal kepada subjek penelitiannya.

Mereka menunjukkan sekumpulan foto yang menunjukkan lokasi-lokasi yang berbeda kepada sekelompok pelajar dengan maksud bertanya kepada mereka mana yang dianggap paling familiar bagi mereka. Dalam percobaan ini, semua pelajar yang diuji belum pernah mengunjungi lokasi-lokasi yang ada di foto tersebut.

Namun sebelum mereka menunjukkan foto-foto itu, terlebih dahulu mereka menayangkan sebagian foto itu di layar dengan kecepatan subliminal sekitar 10 sampai 20 milidetik. Kecepatan itu cukup bagi otak manusia untuk menyimpan informasi itu di bawah sadar, namun tidak cukup bagi para pelajar itu untuk menyadari dan menaruh perhatian padanya.

Dalam percobaan ini terbukti bahwa lokasi-lokasi pada foto-foto yang sudah ditayangkan dengan kecepatan subliminal dianggap paling familiar bagi para pelajar itu.

Eksperimen serupa pernah diadakan oleh Larry Jacobi dan Kevin Whitehouse dari Washington University. Bedanya, mereka menggunakan sekumpulan kata-kata, bukan foto. Namun hasil yang didapat sama dengan eksperimen Dr. Alan Brown.

Berdasarkan pada hasil eksperimennya, Dr. Alan Brown kemudian mengajukan sebuah teori yang disebut sebagai teori ponsel (atau perhatian yang terpecah).

Teori ini mengatakan bahwa ketika perhatian kita terpecah, maka, secara subliminal, otak kita akan menyimpan informasi mengenai kondisi di sekeliling kita namun tidak benar-benar menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai fokus kembali, maka segala informasi mengenai sekeliling kita yang tersimpan secara subliminal akan "terpanggil" keluar sehingga kita merasa lebih familiar. Ini sama seperti bongkahan es di bawah permukaan air yang naik ke atas permukaan.

Contoh, jika kita memasuki sebuah rumah sambil ngobrol dengan orang lain, maka perhatian kita tidak akan terpaku kepada kondisi rumah itu, namun otak kita telah menyimpan informasi itu secara subliminal di bawah sadar. Ketika kita selesai ngobrol, pikiran kita mulai fokus dan informasi yang tersimpan di bawah sadar mulai muncul. Seketika itu juga kita mulai merasa familiar dengan rumah itu.

Jadi, berdasarkan teori ini, deja vu tidak berhubungan dengan kejadian di masa lalu yang telah berlangsung lama.

Memori dari sumber lain
Ada lagi teori yang lain. Teori ini percaya bahwa otak kita menyimpan banyak memori yang datang dari berbagai aspek kehidupan kita, seperti film yang kita tonton, gambar ataupun buku yang kita baca. Informasi-informasi ini kita simpan tanpa kita sadari. Sejalan dengan lewatnya waktu, maka ketika kita mengalami peristiwa yang mirip dengan informasi yang pernah kita simpan, maka memori yang tersimpan di bawah sadar kita akan bangkit kembali.

Contoh, sewaktu kecil, mungkin kita pernah menonton sebuah film yang memiliki adegan di sebuah tugu atau monumen. Ketika dewasa, kita mengunjungi tugu ini dan tiba-tiba kita merasa familiar walaupun kita tidak ingat dengan film tersebut.

Teori ini mirip dengan teori ponsel, tapi teori ini setuju bahwa deja vu berhubungan dengan kejadian yang telah berlangsung lama di masa lampau.

Teori Pemrosesan Ganda (visi yang tertunda)
Dalam banyak hal, teori-teori mengenai penyebab Deja Vu tidak berbeda jauh dari yang diajukan oleh Sigmund Freud. Namun seorang peneliti bernama Robert Efron berusaha melihat lebih jauh kedalam mekanisme otak, bukan sekedar pikiran sadar atau tidak sadar. Walaupun sangat teknikal, teori yang diajukannya dianggap sebagai salah satu teori Deja Vu terbaik yang pernah ada.

Teori Efron ini berhubungan dengan bagaimana cara otak kita menyimpan memori jangka panjang dan jangka pendek. Ia menguji teori ini pada tahun 1963 di rumah sakit Veteran Boston. Menurutnya, respon syaraf yang terlambat dapat menyebabkan deja vu. Hal ini disebabkan karena Informasi yang masuk ke pusat pemrosesan di otak melewati lebih dari satu jalur.

Efron menemukan bahwa Lobus Temporal dari otak bagian kiri bertanggung jawab untuk mensortir informasi yang masuk. ia juga menemukan bahwa Lobus Temporal ini menerima informasi yang masuk dua kali dengan sedikit delay antara dua transmisi tersebut.

Informasi yang masuk pertama kali langsung menuju Lobus Temporal, sedangkan yang kedua kali mengambil jalan berputar melewati otak sebelah kanan terlebih dahulu.

Jika delay yang terjadi sedikit lebih lama dari biasanya, maka otak akan memberikan catatan waktu yang salah atas informasi tersebut dengan menganggap informasi tersebut sebagai memori masa lalu.

Sumber :http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/01/fenomena-deja-vu-yang-misterius.html

12 Januari 2011

Berbekal dari Masa Kanak-kanak

Judul Buku : Childhood and Society

Penulis : Erik H. Erikson
Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Maret 2010
Tebal : xxix + 536 halaman
Harga : Rp 62.000,-
Peresensi : Supriyadi*)

Telah banyak disiplin ilmu yang muncul dari kajian atau penelitian yang mana manusia menjadi obyek materialnya. Namun demikian, berbagai kajian dan penelitian itu berbeda dalam hal obyek formalnya. Manusia sebagai obyek material dalam sebuah kajian atau penelitian, memunculkan disiplin ilmu psikologi dengan obyek formalnya adalah kejiwaan atau psikisnya. Artinya, manusia dikaji atau diteliti dari sisi kejiawaan atau psikisnya, muncullah sebuah disiplin ilmu yang dinamakan psikologi.

Erik H. Erikson dalam bukunya yang berjudul “Childhood and Society” memaparkan sebuah pembahasan yang menarik tentang manusia dikaji dari segi kejiwaannya. Tidak hanya itu, pembahasan tentang manusia dalam buku tersebut juga dikaitkan dengan kehidupan sosialnya sebagaimana bahwa manusia itu adalah makhluk sosial. Dengan demikian, jadilah psikososial yang dalam buku tersebut berisikan tentang hubungan antara manusia yang masih dalam tahap masa kanak-kanak dengan psikososialnya.

Masa kanak-kanak adalah masa yang sangat penting untuk pembentukan kepribadian dan karakter. Dengan demikian, masa kanak-kanak adalah suatu tahap di mana manusia itu belajar sebanyak-banyaknya tentang kehidupan sebagai modal hidupnya kelak. Di masa tersebut, manusia bersifat imitatif atau menirukan dari apa saja yang ada dan terjadi di sekitarnya. Oleh karena itu, faktor lingkungan sangat berpengaruh pada perkembangan manusia di masa kanak-kanak tersebut.

Mengutip pendapat John Locke (1632-1704) tentang teori “tabularasa” yang mana manusia itu terlahir seperti kertas kosong. Dengan demikian, kertas tersebut perlu diisi atau ditulis dengan sesuatu. Oleh karenanya, manusia yang masih “kosong” haruslah diisi. Tidaklah mungkin manusia yang baru terlahir langsung bisa mengisi kepribadiannya sendiri. Tentunya mambutuhkan bantuan orang lain (orang tua) atau lingkungan sekitar. Dengan demikian, hingga masa kanak-kanak pun manusia terpengaruh oleh lingkungan. Karena lingkungan sangat mempengaruhi, maka lingkungan harus diatur sebaik mungkin agar manusia yang masih dalam tahap kanak-kanak terbentuk kepribadian dan perilakunya yang baik.

Periode kanak-kanak (childhood) terbagi menjadi dua masa yakni early childhood dan late childhood. Early childhood adalah ketika anak sudah berusia 2 tahun hingga 6 tahun. Periode tersebut adalah ketika manusia semakin membaik dalam menguasai anggota tubuhnya. Kemampuan dalam berbahasa pun juga meningkat.

Sementara late childhood adalah ketika anak berusia dari 6 hingga 12-14 tahun. Periode tersebut menunjukkan semakin masaknya organ-organ seksual. Dalam periode tersebut, manusia sudah lebih mandiri. Hal itu ditandai dengan mulainya manusia untuk membanding-bandingkan segala sesuatu di rumahnya dengan sesuatu yang berada di luar rumah, seperti di sekolah dan di rumah teman-temannya yang lain. Norma-norma moral yang pada masa earli childhood terasa absolut oleh anak, berubah menjadi relatif ketika telah mengenal lingkungan luar (luar rumah). Oleh karenanya, perhatian terhadap anak haruslah diutamakan oleh setiap orang tua.

Manusia yang mana masih dalam tahap childhood merupakan tahapan yang mana peran lingkungan sangat mempengaruhinya. Pengaruh lingkungan tersebut yang menjadikan kepribadian dan karakter anak hingga dewasa nantinya. Oleh karenanya, dalam masa tersebut seorang anak hendaknya berada di lingkungan yang baik dan penuh kasih sayang. Hal itu akan sangat membentuk perilaku baik seseorang. Sebaliknya, lingkungan yang tidak baik akan membuat anak menjadi tidak baik pula.

Lingkungan masyarakat juga membentuk manusia yang masih dalam tahap kanak-kanak memperoleh bahasa. Orang yang terlahir dan mengalami masa kanak-kanak di Jawa, tentunya ia akan menggunakan bahasa Jawa dalam berbicara. Begitu juga yang terlahir di Sunda, Betawi, atau di Inggris, Prancis, dan lain sebagainya, tentuya akan memperoleh bahasa ibunya di tempat di mana anak terpengaruh oleh lingkungannya.

Karena masa kanak-kanak sangat menentukan kepribadian seseorang, oleh karenanya seorang anak itu diberi pendidikan yang baik dan kasih sayang yang terpenuhi. Hal itu sebagai modal seorang anak ketika pada nantinya mengalami periode dewasa. Orang dewasa juga harus menyadari bahwa ia berangkat dari anak atau bocah kecil, yakni periode kanak-kanak.

Modalitas manusia ketika masih kanak-kanak itu sangatlah penting untuk perkembangan seseorang. Tidak hanya itu, modalitas tersebut sangat membentuk kepribadian dan karakter manusia. Dengan demikian, selain faktor lingkungan yang harus diperhatikan, faktor proteksi anak juga harus diutamakan. Proteksi yang dimaksudkan adalah perlindungan anak dari kelainan-kelainan yang berkaitan dengan kesehatan anak. Kelainan pada anak bisa mengakibatkan fatalitas pada perkembangan dan pertumbuhan sehingga anak berpotensi mengalami kelainan, baik secara fisik ataupun mental. Gizi buruk akibat kekurangan asupan makanan dan minuman yang bergizi telah menjadi banyak contoh yang memilukan di negara-negara miskin. Oleh karena itu, faktor lingkungan dan faktor kesehatan anak, seyogyanya menjadi hal yang diutamakan.

Akhirnya, dengan membaca buku yang berjudul “Childhood and Society”, para pembaca diajak untuk menjelajahi dunia psikologi yang mana hubungan antara masa kanak-kanak dengan psikososialnya menjadi pembahasan yang menarik. Buku tersebut mengulas berbagai fakta kanak-kanak dari suku Indian, daerah nelayan di sungai Salmon, hingga Amerika dan bahkan masa kanak-kanak Adolf Hitler dan Maxim Gorky. Buku tersebut menyajikan suatu pembahasan dengan cerita sehingga memudahkan pembaca untuk memahami atau paling tidak mengenal pembahasan tentang manusia secara kejiwaannya.

*) Peresensi adalah Pengamat Sosial pada Fak. Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Sumber : Kompas

Berfikir Menjadi Sang Juara

Judul buku : Think Like a Champian!

Penulis : Donald Trump
Penerbit : Daras Books, Jakarta
Cetakan : 1, Juni 2010
Tebal : 211 halaman

Albert Einstean, sang ilmuan dunia, pernah mengungkapkan bahwa imajinasi merupakan cita-cita masa depan. Dengan olah imajinasi, lanjut Eisntean, manusia akan menemukan kejutan hidup yang tak terpikirkan senbelumnya. Imajinasi mendorong tumbuhnya gagasan inovatif yang membikin hidup manusia mengalami lonjakan prestasi yang mengagumkan. Imajinasi menentukan pilihan terbaik yang didamba seseorang. Dan pilihan terbaik itu, menurut Aristoteles, adalah mencapai hal tertinggi yang mungkin dicapainya. Pilihan terbaik akan menentukan gerak langkah terbaik yang mengarahkan manusia menuju jalan sebagai sang juara.

Mentalitas sang juara selalu berjalan dalam garis terbaik yang diimpikannya. Mimpi-mimpi besar sang juara selalu mengilhami lahirkan kekuatan besar yang mendobrak kebuntuan di tengah perjalanan. Mentalitas mendobrak inilah yang disuntukkan Donald Trump dalam bukunya yang menggugah “Think Like a Champian.” Mentalitas sang juara selalu dimulai pikirannya. Pikiran yang juara akan menghadirkan capaian juara. Pikiran sang juara selalu teracuni berbuat besar dengan prediksi yang matang. Gerak sang juara tak kenal lelah untuk menerobos beragam kemungkinan yang menghadang. Apapun di depannya akan “dikalahkan” dengan semangat membara membela sebuah impian.

Donald Trump membuktikan dirinya sendiri dengan sukses sebagai manager perusahaan besar dengan kekayaan triliunan. Kekuatan pikirannya sebagai sang juara terus menancap dalam menggapai cita-citanya. Halangan yang menghadang terus ia kalahkan dengan modal semangat membara yang tak pernah padam dalam kekuatan dirinya. Tak salah kalau Donald Trump dikenal sebagai negoisator ulung, karena mentalitas juaranya tak pernah canggung melakukan negosiasi dengan berbagai kalangan lintas negara. Apapun di depannya ia terjang untuk meraih kesuksesan yang dia idamkan.

Sebagaimana yang diungkapkan Einstean, Trump juga sangat percaya dengan dahsyatnya imajinasi dalam jalan kesuksesannya. Bahkan Trump mampu menjadikan imajinasi sebagai daya ledak kekuatan finansial yang dikelolanya, melampaui catatan finansional konvensional dalam trandisi ilmu ekonomi. Inovasi-inovasi yang diraihnya tak lain karena daya magis imajinasi yang dipegangnya selalu dalam menggerakkan dunia bisnisnya. Imajinasi membuatnya bertahan lama melakukan proses kehidupan yang ia jalani. Bertahan lama untuk menggerakkan roda pikiran dan perusahaan, tanpa mengenal lelah, dan terus dilakukan dengan gairah yang tinggi yang membara.

Dan yang sangat dipegang Trump adalah bekerja keras tanpa mengenal lelah. Sang juara tak pernah merasa puas dengan capaian yang telah diraihnya. Selalu dikerahkan semua tenaga untuk bekerja keras sebaik mungkin. Kerja keras yang tidak terpaku dengan hasil, melainkan berpaku dengan prinsip dan proses. Bekerja keras yang teguh dengan prinsip dan setia dengan proses. Prinsip selalu dipegang untuk dijalankan sebagai pegangan melangkah. Setia dengan proses berarti menjadikan proses sebagai kenikmatan menempatkan prinsip dalam gerak langkah yang diusahakan. Mental kerja keras, bagi Trump, adalah kekayaan yang paling berharga yang dimiliki seseorang. Bukan harta, perusahaan, dan emas yang ia pegangi, tetapi kerja keras disertai keteguhan prinsip dan proses. Mentalitas juara selalu datang dengan kerja keras.

Trump dalam buku ini sangat mengagumi sosok Barack Obama yang teguh menempa dirinya untuk menjadi sang juara di Negeri Paman Sam. Walaupun Obama berkulit hitam, tetapi mentalitas juara melekat dalam dirinya, sehingga menang dalam Pemilu Presiden AS, 2008. Dan bagi Trump, Obama telah menandai babak baru dunia global di tengah kompetisi yang makin ketat ini. Sang juara yang lahir di Afrika itu juga membangun tradisi baru sejarah politik dan sejarah ekonomi AS. Trump kagum, karena Obama mampu menjalani perkataan dengan tindakan yang spektakuler. Kini, Obama yang ngantor di gedung putih ini, lanjut Trump, menjadi ikon dunia yang menampilkan diri secara elegan dalam meraih prestasi sebagai sang juara. Mentalitas sang juara yang dicontohkan Barack Obama layak menjadi refleksi manusia modern abad ke-21 saat dalam melangkah di masa depan. Konsistensi dalam memegang keteguhan mental menjadi landasan paling mendasar untuk meraih prediket sang juara.

Dan setiap manusia, bagi Trump, harus terus memperjuangkan diri sebagai sang juara, karena manusia dilahirkan untuk sukses, bukan untuk gagal.

*Peneliti Center for Developing Islamic Education (CDIE) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sumber: Kompas

Al-Azhar: Pesona Keislaman Tak Berbatas Ruang Waktu

Judul: Al-Azhar: Menara Ilmu, Reformasi, dan Kiblat Keulamaan

Penulis: Zuhairi Misrawi

Penerbit: KOMPAS

Tahun: I, Agustus 2010

Harga: Rp 58.000

ISBN: 978-979-709-510-9

Mungkin tak asing lagi dengan nama Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, khususnya bagi mereka yang berasal dari kalangan pesantren. Universitas yang sudah berumur ratusan tahun dan merupakan tempat menuntut ilmu paling berpengaruh di dunia. Universitas yang telah banyak melahirkan cendekiawan-cendekiawan Muslim berpengaruh, baik di lingkungan Mesir, Timur Tengah sebagai episentrum dunia keislaman, maupun Indonesia yang, meminjam istilah yang dipakai Guru Besar Sejarah UIN Jakarta Prof Dr Azyumardi Azra, merupakan lokus “peri-peri” (pinggiran) Islam.

Sejarah mencatat nama “Al-Azhar” berasal dari sebuah masjid bernama Al-Azhar yang dibangun Panglima Besar Dinasti Fathimiyah, Jauhar As-Shaqaly, 359 H sebagai tempat ibadah, enam tahun kemudian mulai dibangun tempat kegiatan belajar dan majelis ilmu pengetahuan bermazhab Syi’ah Ismailiyah. 12 tahun kemudian, tepatnya 378 H/988 M, Al-Azhar telah berkembang menjadi universitas besar dan berpengaruh.

Letak Mesir yang strategis di tengah dunia Islam menjadikan Al-Azhar sebagai tujuan menimba ilmu agama dari para masyaikh-nya. Begitu prestise-nya kedudukan Al-Azhar merupakan manifestasi dari peran yang dijalankannya dalam menjaga kemurnian ilmu-ilmu agama, peradaban Islam, dan bahasa Arab sebagai bahasa Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW, seperti yang disebutkan Muhammad Kamal Al-Sayid Muhammad dalam bukunya Al-Azhar Jami’an wa Jami’atan Aw Al- Azhar fi Alfi ‘Am.

Pada masa Sultan Al-Zahir Beibars, ada dua hal yang menjadikan Jami’ Al-Azhar menjadi pusat keilmuan teramai saat itu. Pertama, ekspansi yang dilakukan pasukan Tatar hingga menaklukkan kekhalifahan Dinasti Abbasiah di Baghdad, yang menyebabkan pindahnya pusat kekhalifahan ke Mesir, mulai tahun 660 H. Hingga tahun 923 H, bertepatan dengan awal munculnya Daulah Usmaniah di Turki. Akibat serangan Tatar, banyak ulama Muslim dari Timur hijrah ke Mesir karena Mesir berhasil mengalahkan Tatar dalam peperangan ‘Ain Jalut yang dipimpin Raja Mesir Sultan Saifuddin Al-Muzaffar Quthz. Kedua, orang-orang Islam di Andalusia ditindas orang-orang Eropa hingga banyak ulama dunia Islam bagian Barat hijrah ke timur dengan tujuan kota Kairo juga.

Zuhairi Misrawi, orang yang pernah menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, mencoba mendeskripsi kebesaran dan keutamaannya dalam buku bertajuk Al-Azhar: Menara Ilmu, Reformasi, dan Kiblat Keulamaan. Disebutkan bahwa memang tidak mudah mengadakan reformasi di Al-Azhar. Bisa dilihat, misalnya, ketika Sheikh Muhammad Abduh mengusulkan agar Muqaddimah Ibnu Khaldun dimasukkan untuk dijadikan materi dalam kurikulum Al-Azhar, ditolak oleh Sheikh Muhammad Al-Anbani, Sheikh Al-Azhar saat itu. Usaha memasukkan materi ilmu-ilmu pengetahuan umum di Al-Azhar baru berhasil pada tahun 1895 M. Bermula dengan hanya mencakup 11 cabang ilmu dan kemudian berkembang menjadi 26 cabang, tetapi itu hanya meliputi beberapa cabang ilmu pengetahuan umum, seperti aljabar, ilmu hitung, dan dasar-dasar tehnik.

Pada tahun 1930 M dikeluarkan undang-undang pembentukan tiga fakultas di Al-Azhar, yaitu Fakultas Ushuluddin, Fakulatas Syari’ah, dan Fakultas Bahasa Arab, serta belum mencakup fakultas-fakultas umum. Pada tahun 1961 M, pada masa Sheikh Mahmud Syaltut dikeluarkanlah Undang-Undang Nomor 103 Tahun 1961 M, yang menetapkan fakultas-fakultas cabang ilmu pengetahuan umum, seperti fakultas kedokteran, perdagangan, teknik, pertanian, dan farmasi, yang dapat kita saksikan hingga sekarang.

Saat ini, tak kurang dari 4.000 mahasiswa Indonesia tengah menuntut ilmu agama Islam di universitas di negeri para nabi tersebut. Kondisi demikian, jelas akan memberikan sumbangan pemikiran signifikan tentang paradigma keislaman di Indonesia ketika para sarjana lulusan Al-Azhar tersebut mengajar di beberapa pesantren dan universitas dalam negeri. Secara sempurna, penulis menyuguhkan ihwal sejarah Al-Azhar, para mahasiswa Indonesia yang belajar di sana, serta peran Al-Azhar dalam mengembangkan pandangan keislaman moderat dalam konteks global. Tidak luput pula dikupas secara mendalam tentang sejarah Mesir dan Kota Kairo yang memesona. Wallahu’alam.

Sumber : Kompas


Mencipta Inovasi dalam Diri

Judul buku : 365 Hari Berfikir Positif

Penulis : Brook Noel

Penerbit : Daras Books, Jakarta

Cetakan : 1, Juni 2010

Tebal : 340 halaman

Setiap hari yang kita jalani tentunya memberikan pengalaman inspiratif melanjutkan langkah di hari selanjutnya. Evaluasi menjalani hidup setiap hari membikin pengalaman inspiratif sebagai daya kekuatan yang menakjubkan untuk menaklukkan tantangan di hari berikutnya. Kegagalan atau kesuksesan yang kita raih menjadi bekal untuk kehidupan yang semakin tegar, teguh dan berprinsip. Semakin jeli menangkap pesan keseharian kita, potensi kita setiap waktu akan berkembang. Tak ada yang kita jalani, akhirnya, menjadi sia-sia. Hari-hari akan kita jalani dengan riang, gembira, dan penuh motivasi.



Buku berjudul “365 Hari Berfikir Positif” menjadi buku panduan yang menarik sebagai salah satu referensi kita dalam menjalankan roda kehidupan setiap hari. Yang paling mengesankan dalam memotret kehidupan setiap hari yang termuat dalam buku ini adalah hadirnya kata-kata inspiratif dari berbagai tokoh dunia. Kutipan inspiratif tersebut selain menggugah daya motivasi, juga melangkahkan kita jauh ke belakang ihwal jejak masa lalu para tokoh yang kata-kata menggugah pada jamannya. Jejak historis yang melekat dalam kutipan tersebut menumbuhkan kesadaran historis akan kejayaan masa lalu yang dicetak manusia pada jamannya. Kesadaran sejarah sangat penting untuk membuka mata batin kita dalam menajamkan kekuatan yang visioner di masa depan. Pearl S. Buck mengatakan, “jika anda ingin memahami hari ini, anda harus mencari hari kemarin.”



Inspirasi masa lalu yang penuh daya inovasi yang terkutip dalam buku ini menjadikan gerak langkah kita setiap hari sebgaai sebuah motivasi yang tinggi. Hari-hari yang akan kita jalani menjadi penuh inovasi tiada henti. Inovasi ini sangat penting, karena perjalanan hidup yang akan kita lalui dalam setahun biar tidak lagi membosankan. Inovasi membuat langkah kehidupan semakin nyata, sehingga perjalanan kehidupan lahir penuh semangat. Jalan kehidupan yang akan kita lalui juga sangat menyenangkan, karena inovasi membuat hidup lebih hidup lagi. Kebosanan hilang dan rutinitas yang kita jalani penuh dengan gairah yang menggugah. Melalui beragam inovasi pastilah menjadi dambaan setiap orang, karena membuat hidup lebih awet.



Panduan setiap hari yang direkam dalam buku ini sangat menarik dalam menjalani perjalanan hidup dalam setahun. Referensi yang akurat. Ketika kita kehilangan referensi dalam menjalani hidup di pagi hari, seketika dengan membuka buku ini kita akan mendapatkan ruh kegiatan yang menancap dalam diri kita. Panduan harian ini merupakan bentuk kamus dalam diri kita, sehingga sekecil apapun yang kita jalani, bisa terekam dengan begitu baik dalam buku ini. Untuk itulah, rekaman hidup ini semakin membuka wawasan spektakuler yang terus melekat dalam gerak-gerik yang kita jalani di kemudian hari.



Perjalanan hidup dalam 365 hari akan menjadi penanda penting bagi masa depan kita. Cita-cita yang kita pajang dengan sedemikian rupa menjadi pertaruhan yang sangat keras untuk kita wujudkan sekuat tenaga. Cita-cita yang kita imajinasikan harus menjadi pelecut daya kekuatan dalam meraihnya. Dengan cita-citalah kehidupan akan semakin mewarna dan penuh sensasi. Perjalanan hari yang dijalani dengan sepenuh cita-cita juga akan membuat inovasi semakin berkembang pesat, menjangkau berbagai hal yang tidak mungkin, melampaui berbagai capaian yang tak terkira sebelumnya. Motivasi tinggi dengan daya kekuatan yang sepenuhnya akan membuat manusia selalu tak atah arang dalam menerobos berbagai kemungkinan yang dicita-citakan.



Memaknai kehidupan setiap hari mutlak sangat dibutuhkan. Karena menjalani kehidupan yang sukses haruslah dijalani dengan kesalahan yang sedikit mungkin. Meminimalisir kesalahan sangat penting, karena kesuksesan menuntut kedisiplinan tinggi, dan kecermatan dam membaca peluang. Semakin sedikit kesalahan yang diperbuat, maka akan semakin dekat dengan tangga kesuksesan. Kesalahan menjadi pelajaran penting sehingga setiap saat harus selalu diminimalisir. Karena semakin banyak kesalahan, justru akan membuat gerak langkah sukses kita terhenti di tengah jalan. Hari-hari yang dijalani dengan riang, gembira, penuh motivasi dan inspirasi, semakin membuat kuatnya tangga kesuksesan.



*Peneliti Center for Developing Islamic Education (CDIE) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sumber: Kompas

Judul Buku : Membumikan Gerakan Ilmu Dalam Muhammadiyah

Editor : Jabrohim Dkk

Pengantar : A Syafi’i Ma’arif

Penerbit : Pustaka Pelajar Yogyakarta

Cetakan : 1, 2010

Tebal : 231 halaman

Peresensi : Ahmad Hasan MS*)

Alfin Toefler dalam bukunya Power Shift menyatakan bahwa kekuatan yang paling dahsyat, canggih dan kuat bukan semata dari fisik ataupun mesin yang modern, akan tetapi kekuatan yang tiada tandingannya adalah kekuatan yang bertumpu pada ilmu pengetahuan dan system yang maju. Analisis Toefler itu menunjukkan betapa ilmu pengetahuan merupakan kunci utama untuk menapaki abad 21. Benar pula apa yang dikatakan mantan Presiden RI, B.J Habibie bahwa ilmu adalah modal utama untuk merebut masa depan yang cerah bagi bangsa Indonesia tercinta ini.

Gerakan ilmu adalah gerakan pencerdasan dan pencerahan bagi peradaban. Gerakan itu pula yang digagas dan diperjuangkan Muhammadiyah yang baru saja menjalankan Muktamar satu abad di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Jauh-jauh hari, KH Ahmad Dahlan, sang Founding Fhaters Muhammadiyah sudah merintis dengan mendidik warganya di perkampungan Kauman Yogyakarta. Perlahan tapi pasti, sepeninggal KH Ahmad Dahlan, lembaga pendidikan berpayung Muhammadiyah berkembang dengan pesat. Ribuan sekolah se Indonesia mulai dari SD, SMP, SMA berdiri dengan pesatnya. Demikian pula, ratusan perguruan tinggi berdiri dengan megah lengkap dengan fasilitasnya yang modern dan berkwalitas.

Buku ” membumikan gerakan ilmu dalam Muhammadiyah” berusaha memotret perjuangan Muhammadiyah dalam memajukan negeri ini. Buku bernada reflektif hasil kumpulan tulisan ini menegaskan bahwa gerakan ilmu merupakan kunci utama dalam era globalisasi ini. Ahmad Syafi’I Ma’arif dalam kata pengantarnya menegaskan bahwa gerakan ilmu sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi untuk merebut masa depan bangsa yang gemilang. Gerakan ilmu, lanjutnya- adalah gerakan masyarakat yang gemar terhadap kegiatan membaca, menulis, berfikir dan bertindak secara efektif dan efisien.

Namun, menurut Ahmad Syafi’I Maarif, kesadaran bangsa Indonesia terhadap pentingnya gerakan ilmu masih lemah. Tingkat konsumsi membaca buku masih rendah. Terlebih terhadap kemampuan menulis dengan baik, juga malah lebih rendah lagi. Masalah lebih kompleks lagi tatkala melihat tingkat buta aksara masih tinggi ditambah dengan tingkat anak yang putus sekolah banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Selanjutnya, dalam bagian pertama, M. Husnaini menganalisis mengutip dari pendapat Paul Kennedy dalam karyanya Preparing For The Twentieth Century (1993) terkait pentingnya ilmu. Husnaini menulis, mengapa Negara-negara Afrika Barat seperti Nigeria, Sierra Leone dan Chad tetap saja miskin dan dirundung malang, sementara Negara-negara Asia Timur seperti Korea Selatan melesat begitu cepat?. Perbedaan amat mencolok itu ternyata terletak pada kualitas sumber daya manusia di antara keduanya. Sementara jika ditelusuri, factor penentu kualitas sumber daya manusia itu hanyalah satu, yaitu ilmu pengetahuan.

Itulah sebabnya, menurut Husnaini, bangsa Indonesia harus mau bersusah payah dalam mencari dan menggali ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Muhammadiyah sebagai organisasi yang bervisi islam Rahmatan Lil Alamin harus terus menerus berjuang melawan kebodohan dengan concern gerakan ilmu. Benar apa yang dikatakan A. Syafi’I Maarif, “ Tidak ada jalan lain untuk bersikap setia kepada gagasan islam yang berkemajuan, kecuali mau belajar dan membuka diri selebar-lebarnya, selebar kehidupan itu sendiri. (Suara Muhammadiyah, No. 10, 16-31 Mei 2010).

Hal yang sama juga diungkapkan Bambang Harnowo, menurutnya Muhammadiyah mutlak melakukan ijtihad pembaharuan(tajdid) melalui gerakan ilmu pengetahuan berkeadaban. Kantong-kantong masyarakat sipil (civil society) harus diberdayakan demi kemajuan bangsa dan keumatan. Melintasi gerak zaman, Muhammadiyah mengalami tantangan yang berat. Budaya kapitalisme, pragmatisme dan hedonisme telah menyeruak dan menyebar ke segala sendi kehidupan. Itulah sebabnya, masyarakat Muhammadiyah dan bangsa Indonesia pada umumnya harus mewaspadai hal itu. Jangan sampai budaya tersebut menggerogoti tubuh bangsa sehingga tergelincir di titik nadir.

Pertanyaannya kemudian, apa gambara riil untuk melakukan pembumian gerakan ilmu sekaligus untuk menepis serangan budaya hedonis dan pragmatis itu?. Prof. Dr. M. Amien Rais dalam buku ini memberikan jawaban. Menurutnya, ada tujuh strategi untuk memperkuat gerakan ilmu, khsusunya di lembaga pendidikan termasuk Muhammadiyah. Pertama, peningkatan kualitas teaching staff. Artinya, merekrut pengajar yang handal dan mumpuni. Para pengajar di lembaga pendidikan harus memiliki kompetensi dan kualifikasi akademik yang layak dan diakui.

Kedua, membangun atmosfer yang kondusif di lembaga pendidikan. Artinya, menciptakan kompetisi yang sehat dan nyaman antar lembaga pendidikan. Ketiga, mendukung terciptanya general library (perpustakaan umum)dan research library (perpustakaan penelitian) yang kuat dan lengkap. Keempat, kegiatan- kegiatan laboratorium untuk setiap disiplin ilmu perlu memperoleh perhatian yang sama pentingnya dengan perpustakaan. Kelima, kegiatan Research and Development (penelitian dan pengembangan) harus diperhatikan secara sungguh-sungguh. Perguruan tinggi harus diarahkan agar mampu menghasilkan riset penelitian yang bisa dirasakan manfaatnya bagi kemaslahatan masyarakat.

Keenam, memacu dosen, mahasiswa dan masyarakat secara umum agar melakukan kegiatan ilmiah seperti orasi ilmiah, seminar, symposium, bedah buku, diskusi terbuka, workshop, pelatihan dan lain sebagainya. Ketujuh, berpegang teguh pada nilai-nilai ketuhanan dan mengembangkan misi pembebasan manusia dari kebobohan dan ketertindasan. Dengan begitu, menurut Amien Rais yang diamini Jabrohim, pembumian gerakan ilmu akan berjalan efektif sehingga misi islam rahmatan lil alamin mampu dirasakan manfaatnya bagi warga Muhammadiyah dan bangsa dan Negara Indonesia pada umumnya. Tentu dengan dukungan pemerintah, dan masyarakat pada umumnya.

Buku ini menarik dibaca bagi siapa saja, termasuk khalayak awam yang ingin mengenal lebih dekat tentang seluk beluk Muhammadiyah yang terbukti concern mengurusi lembaga pendidikan selama satu abad. Sebuah buku yang menegaskan bahwa gerakan ilmu penting dikebumikan demi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan bangsa pada umumnya.

*) Peresensi adalah Pustakawan Taman Baca Baitun Naim . Tinggal di Yogyakarta.

Sumber: Kompas